
Cinta sudah setuju untuk menikah dengan Zen dan rencananya mereka akan menikah bulan depan,setelah Cinta cap tiga jari dan mengambil ijazahnya.
Zen ingin memberi kabar pada orang tuanya bahwa dia akan menikah bulan depan dengan Cinta.Zen menelpon Ayah nya, karena dia tahu bahwa ibunya pasti tidak setuju dengan pernikahannya.
Kringg. kringgg kringgg...
Dering telfon ayah Zen berdering dan tertera nama anaknya disana.
"Hallo... Assalamualaikum.."ucap Pak Bambang ayah Zen
"Waalaikumsalam salam ayah..",jawab Zen
"Ada apa Nak,kamu menelfon ayah,apa ada sesuatu dengan kamu"Pak Bambang berucap
"Zen hanya mau mengabari Ayah, kalau Zen mau menikah bulan depan dengan Cinta, terserah Ayah mau datang atau tidak.Setuju atau tidak setuju,aku tetap akan menikah Cinta Yah"ucap Zen
"Memangnya apa Ayah bilang tidak setuju dengan Cinta,apa ayah juga bilang kalau ayah tidak setuju"ucap Ayah
"Ayah merestui kami"ucap Zen senang
"Iya Nak..ayah merestui mu.Meskipun aku tak pernah bertemu dengan Cinta, Ayah yakin..kamu tak akan salah pilih memilih pasangan hidup, Ayah tau dia yang terbaik untukmu.Apa tidak ada acara lamaran Nak"Ayah
"Tidak ada Yah"ucap Zen
"Kamu itu..kasihan anak orang diperlakukan tidak semestinya, bilang pada orangtuanya Ayah akan melamarnya untukmu seminggu lagi, meskipun ibu mu nanti tidak mau ikut, biarkan saja"
Zen bahagia mendengarnya.
"Terimakasih Ayah...",ucap Zen
"Beri aku alamat mu,nanti kita akan ke rumah cinta bersama sama"ayah
"Iya Yah...aku akan mengabari orang tua Cinta,pasti mereka bahagia.Sudah ya Ayah,aku tutup dulu telfonnya.Aku akan segera mengabari mereka.
Assalamualaikum.."Ucap Zen sambil menutup telfonnya
"Waalaikumsalam Nak"ayah
Zen menelfon Cinta dan mengabari bahwa ayah Zen minggu depan akan datang ke rumah Cinta untuk lamaran sebelum pernikahan.Cinta begitu bahagia mendengar kabar itu.
Akhirnya orang tua kak Zen bisa menerima ku, meskipun hanya ayah nya saja,tapi aku yakin.. suatu saat aku akan membuat ibunya untuk mau menerima ku,ucap Cinta dalam hati.
Tak lupa Cinta berucap syukur pada Allah atas kabar itu.Karena Cinta yakin,apa yg terjadi semua atas kehendakNya.Allah lah yang Maha membolak balikkan hati seorang manusia.
Cinta berjalan ke luar kamar untuk membantu ibu ya di dapur dan mengabarkan berita yang sangat membahagiakan.
"Bu...."ucap Cinta
"ada apa Nak"jawab ibu
"Keluarga kak Zen mau ke sini minggu depan untuk melamar ku sebelum pernikahan"
"Benarkah Nak.."ucap ibu tak percaya
"Benar Bu, ayah kak Zen yang akan kesini.Tidak tahu dia akan mengajak siapa saja.Cinta tak berharap banyak Bu.Ayah kak Zen datang kesini,Cinta sudah cukup senang.Berarti Cinta sudah mendapatkan restu, meskipun ibunya masih belum menyukai Cinta."ujar Cinta sambil menunduk
__ADS_1
"Tidak apa apa Nak,ibu akan selalu mendukung mu.Semangat ya untuk mendapatkan hati ibunya Nak Zen"ucap ibu sambil mengelus kepala anak perempuannya.
"Iya Bu..Cinta akan berjuang.Cinta yakin,suatu saat pasti Ibu kak Zen akan menyukai ku."ucap Cinta
Tok tok tok...
Assalamualaikum...
"Waalaikumsalam..."
ucap mereka berdua bersamaan.
Seperti suara kak Zen, pikir Cinta.Cinta menuju ke ruang depan untuk membukakan pintu.Dan ternyata benar dugaan Cinta, Kekasihnya yg datang.Cinta tercengang.
"Kak Zen...."ucap Cinta kaget sambil membuka pintu
"Kenapa kaget sayang..."ucap Zen
"Jangan panggil sayang di depan orang lain kak..malu"ucap Cinta.
"Siapa tamu kita Cinta.."ibu bertanya sambil berjalan dari dapur.
"Kak Zen Bu"jawab Cinta
Zen masuk dan mencium tangan calon mertuanya itu.
"Silahkan duduk Nak Zen.Cinta..buatkan minum gih ke dapur"ucap Ibu
"Iya Bu.."jawab Cinta.
Sambil membuat minuman,Cinta berpikir"ada apa kak Zen kemari,bukankah baru tadi dia menelepon ku".
"Mau kemana Nak,"jawab ibu
"Mau saya ajak jalan jalan ke pantai Bu, tidak akan sampai malam kok Bu"ujar Zen
"Silahkan Nak..pokok Cintanya mau diajak keluar."ucap ibu
Tak lama kemudian Cinta keluar dg membawa minuman dan duduk bersama mereka.
"Cin. mau diajak jalan-jalan tuh sama Nak Zen"kata ibu
"Beneran kak..."ucap Cinta bahagia.
"Iya Cin.."jawab Zen
"Kalau begitu aku ganti baju dulu ya Kak"ucap Cinta.
Cinta menuju kamarnya dan mengganti bajunya,Dia memakai kaos pendek warna peach dan celana hitam,tak lupa Cinta memakai bedak tipis dan sedikit lip gloss untuk menunjang penampilannya.
"Ayo kak..aku sudah siap"ucap Cinta.
Zen beranjak dari duduknya dan berpamitan pada ibu Cinta.
"Ibu..saya jalan dulu ya.."pamit Zen
__ADS_1
"Iya Nak..hati hati"jawab ibu
Mereka berdua mencium tangan Bu Hadi.
"Kita naik apa kak"tanya Cinta sambil keluar dari rumahnya
"Kita naik sepeda motor sayang...biar lebih romantis"
"Ih ..kakak nech"ucap Cinta sambil mencubit lengan Zen
Zen dan Cinta sudah naik ke motor menuju pantai.
"sayang....kita mau kemana"tanya Cinta
"yang pasti ke tempat yang romantis lah, hanya kita berdua"ucap Zen
Zen melaju dg kecepatan tinggi,itu memang disengaja agar Cinta mau berpegangan padanya
"Kak Zen...jangan ngebut ngebut"ucap Cinta
"Hah...apa,aku tidak dengar" kata Zen
"Jangan ngebut ngebut kak ..."ucap Cinta sambil berteriak.
Sebenarnya dia dengar apa yang Cinta ucapkan, hanya saja dia pura pura tidak mendengar.Karena takut terjatuh, akhirnya dia berpegangan pada Zen dengan memeluknya erat erat.
Akhirnya aku berhasil membuat dia memeluk ku, meskipun caranya harus seperti ini (ucap Zen dalam hati)
Sejam kemudian mereka sampai di tujuan.Cinta turun dari sepeda,dan Zen memarkir sepeda nya di tempat parkir khusus sepeda.
Zen menggandeng tangan Cinta menuju restoran.Mereka naik ke lantai 2 yg sepi hanya mereka berdua.
sudah paham gak, kenapa hanya ada mereka berdua di sana, yang pasti.. Zen khusus membooking tempat itu hanya untuk mereka berdua.
Mereka duduk menghadap pantai yang indah.Pemandangan laut dan semilir anginnya membuat sore itu semakin syahdu.
"Sayang...mau pesan apa"ucap Zen
Perkataan Zen membuyar kan lamunan Cinta.
"Pesen apa saja boleh sayangku..."ucap Cinta.
Mereka memesan beberapa makanan dan minuman.
" Sebentar ya sayang...aku mau ke bawah sebentar,mau ke kamar mandi.Jangan kemana mana .."ucap Zen
",Iya kekasihku yang tampan...aku akan disini menunggu mu dengan sejuta rasa cintaku"ucap Cinta sambil menopang dagunya.
Kelakuan Cinta membuat Zen gemes,dia membalikkan badan dan mencubit hidung kekasih yang sangat di cintainya itu.
Zen berjalan ke bawah dan menuju tempat pelayan...
to be continue
Terimakasih para readers yg sudah mampir kesini.
__ADS_1
jangan lupa tinggalkan jejak kalian disini
I love u All readers...