
Di kediaman Bobby Sanjaya.
Bobby tersenyum lebar dengan penuh kebahagiaan, tapi ada juga rasa heran menyelimuti wajahnya, lalu berkata, “Lihatlah, kita mendapat undangan dari Nano-ID. Apa kalian baru tahu, bahwa Nano-ID ternyata bagian dari AlfaTech?”
Robert selama beberapa waktu belakangan sudah sungkan berurusan dengan pihak Nano-ID, tidak hanya itu, ayahnya pun sudah memutuskan untuk tidak lagi menyuruhnya melobi orang Nano-ID.Mendengar soal undangan tersebut, dia malah menulikan telinga dan apatis.
Apalagi, Lionny memberi kabar kepada mereka bahwa Sanjaya Techno menjalin kerjasama yang kedua bersama Nano-ID dalam pembuatan anti-malware, di mana ide tersebut adalah ide Robert sendiri. Hal tersebut membuatnya bukan respek pada kakanya, justru membuatnya makin benci.
Chyntia dan Luchy jelas tidak bisa diandalkan. Sementara Robert sudah melenyapkan urusan Nano-ID dari batok kepalanya. Maka dari itu, satu-satunya orang yang akan menemani Bobby di acara tersebut adalah putri sulungnya sendiri, Lionny.
Bobby menggagahkan diri, lalu berkata, “Aku akan menghadap CEO-nya secara langsung dan mengucapkan banyak terimakasih karena telah membantu Sanjaya Techno untuk maju.”
Baru beberapa hari menjalin kerjasama dengan Nano-ID, Sanjaya Techno mengalami tren yang sangat baik. Keuntungan yang didapatkan oleh perusahaan naik tiga ratus persen dari tahun sebelumnya. Hal tersebut menjadikan Sanjaya Techno sebagai perusahaan yang paling besar persentase peningkatan profit di antara perusahaan Sanjaya Group lainnya.
Bobby berkata bangga, “Jika Lionny mampu menjaga pencapaian ini, dalam waktu tidak lebih dari lima tahun akan aku jadikan dia sebagai direktur utama perusahaan.”
Kedua sudut bibir Robert menurun mengekspresikan kekecewaannya. Begitu juga Luchy, seandainya usianya saat ini sama seperti Lionny, ingin sekali dia menjadi pesaing terberat kakaknya, namun saat ini dia harus menahan sabar atas dengki yang menggelayut di hati hitamnya.
Tiba-tiba, Robert menyela, “Ayah, aku ingin Sanjaya Oil!”
Apa Robert sudah stres? Menjadi seorang manager yang masih dalam pengawasan bapaknya saja dia masih tidak becus. Bagaimana mungkin dia ingin mengurus Sanjaya Oil? Tidak mudah untuk mengelola satu perusahaan, baik dari sisi management, teknis, finansial, keamanan, dan banyak segi lainnya.
Robert telah dikalahkan oleh sikap ambisiusnya sendiri. Pengalaman adalah guru terbaik. Pernyataan itu jelas sekali benarnya. Apakah ilmu dan pengalaman bisa langsung diwariskan seperti harta? Jawabannya tentu tidak. Ilmu dan pengalaman harus didapatkan dengan proses yang panjang.
__ADS_1
Ada banyak alur cerita fiksi yang tidak make sense, meskipun imajinasi, ya sah-sah saja bagi para penulis untuk membangun plot yang menarik, namun bagi pembaca cerdas, tentu tidak puas dengan plot yang terlalu dimudah-mudahkan.
Misal, sang protagonis diceritakan mengalami cerita hidup yang pahit dan kelam selama bertahun-tahun di Bab 1. Selain penderitaan, sang MC di akhir cerita akan mendapatkan keberuntungan di luar logika. Setelah itu, pada Bab 2, dia menjadi CEO dalam sekejab.
Dalam cerita fiksi, tidak ada salahnya author menuliskan alur cerita yang terlalu cepat dan kuat seperti itu. Hanya saja, pembaca butuh digiring dalam memahami perkembangan karakter tersebut. Menarik, jika di Bab 1 menderita dan di Bab 2 langsung bahagia, namun ada sebagian pembaca yang kurang puas dengan plot semudah itu. Agaknya, Robert telah terinspirasi dengan mekanisme pemercepat alur.
...
Di kediaman mendiang Kakek Sanjaya, Surabaya.
Leon sengaja bertamu malam ini ke rumah wanita yang sudah bersuami. Meskipun berulang kali Lionny menolak kehadirannya, Leon agak keras kepala dan memaksakan diri.
“Aku tidak ingin orang di dalam rumah ini berpikir yang tidak-tidak atas kehadiranmu,” keluh Lionny.
Leon ingin ikut serta di acara yang nanti akan diadakan Nano-ID. Dia bermaksud ingin mengapresiasi AlfaStudio langsung ke CEO-nya. Dia berkata, “Tidak pernah aku melihat software sebaik itu. Kabarnya CEO Nano-ID adalah orang yang merancangnya. Aku harus belajar banyak darinya.”
Lionny membuang pandangannya, lalu menjawab, “Kalau kau hanya ingin melakukan hal itu, nanti kapan saja kau bisa bertemu dengan CEO begitu beliau sudah bertugas. Tidak perlu pada saat acara berlangsung.” Ada nada ketidaksenangan dari Lionny.
Betapa tidak, Leon cukup terang-terangan ingin menjadi kekasih gelapnya, meskipun tidak bicara blak-blakan secara langsung, Leon menunjukkan sikap berlebihan.
Lionny yang berpengalaman dalam menghadapi pria tentu sangat peka dengan sikap seperti itu. Lionny sadar, bahwa Leon punya maksud lain.
Ditambah, Lionny tidak ingin namanya rusak lantaran sikap konyol Leon. Dia menghargai cara kerja Leon yang baik, namun tidak untuk masuk ke wilayah pribadi, apalagi urusan hati.
__ADS_1
Lionny lalu menatapnya tajam dan berkata tegas, “Leon, aku sudah punya suami. Aku tidak senang dengan kau berkunjung malam-malam ke rumahku. Apa kata tetanggaku nanti?”
Leon masih menepis, “Bukankah tadi sudah aku bilang, bahwa aku hanya ingin membicarakan soal pekerjaan sekarang.”
Lionny melirik dua kantung belanjaan di atas meja. Setidaknya hadiah itu seharga sepuluh juta. Dan Leon bilang saat ini sedang bahas pekerjaan? Bagaimana dengan bunga dan cokelat tempo lalu? Lionny tidak naif.
Saat ini, Lionny sedikit memberengut. Dia menghormati Leon sebagai salah satu orang yang cukup berpengaruh di Sanjaya Techno. Tidak lebih dari itu. Jika Leon mengaitkan pembicaraan ini dengan masalah hati, jelas Lionny menutup rapat kupingnya. Dia tidak ingin buat masalah baru.
Leon juga sadar dengan sikap cueknya Lionny. Lalu, dia melontarkan pertanyaan, “Luchy, apa kabar dia sekarang?”
Lionny tersenyum getir, lalu membalas, “Baik. Jika kau mau, dia sedang jomblo sepertinya.”
Lionny tahu bahwa Leon ini tidak hanya cerdas, tetapi baik hati dan suka memberi. Selain itu, Lionny ingin mengambil hati adiknya. Dia juga ingat bahwa Luchy punya ketertarikan dengan Leon.
Kemudian, Lionny melanjutkan, “Berikan hadiah ini untuknya. Aku yakin dia akan suka.”
Tidak dapat sang kakak, adik pun oke. Kali ini, Leon berhasil. Luchy yang memang sedang gatal-gatalnya kepincut dengan pesona dari seorang Leon, pria dengan maskulinitas tinggi. Dewasa dan pengertian.
Lionny telah mengesampingkan urusan Leon. Dia hanya berharap tidak pernah memainkan perasaan adiknya. Luchy, meskipun menyebalkan di mata Lionny, tapi Lionny tidak punya pikiran buruk terhadap adiknya sendiri.
Dia ingin pria terbaik yang menjaga adiknya. Dan untuk pria sekelas Leon, jelas sangat ideal bagi Keluarga Sanjaya.
Fokus Lionny saat ini adalah mempersiapkan diri untuk hadir di acara HUT AlfaTech nanti. Di dalam undangan tersebut, Sanjaya Techno merupakan salah satu rekan bisnis yang paling diperhitungkan oleh Nano-ID.
__ADS_1
Nanti, CEO Nano-ID bakal mempersilakan CEO Sanjaya Techno untuk tampil di atas podium, memberikan penilaian tentang Nano-ID, AlfaTech, AlfaStudio, dan tentu memberikan penilaian terhadap CEO Nano-ID sendiri.