Menantu Yang Tak Diinginkan

Menantu Yang Tak Diinginkan
#Bab 45: Keinginan Deni


__ADS_3

Deni dan Fitri berangkat bekerja bersama, begitupun Zen, dia juga berangkat bekerja bersama Robert.


Di perjalanan Deni dan Fitri berbincang.


"Kak Zen beruntung ya,bisa mendapat istri seperti kak Cinta"ucap Deni.


"Maksudnya"


"Dia istri yang baik,bisa memasak dan melayani dengan baik"


"Oh..jadi aku bukan istri yang baik menurutmu?"


"Bukan begitu Fit, hanya saja, bisakah kau lebih lembut padaku dan bisa lebih menghormatiku sebagai suamimu"


"Ingat ya Den,kamu itu makan dari keluargaku.Kamu sekarang bekerja di perusahaan keluargaku.Kalau tidak ada keluargaku,kamu tidak akan bisa hidup"


"Jangan berucap seperti itu padaku,aku ini suamimu.Hormatilah diriku sedikit saja"pinta Deni.


Fitri memang perempuan manja.Dia selalu bersikap seenaknya.Dan apapun yang diinginkannya,dia harus mendapatkannya, bagaimanapun caranya.Deni sudah berulang kali meminta Fitri untuk lebih bisa menghormatinya.Kalau saja ayah mertuanya tidak menyayangi Deni,dia pasti akan pergi meninggalkan Fitri.


Sudah dua tahun berumah tangga,namun Fitri tak pernah berubah.Dia tidak bisa melayani suaminya layaknya seorang istri.Hanya di ranjang saja dia bisa sebagai istri, tapi untuk keperluan yang lain, Deni selalu menyiapkan sendiri.


Fitri sampai saat ini masih belum mau punya anak,dia takut badannya melar dan tak cantik lagi.Sedangkan Deni sangat ingin mempunyai keturunan, karena dia sendirian di dunia ini.


Tak berapa lama mereka tiba di kantor Zen.


Mereka berdua bekerja di sana tapi beda divisi.


Deni sebagai kepala gudang, sedangkan Fitri sebagai kepala pemasaran.


Mereka turun dari mobil dan berjalan bersamaan menuju kantor.


Mereka berjalan sendiri sendiri.Deni menggeleng gelengkan kepalanya.


"Huf...kenapa kamu selalu seperti itu.Kapan kamu akan berubah.Seandainya malam itu aku tak melakukannya,aku tak akan menikah denganmu.Karena aku tahu sifatmu seperti ini.Kalau bukan karena rasa tanggung jawabku, pasti aku akan pergi meninggalkanmu dulu."ucap Deni.


Entah mengapa tiba tiba dia mengeluhkan kelakuan istrinya itu.Mungkin karena dia melihat Cinta yang memperlakukan suaminya begitu baik.Deni sudah tau bagaimana sifat istrinya itu,dia berharap setelah menikah dia akan berubah,namun kenyataannya dia tetap tak berubah.


Zen tiba di basement kantor.Dia turun dari mobil dan berjalan menuju ruang direktur di lantai atas.


Robert juga merangkap menjadi sekretarisnya.Mereka berjalan menaiki lift khusus untuk ke kantor direktur.


Tring.... lift terbuka.


Mereka berjalan ke kantor dan memasuki ruang direktur.Zen duduk di meja kerjanya dan mulai mengerjakan berkas berkas yang ada di mejanya.


Tiba tiba ponselnya berbunyi.Tertera nama istrinya di sana.


"Assalamualaikum sayang...."


"Waalaikumsalam cintakuh, sudah kangen kah dengan suamimu yang tampan ini"


"Dasar suamiku ini Aku hanya mau tanya sayang..Apa kamu sudah sampai di kantor"


"Sudah sayang..."


"Nanti siang mau makan apa?"tanyanku.


"Entahlah"

__ADS_1


"Ya sudah kalau begitu"tiba tiba Cinta menutup telfonnya.


"Ada apa dengan istriku ini.Tapi biarlah, mungkin dia lagi sensi"ucap Zen bingung.


"Robert, kumpulkan semua karyawan pada jam makan siang nanti.Aku akan memperkenalkan diri pada mereka."


"Baik tuan"jawab Robert.


Zen melihat semua berkas berkas di mejanya.Dia mengerjakan satu-persatu.


Hari itu masih tidak ada pertemuan dengan para investor.Zen memang tidak mau hari pertamanya berada di luar kantor.Dia ingin berkenalan dengan semua karyawannya untuk hari pertama bekerjanya.


POV Cinta


Setelah suamiku berangkat aku membereskan meja makan.Ibu mertuaku yang tadinya pergi tiba tiba datang.


"Bik Imah,pergilah bereskan kamarku"


"Saya masih akan mencuci piring nyonya"


"Ku bilang bereskan kamarku,di sini sudah ada menantuku yang akan mencuci piring"


"Baik nyonya"ucap bik Imah.


"Cinta.. segera cuci semua peralatan masak dan peralatan makannya"ucap ibu sambil pergi.


"Aku akan membuatmu seperti pembantu di sini,kamu akan menyesal menjadi menantuku hahaha"ucap ibu dalam hatinya.


Aku yang terbiasa melakukan pekerjaan rumah tidak merasa berat melakukan itu semua.Aku menikmati pekerjaan itu.


"Alhamdulillah... sudah selesai"ucapku.


"Non...anda tidak apa apa"tanya bik Imah.


"Aku tidak apa apa bi,aku sudah terbiasa dengan ini semua"


"Maafkan saya non"


"Untuk apa bibi minta maaf,bibi tidak salah kok?"


"Bibi tidak bisa membantu nona, saya tidak bisa membantah perintah nyonya non"


"Santai saja bi,aku sudah terbiasa kok.Sudah dulu ya bi,aku mau sholat duha dulu"


"Iya non"


Aku pergi ke kamar dan segera bersiap siap untuk sholat duha.


"Sungguh beruntung tuan Zen,dia mendapatkan istri yang solehah dan baik"ucap bik Imah.


Bik Imah melanjutkan pekerjaannya.Sedangkan aku melanjutkan sholat duha.


Setelah sholat duha aku menelfon suamiku


...----------------...


Setelah menelfon suamiku,aku menelfon orang tuaku.Aku kangen dengan mereka.


kring... kringg..kring..

__ADS_1


Suara ponsel bu Hadi berdering.Bu Hadi mencuci tangannya yang kotor.Dia mengangkat ponselnya.


"Assalamualaikum Cinta..."


"Waalaikumsalam , bagaimana kabarnya ibu"


"Alhamdulillah baik,anak ibu sendiri gimana kabarnya"


"Alhamdulillah baik bu,semua orang di sini baik baik semua, suamiku juga baik.Gimana keluarga di sana bu"


"Alhamdulillah di sini semua baik baik saja.Kamu di sana baik baik ya sayang,harus bisa jaga diri di rumah orang."


"Iya bu, Cinta akan pandai membawa diri di sini"


"Jangan pernah membantah mertua mu ya sayang,agar dia bisa menerimamu"


"Iya bu.Sudah dulu ya bu,aku akan melanjutkan pekerjaan lagi"


"Iya nak, baik baik di sana"


"Assalamualaikum"


"Waalaikumsalam"


Aku memutuskan sambungan telfon.


Aku melipat mukenahku dan menaruhnya di atas nakas.


"Aku mau ngapain ya setelah ini"


Aku bingung mau melakukan apa.Aku yang terbiasa bekerja rasanya bingung kalau hanya diam saja.


Aku membuka buka ponselku.Aku melihat resep resep makanan Padang, karena aku tahu keluarga ini sebenarnya suka dengan masakan Padang.


"Ini ada gulai kepala ikan kakap,aku nanti akan mencoba masakan ini.Nanti aku akan bilang ke bik Imah untuk membeli bahan bahannya"


Tiba tiba aku punya ide untuk pergi ke kantor suamiku.


"Aku akan memberi kejutan untuk suamiku, tapi dimana kantornya ya... Sebaiknya aku menelfon Robert saja"


Kring....ponsel Robert berbunyi.


"Siapa menelfonku?"dia melihat nomer baru di HP nya.Tapi dia mengangkat telfonnya.


"Hallo..siapa ini"


"Ini aku Cinta,Robert.Bisakah kamu menjemputku untuk ke kantor suamiku"


"Ada apa nyonya?


"Aku ingin memberi kejutan untuk suamiku"


"Baiklah nyonya,aku akan menjemputmu nanti"


Robert menutup ponselnya.


"Enak bener punya istri seperti nyonya Cinta, lengkap bener deh baiknya"


Aku berjalan keluar dari kamarku dan mulai memasak di dapur untuk makan siang suamiku dan sekalian untuk ayah dan ibu.

__ADS_1


To Be Continue


__ADS_2