Menantu Yang Tak Diinginkan

Menantu Yang Tak Diinginkan
#Bab 32 : Malam Pertama part 2


__ADS_3

Zen membawa masuk makanan yang sudah di pesan.Dia menaruhnya di atas nakas.Cinta lupa mengambil handuk ketika masuk tadi.


"Waduh.. kenapa aku bisa lupa gak mengambil handuk tadi ya.Suamiku..bisa aku minta tolong ambilkan handuk"teriak Cinta dari dalam kamar mandi.


Zen yang mendengar panggilan Cinta merasa bahagia.Dia berjalan ke depan pintu kamar mandi.


"Ada apa sayang"


"Tolong ambilkan handuk ya sayang,tadi aku lupa!"


"Sebentar sayang"


Zen mengambil handuk yang sudah disediakan.Dia bukan mengambil satu handuk,tapi dua handuk.Sepertinya dia punya rencana pada istrinya yang berada dalam kamar mandi.


"Sayang.. buka pintunya"


Cinta menuju pintu kamar mandi dan membukanya.


Ceklek...


Bukan Cinta yang keluar tapi malah Zen yang masuk.Dia langsung menerkam istrinya yang sedang bertel*nj*ng tanpa sehelai busana.


Dia mencium kembali bibir istrinya, mendorongnya sampai di dekat bath up.


"Sayang..aku lapar"


"Sebentar saja sayang..kan tadi kamu sudah janji kalau aku boleh nambah"


Cinta akhirnya diam saja dan menikmati setiap sentuhan sentuhan suaminya.Apa yang dirasakannya sekarang beda dengan yang tadi.Ternyata dengan tempat berbeda,bisa merasakan sensasi yang berbeda.


"Kamu begitu wangi sayang.."ucap Zen sambil menyesap b**h dada istrinya.


Cinta mendesah dengan perlakuan Zen.Ada semacam rasa seperti aliran listrik di dirinya.


Zen menyerangnya dari segala arah.Dengan berbagai macam gaya.Seluruh sudut kamar mandi tak luput dari incarannya.


"Ah...."Zen melenguh keras, hasratnya telah selesai disalurkan untuk kedua kalinya.


Cinta sudah lemas karena Zen bermain 2 jam lamanya.


"Terimakasih sayang..."Zen mengecup kening Cinta.


"Sayang curang,aku belum keluar"ucap Cinta.


"Nanti ya sayang,aku akan keluarkan milikmu dua kali.Sekarang ayo kita makan dulu"


"Suamiku sangat perkasa,nanti masih mau lagi katanya.Padahal dia sudah bermain 2 kali dalam jangka waktu yang lama"ucap Cinta dalam hati


Mereka berdua keluar dari kamar mandi.Cinta dengan handuk kimono nya dan Zen bertelanjang dada dengan handuk yang hanya dililitkan saja di pinggang.


Mereka duduk berdua saling menyuapi.


"Sayang..buka mulutnya!aaa..."ucap Cinta pada Zen.


Zen membuka mulutnya dan Cinta menyuapinya.Mereka bergantian saling menyuapi.


Begitu seterusnya sampai makanan yang ada di piring mereka habis.


"Alhamdulillah..aku sudah kenyang sayang."ucap Cinta.


"Kalau begitu kita bisa mulai lagi dong"ucap Zen

__ADS_1


"Tunggu sebentar suamiku,ada yang ingin aku tanyakan.Siapa kamu sebenarnya?"


"Aku adalah suamimu"


"Aku tahu kalau kamu suamiku.Bukan itu yang aku tanyakan.Siapa kamu sebenarnya, aku melihat tamu kita tadi sepertinya dari kalangan menengah ke atas semua."


"Maafkan aku sayang,aku memang akan mengatakan padamu siapa aku sebenarnya di malam pengantin kita ini"ucap Zen sambil mencium kening istrinya.


"Apa yang ingin kau akui sayang?"


"Aku sebenarnya anak konglomerat terkaya nomer 5 di negara ini.Aku tidak mengenalkan siapa diriku sebenarnya karena aku takut kau tidak akan menerima cintaku yang tulus padamu.Aku takut kamu akan minder bersamaku"


"Pantesan ibu kak Zen tidak setuju padaku.Ternyata kalian orang kaya seambrek ya"


"Maksudmu?"


"Orang kaya yang uang nya banyak sayang.Mungkin ibu suamiku ini takut aku akan mengambil hartanya.Dan aku dianggap tidak pantas bersanding dengan suamiku yang kaya ini, karena aku hanya wanita miskin"Cinta mencubit mesra pipi suaminya.


"Aku tau kamu sayang,kamu bukan wanita seperti itu,makanya aku memilihmu untuk jadi istriku.Banyak wanita cantik di luar sana yang menawarkan dirinya untuk jadi istriku,bahkan ada yang mau memberikan tubuhnya secara sukarela padaku karena mereka tau siapa aku Mereka hanya mau hartaku"


Cinta menopang dagunya di depan Zen yang bercerita panjang lebar.Ekspresi wajah Cinta membuat Zen gemas memandangnya.


Dengan tubuh yang masih bertelanjang dada,dia kembali menyerang istri polosnya itu.Dia mencium bibir istrinya dengan rakus dan memulai pergumulan panas mereka untuk yang ketiga kalinya.Ac yang begitu dingin tidak mempan dengan pergumulan mereka.Keringat membasahi mereka berdua.


Setelah beberapa jam mereka selesai dengan pergumulan panasnya.Mereka akhirnya tertidur karena kelelahan di bawah satu selimut dengan posisi kepala Cinta di dada suaminya.


Pagi menjelang, Cinta yang biasa bangun pagi terbangun dari tidurnya.Dia turun pelan pelan dari kasur karena takut membangun suaminya.Dia menuju kamar mandi untuk mandi besar dan sholat subuh.Ternyata Zen melihat Cinta yang terbangun, hanya dia membiarkannya turun dari kasur.Dia berancana akan menerkam istrinya lagi di kamar mandi.


Tok tok tok .


"Sayang.. bukain pintunya dong"ucap Zen


Cinta terkejut mendengar suara suaminya.


"Sebentar sayang..tunggu aku selesai.


"Aku sudah kebelet ini sayang..."ucap Zen.


"Sebentar lah sayang, nanggung ini"


Cinta terburu buru menyelesaikan mandinya.Dia memakai kimono mandi dan handuk di atas kepalanya.


Ceklek...pintu kamar mandi terbuka.


Cinta berdiri di pintu kamar mandi, tapi Zen mendorongnya kembali masuk ke kamar mandi.Cinta hampir jatuh karena dorongan suaminya.


"Aduh...mau apa kamu sayang"


"Aku mau lagi sayang"ucap Zen sambil mencium leher Cinta dan membuka handuk kimono milik Cinta.


"Sayang..."******* manja Cinta terdengar seksi di telinga Zen.


Cinta mulai terangsang dengan perlakuan suaminya yang begitu lembut.


"Ah...ah .. sayang"ucap Cinta.


Melihat istrinya yang sudah mulai menginginkan dirinya,Zen memulai penyatuan mereka di kamar mandi.******* ******* indah terdengar di dalam kamar mandi itu.


"Ayo sayang..."ucap Cinta.


Zen semakin mempercepat ritme nya.

__ADS_1


"Cinta..."


"Sayang..."


Mereka keluar bersamaan dan melenguh keras


"Terima kasih sayang,kamu memang istri terbaik"ucap Zen sambil mencium Cinta.


"Ayo segera mandi sayang,udah hampir subuh ini"ucap Cinta.


Mereka mandi bersama untuk pertama kalinya.


"Aku gosokkan punggungnya ya sayang"ucap Zen


"Gak usah dulu suamiku.Nanti kelamaan mandinya, lain kali saja, keburu subuhnya habis nanti"


"Aku tunggu lain kali itu sayang"ucap Zen sambil membelai rambut istrinya.


Mereka segera menyelesaikan ritual mandi mereka.


"Sayang.. aku tidak membawa baju"ucap Cinta


"Bukalah lemari itu sayang..di sana ada baju"


Cinta membuka dan memakai salah satu baju yang cocok dengannya.


"Baju ini pas di tubuhku"Cinta sambil melihat dirinya di kaca.


"Sayang..siapa yang menyiapkan semua ini"ucap Cinta


"Aku menyuruh Robert kemarin."


"Ukurannya begitu pas untukku"


"Aku tahu semua tentang istriku,dari ukuran baju, sepatu, sampai ukuran dalam mu aku tahu sayang"ucap Zen sambil memajukan bibirnya untuk mencium istrinya.


Cinta menghindar dari Zen.


"Sayang..ayo sholat dulu"ucapnya sambil menutup bibir suaminya dengan mukenahnya.


"Baik sayang"ucap Zen kecewa tak bisa mencium istrinya.


Mereka menunaikan sholat subuh berjamaah.Zen mencium kening Cinta setelah selesai sholat,dan Cinta mencium tangan suaminya.


"Serasa indah dunia ini jika seperti ini"ucap Cinta dalam hati.


Setelah sholat Zen menyuruh Cinta untuk bersiap siap pulang.


"Sayang,ayo kita siap siap pulang"ucap Zen.Cinta berdiri dari tempat sholatnya dan memasukkan mukenahnya.


Zen menyuruh Cinta tapi yang Zen lakukan sebaliknya.


"Sayang... aku mau lagi"ucap Zen sambil memeluk Cinta dari belakang.


"Katanya mau pulang,kok masih mau nambah lagi"


"Sarapan sebelum pulang sayang..."


Zen membalikkan badan istrinya dan memulai lagi pergumulan panas di pagi hari.


To Be Continue

__ADS_1


Jangan lupa like, vote,and koment kakak kakak readers


Makasih


__ADS_2