Menantu Benalu Ini Ternyata Hacker Jenius

Menantu Benalu Ini Ternyata Hacker Jenius
124. Ending


__ADS_3

Bobby Sanjaya duduk berhadapan dengan Stefan. Martin dan David berdiri di belakang Bobby. Sedangkan Lionny duduk di kursi tak jauh dari mereka.


Stefan berkata, “Martin, David, saya selalu mempercayakan banyak urusan kepada kalian berdua. Hingga menjadi saksi pernikahan saya pun, kalian tetap menjadi yang terpercaya.”


Martin dan David mengangguk penuh patuh.


Tiba-tiba suasana di dalam ruangan cukup tegang.


Stefan memandang Bobby dengan tatapan sungguh-sungguh. “Saya dan Lionny saling mencintai, Tuan Sanjaya. Berikan kami izin agar kiranya kami berdua bisa kembali menjalin hubungan sah suami istri kembali serta membangun rumah tangga yang baik.”


Stefan bilang juga pada Bobby bahwa untuk ke depannya dia tidak ingin hubungan rumah tangganya diganggu lagi apalagi sampai dipisahkan seperti tempo lalu. 


Stefan sudah memberi ruang agar Sanjaya Group bisa bangkit, bahkan memberikan berbagai bantuan. Oleh karena itu, penyesalan Bobby harus dibayarkan segera, dan kata maaf jelas tidak cukup jika dibandingkan dengan semua perbuatan buruknya dahulu.


Namun, Bobby ingin mengikis semua kesalahannya dengan kasih yang sesungguhnya. “Harapan kita bersama, ke depannya agar ada hubungan baik di antara kita.”


Stefan terus berusaha memaafkan kesalahan-kesalahan Bobby dan memaksa agar jiwanya benar-benar lapang. Itulah usahanya. “Terbaik, untuk Keluarga Sanjaya.” Stefan senyum dengan mata berkaca-kaca.


Martin membuka acara sebentar dan seadanya. “Dipersilakan kepada saudara Bobby dan Stefan untuk mengucapkan ijab dan qabul.”


Bobby mengatur napasnya, lalu mengucapkannya dengan jelas dan sepenuh hati. Kemudian Stefan juga membalasnya dengan jelas dan sepenuh hati pula.


Martin dan David serempak berkata, “Sah! Sah!”


Lionny menutup wajahnya. Dia menangis lagi. Tak hentinya dia bersyukur.

__ADS_1


Setidaknya, secara agama, Stefan dan Lionny telah kembali sah menjadi pasangan suami istri.


...


Bobby Sanjaya belajar banyak dari masa lalu yang begitu suram. Seharusnya Bobby tidak mengikuti nafsu dan kebodohannya semata jika ingin sukses seperti mendiang ayahnya.


Perlahan tapi pasti, Bobby terus berbenah dan mengangkat kembali Sanjaya Group sebagaimana dulu ketika jaya di bawah kepemimpinan mendiang Kakek Sanjaya.


Itulah akhir dari cerita Bobby Sanjaya, memaksakan diri harus mengakui bahwa Stefan yang dulu begitu dibenci, sering dimaki dan dihina, dianggap sampah dan benalu – ternyata menjadi seorang bos sukses, kaya, dan dikagumi.


Meskipun harus menerima realita pahit, Bobby terus belajar dari ketololannya sendiri, bahwa rasa iri dan sikap arogan sudah seharusnya dihilangkan dari dalam diri, dan selebihnya harus punya sifat saling percaya. Bobby harus belajar banyak dari sosok Stefan.


....


Dengan berat hati, Grace mengundurkan diri sebagai sekretaris Nano-ID, bukan tidak beralasan, sebab atas dorongan kuat dari dua pihak keluarga besar, yakni Keluarga Sudrajat dan Keluarga Diningrat, bahwa sudah seharusnya Grace pindah kerja dan menjadi sekretaris Su.Co di bawah kepemipinan calon suaminya, Martin.


Lagipula, Grace dimiliki oleh orang yang sangat tepat. Keputusan Stefan sedikit memberatkan hatinya sendiri, tapi dia memikirkan manfaat dan kebahagiaan orang banyak. Martin begitu kagum terhadap semua keputusan Stefan. Martin tahu bahwa atasannya tersebut jelas ada rasa terhadap Grace, tapi bosnya tersebut terlalu dewasa dan punya hati yang besar jika lantaran hanya dihadapkan dengan persoalan asmara yang sepele.


Suatu ketika, pada saat Grace berpamitan dan di sebelahnya ada Martin, sebenarnya Stefan ada rasa canggung, namun seorang pemimpin harus selalu menjaga sikap terhadap bawahan, jangan sampai permasalahan hati lantas menurunkan martabatnya sebagai pemimpin dan bos. Stefan tahu cara mengontrol hati dan sikap. Dia berusaha mendahui yang berhak. Semua orang makin kagum.


Atas ide Stefan lah, Martin menjadi orang yang sangat diharapkan oleh Keluarga Sudrajat agar kiranya menjadi penerus yang berhasil, dan Grace menjadi sosok penolong dalam politik balas budi dari Keluarga Diningrat. Stefan, sejauh itu dia berpikir agar orang lain turut merasakan bahagia. Luar biasa.


.....


Beberapa waktu kemudian di kantor Nano-ID.

__ADS_1


Stefan berkata kepada Lionny. “Sayang, sepertinya aku harus menyuruh David untuk segera mencarikan sekretaris baru.”


Lionny merapikan beberapa dokumen di atas meja kerjanya. “Mumpung aku belum hamil anak darimu, suamiku. Tidak mengapa untuk sementara waktu aku yang menjadi sekretaris di sini.”


Stefan agak canggung jika sekretaris kantor adalah istrinya sendiri. Dikhawatirkan nantinya urusan rumah tangga akan tercampur dengan urusan pekerjaan.


Stefan tahu gelagat istrinya. “Aku tidak akan bermain api, sayang. Kita tidak berhubungan saja aku masih setia, bagaimana mungkin ketika kau menjadi istriku lantas aku bermain hati darimu.” Stefan cukup lama menatap mata istrinya, mencoba membaca apa yang tersirat di dalamnya.


Semenjak menjadi istri Stefan kembali, tingkat kecemburuan dan kecemasan Lionny meningkat drastis. Jika tidak dinasehati oleh suaminya, sangat besar kemungkinan Lionny akan menjadi wanita posesif.


Stefan berkata bijak. “Kunci utama hubungan rumah tangga adalah rasa percaya. Jika rasa percaya tersebut berkurang atau bahkan tidak ada, dipastikan di dalamnya akan ada kecurigaan, pikiran negatif, suudzon, stalking tidak jelas, tuduhan, fitnah, dan banyak lagi.”


Lionny duduk tegap. Dia menaikkan salah satu alisnya dan berkata, “Aku selalu percaya padamu, suamiku. Aku hanya memastikan bahwa jas yang kau kenakan tidak akan terkena parfum asing dan menyebalkan.”


Stefan tersenyum tipis. Sambil memasukkan tangannya ke saku celana, dia berkata dingin, “Aku tidak akan pernah berpaling darimu, istriku.”


Lionny mengulum senyum manja. Jika seribu gombalan dihadiahkan untuknya dari pria tampan sedunia, dia lebih memilih mendengar dan menyaksikan Stefan berkata barusan.


Lionny sangat suka dengan fose Stefan seperti itu. Cold dan kalem. Lionny tidak terlalu menyukai pria yang berotot besar dan tampak macho, karena baginya kekuatan bukan semata dari otot, tapi otak dan jiwa juga harus kuat.


Dia kagum bagaimana cara Stefan berpikir, berbicara, bersikap, dan membuat sebuah keputusan. Stefan bukanlah pria kuat seperti panglima perang, tetapi dia punya keberanian seperti serigala. Stefan yang dingin, dan pemberani.


Stefan yang tidak banyak oceh dan mengeluarkan omong kosong. Stefan memang terlihat kaku, tapi dia tidak lembek seperti banci. Jika sudah memutuskan sesuatu, pundaknya tidak akan goyah meskipun dihantam badai sekalipun.


Lionny tersenyum cantik, lalu bertanya dengan nada mesra, “Sayang, jika kau mampu mengurus dan menjaga ribuan karyawanmu di Nano-ID dan Sanjaya Techno, lalu mereka begitu kagum akan sosok  pemimpin dan bos seperti dirimu, lantas bagaimana cara kau memperlakukan diriku?”

__ADS_1


Stefan tersenyum dengan mata berbinar. “Lionny, istriku, aku lebih merasa berat mengurus dan menjagamu seorang daripada mereka semua. Kau lebih berharga dari semuanya, sayang. Kau yang paling utama.”


__ADS_2