
"Sayang...makan saja ya.Ucapan ibu jangan kau pedulikan"ucap suamiku.
Aku melanjutkan makanku tanpa menghiraukan ucapan ibu mertuaku.Aku tidak ambil pusing masalah ibu, yang penting suamiku mempedulikanku.
Setelah makan aku membawa piring kotor dan gelas bekas makan semua anggota keluarga.Ternyata adek Zen juga akan tinggal di sana bersama suaminya.
"Sayang..biar bi Imah yang membersihkan"ucap Zen.
"Tidak apa apa sayang,aku ikhlas kok"aku tersenyum manis di depan suamiku.
"Tapi cukup di taruh di dapur saja,biarkan mereka yang mencucinya.Aku menunggumu di ruang tengah ya sayang"ucap Zen sambil berdiri menuju ruang tengah.
Zen membiarkan istrinya merapikan meja makan dan membawa semua piring ke dapur.
"Nona kok repot repot bawa semua piring ke dapur,biarkan kami yang merapikannya nona"ucap bi Imah.
"Tidak apa-apa bi, aku senang kok melakukannya.Tidak usah merasa tidak enak padaku"jawabku.
"Biarkan saya yang mencucinya nona,lebih baik nona berkumpul dengan tuan muda di ruang tengah.Tuan muda sudah menunggu"
"Biar saja dulu bi,aku akan membantumu mencuci semua piring ini"ucapku.
Bi Imah melihat Zen berjalan ke dapur.
Zen mengisyaratkan bi Imah untuk pergi.Aku tak sadar dengan itu semua.Tiba tiba suamiku datang dan memelukku dari belakang.Dia mencium tengkukku dan berucap..
"Sayang.... sampai kapan aku disuruh menunggu dirimu.Biarkan pembantu yang mengerjakannya sayang ku .."Dia menciumi wajahku dari belakang dan menggigit telingaku.
"Aw... sakit sayang"ucapku
"Salah sendiri kamu gak datang datang"ucapnya.
Dia membalikkan badanku,membuka celemek yang aku pakai dan menggandeng tanganku untuk bersama di ruang tengah.
Di sana sudah ada ayah dan ibu yang duduk.
"Kemarilah nak.."ucap ayah mertuaku.
Aku duduk berdampingan dengan suamiku di depan mereka.
"Ada apa ayah menyuruh kami ke sini"ucap Zen.
"Mulai besok ayah pensiun, jabatan tertinggi aku serahkan padamu Zen.Aku sudah lelah untuk bekerja.Aku ingin istirahat"
"Aku masih belum bulan madu ayah...!
"Emangnya mau bulan madu besok tah"
"Hehe..belum yah"
"Terserah padamu Zen,aku menyerahkan perusahaan padamu.Ayah ingin menikmati hari tua ayah.Ayah ingin bersama cucu cucu ayah.Kamu sudah ada Zen junior belum"
"Masihwon proses ayah..."
"Segera lah memiliki anak, jangan menunda nunda"ucap ayah
"Zen tidak menunda-nunda kok yah.Zen tancap terussss"
"Bagus..bagus anak ayah"
Aku merasa malu dengan ucapan suamiku.
"Sayang apaan sih,malu tau di depan ayah ngomong seperti itu"bisikku pada suamiku sambil kucubit pinggangnya.
"Aw..."ucapnya.
"Ada apa Zen.."tanya ayah
__ADS_1
"Di gigit semut sepertinya yah"
"Zen..perbaiki penampilan istrimu,jangan sampai dia kelihatan seperti orang miskin dan mempermalukan keluarga kita"ucap ibu.
"Istriku tidak malu maluin kok bu,dia utuh jiwa raga"Dia memutar mutarkan istrinya di depan ibunya
Ibunya hanya geleng-geleng kepala.
"Aku mau pergi ke kamar,aku mau sholat dulu yah"dia menggandeng tangan ku untuk pergi ke kamar.
Sampai di dalam kamar,dia mendudukkan ku di tepi tempat tidur sedangkan dia duduk di depanku.
"Sayang...maafkan perkataan ibuku tadi."dia menggenggam erat tangan ku.
"Sayangku..aku tidak apa apa kok.Aku sadar dimana posisi ku"
"Posisimu ada di sampingku sayang...menemaniku sampai akhir hayat"
"So sweet banget sih yayangku ini"ucapku sambil mencubit dua pipinya.
"Aku mencintaimu Cinta Andriana"
"Aku juga mencintaimu Zen Andrian Wijaya"
Mereka saling berciuman tanpa bosan.
...----------------...
Di rumah pak Bambang....
Orang tuaku sedang duduk di teras depan berbincang bincang dengan minum teh dan sepiring kue
"Pak.. bagaimana keadaan Cinta di sana ya pak"ucap ibu
"Doa kan saja agar dia selalu baik baik saja bu"
"Ibu Zen tidak setuju pak,aku takut Cinta menderita"
"Semoga saja pak"ucap ibu.
Ibu sudah khawatir dengan keadaan Cinta, padahal anak nya masih baru sehari di rumah mertuanya.
...----------------...
Kembali ke rumah Zen...
Zen mulai berkutat dengan laptopnya.Semenjak setelah isya sampai jam 12 malam.Aku tak bisa tidur menemani suamiku.Kopi yang ku buatkan sudah habis.
"Masih belum selesai kah sayang..apa tidak bisa di tunda besok pagi"
"Sebentar sayang... nanggung ini"
"Apa mau ku buatkan kopi lagi"
"Boleh... sedikit saja ya"
Untuk urusan menyediakan kopi,dia tidak mau minum buatan orang lain.Harus aku yang membuatnya.
Aku berjalan keluar kamar menuju dapur.Aku menghidupkan kompor untuk memasak air.
Tiba-tiba ada langkah seseorang berjalan menuju dapur.Aku asyik dengan membuat kopi.
Ada sosok laki laki mendekati dapur.
"Siapa dia, sepertinya ada seorang wanita di dapur"ucap sosok laki itu.
Aku membalikkan badan dan bertabrakan dengannya.Akhirnya kopi itu tumpah di baju tidurnya.
__ADS_1
"Waduh..panas...siapa kamu"ucapnya dengan marah karena terkena kopi panas.
"A..aku...istri Zen.Aku akan membersihkan bekas tumpahan kopi di bajumu"ucap ku terbata bata.
"Tidak usah,aku akan membersihkannya sendiri"ucap nya sombong.
Terpaksa aku membuat kopi lagi untuk suamiku.
Sedang laki laki tadi kembali ke kamarnya di lantai satu.
"Cantik juga wanita itu"ucap Deni yang sedang berada di kamar mandi membersihkan tumpahan kopi.Istrinya sedang tertidur lelap.Laki laki yang bertemu dengan Cinta tadi adalah Deni, suami dari adik suaminya.
Tak berapa lama,aku kembali ke kamar ku dengan secangkir kopi favorit suamiku.
"Sayang.. kenapa kamu lama sekali"ucap Zen.
"Maaf suamiku, tadi aku dikagetkan seorang laki-laki hingga kopi nya tumpah ke dia"ucapku sambil menaruh kopi di depannya .
"Siapa laki laki itu"Zen agak cemburu mendengar seorang laki laki.
"Entah..aku juga tidak kenal dengan dia"
Semenjak tadi aku datang,aku memang tidak melihat laki laki itu,jadi aku tidak tahu siapa dia.
'Dia masuk ke kamar bawah"ucapku.
"Dia Deni, suami fitri adekku"
"Oh .."ucapku melongo.
"Besok aku akan mengenalkan mu pada mereka"
"Siap sayang ku..."aku memeluk suamiku.
"Jangan menggodaku...."
"Masak peluk aja gak boleh"
"Boleh sayang...tapi jangan sampai membuat monster dalam gua terbangun"
"Ahhaah...monster gajah"
Zen menutup laptopnya dan menggelitiku.
",Semakin lama istriku ini pintar menggodaku"ucap suamiku.
Kami tertawa bersama di atas kasur.
"Sayang..habiskan kopinya dulu,baru kita tidur.Besok pagi hubby ku ini mulai bekerja ya"
"Kamu manggil aku apa sayang"
"Hubby"
"Aku senang dengan panggilan mu itu"dia menyeruput kopinya.
"Sayang...Deni itu sombong banget sih orangnya"
"Biarkan saja sayang...tak usah kau pedulikan dia Hanya aku yang boleh kau pedulikan di sini"ucap suamiku sambil memelukku.
Dia menghabiskan kopi nya dan kami berangkat tidur.Tak lupa kami sikat gigi dan mencuci kaki.
Malam itu kami tidur berpelukan tanpa terjadi apa apa,karena.memang haidku belum selesai.
To Be Continue...
Terima kasih banyak untuk yang masih setia dengan ceritaku...
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan like,vote and koment ya..
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹