
Setelah sholat berjamaah,ponsel Zen berdering.Ayahnya menelfon.
"Hallo, Assalamualaikum ayah"
"Waalaikumsalam..."
"Ada apa yah.."
"Nak, kapan kamu akan pulang kesini.Ayah sudah ingin beristirahat,ayah ingin kamu yang memimpin perusahaan."
"Aku masih belum membicarakan dengan istri ku yah"
"Setelah menikah kamu akan tinggal di sini kan"
"Iya yah"
"Bagaimana dengan Cinta, apakah dia mau tinggal di sini, ibumu seperti itu soalnya"
"Dia mau yah,dia akan berusaha meluluhkan hati ibu.Aku akan berjuang bersamanya"
"Baiklah,aku akan menunggu.Datanglah secepatnya"
Ayah menutup sambungan telfonnya.
Mereka menunggu sholat isya sambil berbincang bincang.
"Sayang...siapa yang menelfon"
"Ayah sayang"
"Apa katanya"
"Dia ingin aku segera pulang dan memimpin perusahaan"
"Bagaimana keputusanmu"
"Aku bilang,aku akan mendiskusikan denganmu.Ayah juga memintaku untuk tinggal bersama ibu.Bagaimana menurutmu"
"Aku ikut denganmu saja sayang.Aku tidak apa apa kok tinggal bersama ibu mu,aku akan mencoba mengambil hatinya"
"Kamu memang istriku yang sempurna"
"Tidak ada yang sempurna di dunia ini sayang, semua manusia punya kelebihan dan kekurangan"ucap Cinta.
Meskipun umur Cinta lebih muda, tapi dia bisa mengambil keputusan dengan bijak.
"Kapan rencananya kita akan pulang kesana?"
"Aku masih ingin di sini bersamamu sayang,aku masih ingin berdua denganmu.Kamu masih belum kenal siapa ibuku.Dia akan menghalalkan segala cara untuk mendapatkan keinginannya.Apa kamu siap dengan situasi seperti itu.Jika kamu tidak mau,tidak apa apa sayang.Kita akan tinggal di rumah kita sendiri"
"Maksudmu di rumah kita sendiri bagaimana"
"Aku punya rumah sendiri di kota ku.Aku memang menyiapkan untuk kita setelah menikah."
"Alhamdulillah ya Allah,suamiku begitu baik padaku.Tapi aku masih akan mencoba tinggal bersama ibu dulu sayang,jika aku sudah tak sanggup,maka kita akan tinggal di rumah kita sendiri"ucap Cinta.
"Semoga Allah mengijabah keinginan kita untuk bisa meluluhkan hati ibu ku"
"Aamiin ya Robbal Alamiin"sambut Cinta.
Adzan isya berkumandang.Mereka sholat berjamaah lagi.
__ADS_1
Setelah selesai Cinta mencium tangan Zen,dan Zen mencium kening Cinta.
"Terima kasih Tuhan,kau memberiku istri yang bisa membuat dekat denganMu lagi"ucap Zen lagi.
Sejak mengenal Cinta,dia bisa lebih dekat dengan penciptaNya.Zen sudah lama tak pernah menyentuh air wudhu dan mengingat kewajibannya.
Hal itu yang membuat dia jatuh cinta pada istrinya.
Ayah Zen pun setuju pada Cinta karena dia bisa membuat Zen menjadi orang yang dekat dengan Tuhannya.Tidak ada perempuan yang pernah dekat dengan Zen, yang mampu membuat anaknya menjadi seperti itu.Ketika Zen memajukan pernikahannya,ayah langsung setuju,dia pun tidak ingin Cinta menjadi menantu orang lain.
"Sayang....ayo kita tidur,aku merasa capek sekali"ucap Zen
", Sebentar sayang,aku akan ke kamar mandi dulu.", ucap Cinta sambil membawa bungkusan yang tadi dibelinya di mall.
Zen tidak memperhatikan Cinta.Tiba tiba Cinta keluar dari kamar mandi dan berdiri di tengah pintu memakai lingerie hitam yang tadi dibelinya di mall.
"Ehm ..ehm. sayang ..."ucap Cinta pada Zen.
Zen yang sedang duduk di kasur menoleh pada Cinta.Seketika itu jakunnya naik turun dan dia menelan salivanya.Istrinya itu selalu punya cara untuk menyenangkan dirinya di ranjang.
Melihat istrinya yang begitu seksi,dia menjadi tidak tahan.Zen bangun dan menggendong istrinya ke tempat tidur bak bridal style
"Jadi ini ya sayang yang kamu beli tadi di mall"
"Hehe .iya sayang.Aku ingin memberi kejutan."
"Kamu memang selalu bisa membuat ku selalu berhasrat dan puas"
Cinta direbahkan di tempat tidur oleh Zen.Sesuatu di bawah sana sudah mengeras dan dia sudah tidak tahan ingin melakukan penyatuan dengan istrinya.
Tiba tiba....
"Ada apa sayang,apa kamu tidak mau melayaniku setelah menggodaku"
"Sepertinya aku haid sayang"Cinta berlari menuju kamar mandi.
"What......???"Zen menjambak jambak rambutnya kesal karena harus menahan hasratnya.
Cinta keluar dari kamar mandi,
"Aku beneran haid sayang..maaf"
"Bagaimana dengan aku ini"
"Kemarilah sayang...aku akan membantumu menyelesaikannya "
"Beneran sayang"
"Iya... tapi setelah itu belikan aku pembalut"
"Baiklah"Zen iya iya saja dengan permintaan Cinta karena dia sangat ingin menyelesaikan hasratnya.
Zen menuju kamar mandi dan menyelesaikan hasratnya di bantu oleh Cinta.
Meskipun haid seorang perempuan tetap harus bisa melayani suaminya dengan cara lain.
"Terima kasih sayang"ucap Zen
"Sekarang giliran aku yang minta tolong"
"Apa sayang"
__ADS_1
", Bukankah aku tadi sudah bilang,belikan aku pembalut"
"Oke..siap.Mau merk apa"
"L*ur***, jangan merk lain ya,aku iritasi kalau yang lainnya"
"Siap sayangku"
"Jangan lama lama ya sayang,tolong juga ambilkan aku handuk itu sayang,bisa bisa aku mati kedinginan di kamar mandi menunggumu"Cinta menunjuk handuk kimononya.
Zen segera keluar dari kamar mandi dan memakai bajunya.Tak lupa dia memberikan handuk untuk istrinya.
", Aku pergi dulu ya sayang.."ucap Zen sambil keluar dari kamarnya.
Dia keluar dari apartemen dan mencari supermarket terdekat.Kebetulan di seberang hotel ada supermarket 24 jam.
Dia menyeberang dan masuk ke dalam supermarket.Dia langsung mengambil apa yang di pesan istrinya.Dia tahu tentang pembalut wanita karena dia selalu disuruh oleh kakak perempuannya ketika masih remaja.Dia tidak canggung membeli barang itu.Dia membeli selusin untuk istrinya.Dia menuju ke kasir untuk membayar belanjaannya.
Mbak penjaga supermarket hanya tersenyum melihat apa yang dibeli Zen.
"Mas tampan ini mau maunya beli pembalut untuk ceweknya.Kalau seperti ini saja dia mau, pasti dia memperlakukan ceweknya seperti ratu.Andai saja aku yang jadi ceweknya."penjaga itu melamun.
"Mbak...mbak... berapa semuanya"ucap Zen mengagetkan si kasir supermarket.
"Eh.. sebentar mas, masih saya total"panggilan Zen membuyarkan lamunannya.
"Totalnya 190 ribu mas"ucap si kasir.
Zen mengeluarkan 2 lembar uang ratusan.
"Kembaliannya ambil mbak saja"
"Terima kasih mas tampan.Lengkap bangettt sih kamu mas,udah tampan..baik lagi"ucap si kasir.
"Apa mbak"ucap Zen yang merasa mbak penjaga itu bicara padanya.
"Oh. tidak ada apa apa Mas"
"Oh. ya sudah kalau begitu"
Zen segera pergi meninggalkan supermarket.
Dia berjalan cepat ke apartemennya,dia takut istrinya kedinginan di kamar mandi.
Ceklek....Zen membuka pintu kamarnya.
"Sayang...ini pesananmu"
Cinta keluar dari kamar mandinya.
"Kenapa banyak sekali sayang..."ucap Cinta.
"Biar kamu gak bingung lagi kalau pas datang bulan.Segera kamu pakai sayang, terus kita istirahat "ucap Zen.
Cinta segera mengeksekusi dan memakainya.Dia ganti baju dengan baju tidur biasa.
Dia mendekati suaminya dan segera tidur.
Mereka tidur dengan berpelukan seperti lem.
To Be Continue....
__ADS_1