
"Pak... seandainya Orang tua kak Zen tidak setuju denganku bagaimana"
Pak Hadi terkejut....
"Pasti ada yang tidak beres ini,pikir pak Hadi.Pak Hadi berpikir sejenak, kemudian bertanya pada Cinta.
"Kamu mencintai Zen?"
"Iya Pak...
"Apa kamu mau hidup bersamanya tanpa direstui orangtuanya.Semua bapak serahkan padamu Nak,kamu yang akan menjalani kehidupan mu.Jika memang orang tua Zen tidak setuju dengan mu, Bapak tidak masalah, karena Zen tak butuh wali untuk menikah.Cuma nanti yang berat beban di pundak mu Nak,kamu tidak akan pernah merasakan memiliki mertua yang menyayangimu.Bapak menyerahkan semua padamu."Ucap Pak Hadi sambil memeluk Cinta yang semakin menangis tersedu sedu
"Jika kamu akan menjalani rumah tangga yang seperti itu,kamu harus kuat dan tidak boleh cengeng, karena apa yang akan ada di depanmu nanti akan lebih berat Nak"lanjut Pak Hadi sambil mengusap air mata anaknya.
"Berjuang lah mendapatkan restu dari orangtua Zen jika kamu benar benar ingin hidup bersamanya"Ucap Pak Hadi memberi semangat pada Cinta.
Apa kau yakin ingin menikah???Apa kau yakin Zen bisa membahagiakan mu kelak?tanya Pak Hadi
"Terimakasih Bapak...Cinta akan berjuang bersama Zen.Cinta yakin Zen sangat mencintaiku dan akan membahagiakan ku kelak'
"Baiklah..apapun keputusan mu, bapak dan ibu akan mendukung mu"ucap bapak
"Terimakasih sekali lagi Bapak dan Ibu"ucap Cinta sambil memeluk kedua orangtuanya.
Cinta menghapus air matanya dan berjanji pada dirinya sendiri bahwa dia harus kuat dan akan mengambil hati mertuanya.Cinta masuk ke kamar dan bersiap siap sholat isya'.Setelah sholat tak lupa dia berdoa menengadahkan tangannya ke langit.
"Ya Allah,jika kak Zen jodohku maka dekatkanlah kami, tapi jika dia bukan jodohku maka jauhkanlah dan ajari hatiku untuk ikhlas."
Selesai sholat Cinta merebahkan diri di kasur empuknya, melepaskan penat dan lelah karena perjalanannya bersama Zen.
Di sisi lain Zen tidak bisa tidur karena ibunya tidak setuju dengan pilihannya.Dia mencoba menelfon kekasih tercintanya.
"Kulo pun angkat tangan...Atinipun ajur ajuran..
Handphone Cinta berbunyi...
Cinta yang terlelap terbangun karena bunyi handphone nya.Tertera nama Zen di layar handphone nya.Cinta mengangkat handphone nya.
"Hallo... Assalamualaikum"ucap Zen
"Waalaikumsalam sayang,ada apa malam malam telfon.Gak bisa tidur ya.."jawab Cinta
"Hehe..iya...Cinta...jangan pernah tinggalin aku ya,aku tidak mau kehilangan mu"ucap Zen
"Emangnya ada apa kak.."ucap Cinta
Zen terdiam dan berpikir gimana ya ngomongnya.
__ADS_1
"Sayang... Kenapa kamu diam"ucap Cinta
..."Cin... jika orang tua ku tidak setuju dg hubungan kita bagaimana"...
"Aku tidak apa apa sayang,aku akan berjuang selama kamu juga mau berjuang bersamaku.Aku sudah bilang ke Bapak kalau orang tua kakak tidak setuju dengan ku"ucap Cinta
Zen terhenyak, darimana Cinta tau tentang masalah yang sedang di risaukan ini.
"Kakak tidak usah bingung aku tau darimana,aku mendengar percakapan kalian waktu di rumah itu"ucap Cinta
Zen bingung,darimana Cinta tau apa yang dipikirkan nya.
",Apa kakak ingin tahu apa yang dibilang Bapakku??"Cinta
",Apa.."ucap Zen sambil tertunduk lesu, karena takut pak Hadi tidak menyetujui hubungan nya dengan Cinta.
"Bapak menyerahkan semua keputusan padaku,dan jika memang kak Zen tetap mau menikahi ku, Bapak tetap setuju,karena kakak khan tidak butuh wali untuk menikah"ucap Cinta.
Zen terdiam sejenak dan bertanya pada Cinta.
"Apa kamu mau menikah denganku Cinta...???tanya Zen
"Aku mau kak...selama kakak juga mau memperjuangkan cinta kita ini"cinta
Zen langsung bangun dari tidurnya,dia terkejut dg jawaban Cinta yang mau menikah dengannya.
"Iya sayang....aku akan menikah denganmu.Kita akan berjuang bersama untuk mendapat restu orang tua mu"Ucap Cinta
"Terimakasih sayang...aku benar-benar mencintai mu, terimakasih sudah mau berjuang denganku.Ayo kita tidur sayang..."ucap Zen
"Iya sayang...mimpi indah ya .."ucap Cinta.
Mereka berdua menutup handphone nya dan sama sama berbaring kembali ke tempat tidur.
Setelah bertelfon dengan Cinta, akhirnya Zen bisa tidur.Hal yang dikhawatirkan nya sudah tidak ada lagi, Bapak Cinta sudah memberi lampu hijau padanya.Akhirnya dia bisa tidur dengan lelap malam itu.
Keesokan paginya...
Cinta terbangun seperti biasa,dia ke kamar mandi, membersihkan diri dan berwudlu untuk sholat subuh.
Keluar dari kamar mandi Cinta mengambil mukenah dan menunaikan sholatnya.Tak lupa membaca Al Qur'an dan berdzikir.Itu sudah jadi rutinitas Cinta setiap pagi.Cinta merapikan mukenah nya dan mengambil hand phone nya.Dia berniat membangun kan kekasihnya.
Aku ra mundur mas....teko atimu...
Dering telfon Zen membangun kan dia dari tidurnya.Setengah sadar dia mengangkat telfon tanpa melihat siapa yang menelfonnya.
"Assalamualaikum...pagi sayang..."ucap Cinta
__ADS_1
"Waalaikumsalam...Cinta....ada apa sayang"ucap Zen.Dia terkejut Cinta menelfon pagi pagi.
"Aku cm ingin membangunkan sayangku untuk sholat subuh"ucap Cinta
"Aku sampai takut Cinta, takut terjadi apa-apa padamu"
"Emangnya gak boleh telfon pagi pagi!!,"Cinta
"Boleh lah, kakak juga senang kalau Cinta bangunin kakak setiap hari.."?Ucap Zen
Perhatian Cinta membuat Zen semakin mencintainya.
"Ya sudah kalau begitu, segera ke kamar mandi sana kak, keburu habis waktu subuhnya."
Cinta langsung menutup telfonnya,agar Zen segera menunaikan sholat nya.Zen mendengus kesal karena Cinta lgsg menutup telfonnya.Kemudian dia ke kamar mandi dan menunaikan sholat.
Sementara di rumah Zen..
Di pagi yang santai di ruang tengah,Ayah dan ibu Zen sedang berbincang tentang hubungan Zen dan Cinta.
"Ayah...aku tidak setuju dengan wanita pilihan Zen.Dia dari kalangan miskin, pendidikannya juga hanya SMA.Pokoknya dia gak setara dengan kita"ucap ibu
"Tapi Zen mencintai nya khan Bu??"kata ayah sambil menyeruput kopinya.
"Yang kulihat Zen begitu mencintainya sampai dia bertengkar dengan ku karena membela perempuan itu"jawab ibu
"Biarkanlah Bu,yang penting anak kita bahagia"
"Pokok ibu tidak mau dia jadi menantu di rumah ini Yah.Ibu punya calon sendiri untuk Zen, yang lebih cantik, lebih berpendidikan dan lebih dari segala galanya dari si Cinta itu"ujar ibu
Ayah Zen menghela nafas panjang.
"Sudah lah Bu,tidak usah seperti itu.Yang penting anak kita bahagia bersama nya,itu sudah cukup buat Ayah"ayah
"Itu Khan ayah, kalau ibu tidak mau punya menantu seperti itu."
"Terserah sudah Buu...apa kata dirimu"Ayah pasrah dan malas untuk berdebat dg ibu.
Ibu Zen sangat tidak suka dengan Cinta, begitu pun saudara saudaranya.Hanya pak Bambang ayah Zen yang menyetujui nya, karena baginya kebahagiaan anaknya lah yang utama,bukan harta atau lainnya.
To be Continue
Tinggalkan like dan komentar ya kakak kakak readers yg baik hati...
Salam manis untuk kalian semua.
Agar Author semangat untuk Up date...
__ADS_1
Terimakasih untuk para readers sudah mampir ke Novel ku