Menantu Benalu Ini Ternyata Hacker Jenius

Menantu Benalu Ini Ternyata Hacker Jenius
58.Peresmian


__ADS_3

Stefan mendapat kabar buruk bahwa Pak Arya mengalami sakit yang cukup parah sehingga membuat Pak Arya harus dirawat di rumah sakit. Sesuai dengan perintah Tuan Co-Founder Alfatech dan perintah Pak Arya sendiri, maka untuk sementara waktu Stefan yang akan mengisi kekosongan kepemimpinan di AlfaTech.


Kamis ini Stefan dan Grace segera terbang kembali ke Swiss. Sesampainya di sana, sekitar beberapa jam Stefan menjenguk Pak Arya di rumah sakit, lalu membiarkan Grace saja yang menemani Pak Arya. Sedangkan Stefan menuju kantor AlfaTech. Dia menempati ruang kerja milik Pak Arya.


Stefan menyambungkan saluran teleponnya. “Martin, saya tidak tahu berapa lama saya berada di Swiss. Kau harus mengurus semua urusnan di sana, sebelum dan sesudah peresmian. Saya percayakan ini padamu.”


Mendegar getaran suara di ujung ponselnya seperti itu, Martin membeliak matanya. “Saya belum siap, Pak Stefan. Jika membantu persiapan sampai acara peresmian, oke saya sanggup. Tapi, untuk menggantikan Bapak sebagai CEO Nano-ID sementara waktu itu sepertinya saya keberatan.”


Stefan berkata tegas. “Kau pasti bisa melakukannya, Martin. Jika ada kendala, cepat kau hubungi saya. Sebelumnya saya akan memberikan konfirmasi juga kepada pihak pemerintah bahwa saya tidak bisa hadir di acara peresmian.”


Martin yang saat ini sangat sibuk di kantor Nano-ID sontak berdebar-debar jantungnya. Menempati seorang asisten, atau katakanlah pesuruh bos saja, dia sudah kualahan, bagaimana mungkin dia akan menggantikan posisi Stefan selama beberapa hari. Mending itu, bagaimana jika Pak Arya dua bulan baru pulih?


Stefan saat ini punya dua orang kepercayaan di Nano-ID, yakni Martin dan David. Khusus Martin, tugasnya adalah segi teknis dan operasional. Sedangkan David lebih mengurus karyawan. Dua orang ini punya peran penting bagi Nano-ID selama Stefan bertugas di Swiss.


Dan hari itu pun tiba. Di halaman kantor terpasang beberapa unit tenda mewah. Di sana sudah disediakan ratusan kursi bagi para tamu undangan. Di sepanjang jalan, terpajang karangan bunga sebagai ucapan selamat kepada Nano-ID yang hari ini resmi didirikan.


Ucapan itu tidak hanya datang dari kalangan pemerintah berbagai lembaga dan institusi, melainkan pihak asing dan swasta turut memberikan ucapan selamat, secara Nano-ID akan menjadi perusahaan yang paling berpengaruh di Indonesia dalam persoalan teknologi dan digitalisasi

__ADS_1


Seorang menteri terkait berkata di podium menghadap para tamu undangan. “Sangat disayangkan CEO Nano-ID berhalangan hadir di acara sakral hari ini. Padahal beliau adalah orang yang paling kita tunggu-tunggu.”


Ada sejumlah acara dan pameran yang dihadirkan, seperti seminar soal AI dan nano technology, serta pertunjukan robot yang juga menggabungkan teknologi AI. Untuk tamu undangan sendiri, yang hadir hanya petinggi perusahaan sekelas direksi dan management.


Bobby Sanjaya menyenggol tangan anaknya, lalu berkata, “Acara ini tampak biasa, tapi lihatlah orang yang hadir. Semua orang besar. Acara yang dihadirkan juga bukan main-main.”


Robert Sanjaya mengangguk penuh keceriaan, lalu menjawab, “Sayang sekali CEO-nya tidak bisa hadir kali ini. Ayah, kita harus bisa bekerja sama dengan Nano-ID jika ingin Sanjaya Techno bisa maju dan populer seperti Nano-ID.”


Bobby terkesan. “Jika opening-nya saja sudah meriah seperti ini, dengan lebih dari tiga ribu ucapan selamat di pinggir jalan sana, CEO-nya pasti bukan orang sembarangan. Bila perlu, Ayah saja yang bertemu dengan pria itu.”


Robert langsung menoleh dan berkata, “Biar aku saja, Ayah. Kabarnya, CEO-nya masih sangat muda dan belum berumur tiga puluh. Lagi pula, Ayah terlalu tua dan sangat berpengalaman daripada CEO itu.”


Akan ada persaingan besar di antara perusahaan-perusahaan swasta dan asing di Indonesia dalam memperebutkan kontrak kerja sama dengan Nano-ID. Perusahaan seperti Google dan Apple saja sudah ada omongan ingin bekerja sama dengan Nano-ID dalam hal keamanan siber.


Sanjaya Techno seperti taik kuku saja. Namun, lucunya bayi sebesar seperti Robert tetap congkak agar dia saja yang mengurus kerja sama ini. Calon rekan bisnis Nano-ID adalah perusahaan yang sudah mendunia. Parahnya, Bobby dan Robert saja tidak tahu soal keterlibatan AlfaTech dan Stefan di Nano-ID.


Jika orang itu tahu, berarti dia berpengaruh. Sayangnya, Keluarga Sanjaya yang termasuk keluarga kelas dua di negeri ini masih buta dan tuli dalam kesombongannya. Bagaimana mungkin orang angkuh seperti mereka bisa diajak bekerja sama untuk memajukan perusahaannya? Sungguh ironis!

__ADS_1


Martin selaku pembicara utama menghadap tamu undangan, “Hingga saat ini, Nano-ID sudah mendapat lebih dari dua ratus tawaran kerja sama, baik dari hal terkecil seperti pembuatan website, hingga hal terbesar seperti perancangan hardware komputer dengan menggunakan teknologi nano.”


Mendengar itu, Bobby mengerutkan jidat. “Robert! Apa kau dengar barusan?! Mereka sudah mendapat tawaran kerja sama lebih dari dua ratus.”


Robert tercengang hebat. “Aku akan bertemu dengan CEO-nya besok!”


Bobby mendengus, “Tidak mungkin. CEO sedang sibuk. Kau harus berhadapan dengan asistennya bernama Martin itu. Apa jangan-jangan kau belum pergi ke kantor ini kemarin?”


Robert bergeming dan membatu. Dia berpikir keras, berarti kedatangannya kemarin itu tidak disambut dengan antusias oleh Martin. Sial, pikirnya, bagaimana bisa orang seperti dirinya dicampakkan oleh seorang asisten saja?”


Martin meluaskan pandangan dan berujar, “Besok merupakan hari yang amat sibuk bagi Nano-ID. Perusahaan kami adalah satu-satunya perusahaan yang berada di bawah kendali pemerintah. Jika ada kendala dan permasalahan, pemerintah yang akan turun tangan untuk mengatasinya. Oleh sebab itu, wajar jika banyak perusahaan besar, terutama dari luar negeri, ingin bekerja sama dengan kami.”


Tidak hanya itu, Nano-ID juga telah mendapat pengawasan resmi dari BSSN atau Badan Siber dan Sandi Negara dalam pelaksanaan tugasnya. Analoginya, sebuah perusahaan perbankan yang mendapat izin dan pengawasan dari OJK.


Banyak perusahaan yang tergiur karena Nano-ID tidak berfokus dalam satu sub-sektor IT saja. Bahkan, ke depannya Nano-ID akan mengembangkan sistem operasi terbaru selain dari Android dan iOs. Intinya, Nano-ID dengan kompleksitasnya membuka ruang selebar-lebarnya bagi siapa saja yang ingin bekerja sama dalam IT dan digitalisasi.


Martin melanjutkan, “Kami mempekerjakan lebih dari tiga ratus lulusan dari D3 dan Sarjana dari kampus-kampus terbaik di negeri ini. Ditambah lebih dari dua ratus profesional yang pernah bekerja di perusahaan besar. Dan dipimpin oleh direksi yang sangat andal dan berpengalaman.”

__ADS_1


Nano-ID sengaja merekrut segelintir ahli yang pernah bekerja di Google dan Apple. Selain itu, setidaknya ada lebih dari tiga puluh orang yang pernah bekerja di Alfatech masuk di Nano-ID. Dengan ini Nano-ID benar-benar menjadi perusahaan yang pantas diperhitungkan.


__ADS_2