Menantu Benalu Ini Ternyata Hacker Jenius

Menantu Benalu Ini Ternyata Hacker Jenius
99. Peresmian Su.Co


__ADS_3

Grace mulai belajar berdamai dengan hatinya. Meski memang sulit dan berat, dia harus melaluinya, lalu mengalihkan ke hati yang sepantasnya.


Dia dituntut profesional ketika di kantor. Oleh karena itu, ketika berhadapan dengan Stefan, Grace harus tegar meski perih di hatinya masih belum bisa dihapuskan.


Stefan meminta maaf kepada Grace jika sikapnya selama ini salah dan tidak sesuai yang diharapkan. Sementara Grace harus tetap melapangkan dadanya seperti seharusnya.


Stefan memberi tahu kejadian ini kepada Pak Arya. Sebagaimana pria, Pak Arya meresponsnya dengan tersenyum. 


Sikap Pak Arya tampak dingin memang dalam menanggapi hubungan dekat antara Stefan dan putrinya. Pak Arya tidak berharap apapun, dan mengetahui hal tersebut sudah terjadi, Pak Arya malah memarahi putrinya.


Namun, Stefan masih membela Grace. Lalu dia menceritakan soal rencana agar kiranya Grace bisa dinikahi oleh Martin. Pak Arya, jika sudah mendengar saran Stefan, tidak akan pernah menggeleng.


\=\=\=>>>∆<<<\=\=\=


Hari ini Su.Co resmi didirikan.


Pentolan Keluarga Sudrajat, atau bisa dibilang cucu mahkota mendiang Tuan Sudrajat, yang saat ini menjabat sebagai pimpinan tertinggi Sudrajat Corp, yang terhormat Tuan Alex Nugroho, akan segera memotong pita peresmian.


Pembawa acara menghadap para hadirin, “Tiga, dua, sa ... tu.”


Tesh!


Suara tepuk tangan pun menggema. Untaian puji syukur tak henti dihaturkan kepada Tuhan.

__ADS_1


Tuan Alex Nugroho adalah representasi dari istilah “Bersahaja”. Beliau tidak angkuh dan membanggakan diri, melainkan beliau adalah orang kaya yang rendah hati. Jika ada kepala sekolah yang berumur lima puluhan dan naik motor Legenda jadul, seperti  itulah kesan untuk Tuan Alex Nugroho Sudrajat. Sungguh bersahaja.


Tuan Alex Nugroho dihormati bukan hanya karena harta dan nama besar keluarga, namun lebih dari itu, beliau begitu dikagumi karena akhlak mulia yang melekat pada diri beliau. Begitu tahu ada sosok seperti Martin, yakni anggaplah putra keturunan Sudrajat yang terbuang, beliau marah.


Cerita Martin memang tidak terlalu hangat untuk dibahas oleh Keluarga Sudrajat karena mereka terlalu sibuk dengan bisnis baik dalam negeri maupun luar negeri. Keluarga Sudrajat akan segera masuk ke deretan kelas satu jika beberapa syarat terpenuhi.


Sejauh ini, meski bisnis mereka telah menggurita, mereka masih kala saing dalam hal teknologi. Jika mereka mampu masuk ke dalam ranah teknologi, dan sukses di sana, mereka bisa menjadi keluarga kelas satu di negeri ini.


Tuan Alex mendekatkan mic dan meluaskan pandangan, “Hari ini akan menjadi hari yang bahagia dan spesial. Kita sambut, penerus terbaru Keluarga Sudrajat, Martin Santoso, CEO Su.Co!”


Tamu undangan yang sebagian besar merupakan kerabat Martin sendiri, bertepuk tangan meriah. Bapaknya Martin tersenyum bangga. Tak dinyana, Martin tidak hanya memperbaiki nama keluarga kecilnya, namun lebih mengharumkan nama besar Keluarga Sudrajat di negeri ini.


Martin berdiri di atas panggung dan bersebelahan dengan Tuan Alex. Selama ini Martin sibuk sekolah dan bekerja di luar negeri, alasannya adalah karena dia dianggap remeh dan tidak bisa diandalkan. Sekarang, dia bak pahlawan. Martin, pria Underrated.


Dari atas sini, orang pertama yang dia puji tentu adalah Stefan Raden Kusuma! “Terimakasih banyak, Pak Stefan! Jika kalian ingin mencari sosok pemimpin sejati, belajarlah dari Pak Stefan, CEO Nano-ID.” Mata Martin pun berkaca-kaca.


Stefan mengawas kiri-kanan sembari berkata, “Tuan Alex, untuk project pengerjaan aplikasinya, akan saya siapkan tim khusus. Saya akan pilih orang-orang terbaik dari Nano-ID.”


Tuan Alex menjawab antusias, “Kami sangat percaya dengan Nano-ID. Sudrajat Corp berterima kasih sekali karena menjadi prioritas.”


Lalu, Stefan menoleh ke arah Grace dan Martin secara berganti. “Berterima kasihlah kepada dua rekan saya yang cerdas ini, Tuan Alex, jika tanpa mereka berdua, Nano-ID tidak akan sebesar sekarang.” Stefan tersenyum hangat.


Grace yang perlahan mulai membiasakan diri dengan suasana hati yang baru, ketika dipertemukan dengan Tuan Alex beserta anggota utama Keluaraga Sudrajat, terkesima menyambutnya.

__ADS_1


Keluarga Sudrajat lebih tinggi daripada Keluarga Sanjaya dari segi apapun, terutama dari segi akhlak dan wibawa. Tuan Alex Nugroho, jika disandingkan dengan Bobby Sanjaya, seperti guru besar universitas dengan anak STM.


Grace makin kagum. Wajar jika ibunya begitu menyanjung Keluarga Sudrajat. Padahal, Grace baru masuk kantor start up kecil yang baru saja diresmikan, belum berjelajah ke perusahaan-perusahaan lain. Mereka fokus ke bisnis properti dan hiburan, seperti perumahan, hotel, dan mall.


Stefan mendekatkan badannya ke Tuan Alex lalu berkata, “Anda tidak akan payah dalam melobi Pak Arya jika Keluarga Sudrajat kembali berbesan dengan Keluarga Diningrat.” Stefan kembali tersenyum akrab.


Tuan Alex Nugroho tercengang. Beliau kembali menggali ingatannya. Beliau ingat bahwa dulu dua keluarga tersebut memang berbesan, tapi itu cerita lama, sudah ditumpuk dengan cerita-cerita baru.


Tuan Alex mengerutkan kening dan berkata, “Sudah lama kami tidak berjumpa dengan keluarga mereka.”


Di era sekarang, bisnis keluarga ibunya Grace itu medioker, jika dibandingkan dengan angka, mereka mendapat angka 5 dan untuk Keluarga Sudrajat itu angkanya dua belas.


Namun, Tuan Alex tidak mau sombong, “Dulu kami setara dan membangun bisnis bersama-sama. Mudah-mudahan sekarang mereka bisa bangkit.” Padahal, Tuan Alex tahu beberapa info yang menyebutkan bahwa sekarang bisnis Keluarga Diningrat menurun dan nyaris hilang namanya.


Kemudian Stefan menjelaskan semua dengan cukup detail bahwa Grace merupakan bagian dari Keluarga Diningrat yakni dari pihak ibu. Dan untuk sekarang, jika Su.Co ingin maju, mereka tidak perlu melobi Pak Arya karena Grace, sebagai calon besan ini, tentu akan memberikan bantuan.


Stefan melanjutkan, “Grace akan menjadi penggerak dari AlfaTech atau pun Nano-ID.” Stefan terus mengangkat nama Grace dan Martin. “Su.Co di bawah kepemimpinan Martin, saya sangat yakin akan maju.”


Tuan Alex menyambut baik maksud Stefan. Maka dengan ini beliau akan mempererat hubungan yang sempat renggang dengan sebuah tali yang erat. Sebuah tali yang harus dijaga sampai akhir hayat. Dan Stefan punya peran penting dalam pengikatan tali tersebut.


Martin merangkul Stefan erat. Saking terharunya, matanya berkaca-kaca, melampiaskan rasa bahagianya. Betapa tidak, Martin seorang yang termarginalkan, kini disambut baik oleh keluarga besarnya, bahkan sekarang menjadi orang nomor satu di perusahaan baru.


“Apa yang harus saya lakukan supaya bisa membalas jasamu, Pak Stefan?” bisik Martin

__ADS_1


Stefan mendekatkan mulutnya ke kuping Martin dan menjawab, “Jaga Grace baik-baik! Jangan sia-siakan dia! Jika kau melukai hatinya, berarti kau tidak bisa berterima kasih kepadaku.”


Martin salah tingkah. Pria segagah dirinya kini landai pundaknya. Baginya, tidak akan mudah menemukan pria seperti Stefan, di mana pun!


__ADS_2