
Cinta yang melihat suaminya sudah dipenuhi nafsu segera membuka kancing bajunya sendiri.Dia ingin memberikan yang terbaik untuk suaminya sebelum berpisah.
Bukan Zen yang memimpin permainan di ranjang,namun Cinta yang memimpinnya.
" Sayang...aku akan melayanimu sampai kau kewalahan" ucap Cinta
" Baik...aku akan mengikuti keinginanmu !" ucap Zen.
Entah apa yang terjadi dengan Cinta,hari itu dia bersikap tidak seperti biasanya.Hari itu dia begitu menggebu-gebu di ranjang.
Mereka bergumul lama dan akhirnya terkapar lemas setelah bermain beberapa ronde.
" Sayang...hari ini kamu lain,aku suka gayamu yang seperti ini" ucap Zen sambil mencium pucuk kepala istrinya.
" Benarkah mas! Entahlah mas,semua mengalir begitu saja" ucap Cinta.
" Sayang... kamu hati-hati di rumah ya.. jaga diri baik-baik"
" Iya mas.! Mas juga hati-hati di sana.Semoga masalahnya cepat selesai " ucap Cinta.
" Iya sayang..." ucap Zen
Zen segera beranjak ke kamar mandi dan membersihkan dirinya.Entahlah, hari itu dia merasa berat untuk meninggalkan istri tercintanya.
Tak lama,Zen sudah keluar dari kamar mandi dengan wajah segarnya.
Cinta beranjak dari ranjang dan pergi ke kamar mandi.
Zen memakai pakaian yang disiapkan oleh istrinya.
Cinta sudah selesai mandi dan menghampiri suaminya yang sedang bercermin di depan kaca.
Cinta memeluk suaminya.
" Sayang...kamu jangan lama-lama ya di luar kotanya.Aku takut.." ucap Cinta
Zen segera berbalik menghadap istrinya.
" Apa yang kamu takutkan sayang..." tanya Zen
" Aku takut kamu melirik wanita lain " ucap Cinta
" Tumben istriku berkata seperti ini " Zen memegang dagu istrinya dan menciuminya.
" Sayang... apapun yang terjadi aku tetaplah milikmu.Aku tidak akan mengkhianatimu " ucap Zen meyakinkan istrinya.
" Jangan pernah meninggalkan aku apapun yang terjadi ya mas,cintaku hanya untukmu mas" ucap Cinta
" Tumben istriku so sweet banget" goda Zen.
Tin tin... terdengar suara klakson mobil
" Sayang, Robert sudah datang.Aku harus segera pergi." Zen mengecup bibir istrinya dan pergi ke bawah diikuti Cinta yang membawa tas kerja suaminya.
" Sayang.. aku pergi dulu, kamu hati-hati di rumah.
Mbok,titip istri saya ya..." ucap Zen.
" Iya tuan.." ucap mbok Ijah.
Zen pergi meninggalkan Cinta dengan berat hati.Entahlah,hati Zen merasa tidak tenang meninggalkan istrinya sendirian.
" Hati-hati sayang...." Zen melambaikan tangannya pada istrinya.
Cinta membalas lambaian tangan suaminya.
Cinta mengantar sampai mobil Zen hilang dari pandangannya.
Cinta segera masuk ke rumahnya.
__ADS_1
Tak jauh dari rumah Zen ada mobil yang sedang mengintai rumah Cinta.
" Suaminya sudah pergi tuan" ucap laki-laki itu.
Tiba-tiba ada mobil lewat menuju rumah Zen.
Ternyata ibu yang datang ke rumah Zen.
" Hei, pak satpam ! Buka pintunya " ucap ibu.
" Maaf bu, kami tidak menerima tamu hari ini" ucap pak satpam.
" Aku ini ibu dari tuanmu,masak aku tidak boleh masuk juga"
" Maaf nyonya,tuan Zen tidak mengijinkan siapapun untuk masuk ke rumah ini selama tuan Zen pergi"
" Tapi aku ini bukan tamu,aku orang tuanya"
" Maaf bu,anda tidak bisa masuk." ucap satpam itu teguh dengan pendiriannya.
" Ya sudah kalau aku tidak boleh masuk " ucap ibu ketus sambil meninggalkan rumah Zen.
Ponsel pak satpam berbunyi, terlihat nomer Zen di sana.
"Hallo tuan,ada apa?"
" Kerja bagus pak, jangan pernah membolehkan siapapun masuk ke rumah itu, tidak terkecuali keluargaku" ucap Zen
"Siap tuan" jawab
" Aku tidak mau terjadi apa-apa pada istriku" ucap Zen.
" Iya tuan,siap" jawab pak satpam rumah Zen.
Pukul satu siang Zen dan Robert sudah sampai di kota tujuan.
" Apa yang terjadi pak?" tanya Zen
" Entahlah pak, tiba-tiba supplier menghentikan semua pasokan bahan" jawab kepala proyek.
" Siapa suplier kita?"
" Dia supplier besar pak.Kalau tidak salah namanya pak Satria pak"
" Satria....Anak dari pak Sulaiman pengusaha kaya itu"
" Tidak tahu saya pak,saya hanya tau namanya saja"
" Apa kau bisa menghubunginya sekarang.Aku ingin bertemu dengannya " ucap Zen
" Sebentar pak.."
Kepala proyek itu segera menghubungi suplier itu.
"Hallo Pak Satria..."
" Ada apa pak..?"
" Boss saya ada di sini,dia ingin bertemu dengan anda."
" Saya sedang berada di luar negeri pak, dua hari lagi saya pulang "
Zen merebut ponsel kepala proyek.
" Pak Satria،apa maksud anda dengan menghentikan pasokan material proyek saya ?"
" Lebih baik kita bicarakan dua hari lagi saja.Setelah saya pulang dari luar negeri" ucap Satria
" Saya tidak bisa menunggu lama tuan,jika anda memang akan menghentikan pasokannya.Saya akan mencari supplier lain " gertak Zen
__ADS_1
Satria sebenernya juga tidak mau kalau kerjasama ini sampai terputus, karena ini proyek besar.
" Saya akan pulang hari ini tuan, silahkan tunggu di sana.Saya landing jam 8 malam nanti.Saya akan langsung menuju tempat anda "
" Baik,saya akan menunggu anda.Jangan terlambat,kalau anda terlambat, saya akan mencari pemasok lainnya "
"Tenang saja tuan ،saya akan tepat waktu."
" Baik,saya tunggu anda"
Zen menutup ponselnya.
" Zen, memangnya kamu mau ganti pemasok siapa" "Aku hanya menggertaknya,aku sendiri tak punya info untuk pemasok yang lebih murah dari dia"
" Aku kira anda punya heheh" Robert meledek Zen
" Aku akan telfon istriku dulu, karena aku akan pulang malam" ucap Zen
Kring....kring....kring....
Tertera nama Zen di layar ponsel Cinta.
" Hallo.. Assalamualaikum mas.." jawab Cinta
" Waalaikumsalam sayang..." ucap Zen
" Sudah sampai ya mas "
" Sudah sayang,maaf aku lupa mengabarimu."
" Tidak apa-apa mas, yang penting mas sudah sampai dengan selamat di sana"
" Iya sayang.Nanti aku akan pulang malam sayang.Ada sedikit masalah di sini "
" Iya mas, tidak apa-apa" ucap Cinta.
" Hati-hati di rumah ya sayang..."
" Iya mas... Semoga masalahnya cepet selesai ya"
" Aamiin "
" Doaku selalu menyertaimu mas"
" Terima kasih sayang... emmuachhhhh..."
" Cium jauh untukmu juga mas" balas Cinta.
" Sudah ya sayang,aku tutup ponselnya dulu,aku mau mencari tempat singgah dan tempat makan dulu"
" Iya mas, hati-hati"
" Assalamualaikum..." ucap Zen
" Waalaikumsalam..." jawab Cinta
Mereka saling menutup telfonnya.
Cinta mendengar ada keributan di bawah sana.Dia keluar dari kamarnya dan menuju suara ribut di bawah sana.
Dia membuka pintu kamarnya, tiba-tiba seseorang memukul kepalanya dan Cinta pingsan.
Lelaki itu membopong Cinta ke dalam mobil.Satpam dan mbok Ijah terikat di kursi ruang tamu.
Mbok Ijah hanya diikat saja, sedang si satpam sudah babak belur karena melawan para penjahat.
Cinta sudah dibawa masuk ke dalam mobil dan dibawa ke suatu tempat.
To Be Continue
__ADS_1