
Marissa menatap Stefan cukup tajam, lalu berkata, “Apa yang mau ditaruhkan? Kau bahkan barusan diusir. Jika kau menaruhkan harga dirimu, dan aku menaruhkan telapak sepatuku, tetap tidak akan berimbang.”
Ryan menimpali, “Statusmu terlalu rendah di mata kami, Stefan. Kami tidak perlu mengulang-ngulang kerendahan dan kejelekanmu. Asal kau tahu, Bu Grace hanya ingin mempermainkanmu saja!”
Saat digempur dengan berbagai macam lontaran kata-kata, Stefan masih tampil dingin. Dia ingin agar sebuah kemenangan timbul dengan cara yang elegan, bukan dengan cara berkoar-koar.
Niatnya datang ke tempat ini untuk membuka wawasan perkara IT. Namun, Stefan malah mendapat serangan lanjutan.
“Baiklah, jika Ryan berhasil, aku akan kembali menjadi petugas kebersihan, selama satu tahun penuh di Nano-ID,” ujar Stefan.
Marissa mengerutkan bibir, lalu menjawab, “Kau tidak akan pernah diterima bekerja menjadi OB. Jadi, jelas sangat tidak mungkin lagi menjadi CEO. Seperti itulah logikanya. Cari bahan taruhan lain yang lebih cocok untuk dirimu!”
“Jadi, apa yang perlu aku pertaruhkan?”
Marissa memutar hitam matanya dengan sangat malas dan berkata, “Kau tidak perlu memberikan taruhan. Cukup aku saja. Jika pernyataan Bu Grace benar, entah Ryan berhasil mengajaknya kencan atau pun tidak, aku akan menjadi tukang masak dan buat kopi selama lima tahun di Nano-ID!”
Mendengar itu, Stefan sangat beribu-ribu antusiuas. Wajahnya sangat gembira dan semangat. “Baiklah! Kita deal! Kalian berdua menjadi saksi satu sama lain. Dan kau tidak mungkin lupa dengan janjimu, Ryan!”
Lalu, Marissa dan Ryan tertawa terbahak-bahak dan membalik badannya. Mereka pikir, Stefan sudah gila.
Sebenarnya Stefan ingin menjalin hubungan baik bersama mereka seperti dulu. Namun, mereka malah bersikap yang tidak patut. Sungguh mengecewakan.
Marissa dan Ryan malah meninggalkan Stefan sendirian. Mereka tidak ingin malu lagi lantaran sikap bodoh Stefan. Begitulah, jika hati memang menyimpan benci, putih akan tampak seperti abu-abu.
Setelah menikmati beberapa jenis pameran, Stefan pun pulang. Sesampainya di apartemennya, dia menelepon Martin.
Stefan berkata tegas, “Jika ada start up bernama MicroWhite, segera coret dari list kerjasama meskipun nilainya triliunan rupiah!”
“Siap, Pak Stefan. Kebetulan prposal yang mereka ajukan sama idenya dengan ide kerjasama dari Sanjaya Techno. Baiklah, MicroWhite tidak akan bekerjasama dengan kita selamanya.”
__ADS_1
“Apa di kantor ada tukang masak dan buat kopi buat karyawan?”
“Tidak ada, Pak Stefan. Jika ingin ditambahkan, akan segera saya bicarakan dengan David agar segera dibuatkan divisi konsumsi.”
“Buatkan segera! Nama karyawati-nya sudah ada. Kamu tidak perlu membuka lowongan kerja di divisi itu. Koordinasi sama David, siapkan satu nama baru untuk staf bendahara. Kerjakan!”
“Siap, Pak Stefan!”
Klik!
....
Pagi harinya di kantor Nano-ID, Ryan melakukan tugasnya seperti biasa, sebelum bekerja, dia akan berkoar-koar meneriaki karyawan yang baru tiba dengan memberi tahu siapa CEO mereka. Sebagian karyawan bingung dan sebagian besar tidak peduli.
Grace berpapasan dengan Ryan di sekitar lobi, lalu berkata, “Minggu depan kita akan cukup repot. Tugasmu harus benar-benar kelar. Saya pastikan bahwa minggu depan semua karyawan Nano-ID sudah mengetahui siapa CEO-nya. Kau paham?”
Ryan bukanlah orang spesial, Grace menyuruh sebagian besar orang Nano-ID untuk mempersiapkannya. Hari itu adalah HUT ke-12 AlfaTech. Perayaannya akan diselenggarakan di Jakarta.
Oleh karena itu, di hari spesial tersebut, semua orang Nano-ID harus sudah mengenal siapa CEO mereka.
Nano-ID akan kedatangan orang-orang penting dari AlfaTech, seperti pendiri, pemilik, dewan, dan management.
Grace berkata, “Kau juga harus terlibat dalam hal kesibukan, Ryan. Kau harus masuk ke bagian konsumsi dan kebersihan. Itu termasuk tugasmu.”
Apapun perintah yang diberikan oleh Grace, demi memuaskan hatinya, Ryan akan selalu sigap, “Siap, Bu Grace. Akan saya lakukan dengan sepenuh hati.”
Acara hari jadi AlfaTech tersebut diperkirakan akan berlangsung lebih meriah daripada acara opening Nano-ID beberapa waktu lalu.
Tidak hanya dihadiri oleh pihak pemerintah dan swasta, juga akan turut dihadiri oleh perwakilan dari perusahaan-perusahaan besar di seluruh dunia.
__ADS_1
Akan ada banyak orang besar yang hadir. Nanti, sebagian orang akan tercengang pas mengetahui bahwa Nano-ID ternyata bagian dari AlfaTech.
Dan hal yang paling mencengangkan lagi adalah Stefan merupakan CEO dan salah satu pemilik dari Nano-ID. Semua orang akan terhenyak mengetahuinya.
Di ruangan Martin, ada diskusi serius.
“Syukurlah, akhirnya CEO mau juga turun tangan,” ujar Martin bernapas lega. “Saya sudah tidak kuat rasanya mengurusi pekerjaan ini. Terlalu berat.”
David berkata, “Kita bukannya mengeluh, hanya saja terlalu repot mengangkat telepon dari beliau, lalu baru bisa bekerja. Saya rasa, jika dilakukan dalam waktu yang lama, pekerjaan kita yang lain jelas akan terganggu.”
Grace memperbaiki posisi duduknya, lalu berkata, “Dalam waktu beberapa hari ke depan akan menjadi hari yang panjang dan berat bagi kita. Setelah kedatangan CEO, urusan kita akan terasa lebih mudah.”
Mereka semua yang telah mengenal dekat siapa itu Stefan tak salah dalam memberikan pernyataan. Mereka tahu Stefan orang yang pekerja keras dan terampil.
Jika nanti Stefan sudah berada di kantor, tugas berat yang saat ini mereka pegang akan terasa ringan. Siapapun orang dari AlfaTech sudah tahu kinerja dan prestasi Stefan.
Martin merapikan dokumen di atas mejanya, lalu berkata, “Saya harap acara nanti tidak akan mengecewakan CEO. Secara tanpa beliau, kita cukup keteteran.”
David mengoles dagu dan berkata, “Banyak karyawan kita yang menanyakan soal identitas CEO. Setiap hari pasti ada saja mereka yang menanyakan hal itu pada saya.”
Grace tersenyum dan menjawab, “Asal kalian berdua tahu, ide dariku untuk menyuruh Ryan melakukan tindakan konyol yang sedang dia lakukan sekarang itu adalah atas dasar perintah CEO. CEO ingin namanya dikenal orang para karyawannya dengan cara yang unik.”
Di hari itu, sebagian orang benar-benar akan terkejut bahwa omongan Ryan yang absurd ternyata benar adanya. Dan bagi Ryan sendiri, dia akan menjadi aktor utama dalam promosi nama CEO kepada semua orang. Ryan punya peran sentral tanpa disadarinya.
Martin membaca dokumen, lalu berkata, “Undangan mulai hari ini akan kita sebar. Meskipun undangan kali ini jumlahnya lebih sedikit daripada undangan pada saat peresmian, saya yakin acara nanti tidak kalah meriahnya.”
David mengangguk dan berkata, “Mereka akan terkejut bahwa Nano-ID rupanya anak perusahaan AlfaTech.”
Grace mengawasi mereka berdua dan tersenyum pahit, lalu berkata, “Undangan yang akan sangat mengejutkan adalah undangan buat pihak Sanjaya Group. Kita sudah mengirim undangan kepada CEO Sanjaya Group. Keluarga Sanjaya akan hadir nanti.”
__ADS_1