Menantu Yang Tak Diinginkan

Menantu Yang Tak Diinginkan
#Bab 60 : Zen Sakit


__ADS_3

Seminggu sudah berlalu dari kejadian itu.Aku dan suamiku baik-baik saja.Aku percaya pada suamiku bahwa dia tak mungkin menduakanku.


Pagi itu aku merasa sangat malas untuk bangun.


Setelah melaksanakan sholat subuh,dan menyiapkan baju serta sarapan untuk Zen aku kembali tidur.Entah apa yang terjadi padaku hari ini.


Zen yang melihat kelakuanku pun heran.


"Tumben istriku malas untuk bangun.Sebaiknya kubiarkan saja dia tidur, mungkin dia capek." ucap Zen sambil bersiap berangkat kerja setelah sarapan.


"Sebaiknya aku membiarkan saja dia tertidur,aku akan langsung berangkat saja "Zen mencium kening Cinta.


"Aku berangkat sayang "


"Hati-hati ya sayang.... jangan lupa makan siang "ucapku sambil sedikit mengantuk.


"Iya sayangku, pintu aku kunci ya"


"Iya sayang,maaf,aku tak bisa mengantarmu,aku merasa tak enak badan"


"Tidak apa-apa sayang.. istirahatlah.Aku berangkat dulu ya"ucap Zen sambil mencium kening istrinya.


"Hati-hati di jalan ya sayang"


"Iya istriku"


Zen berangkat dan aku menarik lagi selimutku melanjutkan tidur.


Zen mengunci rumahnya.Dia tidak mau terjadi sesuatu pada istrinya.


"Pak Satpam, tolong jaga istriku.Jangan sampai terjadi apa-apa padanya"


"Siap pak"


"Saya berangkat dulu pak"


"Iya pak"


Robert sudah membuka pintu mobil untuk tuannya.


Zen masuk ke dalam mobil dan Robert segera melajukan mobilnya ke kantor.


"Robert, bagaimana kerja sama dengan perusahaan Riska?"


"Lancar boss"


"Jangan sampai aku bertemu dengannya lagi, jika ada hal-hal yang perlu dibicarakan dengan mereka,lebih baik kamu saja yang bertemu dengan pihak mereka"ucap Zen.


"Baik boss?"jawab Robert sambil mengemudi.


Tak lama mereka sudah sampai di basement kantor.Robert memarkirkan mobilnya dan Zen keluar menuju ruangannya.


Ketika akan masuk ke kantor, karyawan Zen berkata,


"Tuan,ada seorang wanita menunggu anda di dalam kantor tuan "


"Siapa dia"


"Dia bilang dia pemilik perusahaan yang bekerjasama dengan anda "


"Untuk apa dia ke sini "ucap Zen.


"Tidak tahu tuan"


"Kenapa kau biarkan dia masuk ke dalam "Zen sedikit marah pada karyawannya.


"Dia memaksa tuan,dia tiba-tiba saja masuk sendiri ke sana "


Zen menarik nafas panjang,


"Baiklah, duduklah lagi "


"Terima kasih tuan "


Karyawannya itu sudah takut akan dimarahi Zen.Tapi ternyata hari itu Zen lagi tidak mood untuk marah.


Zen membuka pintu kantornya, dan di sana sudah ada Riska yang tiba-tiba bergelayut manja di lehernya.


"Apa maumu Riska"ucap Zen sambil melepaskan tangan Riska dari lehernya.

__ADS_1


Riska kesal dengan sikap Zen,namun dia berusaha sabar.


"Aku mau kamu sayang?"Riska langsung duduk di pangkuan Zen.


Zen yang risih dengan kelakuan Riska, segera bangun dari duduknya.Riska jatuh namun Zen tidak peduli.


"Zen... kenapa kau begitu tega menjatuhkanku"ucap Riska


"Bukan aku yang menjatuhkanmu, tapi kamu jatuh sendiri"


"Kamu berdiri dari duri tak tahu malu.Uekkkkk"Tiba-tiba Zen muntah.


Baju Riska kena muntahan Zen.


"Ih.... kamu menjijikkan Zen."Riska mengambil tisu dan segera pergi dari sana.


Zen pergi ke kamar mandi di dalam kantornya.


"Uwekkk..uwekkkkkk"Zen terus mengeluarkan isi perutnya.


Robert membuka pintu ruangan Zen dan melihat Riska yang bajunya basah terkena muntahan.


''Anda kenapa nyonya?"tanya Robert sedikit tertawa.


"Boss mu muntah di bajuku, urus itu boss mu"ucap Riska sambil pergi dari kantor Zen.


"Uwekkk.. uwekkk.... uwekkkkkk"


Robert yang mendengar boss nya muntah, segera masuk ke ruangan tersebut.


"Boss ..anda kenapa?"tanya Robert.


"Uwekkkkkk uwekkkkkk uwekkkkkk"Zen muntah lagi.


"Entahlah Robert, tiba-tiba perutku mual dan ingin muntah,uwekkk..."


"Sebaiknya kita ke dokter boss"


"Terserah padamu Robert"ucap Zen.


Robert segera membawa Zen ke rumah sakit tempat dokter Heru bekerja.Dokter Heru adalah dokter keluarga Zen.


"Sebentar lagi tuan"


"Yang cepat nyetirnya, jangan seperti siput"


"Ini aku sudah menyetir di atas rata-rata,dia bilang seperti siput"ucap Robert dalam hati.


"Cepetan Robert,aku sudah tak tahan ingin muntah lagi"ucap Zen.


Robert tidak menghiraukan tuannya itu,dia fokus ke jalan.Tak lama mereka sampai di rumah sakit.Zen segera mencari toilet, perutnya seperti di aduk-aduk rasanya.


Robert segera menyusul Zen di kamar mandi dan membawa ke dokter Heru.Robert membawa Zen ke dalam ruangan Heru.


Dia ditegur oleh perawat perempuan,


"Tuan, daftar dulu"


"Pasien VIP,kami sudah telfon dokter Heru barusan."


Perawat itu tak berkata kata lagi.


Dokter Heru yang melihat Zen yang lemas segera menolong Robert untuk menidurkan Zen.


"Ada apa ini Robert?"tanya dokter Heru.


"Entahlah Her,dia mual dan muntah terus sejak tadi"


"Pergi duduk sana Robert,aku akan memeriksanya"


Heru memeriksa Zen.Dia menepuk-nepuk perut Zen.


"Sakit Zen.."


"Tidak.."


Heru bingung dengan keadaan Zen.Heru duduk di tempat kerjanya.Zen mengikutinya dan duduk di depan Heru.


"Aku kenapa Her"

__ADS_1


"Kamu tidak apa-apa Zen"


"Seperti ini kamu bilang aku tidak apa-apa,aku sampai lemas begini"


"Istrimu ada dimana"


"Untuk apa kamu tanya-tanya istriku,awas saja kalau kau naksir istriku "


"Hadeh.... ketemu aja gak pernah, udah dibilang naksir,dasar bucin.


Lebih baik kamu pulang saja, istirahatlah di rumah bersama istrimu"


"Apa tidak ada resep obat untukku"


"Istirahat saja di rumah,pasti semuanya akan membaik "


"Kalau tidak dapat resep obat, ngapain aku jauh-jauh ke sini,kalau ujung-ujungnya di suruh pulang "


Zen pergi dengan mengomel.Heru hanya menggeleng gelengkan kepalanya melihat tingkah Zen.


Robert tancap gas segera ke rumah Zen.


Di tengah perjalanan pulang,Zen merasa mual-mual lagi.


"Robert,perut ku merasa mual lagi, cepat dong nyetirnya,aku sudah tidak tahan ingin muntah"ucap Zen.


"Iya boss,ini sudah tancap gas"


"Cepatlah Robert....."


Robert segera tancap gas menuju ke rumah boss nya.Zen sudah terkulai lemas karena isi perutnya sudah terkuras habis.Dia tertidur di mobil.Robert membiarkan saja Zen tertidur.


"Boss.... sudah sampai"ucap Robert.


Zen tidak mendengar suara Robert.Zen masih tertidur pulas.


"Boss...kita sudah sampai di rumah anda."


"Hemmm.."


Tapi mata Zen tetap tidak terbuka.


"Tuan... sudah sampai"


"Huwek......huwek ....huwekk..."


Zen muntah di mobil.


"Hadeh.....nambah kerjaan gue nih"ucap Robert dalam hati.


"Ayo turun boss"ucap Robert sambil menuntun si boss nya.


Rumah masih dalam keadaan terkunci seperti waktu Zen pergi.


"Kenapa tetap terkunci,apa istriku tidak kemana-mana yah"ucap Zen.


"Cinta..... Cinta..."panggil Zen.


Tidak ada jawaban.


"Robert,bawa aku ke dalam kamarku, sepertinya istriku masih tidur"


Robert membawa Zen ke dalam kamarnya.Dia merebahkan Zen di dekat Cinta.


Tiba-tiba mual di perut Zen sembuh ketika dekat dengan istrinya.


"Kenapa aku merasa sudah baik-baik saja ketika dekat istriku"ucap Zen.


To Be Continue...


...****************...


Terima kasih masih setia dengan ceritaku.


Maaf author hanya bisa up 1 kali sehari 🙏🙏🙏


Semoga yang masih setia di sini banyak rejekinya.


Sekali lagi terima kasih..

__ADS_1


😍😍😍😍😍😉


__ADS_2