Menantu Benalu Ini Ternyata Hacker Jenius

Menantu Benalu Ini Ternyata Hacker Jenius
86. Wanita malang


__ADS_3

Robert berdiri tegap dan berkata tegas, “Ayah, aku akan .....”


“Diam!” Bobby emosi parah. Biji matanya membulat sempurna. “Kau selalu gagal! Kau tidak becus mengurusi Stefan!” Bobby mengerutkan bibir, mengeluarkan gestur kekecewaan terhadap putra tidak berguna itu.


Robert tidak banyak bunyi. Sebaiknya dia banyak membaca buku tentang pengembangan diri. Usia emas seperti sekarang seharusnya dia manfaatkan untuk memperbaiki diri dengan mengubah kebiasaan buruk dan membuang pikiran negatif. Robert kian mengeras seperti batu.


Bobby mengalihkan pandangannya ke Erick dan Leon. Dua pria ini lah yang akan menjadi daya serang Keluarga Sanjaya.


Chyntia memberikan interupsi. “Suamiku, apa perlu aku meminta bantuan dari keluargaku untuk mengurus Stefan?”


Lalu pandangan Bobby terpelanting ke arah mata istrinya. “Keluarga Dewata? Keluargamu berpaling! Dewata Corp join dengan Nano-ID. Jangan pernah kau sebut lagi keluargamu yang tidak berguna itu!” maki Bobby makin gusar.


Chyntia tersentak heran. Dia baru tahu info tersebut. Dewata Corp merupakan perusahaan yang bergerak di bidang industri musik. Perusahaan tua itu bahkan sampai tidak menggubris Keluarga Sanjaya. Entah, apa karena Nano-ID terlampau hebat, atau memang mereka malas bergandengan dengan Sanjaya Group yang sebentar lagi akan hancur?


Diskusi kali ini akan menjadi diskusi yang panjang dan berat. Segala macam ide ditumpahkan. Satu sama lain ingin memberikan upaya terbaik. Namun, ada kalanya Bobby akan mendongakkan kepalanya dan mematahkan saran mereka. Bobby tetap menjadi raja.


Pandangan Bobby ke arah Lionny. “Aku tidak ingin mengatakan bahwa putriku sialan. Aku tidak sepenuhnya mengatakan bahwa kau adalah orang yang patut disalahkan. Kakekmu! Salah pilih orang. Jika saja otaknya masih waras, seharusnya waktu itu Erick yang menjadi menantuku. Dan masalah besar ini tidak akan pernah terjadi.” Bobby sangat kecewa dan marah.


Lionny yang sedari tadi tercenung setelah tahu rahasia besar keluarganya, sontak makin bergeming. Lamunannya kian panjang. Begitu banyak bayang-bayang terlintas di kepalanya. Semakin ayahnya panjang mengoceh, kebenaran semakin jelas. Dia tahu siapa yang hitam dan siapa yang putih. 


Kasihan Lionny. Dulu dia digempur dengan makian dari keluarganya sendiri. Kesabarannya sangat diuji. Lalu, dia hantam dengan berbagai bentuk provokasi sehingga dia berada di dalam kebimbangan. Dia merelekan cinta tulusnya harus terbakar oleh hembusan api yang menakutkan dari keluarganya sendiri.


Sekarang, ketika dia makin sadar akan bobroknya keluarganya, dia rasanya mau pergi. “Ayah sangat kejam! Kenapa harus membunuh Stefan? Apa salah dia?” tanya Lionny berusaha memancing ayahnya supaya membuka rahasia yang  lain.

__ADS_1


Namun, Bobby tidak terpancing. Bobby menyandarkan punggung dan mengangkat kaki. Ada helaan napas panjang setelah dia menatap putrinya agak lama. Bobby tersenyum miring, lalu berkata heran, “Kau berani bicara seperti itu, sementara di sini ada ayah kandungmu dan suami sahmu?”


Bobby mengoles dagu, kemudian melanjutkan, “Jangan bilang pada kami kalau kau masih cinta dengan pria gila itu! Di saat Keluarga Sanjaya sedang terpuruk dan di saat dia sedang jaya, kau ingin melupakan daratan, Lionny?” Nada bicara Bobby sangat tajam dan menyinggung.


Erick berkomentar pedas, “Lionny, jangan kau terpengaruh dengan Stefan! Dia bukan siapa-siapa lagi! Ingat, jangan pernah memainkan perasaan suamimu!”


Saat ini, Lionny kena serang habis-habisan.


Luchy mencomel, “Sangat lucu jika kau berpisah dengan Kak Erick, lalu kembali ke pangkuan pria sebatang kara itu!” Luchy mencebik remeh. Jika masuk ke bab hina-menghina, Luchy jagonya!


Robert bangkit. “Kenapa kau tidak ingin Stefan mati?” seru Robert berapi-api. “Lihatlah, kami semua ingin Keluarga Sanjaya bangkit. Seharusnya kau mengeluarkan sebuah ide dan bicara! Apa hatimu sudah kembali terisi bayang-bayang cinta lama bersemi kembali?” sentak Robert.


Luchy melanjutkan, “Astaga! Jika saja Kakek Sanjaya masih hidup, aku yakin sekarang aku bisa tinggal di kontrakan sepetak yang isinya cuma ada kasur dan kipas angin. Wahai cucu kesayangan kakek, bicaralah! Bagaimana caranya kita membuat perhitungan terhadap mantan suamimu yang sangat merepotkan itu?”


Apapun yang mereka bicarakan, jelas Bobby Sanjaya mengingkan sebuah hasil bagus. Bobby melipat tangan di dada. Keningnya makin berkerut. Apa mungkin Sanjaya Group akan rubuh lantaran Stefan si mantan menantu benalu itu?


Lionny memperbaiki posisi duduknya dan meluaskan pandangannya, lalu berkata, “Kalian semua tidak akan mampu mencelakai Stefan! Apapun cara yang kalian pakai, jelas tidak akan pernah bisa!” Lionny bicara sangat keras.


Mendengar itu, Bobby naik pitam. “Bicara apa kau, Lionny? Berarti benar kau masih mengharapkan Stefan!” Bobby makin marah. Darahnya panas. “Kau tidak menghormati suamimu sendiri!”


Lionny menguatkan diri dan menjawab, “Pernikahan antara aku dan Erick murni karena kemauan Ayah dan Ibu. Aku terpaksa melakukannya. Aku tidak cinta sama Erick! Apa kalian puas?” Lionny menangis. Dia tidak kuat menahan perasaannya sendiri.


Erick terkejut mendengarnya. Ada sebuah ekspresi kekecewaan darinya. Namun, Erick tidak mungkin main pukul di depan mertua. “Hentikan, Lionny!” sergahnya. “Kau jangan berkata seperti itu!”

__ADS_1


Lionny menyeka air matanya. “Karena kalian sudah terang-terangan, baiklah, aku juga akan terang-terangan sekarang. Aku tidak mencintaimu Erick! Segera kau menceraikan aku! Kalau tidak, aku akan mengajukan gugatan ke pengadilan!” Lionny sangat berani. “Dan untuk Ayah, jika memang menganggapku sebagai anak, mana sikap kasih sayangmu?”


Bobby beranjak dan memberikan tamparan keras ke pipi kanan Lionny. 


PLAK!


“Hentikan omong kosongmu!” bentak Bobby. “Di saat kami sedang pusing memikirkan nasib Sanjaya Group, kau malah berbicara yang tidak-tidak.” Bobby makin naik darahnya.


Semua mata tertuju pada Lionny. Ibunya yang selama ini sayang dan perhatian, jika sudah teringat dengan Stefan, malah rasa benci akan timbul terhadap Lionny. Robert dan Luchy seperti biasa. Jika mereka boleh menginjak wajah kakaknya, mereka akan melakukannya seratus kali.


Erick sangat kecewa dengan keputusan Lionny, karena jika terjadi, peluangnya untuk sukses menjadi bagian Keluarga Sanjaya jelas akan pupus. Saat ini Erick akan melakukan apa saja supaya Keluarga Sanjaya kembali bangkit dari keterpurukan, semata-mata karena ingin mewujudkan cita-citanya, tidak lebih dari itu.


Bobby lepas kendali. “Pergi kau dari sini! Pulanglah ke rumah kakekmu sana!” jerit Bobby dengan ekspresi menyeramkan.


Robert dan Luchy pun begitu.


“Kakak tidak berguna!”


“Pergi sana!”


Lionny keluar dari kediaman Bobby dengan membawa hati yang hancur berkeping-keping. Kenapa nasibnya begitu menyedihkan? Apa dia harus menyalahkan takdir buruk yang menimpanya? Apa Lionny harus marah terhadap penciptanya, lalu mengeluhkan semua penderitaannya?


Lionny, wanita yang malang .........

__ADS_1


__ADS_2