
Semenjak menjadi CEO Sanjaya Group, Bobby menetap di Jakarta, bertempat tinggal dan mengurus bisnis besar peninggalan ayahnya di sana. Telah terjadi perombakan struktur organisasi perusahaan besar-besaran yang dilakukan oleh Bobby.
Dalam sebuah rapat besar keluarga, Bobby telah menunjuk beberapa orang yang akan ditempatkan di sebuah posisi tertentu meskipun jika dinilai berdasarkan pengalaman, jelas orang ini belum punya kesempatan besar.
Robert mengernyitkan kening dan berkata heran, “Ayah, aku baru saja tamat kuliah, bagaimana mungkin langsung dijadikan manager.” Ada sebuah dengusan samar keluar dari hidungnya.
Mendengar kalimat seperti sebuah penolakan itu, Bobby tersentak dan berkata keras, “Banyak orang di luar sana yang bahkan hanya ingin menjadi penjaga keamanan, sedangkan kau ingin menolak jabatan manager?!” sentaknya dengan tatapan menghunjam.
Chyntia menoleh ke arah Robert dan berkata, “Kau harus menuruti apa kata ayahmu, Robert. Jika tidak sekarang, kapan lagi kau akan belajar? Kau adalah satu-satunya anak laki-laki. Kau adalah harapan besar Keluarga Sanjaya ke depannya nanti.”
Robert yang usianya baru dua puluh satu tahun terpaksa harus menanggung beban jabatan yang berat. Biasanya untuk menjadi seorang manajer di perusahaan besar, setidaknya punya pengalaman minimal tiga tahun, dan umumnya lima tahun.
Sarjana IT dari salah satu kampus cukup ternama di Indonesia jelas tak bisa menjadi jaminan utama bahwa Robert bisa menjalankan tugasnya dengan baik. Selebihnya, mungkin dia akan lebih banyak belajar.
Sementara Lionny, dua hari ini dia berkunjung ke Jakarta hanya untuk menghadiri rapat keluarga. Sekitar setengah tahun ini dia tinggal di Surabaya dan harus mengikuti perintah besar ayahnya.
Bobby menatap Lionny dan berkata, “Bagaimana sekarang Sanjaya Techno pasca diberhentikannya Wesley?”
Lionny menjawab, “Leon bekerja dengan cukup baik, Ayah. Sebagai sarjana IT dan berpengalaman lebih dari tiga tahun di start up, Leon menjalankan tugasnya dengan sangat baik.
Meskipun sebagai sarjana ekonomi, Lionny dipaksa oleh Bobby untuk menjadi sekretaris di Sanjaya Techno. Bobby pikir, dengan ditempatkannya keluarganya di perusahaan-perusahaan Sanjaya Group, maka dengan itu dia bisa mengontrolnya.
__ADS_1
Bobby memperbaiki posisi duduknya dan berkata dingin, “Berbulan-bulan lamanya aku memberi kesempatan kepada Wesley agar dia mencari seseorang yang kemampuannya berada di atas Stefan, tapi dia pecundang, dia tidak bisa melakukannya.” Bobby mengekspresikan kekecewaannya.
Bukan berarti Wesley tidak mencari, bahkan dengan koneksinya yang luas, orang seperti Wesley saja belum bisa menemukan orang seperti Stefan. Kesalahan itu dianggap kegagalan besar oleh Bobby. Wesley menyerah.
Sebenarnya keputusan Lionny untuk tinggal di Surabaya bukan semata-mata karena perintah ayahnya untuk menjadikannya seorang sekretaris. Namun, ada alasan lain. Lionny merasa tidak begitu nyaman dalam pernikahannya dengan Erick.
Erick tidak jauh beda dengan Bobby wataknya. Di rumah, Erick lebih sering memberikan perintah keras, menjadikan pembantu dan sopir layaknya babu bahkan budak. Jelas Lionny tidak suka watak seperti itu. Dia lebih memilih tinggal sendiri di Surabaya dengan alasan mengurus bisnis.
Bobby melanjutkan, “Urus rumah tua kakekmu, Lionny. Kau adalah cucu kesayangan mendiang kakek.” Meskipun omongannya baik, masih ada rasa ketidaksenangan terhadap anaknya sendiri. Robert dan Luchy pun tidak mungkin bisa melupakan kecemburuan mereka.
Lionny berkata, “Ayah, nanti kita akan collabs dengan salah satu perusahaan baru di Jakarta. Perusahaan itu juga bekerja sama dengan pihak pemerintah. Jika Sanjaya Techno ingin maju seperti perusahaan IT lainnya, kita harus bisa bekerja sama dengan mereka.”
Sejauh ini, tidak ada prestasi besar yang berhasil ditorehkan oleh Sanjaya Techno kecuali menjalankan project yang biasa-biasa saja. Hingga saat ini mereka tidak pernah memenangkan tender yang diadakan oleh pihak pemerintah maupun asing dengan skala besar.
Bobby menghela napas kasar dan berkata tegas tapi dengan nada rendah, kesan sebuah kegagalan namun ingin pencapaian. “Kita harus bisa bekerja sama dengan perusahaan itu. Apa perlu Ayah yang mengurusnya secara langsung dan menemui CEO-nya?”
Lionny menggeleng dan menjawab, “Tidak perlu, Ayah. Biarkan kami saja yang mengurusnya. Aku yang harus turun tangan.”
Bobby ragu. Terhadap anak sendiri saja Bobby kurang rasa percaya. “Kau masih baru menjabat sebagai sekretaris, Lionny. Kau belum banyak melobi orang-orang besar. Sejauh ini tugasmu hanya melayani Pak Anggara di dalam kantor.”
Omongan Bobby memang benar. Lionny hanya lebih banyak bekerja di ruangan sendiri dan menghadiri beberapa rapat kecil. Lionny belum cukup pengalaman dalam melobi orang-orang besar. Jika dia yang mengemban tugas ini, jelas Bobby ragu Lionny akan berhasil.
__ADS_1
Namun, Lionny meyakinkan diri. “Aku akan mendapatkan kontrak kerja sama dengan perusahaan itu, Ayah. Jika kita berhasil bekerja sama dengan mereka, kita akan bisa menggunakan sebuah software rancangan mereka, lalu perusahaan kita akan lebih gampang dalam mendapatkan project.”
Tujuan Lionny sudah bagus, tapi Bobby tidak yakin kalau Lionny akan berhasil dalam melewati prosesnya. Bobby berkata remeh, “Biar Leon, manager IT baru, yang mengurus kerja sama ini.”
Sorot mata Lionny menajam. “Ayah, jika tidak pernah mencoba, selamanya aku tidak akan pernah bisa. Bukankah Ayah mau aku dapat cepat berkembang di perusahaan? Bukankah Ayah berharap aku maju?”
Tiba-tiba, Robert menyela, “Kakak, turuti saja apa perintah Ayah. Kau itu masih baru bekerja. Masih hitungan bulan. Bagaimana kalau kau gagal dalam mendapatkan kontrak kerja sama itu?”
Luchy yang memang punya rasa iri sama Lionny pun ikut menyela, “Kau tidak punya pengalaman banyak, Kak Lionny. Jika masih saja memaksakan diri, kau akan dapat malu saja.”
Kerja sama ini akan menjadi turning point bagi Sanjaya Techno untuk bangkit. Sebelum perusahaan lain yang mengambil kontrak kerja sama ini, mereka harus mencuri start dulu jika ingin memang lebih berkembang dibandingkan developer lainnya.
Jelas Bobby Sanjaya akan mengerahkan segenap kemampuannya. Apapun akan dia lakukan demi bisa bekerja sama dengan perusahaan tersebut.
Dan bagi Lionny, meski dulu mempunyai kepribadian yang cukup kalem, namun setelah menjalani kisah rumah tangga yang buruk dan dipaksa masuk ke dalam lingkungan kerja yang keras, menjadikan dirinya lebih aktif dan berani.
Lionny menatap kedua adiknya berganti, lalu berkata, “Kalian berdua masih belum tahu apa-apa. Tidak usah banyak bicara!” ketusnya menyeringai. Matanya makin tegas.
Robert melipat tangan di dada dan berkata menusuk, “Kau mengurus beberapa orang dalam satu rumah saja masih tidak becus, bagaimana bisa mengurus kerja yang sulit?”
Lionny emosi. “Kau! Tidak sopan bicara sama kakak kandungmu sendiri!”
__ADS_1
Bobby sengaja batuk untuk menghentikan perang mulut itu. “Baiklah. Ayah akan memberikan kesempatan padamu, Lionny. Jika berhasil Ayah akan percaya padamu. Namun jika gagal, selamanya kau harus menurui apa kata Ayah!” tegas Bobby.
Lionny bangkit dan berkata, “Baiklah. Aku yang akan mengurus kerja sama dengan pihak Nano-ID. Aku akan mendapatkan kontrak kerja sama itu.”