Menantu Benalu Ini Ternyata Hacker Jenius

Menantu Benalu Ini Ternyata Hacker Jenius
93. Pengalihan hati


__ADS_3

Malam hari di apartemennya, Stefan menarik kembali malware yang telah dikirimkannya ke semua perusahaan Sanjaya Group dan perlahan Stefan memperbaiki jaringan yang rusak.


Tidak butuh waktu lama, Sanjaya Group malam ini sistemnya sudah mulai berjalan normal. Mungkin butuh waktu sekitar tiga sampai enam bulan untuk membuatnya pulih total seperti sedia kala, itu pun masih kecil kemungkinan.


Keesokan paginya, Bobby beserta keluarganya memenuhi janji mereka. Pertama Bobby terlebih dahulu yang datang ke kantor Nano-ID. Pada saat ini, orang-orang kantor cukup tercengang dengan apa yang mereka lihat.


“Saya ingin ke ruangan CEO,” ucap Bobby kepada salah seorang karyawan yang berpapasan dengannya.


Di ruang kerja Stefan, Bobby duduk dengan tertunduk hormat menghadap Stefan dan berkata, “Stefan, saya mengaku bersalah, maafkan saya,” lirihnya. Tidak lebih dari sepuluh detik, Bobby langsung pulang.


Sekitar satu jam kemudian, ada sebuah mobil Honda yang cukup mewah masuk ke halaman parkir. Jika tadi Bobby memakai pakaian formal kantoran karena ingin langsung menuju kantor selepas dari sini, maka berbeda dengan Chyntia dan Luchy, mereka pakai casual dan santai.


Di ruang kerja Stefan, mereka memasang wajah tertekuk dan penuh rasa bersalah. Mereka berdua nyaris berbarengan berkata pelan, dan sangat lembut seperti orang tidak makan dua hari, “Stefan, kami salah, maafkan kami.” Lalu, tidak lebih dari sepuluh detik mereka di ruangan, mereka pun keluar dan berlalu.


Tinggal satu lagi. Putra Sanjaya yang satu itu memang bengal. Dia baru bangun jam sepuluh pagi. Untung Stefan tidak memberi syarat harus pagi-pagi memberikan absen maaf.


Hampir jam dua belas siang, Robert tiba di halaman parkir Nano-ID. Robert melengos dari Ryan dan langsung melangkah sangat panjang dan cepat seperti dikejar anjing.


Satu dua orang yang berpapasan dengannya ingin menyapa tapi takut salah omong. Lalu, di ruangan kerja Stefan, dia melakukan hal yang sama seperti tiga orang sebelumnya.


Robert berkata lirih, “Stefan, saya salah kepadamu. Maafkan saya.”

__ADS_1


Stefan membuang muka dan menjawab. “Sudah. Keluar!”


Lagi-lagi, semua karyawan di gedung pun dibuat bingung. Tadi sudah ada tiga orang Keluarga Sanjaya yang masuk lalu keluar. Sekarang ada lagi. Ada apa dengan Keluarga Sanjaya?


Grace masuk ke ruang kerja Stefan dengan ekspresi yang sangat bingung, “Pak Stefan, ada urusan apa semua Keluarga Sanjaya menemui Anda dalam waktu yang sangat singkat?” tanyanya dengan mata bertanya-tanya.


Stefan menatap Grace dan menjawab, “Mereka akan setiap hari datang ke kantor dalam waktu yang sebentar. Jangan kau tanyakan karena saya tidak mungkin menjalin kerjasama apapun dengan Sanjaya Group, kecuali hanya dengan Sanjaya Techno. Perusahaan Sanjaya Group yang lain sudah saya coret dalam hal apapun!”


Grace membaca mata Stefan. Sepertinya dia mulai tahu kedatangan Keluarga Sanjaya ke kantor bukan karena urusan bisnis, melainkan masalah pribadi. Rasa ingin tahu Grace meledak, “Bisakah Pak Stefan ceritakan!”


Dengan senang hati Stefan menceritakannya. “Martin menjadi saksi. Jika kau tidak terlalu yakin dengan ceritaku, silakan kau tanyakan sama Martin.” Lalu, Stefan menatap lagi mata Grace, “Ditambah, ada persoalan pribadi yang mungkin akan dia bicarakan padamu, Grace.”


Alis Grace berkerut. “Pribadi?” tanya Grace penasaran. “Saya belum kelar bahas Keluarga Sanjaya, Pak Stefan. Sebentar, saya mendapat info bahwa Sanjaya Group akan hancur, dan Anda punya peran di sana.”


Jika Stefan terlalu terbuka meski terhadap orang terdekat sekalipun, dikhawatirkan akan terjadi salah persepsi. Berbahaya bagi Stefan sendiri jika membeberkan rahasia tersebut.


Stefan melanjutkan, “Kau cukup tahu urusan pribadiku bersama Keluarga Sanjaya, bagaimana mereka melakukan hal buruk terhadapku.” Stefan tidak ingin bertele-tele. “Intinya, mereka harus menerima pembalasan yang setimpal.”


Grace mengangguk penuh yakin. “Mereka pantas mendapatkannya, Pak Stefan. Aku tidak bakal lupa dulu Bobby pernah memfitnah kita berselingkuh. Tuduhannya sangat keji.”


“Besok, dia akan menemuimu dan meminta maaf,” kata Stefan. “Apa kau ingin agar Bobby melakukannya selama lima tahun?”

__ADS_1


Grace tak bisa mencerna pertanyaan Stefan barusan. “Jika Bobby bersedia melakukannya, dia akan melakukannya satu kali seumur hidup secara tidak ikhlas,” balas Grace dengan nada keraguan.


“Baiklah. Mulai besok Bobby akan melakukannya selama lima tahun. Saya tidak peduli dengan apa yang kau pikirkan, Grace.”


Grace telah salah menilai Stefan selama ini. Atau, ada perubahan besar pada diri Stefan setelah dia menjadi seorang CEO dengan kekayaan yang berlimpah. Grace suka dengan pribadi Stefan yang jauh lebih tegas. Hanya saja kali ini Stefan terlihat kejam. Apa memang seperti itu?


Tidak ada yang berani memperlakukan Keluarga Sanjaya secara tidak hormat dan tidak ada pula yang berani menjatuhkan Sanjaya Group, kecuali Stefan. Segelintir orang sudah tahu alasan kenapa Stefan begitu tega melakukan semuanya. Kepedihan.


Meminta maaf jika melakukan kesalahan merupakan sebuah hal lumrah dan keharusan. Namun, apa yang dilakukan oleh Bobby dan keluarganya selama lima tahun ke depan jelas merupakan sebuah kehinaan. Tidak pernah terbayangkan bakal ada orang sehina mereka.


Grace menatap mata Stefan dan bertanya, “Pak Stefan, apa yang Anda lakukan ada korelasi dengan Lionny?”


Stefan tidak akan menjelaskan secara panjang lebar karena pertanyaan Grace tampak kosong. Tidak mungkin Lionny tidak ada hubungan sementara Lionny sendiri merupakan mantan istrinya. 


Stefan mengalihkan pembicaraan. “Setelah Sanjaya Techno, ada satu perusahaan yang akan menjadi rekan bisnis terdekat kita, yakni Sudrajat Corp. Grace, kau tahu kedekatan antara Keluarga Sudrajat dan keluarga ibumu.”


Grace sangat peka. Inilah alasan kenapa dia sangat layak menjadi sekretaris CEO. “Apa ada hubungan dengan Martin?” tanyanya dengan memberikan tatapan mendelik. Mata Grace menjadi tegas ketika menyebut nama Martin.


“Ya, Martin bagian dari Keluarga Sudrajat. Jika bersanding dengan keluarga ibumu, baik dalam hal bisnis dan kekeluargaan, karena memang ada kedekatan, maka saya sangat yakin keluarga kalian berdua akan kompak dan sukses.” Stefan mencetak sebuah senyum yang penuh kehangatan. Dia ingin Grace segera memahami apa maksud pembicaraannya.


Grace tahu bahwa Sudrajat Corp setara dengan Sanjaya Group, dan dua perusahaan tersebut 11 12 dengan AlfaTech milik ayahnya Grace meskipun AlfaTech berdiri sendiri dengan satu badan usaha dan dua perusaahaan tadi punya banyak perusahaan di bawahnya.

__ADS_1


Stefan menatap Grace lurus-lurus dan berkata dingin, “Silakan kau temui Martin dan bicarakan persoalan ini sekarang juga!”


Mata Grace bertanya-tanya. ‘Persoalan bisnis, atau pribadi?’ batinnya.


__ADS_2