
Keesokan paginya di rumah Cinta..
Cinta yang sedang membantu ibu di dapur berkata ke ibu kalau pagi ini anak Bu Ani mau ke rumah untuk memesan kue.
"Kenapa tidak langsung lewat telfon saja Cin"ucap ibu
"Tidak tahu Bu"ucap Cinta
Ibu merasa ada yang janggal, kenapa Edo tidak lgsg menyebutkan apa yang dia pesan lewat telfon, kenapa repot repot kesini.Jangan jangan dia hanya mau ketemu Cinta.Tapi ibu menepis pikiran itu.Dia berpikir mungkin instingnya salah.
*Pada kenyataannya insting ibu benar...
"Ibu "ucap Cinta
",Ada apa Nak"ucap ibu sambil masak
"Kak Zen juga akan kesini untuk berpamitan pagi ini"ucap Cinta
Ibu terkejut mendengar nya
"Pamit kemana Cin?tanya Ibu
"Mau keluar kota katanya Bu,ada urusan mendesak disana"jawab Cinta
"Semoga saja urusannya itu segera terselesaikan Cin.Ibu khawatir karena pernikahan kalian sudah dekat.Semoga saja tidak terjadi apa apa sampai hari yang telah diputuskan"ucap ibu sambil berdoa
"Aamiin"ucao Ibu dan Cinta bersamaan.
tok...tok..tok...
"Mungkin itu kak Zen Bu,Cinta akan membuka pintu"
Tak lupa Cinta segera mencuci tangan nya dan berjalan ke pintu depan dengan gembira.
Ketika membuka pintu, ternyata bukan kak Zen yang datang,tapi Edo.
"Assalamualaikum.."Ucap Edo
"Waalaikumsalam,mari masuk kak"ucap Cinta
Edo masuk dan tersenyum sendiri, karena wajah Cinta belepotan tepung.Cinta berjalan di depan Edo karena akan memanggil Ibu.
"Cinta..iya kak Edo"jawab Cinta membalikkan badannya pada Edo.
Edo segera membersihkan tepung yang ada di wajah Cinta bersamaan dengan Zen yang tiba tiba tiba datang.
"Assalamualaikum.."ucap Zen
Mereka berdua terkejut dengan kedatangan Zen,terutama Cinta.Dia takut Zen salah paham.
"Waalaikumsalam kak Zen"jawab Cinta terbata bata
Zen terkejut melihat kejadian itu.
"Apaan sih nih cowok pegang pegang milik orang.
ucap Zen dalam hati.
Zen segera memegang tangan Cinta dan masuk ke dapur untuk menemui Ibu.Sedangkan Edo langsung duduk di ruang tamu.
__ADS_1
"lembut juga pipimu Cinta.
Rasanya aku tak mau mencuci tangan ku ini.Agar terus bisa merasakan lembutnya wajah mu.Edo berkata sambil memandangi tangan yang tadi memegang wajah Cinta.
Meskipun aku tahu sekarang kau bukan milikku, tapi suatu saat aku akan membuat mu jadi milikku"Ucap Edo dalam hatinya
Zen langsung ke dapur menemui ibu sambil menggandeng tangan Cinta dengan erat.
"kak Zen pasti sudah salah paham tentang tadi"ucap Cinta dalam hati
"Assalamualaikum Ibu"ucap Zen sambil mencium tangan calon ibu mertuanya
"Waalaikumsalam Nak Zen,waduh.. ngapain sampai masuk ke dapur Nak Zen"ucap ibu
",Habisnya di depan ada tamu pengganggu Bu,jadi Zen langsung ke belakang saja menemui ibu"
"Memang nya ada siapa Cin"ujar ibu berbisik bisik pada Cinta.
"Kak Edo Bu"jawab Cinta
"Hah..apa?jadi mereka datang bersamaan Cin"
", Tidak bersama sebenarnya Bu,hanya selisih beberapa menit saja"
Ibu menepuk jidat,dan dilihat oleh Zen
"Kenapa ibu menepuk jidat Bu'*tanya Zen
"oh...ada nyamuk Nak.Ayo ke depan Nak, jangan duduk di dapur"ujar ibu menutupi
"Nak Edo.. sebentar ya..Saya akan bicara dengan Nak Zen dulu."Ucap ibu
"Bu,saya kesini mau pamit untuk keluar kota. nntik seminggu sebelum pernikahan saya akan menjemput Cinta utk fitting baju pengantin"ucap Zen
"Iya Nak...hati hati ya.. Semoga urusanmu cepat selesai dan kamu segera bisa konsentrasi dg persiapan pernikahan mu"ujar Ibu
"Zen titip Cinta ya Bu,agar dia aman dari pandangan orang lain"ucap Zen
"Iya Nak...ibu faham"ucap ibu sambil masuk ke rumah untuk menemui Edo,dan meninggalkan mereka berdua untuk saling bicara.
"Apaan sih kak,kok Cinta dititip titipin,kyk barang aja"ucap Cinta
"Kakak titip kamu ke ibu agar kamu tidak hilang diculik orang"ucap Zen
"Hemmm..apa lagi si kak.Gak usah punya pikiran aneh aneh deh kak.Cinta itu hanya untuk kakak,apapun kuberikan untuk kakak,asalkan kakak tak berkhianat padaku"ucap Cinta
Zen melirik jam tangannya,Zen harus segera pergi.
"Sayang....aku pergi dulu ya"ucap Zen dg berat hati.
"Iya kak..hati hati"ucap Cinta
Zen memeluk lama Cinta,dia mencium kening Cinta.
Setelah lama berpelukan,mereka akhirnya saling melepas.Cinta mengantar Zen sampai ke mobilnya.
"Cinta..pamitkan pada ibu ya.Maaf aku sudah terburu buru, takut ketinggalan pesawat"ucap Zen
"Iya kak.."Ucap Cinta sambil sedikit memasukkan wajahnya ke jendela mobil Zen
__ADS_1
"Kak...kesini sebentar.Ada sesuatu yang mau aku berikan"ucap Cinta
Zen mendekat kan wajahnya ke jendela.Cinta mencium bibir Zen,yang membuat kekasihnya itu terkejut.Cinta berlari menjauh dr mobil.
"Hati hati kak Zen, semoga semua segera selesai"ucap Cinta sambil melambaikan tangannya.
"Aku akan membalas perlakuan mu ini nanti kalau sudah bertemu lagi.."Teriak Zen dari dalam mobil.
Gadis itu memang penuh kejutan Dia selalu bisa membuat mood ku jadi lebih baik Dia menjilat bekas ciuman Cinta di bibirnya.
"Hemmm... manis,kamu memang semakin membuat ku penasaran Cinta"ucap Zen
Zen melajukan mobilnya ke bandara.
Cinta masuk ke dalam rumah.
Cinta... sini duduk,bantu ibu.untuk menghitung pesanan Nak Edo"ucap ibu
"Iya Bu"
Cinta duduk berhadapan dengan Edo.
Cinta menulis pesanan Edo dan menghitung total semua pesanannya.Edo tak henti hentinya memperhatikan Cinta.Dan ibu melihat apa yang dilakukan Edo pada anaknya.
"Insting ku seperti nya benar, Edo menyukai anakku"ucap ibu dalam hati.
"Cinta... buatkan kak Edo minuman, maaf sampai lupa Nak"ucap Ibu
"Iya Bu.."jawab Cinta sambil berdiri menuju dapur.
"Nak Edo. . boleh ibu bertanya?maaf kalau yang ibu tanyakan adalah hal pribadi"ucap ibu
"Boleh Bu.. silahkan"ucap Edo
Ibu tidak bertele tele dan langsung pada intinya.
"Apa Nak Edo menyukai Cinta"tanya Bu Hadi
Edo seketika terkejut dengan pertanyaan Bu Hadi.
"Nak...Cinta sudah akan menikah,ibu mohon jangan ganggu dia ya, berjanjilah pada ibu, kalau jodoh gak akan kemana, tapi ibu mohon sekali lagi, untuk kali ini jangan dekati dia karna tiga minggu lagi dia akan menikah."
Edo tertunduk lesu mendengar omongan ibu Cinta.
",Ibu tau dari cara kamu memandang Cinta Nak.Semoga Allah memberi jodoh yang lebih baik untukmu."ucap ibu sambil menepuk pundak Edo
Cinta keluar membawa minuman di nampan.
"Silahkan di minum kak"cinta
"Iya Cin, terimakasih."Edo begitu menikmati minuman yang disuguhkan Cinta untuk nya.Itu minuman terakhir buatan Cinta yang akan dia nikmati.Ucapan ibu tadi membuat Edo berjanji untuk tidak mendekati Cinta lagi
Setelah semua pesanan selesai dicatat, Edo berangkat ke kantornya dengan wajah lesu keluar dari rumah Cinta.
To Be Continue....
Jangan lupa like, koment and vote nya ya kakak readers
I love you All.....
__ADS_1
You are the best..