
Di sebuah rumah mungil terlihat seorang wanita cantik yang sedang bercocok tanam di sebelah rumahnya.
Wanita itu bernyanyi sambil menyirami tanaman-tanamannya dengan riang gembira.
"Non...sayurnya siap dipanen itu sepertinya" sapa seorang tetangga pada wanita itu.
" Monggo bu kalau mau, silahkan petik sendiri dari pohonnya"
" Beneran non..??"
" Bener bu,monggo.. silahkan masuk" wanita itu membukakan pintu pagar rumahnya yang terbuat dari bambu.
"Alhamdulillah..asyik..
bisa hemat belanja ini"
" Hehehe ..bisa aja bu Nur ini"
Bu Nur memasuki rumah wanita itu.
" Segar segar semua sayur mayurnya,apa boleh saya ambil semua non"
" Silahkan ambil yang ibu mau"
" Beneran non"
" Silahkan bu" ucap wanita itu sambil tersenyum
Bu Nur segera memenuhi isi keranjang belanjaannau dengan aneka sayur mayur
" Non..suami non kemana?Bu Nur lama gak melihatnya datang ke sini " tanya Bu Nur sambil memetik sayur mayur
" Dia lagi sibuk di kota bu, mungkin pekerjaannya banyak,jadi gak bisa ke sini"
" Sepertinya suami non memang jarang pulang "
" Dia cari uang buat saya Bu hehe"
" Kenapa gak cari yang dekat aja non "
" Maunya gitu bu,tapi yang dekat gak ada yang bisa buat aku jatuh cinta bu"
" Bisa aja non ini'
Keranjang Bu Nur sudah penuh dengan sayur mayur.Dia berpamitan pergi dari sana.
" Terima kasih ya non sayurnya,ini bisa menghemat uang belanja saya hihi..."
" Sama-sama Bu Nur"
" Saya pulang dulu non "
" Iya bu, terima kasih sudah mampir "
" Tidak usah terima kasih,saya yang terima kasih sama non Cinta"
Bu Nur pulang dengan hati yang senang karena bisa menghemat uang belanjanya beberapa hari ke depan.
" Berkebunku sudah selesai, aku mau mandi dulu"
ucap Cinta pada dirinya sendiri
Cinta masuk ke dalam rumah dan menutup pintu pagarnya.
Ketika asyik mandi, masuklah seorang laki-laki yang berperawakan tinggi besar dan tampan.
" Cinta...kamu dimana?"
" Aku masih mandi, tunggu sebentar ya ..!" jawab Cinta
" Baiklah"
__ADS_1
Laki-laki itu duduk sambil melihat-lihat handphonenya.
"kriekkk....."
Pintu kamar mandi terbuka dan Cinta celingukan melihat ke ruang tamu.
" Tidak ada orang,mungkin dia sedang di luar rumah "
Cinta dengan berlari-lari kecil keluar dari kamar mandi melewati dapur.
Dan tiba-tiba dia menabrak seseorang.
" Makanya kalau jalan jangan menunduk "
Cinta mendongakkan kepalanya dan ternyata Edo ada di depannya.
"Kenapa kamu ada di dapur?"
" Aku tadi haus,jadi aku ingin ambil minum" Edo menelan salivanya karena melihat Cinta yang memakai handuk sebatas lutut dan memperlihatkan sedikit celah dua bukitnya.
" Lihat apa kamu..?" ucap Cinta sambil berlari ke kamarnya.
" Huft....untung saja jantungku tidak copot.Bikin deg deg an saja dekat dengannya.
Cinta segera memakai bajunya dan bermake-up.
Sementara Edo tidak bisa melupakan pemandangan yang dilihat sebelumnya.
" Ternyata kulitnya putih dan halus.Aku tak pernah melihat dia dengan tampilan seperti tadi.Dia selalu memakai baju tertutupnya"
Flash Back...
"Uang tabunganku sudah habis,aku harus kerja untuk menghidupi kedua adekku yang masih sekolah " ucap Cinta di dalam kamarnya.
Tok tok tok....
Terdengar suara pintu kamar diketuk dari luar.
"Siapa..?" ucap Cinta
" Oh ..masuk saja"
Rizal masuk ke kamar Cinta.
" Kak,ada orang yang mencarimu di depan"
"Siapa?'
" Tidak tahu,katanya dia temanmu "
" Ayo kita ke depan "
Mereka berdua ke ruang tamu dan menemui seorang laki-laki yang tengah duduk manis di sana.
" Rico..."
" Cinta..." dia menjawab sambil menoleh
" Ada apa gerangan yang membawamu mampir kesini "
" Siapa dia kak?"
" Dia teman sekolahku.Pergilah ke belakang Zal,aku mau bicara dengan dia"
"Iya kak .."jawab Rizal
Rizal berjalan ke belakang dan masuk ke kamarnya.
" Rico, kamu benar mau ngasih aku kerjaan"
"Ya bener lah"
__ADS_1
"Kerja apa?"
"Kerja di cafe Cin, gajinya lumayan besar.Selain gaji nanti akan ada uang tips ,uang transport dan uang lembur "
"Wuih beneran tuh Co"
", Bener lah Cin.Sudah banyak kok yang aku carikan kerjaan di kota dan berhasil "
"Oke dah,aku ikut kamu "
" Oke!! Nanti malam kita berangkat"
" Apa kita harus berangkat malam ini juga Co?"
" Tiket pesawatnya hari ini"
" Emangnya jauh ya Co,kok naik pesawat "
" Gak jauh sih...cuma menghemat waktu aja"
" Aku masih harus berpamitan pada adik-adikku dulu Co"
" Oke oke !! Nanti malam aku tunggu ya!"
" Iya Co"
Rico pergi meninggalkan rumah Cinta dengan senyuman yang misterius.
Cinta menutup pintu dan memanggil kedua adiknya.
" Adik-adikku,kalian berdua ayo kumpul di ruang depan, kakak mau ngomong sesuatu pada kalian." panggil Cinta sambil berdiri di pintu kamar adiknya.
" Baik kak" mereka menjawab sembari bangun dari tidurnya.
Mereka bertiga sudsh duduk bersama di ruang depan.
" Karena kalian berdua sudah di sini,kakak mau bilang sesuatu."
" Ada apa kak?"
* Nanti malam kakak mau pergi ke luar kota bersama teman kakak yang tadi ke sini"
" Memangnya kakak mau kemana? Pasti kakak mau cari kerja kan,untuk biaya sekolah kami, benar kan"
" Enggak kok, kakak cuma mau ke luar kota saja "
" Kak,gak usah bohong lagi.Aku tahu kalau uang kakak sudah habis untuk membayar hutang pada rentenir itu kan.Dan kakak mau bekerja untuk biaya sekolah kami.Lebih baik kami berhenti sekolah daripada kakak harus kerja di luar kota"
wajah mereka masam.
" Zal... dengar dulu.Sekolahmu kan hanya kurang 6 bulan lagi lulus SMA.Tapi kakak ingin kamu kuliah,agar kamu bisa mengangkat derajat keluarga kita"
" Tapi daripada kakak menderita, aku tak mau kuliah kak."
" Rizal.. jangan keras kepala.Kakak tidak apa-apa kok.Doakan saja kakak bisa sukses di sana"
" Tidak... lebih baik aku berhenti sekolah dan membantu kakak untuk mencari uang "
" Dengarkan!!! Kakak tidak mau tahu, pokoknya kalian berdua harus kuliah,baru kemudian mencari kerja "
" Tapi kak...."ucap mereka berdua.
Cinta membelai kepala kedua adiknya.
" Kalian berdua harus nurut kata kakak ya, aku yakin kalian akan jadi orang sukses.Aku tidak mau hidup kalian seperti kakak.Yang sering dihina hanya karena tidak memiliki pendidikan tinggi.Percayalah!! Kakak akan baik-baik saja di sana "ucap Cinta menenangkan hati adik-adiknya.
" Kalau memang kakak bersikukuh untuk pergi, baiklah! Tapi kakak harus hati-hati di sana,dan kami akan rajin belajar di sini, agar tidak mengecewakan kakak "
Mereka bertiga berpelukan sambil menangis.
..."Semoga ke depannya, keluarga kita tidak akan diremehkan lagi oleh orang lain " ucap Cinta pada adik-adiknya....
__ADS_1
To Be Continue...
" Kamu benar mau kerja padaku nona cantik " ucap seorang wanita pada Cinta.