Menantu Yang Tak Diinginkan

Menantu Yang Tak Diinginkan
#Bab 65 : Kepulangan Pak Wijaya


__ADS_3

Hari sudah pagi,aku terbangun dari tidurku.Zen tidak ada di sampingku.


"Dimana suamiku"pikirku.


Aku akan turun ke kamar mandi.Aku mau buang air kecil.


"Kamu sudah bangun sayang, kamu mau kemana"


Aku mendengar suara Zen yang tiba-tiba keluar dari kamar mandi.


"Aku mau ke kamar mandi"


"Tetap di situ,jangan turun"


Zen menggendongku ke kamar mandi.


"Sayang...aku bisa jalan sendiri"


"Kamu belum sehat, kamu tidak boleh jalan sendiri."


Kami masuk ke kamar mandi.


"Sayang..pergilah,apa kamu mau di dalam sini"


"Memangnya kenapa kalau aku diam di sini.Aku tidak mau terjadi apa-apa denganmu.Aku akan menunggumu di dalam sini"


"Aku malu sayang..."


"Aku sudah hafal setiap celah tubuhmu, untuk apa kamu malu"


"Aku tidak bisa buang air kecil kalau dilihat seperti itu"


"Aku akan menutup mata"


"Huh...mau ngapain nih orang,di kamar mandi aja aku ditungguin"


"Sayang..kamu balik kanan ya.Jangan menghadap padaku."


"Baiklah, yang penting aku mau menungguimu di sini "


Terkadang aku kesal dengan sikap Zen yang seperti itu.


Aku yang sudah tak tahan segera mengeluarkan apa yang sejak tadi ku tahan.


"Ah.... rasanya lega"


"Sudah sayang, aku balik kanan nih"


"Sudah sayang..."


Zen menggendongku lagi ke kamar tidur.Ternyata di luar sudah ada Robert.


"Hai Robert,sejak kapan kau ada di sini"


"Sejak anda menggendong nyonya Cinta ke kamar mandi."


"Kamu membawa apa"


"Saya bawa sarapan untuk tuan"


"Kebetulan aku sudah lapar"


"Apa yang kamu bawa Robert?"tanyaku.


"Saya hanya membawa nasi pecel nyonya"


"Apa kamu juga lapar sayang..."


"Iya sayang...."


"Ya sudah,kita sebungkus berdua ya.Aku akan menyuapimu"


Zen membuka bungkusan nasi pecelnya,dan mulai menyuapiku.Baru makan tiga suap,aku merasa mual-mual.


"Sayang sudah, perutku mual"


"Mau muntah sayang"


"Iya"


Zen segera menggendongku ke kamar mandi.


"Huwekkk.....huwekkk...."apa yang barusan ku makan keluar lagi.Zen memijat tengkukku.

__ADS_1


"Sayang.. kalau punya anak hanya menyiksamu,lebih baik aku tidak punya anak saja"


"Jangan bicara seperti itu sayang,aku tidak apa-apa kok"ucapku.


"Apanya yang tidak apa-apa,kamu tidak bisa makan apapun.Semua yang kau makan selalu keluar lagi"


"Aku ikhlas sayang,aku menikmati semua ini"


Zen menggendongku kembali ke tempat tidur.


"Sayang...makan lagi ya"


"Tidak...aku tidak mau muntah lagi.Kamu saja yang makan.Aku mau tidur lagi saja.Semoga saja lebih baik setelah aku bangun tidur"aku memaksakan diriku untuk tidur.


"Kalau begini terus, bisa-bisa dia mati kalau tidak mau makan"


"Tidak akan tuan, tidak ada ceritanya perempuan hamil mati karena tidak mau makan dan muntah-muntah "


"Kamu tidak merasakan punya istri, awas saja istrimu akan lebih parah kalau hamil"


"Ih...sukanya nyumpahin orang "cibir Robert.


"Sssttt.... jangan bicara, istriku mau tidur lagi "


Zen meneruskan sarapannya.Dia melihat istrinya sudah bisa tertidur dengan lelap.


"Robert, sebaiknya kita duduk di depan saja, aku tidak mau istriku terganggu "


Robert mengikuti saja kata -kata boss nya.


Mereka duduk di depan kamar Cinta yang sedang dirawat.


"Robert,hari ini aku tidak ke kantor,nanti jika ada berkas-berkas yang perlu aku tanda tangani bawa kesini saja.Tolong ambilkan laptopku di rumah ya...dan suruh mbok Ijah membawakan baju ganti untukku dan untuk Cinta"


"Baik tuan"


"Pertemuan hari ini di handle saja"


"Baik, saya akan segera kemari lagi setelah melihat-lihat kantor"


"Jangan lama-lama ya Robert"


"Siap tuan "Robert segera pergi dari rumah sakit.


Zen kembali masuk ke kamar Cinta.


"Sayang... maaf aku membuatmu menderita seperti ini"


Tiba-tiba telfon Zen berdering.Ayah menelfonnya.


"Hallo Zen"


"Hallo ayah?"


"Bagaimana kabar pengantin baru ini"


"Baik-baik saja ayah,ayah dimana sekarang "


"Ayah sedang menuju rumah.Ayah senang ayah akan bertemu dengan menantu ayah"


'Emhh..."


"Ada apa Zen?"


"Apa orang rumah tidak ada yang memberitahu ayah, kalau kami sudah tidak tinggal di sana lagi"


"Maksudmu"


"Kami tinggal di rumah baru kami ayah,kami sudah tidak tinggal di rumah ayah"


"Tidak ada yang bercerita padaku.Sekarang kamu dimana?'


"Emh...."Zen ragu-ragu untuk memberi tahu ayah.


"Kamu dimana Zen,aku akan langsung menuju ke sana.Orang rumah tidak ada yang tau kalau ayah pulang hari ini.Ayah tidak minta jemput orang rumah kok,ayah dijemput teman ayah"


"Tolong jangan bilang pada orang rumah ayah, sekarang aku ada di rumah sakit XXX.Nanti kalau ayah kemari,aku akan menceritakannya."


"Siapa yang sakit Zen?"


"Menantu ayah "


"Ya sudah, ceritanya nanti saja di sana,ayah akan segera kesana"

__ADS_1


Ayah menutup telfonnya.


"Frans, ayo kita pergi ke rumah sakit XXX, segera ya"


"Kau tidak pulang ke rumah dulu"


"Tidak,ada urusan yang harus aku urus lebih dulu"


"Okey"Frans membalikkan mobilnya, karena jalan ke rumah sakit berbalik arah dengan rumah ayah Zen.


Beberapa menit kemudian ayah Zen sudah sampai di rumah sakit.


"Terima kasih Frans, koperku bawa kamu dulu,nanti aku akan mengambilnya ke rumahmu"


"Oke Wijaya"Frans kembali ke rumahnya.


Telfon Zen berdering..


"Hallo.. ayah"


"Aku sudah sampai,kamu dimana"


"Kami di ruang VVIP nomer 1"


"Oke,ayah kesana"


Pak Wijaya segera menuju kesana.Dia sudah hafal letak semua kamar di sana, karena dia pemiliknya.


Kriet....pintu terbuka.


"Zen??"


"Ayah.."


"Sebaiknya kita duduk di sofa itu ayah"


Ayah masuk dan duduk di sofa bersama Zen.


"Istrimu sakit apa nak"


"Dia hamil yah"


"Hamil.... kalau begitu aku akan punya cucu"pak Wijaya begitu senang.


"Iya ayah,"


"Tok cer kamu Zen"


"Apaan sih ayah"


"Hei nak, kenapa kamu tidak tinggal bersama ibumu"


"Aku tidak mau istriku menderita di sana yah"


"Maksudmu"


"Sejak tinggal di sana,ibu selalu menyiksa istriku.


Dia menyuruh istriku melakukan pekerjaan berat, sampai ibu melakukan yang menurutku sangat keterlaluan yah"


"Apa itu"


"Ibu menyuruh seseorang untuk memperkosa istriku yah"


"Apa???Apa ibumu sudah gila,sampai dia berbuat seperti itu"


"Terserah ayah,mau percaya atau tidak.Nanti kalau ayah pulang, tanyakan saja pada bik Imah,dia tau segalanya."


"Ibumu sungguh keterlaluan,aku akan memberinya pelajaran "


"Terserah ayah saja, tapi aku mohon, rahasiakan kehamilan istriku.Aku tidak mau terjadi apa-apa pada istri dan anakku yah"


"Kasihan istrimu Zen, apa salah dia sampai ibumu memperlakukannya seperti itu"


"Entahlah ayah, bagaimanapun istriku berusaha mengambil hatinya,ibu tak pernah membuka hatinya untuk istriku"


"Keputusanmu untuk pindah dari rumah itu sudah benar nak,jaga baik-baik anak istrimu"


"Pasti ayah"


"Aku ingin menemui Cinta, tapi dia masih tidur.Ayah akan menunggunya di sini saja"


To Be Continue....

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian di sini ya readers....


Thanks A lot of....😘😘😘😘


__ADS_2