
Malam ini di Hotel Prime Jakarta.
Bangunan berlantai delapan belas ini merupakan milik Sudrajat Corp yang sangat terkenal. Karena termasuk hotel elit dan mahal, jadi tidak sembarang orang bisa bermalam atau makan di sini.
Stefan sengaja memilih Hotel Prime sebagai tempat pertemuan antara pihak Nano-ID dan Sudrajat Corp. Stefan memperbaiki posisi duduknya, lalu berkata kepada dua perwakilan dari Sudrajat Corp, “Terima kasih atas sambutannya. Kami sangat senang.”
Andreas tersenyum dan menjawab, “Kami yang harus berterima kasih kepada pihak Nano-ID yang sudah meluangkan waktunya untuk bisa hadir di sini.” Pria paruh baya tersebut merupakan calon manager di Su.Co sebuah start up yang baru saja terbentuk milik Sudrajat Corp.
Michail Sarwono juga tersenyum dan menimpali, “Seharusnya kami yang datang ke kantor. Maaf sudah merepotkan.” Pria yang sudah cukup tua ini merupakan salah seorang direktur di Sudrajat Corp dan merupakan cucu kandung dari mendiang Tuan Sudrajat.
Stefan agak kaget ketika Pak Michail yang hadir. Padahal, Stefan terlalu merendahkan hati dan merepotkan dirinya sendiri. Dia seorang CEO. Jika dia menyuruh manager, jelas bisa, dan tidak akan merepotkan dirinya.
Namun, ada sebuah rencana yang sedang berkeliaran di kepalanya. Stefan tidak hanya mempersoalkan bisnis, melainkan ada hal lain. Oleh karena itu, di sebelahnya sudah ada Grace dan Martin. Dan itulah pula alasan kenapa pertemuan dilaksanan di hotel milik Sudrajat Corp.
Michail menatap Stefan dan berkata, “Kami berharap, Su.Co bisa berkembang lebih cepat daripada start up pada umumnya.” Michail kemudian menatap Martin. Ada sebuah senyum getir terbit begitu dia menatap Martin.
Saat ini, Martin yang merupakan bagian dari Keluarga Sudrajat, dengan kata lain bahwa Michail adalah paman jauhnya sendiri, agak canggung. Martin agak termarginalkan, lantaran status ibunya.
Dan saat ini, Grace merupakan bagian dari Keluarga Diningrat, dengan kata lain bahwa dia juga punya hubungan kekerabatan dengan Michail karena Keluarga Diningrat masih dekat dengan Keluarga Sudrajat maupun hubungan bisnis.
Martin ingin memperbaiki nama baiknya di keluarga besarnya, sementara Grace ingin membalaskan budi keluarga ibunya. Stefan akan menyelesaikan masalah mereka berdua. Tidak hanya itu, dan memang bukan itu tujuan utama Stefan.
Stefan berpikir terlalu jauh. Jika bisa membaca pemikiran Stefan, tak pernah terpikirkan oleh banyak orang bahwa tujuannya bekerjasama dengan Sudrajat Corp adalah agar dia bisa kembali hidup bersama Lionny Sanjaya.
__ADS_1
Langkah yang terlihat sulit dicerna dengan akal sehat. Tapi, begitulah Stefan merencanakan semuanya dengan alur yang sulit diterka.
Stefan sebentar melirik Grace, lalu mengalihkan pandangannya ke wajah Michail dan berkata ramah, “Grace, putri dari Arya Sutejo. Bagian dari Keluarga Diningrat. Berterima kasih lah kepada sekretaris yang sangat saya andalkan ini, Tuan Mihail.”
Michail tidak lupa. Meskipun terlihat sepele, bagi Keluarga Diningrat, jelas suntikan dana yang telah lama waktu itu sangat berarti. Stefan menjelaskan bahwa Grace punya peran dalam kerjasama saat ini.
Kemudian, Stefan melirik Martin yang ada di sebelahnya, lalu mengalihkan pandangannya ke wajah Michail dan berkata, “Martin adalah orang kepercayaan saya, Tuan Michail. Bekerjasama dengan Sudrajat Corp merupakan ide dari Martin. Berterima kasih lah pada Martin.”
Stefan selanjutnya memuji dan membangga-banggakan Grace dan Martin di hadapan Michail, sampai-sampai Michail sangat terkesima. Stigma yang ada di diri Martin selama ini perlahan pudar.
Michail merupakan salah satu orang yang agak membenci keluarga Martin. Ada banyak alasan, seperti karena ayahnya Martin hanya menjual nama Keluarga Sudrajat tetapi tidak punya prestasi kecuali hanya punya usaha kos-kosan murah sebagai pemasukan keluarga.
Stefan melanjutkan, “Ada banyak perusahaan, tetapi Martin memilih Su.Co sebagai prioritas. Dan Martin menguraikan banyak alasan kenapa Su.Co layak untuk tidak hanya berkembang, tetapi maju dan sukses.” Stefan bicara penuh dengan penghayatan.
Martin mengangkat wajahnya. Matanya berkaca-kaca. “Paman, apakah saya masih diperhitungkan di Keluarga Sudrajat?” Suara Martin terdengar lembut dan berharap. Di wajahnya seperti tersimpan sebuah pesan tersembunyi. Dari dulu Martin ingin mengembalikan nama baik ayahnya di mata Keluaraga Besar Sudrajat.
“Jelas kamu merupakan bagian dari Keluarga Sudarajat.” Lalu Michail mengalihkan pandangannya ke arah Grace. “Berarti kalian berdua merupakan kerabat yang sangat jauh. Ya, tentu kalian sudah tahu bahwa Tuan Sudrajat merupakan besan dari Tuan Diningrat.”
Dan itulah kalimat yang sangat ingin didengar oleh Stefan pada malam hari ini. Sebenarnya, kakek moyang mereka berdua berbesan, itu intinya. Martin dan Grace punya hubungan kekerabatan yang sangat jauh.
Stefan tersenyum lebar dan matanya memicing sebelah di hadapan Michail. Melihat ekspresi Stefan yang begitu menggelikan, Michail pun tersenyum simpul dan menahan tawa.
Michail berkata, “Arya terlalu sibuk di luar negeri. Sementara istrinya tidak paham bisnis. Saya harap putrinya yang cantik ini bisa memperbaiki nama besar Keluaraga Diningrat.” Michail memberikan ekspresi antusias kepada Grace.
__ADS_1
Stefan melirik ke kiri dan membalas, “Grace seperti ayahnya. Mudah-mudahan, setelah Keluarga Diningrat membangun kedekatan dengan Keluarga Sudrajat, akan ada perubahan positif bagi semuanya.”
Grace tidak banyak bunyi. Sekiranya pertemuan ini tanpa dia hadiri, tidak akan berpengaruh juga. Grace sibuk berpikir sendiri.
Michail mengatakan bahwa saat ini start up yang sedang dibangun membutuhkan beberapa orang ahli. Dia berharap ada dari Nano-ID yang sedia bergabung.
Stefan terpikir dengan Martin. Namun, dia masih butuh bantuan Martin. “Martin, kau tergiur dengan penawaran dari Tuan Michail?”
Martin berpikir sangat keras, jika dia terima, berarti jalan untuk mengembalikan nama baik dirinya dan keluarganya di Keluarga Sudrajat akan terbuka lebar. Namun, dia juga sudah terlanjur nyaman bekerja di Nano-ID.
Stefan melanjutkan, “Sudah seharusnya kau mencari tantangan baru.” Lalu Stefan memutar kepalanya ke kiri dan berkata, “Iya kan, Grace?”
Grace meresponsnya dengan tersenyum tipis dan mengangguk pelan.
Michail mempertegas, “Karirmu akan terjamin di Sudrajat Corp, Martin. Saya yang akan membanggakanmu di hadapan yang lain.”
Ekspresi Martin langsung berubah. Dia mengedikkan bahu dan membalas, “Jika CEO mengizinkan, saya akan bersedia.”
Stefan menepuk-nepuk pundak pundak Martin dan berkata penuh semangat, “Tuan Michail akan menempatkanmu sebagai CEO juga di Su.Co! Iya kan, Tuan Michail?”
Michail tertawa sampai terlihat gerahamnya. Meski sudah berumur, keceriaannya tetap terpancar. Michail terpancing, saking senangnya, dia mengiyakan perkataan Stefan. “Iya, jelas CEO akan berasal dari Keluarga Sudrajat!”
Lalu, Stefan melirik Grace. “Bagaimana Bu Sekretaris, sudah siap ditingalkan oleh si tampan Martin? Ah, begitu sulit.” Stefan mengedipkan sebelah mata sambil tersenyum sebelah.
__ADS_1