Menantu Yang Tak Diinginkan

Menantu Yang Tak Diinginkan
#Bab 66 : Robert dan Heru


__ADS_3

Jam 9 pagi Robert datang membawa pesanan Zen.


"Ini baju dan laptopnya tuan"


"Terima kasih Robert"


"Bagaimana kantor?"


"Aman tuan"


Robert duduk di sofa.Aku menggeliat terbangun dari tidurku.


"Sayang.... kamu dimana"ucapku.


"Tuan, nyonya bangun"


Zen segera mendekatiku.


"Aku di sini sayang "


"Kamu jangan jauh-jauh dariku,aku selalu ingin dekat denganmu"aku memeluk suamiku.


"Mimpi apa istriku ini,jadi seperti ini"


"Aku tidak kemana-mana sayang,aku di sini bersamamu"


Zen membalas pelukanku.


Ceklek... pintu terbuka


Dokter Nana datang untuk memeriksaku.


"Ye elah... bumil gak mau jauh dari suaminya ya"goda dokter Nana.


"Dokter ganggu aja"ucapku.


"Lepas dulu pelukannya ya nyonya,aku mau periksa debay nya dulu"


"Istriku,lepas dulu ya...aku akan tetap di sini menemanimu"Zen melepas pelukannya dan duduk di sebelahku.


"Jangan ditinggal loh ya"


"Iya sayang...."


Aku melepas pelukanku, tapi tidak melepaskan tangannya dari tanganku.


"Tidak apa-apa kan dok, kalau hanya seperti ini"


"Tidak apa-apa nyonya,tapi tuan Zen agak geser kesana ya,agar saya bisa memeriksa istri anda"


"Iya dok"


Dokter Nana memulai pemeriksaannya.Dia memeriksa denyut nadiku dan juga perutku.


"Ada keluhan nyonya?"


"Masih mual dan muntah dok"


"Itu sudah biasa di trimester pertama"


"Apa dok,jadi istriku akan seperti ini sampai 3 bulan"


"Biasanya seperti itu tuan, tapi bawaan bayi bisa beda-beda tuan"


"Apa masih boleh anu- anu dok"


Dokter Nana tidak segera menjawab pertanyaan Zen.Dia masih berpikir hingga akhirnya dia paham apa yang dimaksud Zen.


"Boleh saja tuan, asalkan istri tuan tidak merasa sakit.Tapi sebaiknya jangan sering-sering tuan, takut mengganggu janinnya"


"Terima kasih dok"


"Di saat seperti ini,anakku masih memikirkan menyerang istrinya, dasar anak mesum"kata ayah dalam hati.


Tak lama dokter Heru juga datang.


"Bagaimana istrimu Zen?"


"Masih mual dan muntah,bahkan apa yang dia makan selalu dia muntahkan kembali"


"Sabar ya Zen, memang begitu bawaan orang hamil"


Heru berdiri dekat dengan Nana.


Robert yang melihat itu merasa cemburu.


"Huh...untuk apa dia dekat dekat pada calon istriku"ucap Robert dalam hati.


Dia langsung menerobos di tengah Nana dan Heru.


"Anda ingin makan apa nyonya"ucap Robert tiba-tiba.

__ADS_1


Aku paham dengan Robert.


"Sepertinya Robert ada perasaan pada Nana"


"Aku ingin makan buah apel Robert"


"Siap nyonya, saya akan membelikannya sebentar lagi "


Dia menyenggol Heru dan berbisik di telinganya.


"Jangan kau dekati calon istriku Heru"Robert pergi sambil berlalu.


"Sejak kapan Nana mau menikah dengan Robert "ucap Heru dalam hatinya.


Nana hanya diam saja,tak tahu apa yang mereka berdua bisikkan.


"Nyonya Cinta, saya pamit dulu.Jika tekanan darah anda sudah normal dan muntah-muntah anda sudah berkurang,maka nanti sore anda sudah boleh pulang."


"Baik dokter Nana, terima kasih "


"Panggil saja saya Nana, saya teman Heru "


"Baiklah, kalau begitu panggil saja aku Cinta.Tidak usah pake nyonya "


"Kita berteman mulai sekarang "kami berjabat tangan.


"Aku pergi dulu Cinta, semoga lekas sembuh "


'Terima kasih Nana"


"Aku juga pergi Zen, semoga istrimu lekas sehat.Tahan dulu anu-anunya,tunggu istrimu sehat"


Zen menjitak kepalaku.


"Aw.. sakit Zen"


"Makanya jangan sembarangan kalau ngomong "


"Enak aja loe jitak kepala orang "Heru mengelus -elus kepalanya.


"Salah sendiri kamu ngomong seenaknya"


"Ajari suami loe agar tidak seenaknya pada orang lain"Ucap Heru padaku.


"Aku akan mengajarinya Her"jawabku.


Heru pergi dan menutup pintu.Seketika itu aku menyadari kalau ada ayah di sana.


"Sejak tadi aku sudah di sini,kamu fokus dengan suamimu,ayah jadi tak terlihat di matamu"


"Maafkan aku ayah,aku tak bermaksud mengacuhkan ayah"aku mau menangis.


"Ayah hanya bercanda Cinta, jangan di ambil hati"ayah memelukku.


"Maafkan istri ayah ya nak,dia sudah menyiksamu selama ini"


"Tidak apa-apa ayah,aku sudah memaafkan ibu"


"Ehemm...ehem...."Zen berdehem.


Ayah segera melepas pelukannya pada Cinta.


"Ayah seneng banget sih peluk istri Zen"


"Ya Allah Zen...Zen...ayah sendiri kau cemburui,kujitak kepalamu nanti ya"


Ternyata hobi jitak kepala yang dilakukan Zen,turun dari kebiasaan ayahnya.


"Sudah-sudah ayah, Zen minta maaf!Ayah mau pulang atau masih mau pergi kemana "


'Entahlah,ayah mau diam di sini saja dulu,Ayah mau istirahat di sini"


"Tidurlah di bed yang satunya ayah,agar ayah lebih nyaman, jangan tidur di sofa"


"Bagus juga idemu nak"ucap ayah sambil berjalan ke bed yang satunya.


Ayah naik ke tempat tidur dan dengan cepatnya sudah terlelap.


"Sayang.... peluk lagi"ucapku.


"Kok manja banget ya istriku ini"


"Ya sudah kalau gak mau peluk"


"Iya sayang...aku peluk"Zen memelukku dengan sabar.


Aku memeluk pinggangnya karena dia berdiri di sampingku.


"Sayang...Robert mana?"


"Aku akan menelfonnya, tapi lepas dulu ya pelukannya!"

__ADS_1


Aku melepas pelukanku agar Zen bisa menelfon Robert.


Kringg... kring....kring....


"Telfon yang anda tuju sedang sibuk"terdengar jawaban dari ponsel Robert.


"Kemana nih orang"Zen mencoba berkali-kali namun jawabannya tetap sama.


"Robert sibuk sayang,aku akan mencarinya,kamu di sini bersama ayah dulu"


"Iya sayang"


"Ayah,aku titip istriku sebentar"


"Iya nak, pergilah"


Zen keluar dari kamar rawat istrinya untuk mencari Robert.


Di lobi Robert sedang menerima telfon,


"Apa maksudmu berkata seperti itu padaku Robert "


"Aku tak bermaksud apa-apa padamu "


"Kau tadi berbisik sesuatu kan di kamar Cinta"


"Terus..."


"Seenaknya saja kau bilang dia calon istrimu, memangnya kau sudah melamarnya,memangnya dia sudah menerima lamaranmu,aku saja yang sudah lama berteman dengannya tidak dia terima "


"Hahahaha....jadi kamu di tolak, berarti aku tak punya saingan dong"


"Dasar kau, jangan menertawakanku, belum tentu kamu juga diterima oleh dia"


"Lihat saja nanti Heru,aku pasti akan mendapatkannya"


"Jangan pede jadi orang, kalau dia tidak menerimamu bagaimana "


"Berarti nasibku tak jauh beda darimu hahahaha"


"Hahahah..ayo kita bersaing sehat,okey"


"Baiklah, kita lihat siapa yang bisa mendapatkan cinta Nana"


"Okey,deal"


"Robert......"panggil Zen.


Robert menutup telfonnya segera.


"Iya tuan,ada apa"


"Jadi kamu di sini mulai tadi"Zen menjewer telinga Robert.


"Lepaskan tuan,malu dilihat orang.Di sini banyak orang "


Zen melihat sekelilingnya.Benar kata Robert,semua mata tertuju pada mereka.


Zen melepaskan jewerannya pada Robert.


"Istriku sudah menunggu buah darimu,ayo segera kembali ke kamar "


"Iya tuan, maaf "Robert berjalan mengikuti Zen.


Tiba-tiba ada seorang perempuan menyeletuk pada Robert.


"Makanya jangan jadi anak nakal tuan, akhirnya dijewer tuh sama bapaknya "


"Hei cewek mungil,jangan coba mengolok-olok aku ya,nanti kamu akan tahu akibatnya "


"Emangnya aku mau diapakan om"


"Om katamu,aku masih muda dan belum menikah, jangan panggil om"


"Kalau gitu aku panggil kakek saja "


"Dasar bocah kecil "


"Robert... kamu akan terus melayani bocah kecil itu atau aku akan memotong gajimu jika tidak segera berjalan kembali "ucap Zen.


Robert mendengus kesal.


"Hari ini kamu beruntung bocah kecil, semoga saja aku tak pernah bertemu denganmu lagi"


"Aku juga tidak ingin bertemu dengan dirimu lagi om kakek"jawab perempuan kecil itu.


Robert meninggalkan perempuan kecil itu,dia tidak mau Zen memotong gajinya.


To Be Continue.....


Jangan lupa tinggalkan jejak ya kakak

__ADS_1


Terima kasih banyak 😘😘😘😘😘


__ADS_2