Menantu Yang Tak Diinginkan

Menantu Yang Tak Diinginkan
#Bab 30 Resepsi


__ADS_3

Satu jam kemudian mereka sampai di hotel yang dituju.Zen turun dan menggandeng Cinta menuju kamar hotel tempatnya di rias.Sedangkan yang lain menuju kamarnya masing masing dan menunggu untuk dirias di kamar yang lain.


"Ayo sayang... kita naik ke atas, perias mu sudah menunggu?"ajak Zen


Cinta mengekori Zen.Para MUA sudah menunggu Cinta datang.


"Silahkan duduk mbak..Mas nya silahkan keluar dulu ya"ucap mbak mbak nya


"Ayo boss kita keluar ke kamar sebelah,bukannya anda juga harus bersiap siap untuk acara nanti"ucap Robert yang tiba-tiba datang


Zen keluar dari kamar Cinta dan berpindah ke kamar sebelah.


Mbak MUA merias wajah Cinta bak MUA profesional.


"Mbaknya cantik banget... kulit mbak yang eksotik menambah kecantikan mbaknya"ucap mbak MUA.


"Silahkan berdiri mbak,ini sudah selesai"ucap mbak MUA


Tiba-tiba ibu Cinta datang dan melihat anaknya.


"Anak ibu sangat cantik"ucap ibu sambil memegang pundak Cinta.


Cinta berdiri dan berkaca.Dia memandang dirinya sendiri,"Aku begitu cantik"ucap Cinta dalam hati


Zen tiba tiba masuk,dia terpana melihat Cinta yang begitu cantik.


"Sayang..kamu cantik sekali"ucap Zen sambil mencium bibir Cinta di depan semua orang.


"Mas...ntar lipstik nya habis loh, ntar gak selesai ngeriasnya.Kan ada nanti malam mas...udah gak tahan ya"goda mbak MUA nya.


Dia tidak peduli dengan orang di sekitarnya.Dia tidak melihat ada mertuanya.


"Ehm.."ibu Cinta berdehem


Zen terkejut,"Maaf bu,saya tidak melihat ibu"ucap Zen malu.


"Gak apa apa,ibu paham kok"ibu segera pergi dari kamar itu dan pergi ke tempat resepsi.


"Boss,ayo segera boss, acara sudah mau dimulai"ucap Robert


Zen menggandeng Cinta ke tempat resepsi,dia tidak melepaskan pandangannya dari istrinya yang begitu cantik.Cinta risih Zen memandangnya terus menerus.


"Sayang.. jangan pandang aku seperti itu, nanti jatuh kalau gak lihat jalannya loo.."ucap Cinta.


Zen memang hampir terjatuh karena tidak melihat ada tangga di depannya. Untung ada Robert di depannya,jadi dia terkena punggung Robert.


"Aduh.. punya mata lihat lihat dong"ucap Zen pada Robert


"Bukankah anda sendiri yang tersandung boss,kok saya yang salah"


"Tangga ini ngapain lagi di sini"sekarang gantian tangga yang disalahin, Cinta menepuk keningnya.


"Sudah sayang..ayo segera jalan, tamu kita sepertinya sudah datang"


Cinta memang selalu bisa meredam amarah Zen.


"Baiklah sayang...",Zen mencubit bibir Cinta


"Sayang...nanti bibir ku tambah monyong"ucap Cinta bercanda.


Mereka akhirnya duduk di atas pelaminan.Cinta terkejut dengan semua ini.Acaranya begitu mewah, banyak tamu yang datang dan Cinta menjadi gugup.Dia sedikit malu,"Sepertinya tamu tamu kak Zen orang kaya semua"ucap Cinta dalam hati.


Zen memegang tangan Cinta yang sedikit gemetar.

__ADS_1


"Sayang..gak usah grogi,ada aku di sini.Aku hanya ingin memberimu pernikahan yang sedikit mewah.Tersenyumlah sayang,masak pengantin cemberut"ucap Zen.


Cinta kembali tersenyum,dia memegang tangan Zen untuk menguatkan dirinya.


Semua tamu satu persatu menyalami Cinta.


"Istrimu cantik juga"ucap Alex sambil menyalami Zen.


"Jangan macam-macam kamu"ucap Zen.


Alex adalah teman Zen yang terkenal playboy sejak SMA. Tidak ada perempuan yang tidak takluk padanya.


"Enggak lah Zen,aku juga tidak mau kalau istri orang,haha"


Di tengah kerumunan teman teman ibu Zen datang..


"Jeng.. ternyata menantumu cantik.Denger denger dia juga baik dan sayang pada orangtuanya"ucap salah satu temannya


"Ibu bisa saja"ucap bu Neni.


"Sayangnya aku tidak punya anak lelaki, kalau punya pasti saya akan menjadikan dia menantuku"ibu Yeni tau kalau bu Neni tidak suka dengan Cinta.


"Silahkan menikmati hidangannya bu"ucap bu Neni yang sudah jengah mendengar omongan temannya.


Bu Neni agak menjauh dari mereka.


Cinta melihat Edo datang bersama dengan kedua orangtuanya.Edo memakaie setelan jas silver yang membuat dia semakin tampan dan terlihat memukau.


"Ehmm..."Zen berdehem melihat Cinta memandang Edo.


"Ada apa kak"


"Gak usah seperti itu melihat dia"


"Cemburu ya .."


Cinta hanya tersenyum melihat tingkah laki laki yang sudah jadi suaminya itu.


"Iya sayang..maafkan aku.Aku hanya akan memandangmu seumur hidupku"


Zen senang mendengarnya.Dia kembali bahagia.


Edo menghampiri mereka sambil membawa kado untuk Cinta.


"Selamat ya Cin.. Semoga kamu bahagia.Aku akan langsung pergi setelah dari sini"ucap Edo sambil memberikan kado dan menjabat tangan Cinta.


"Sudah jangan lama-lama jabat tangannya"Zen melepaskan tangan Edo.


"Kakak kenal pada suamiku"


"Dia anak teman ayahku Cin, dulu kami pernah bertemu"ucap Edo


"Selamat ya Zen, jaga dia naik baik.Jangan pernah menyakitinya.Kalau kau menyakitinya,aku akan mengambilnya darimu"ucap Edo


"Tenang saja,aku akan menjaganya dari orang orang yang tidak tahu malu sepertimu.Sudah tahu calon istri orang, tapi kau masih mengejarnya."ejek Zen.


"Aku percaya padamu Zen,jaga dia baik-baik . Semoga kalian bahagia"


Edo segera pergi dari pelaminan,dan segera keluar dari acara.Dia menunggu ayah dan ibunya di mobil.Dia masih tidak rela melihat Cinta bersanding dengan orang lain.


"Aku akan tetap mencintaimu Cin, meskipun kau bukan untukku tapi kau akan selalu di hatiku"ucap Edo.


"Boss.."

__ADS_1


"Sejak kapan kamu di sini Bram"


"Sejak tadi boss,anda saja yang tidak menyadarinya."


"Jadi kau mendengar semua perkataanku"


"Saya tidak hanya mendengar boss,bahkan ekspresi boss aku masih ingat detail nya"goda Bram


Cetak ...Edo menjitak kepala Bram


"Aduh... sakit boss.Jangan jitak kepala dong boss,kan rambutku jadi acak acakan.Gak ganteng lagi nanti saya boss"ucap Bram sambil bercermin merapikan rambutnya.


Edo hanya berdecak melihat tingkah asistennya itu.


Edo kembali melihat ponselnya.


Tak berapa lama, orang tua Edo sudah keluar dari sana.


"Ayo Bram,kita berangkat"ucap pak Ronald


"Baik pak"


Bram segera melajukan kendaraannya.Edo memandang ke luar jendela.


"Selamat tinggal kota J, selamat tinggal Cinta, semoga kamu selalu bahagia bersamanya"ucap Edo


Bu Ani mendengar ucapan Edo.Dia menyenggol suaminya.


"Pak.. lihat anak kita!"


"Biarkan dia seperti itu bu,toh dia gak akan kembali ke sini lagi.Biarkan dia menguburkan kenangannya bersama laju mobil"


Bu Ani diam dan duduk dengan tenang setelah mendengar ucapan suaminya.


Sementara di pelaminan..


"Reta..."Cinta berseru senang melihat sahabatnya datang.


"Selamat ya Cin, semoga bahagia"ucap Reta sambil memeluk Cinta.


"Terima kasih kamu sudah datang.Katanya sibuk? Datang dengan siapa nih? pacarmu ya?"


"Aku nyempatkan waktu ke sini,masak sahabat sendiri menikah aku tidak datang"


"Hei . siapa dia Kamu belum menjawabnya tadi"


"Iya,dia kekasihku,kami baru jadian seminggu yang lalu"


Pacar Reta menyalami Cinta mengucapkan selamat.


Reta juga menyalami Zen.


"Selamat ya kak Zen,cintai dia sepenuh hatimu, jaga dia baik baik"


"Aku akan menjaganya,kamu tidak perlu khawatir.Harusnya kamu yang khawatir pada dirimu sendiri"ucap Zen


Reta terhenyak mendengar ucapan Zen.


"Aku bisa menjaga diriku sendiri kak"


Dia masih ingat ketika bertemu Zen di hotel yang sama waktu itu.Waktu dia sedang bertengkar dengan istri om om yang menyewa jasanya.


"Cinta..aku makan dulu ya"Reta turun dari pelaminan.

__ADS_1


Cinta hanya menganggukkan kepalanya.


"Sebenarnya ada apa antara kak Zen dan Reta.Apa yang perlu dikhawatirkan dari sahabatku.Sepertinya kak Zen menyembunyikan sesuatu"ucap Cinta dalam hati.


__ADS_2