
Sementara di ruangan kantor Edo...
"Bram...mana hasil laporan yang kuminta"tanya Edo
Bram menyerahkan hasil pencariannya pada Edo.
Edo membuka berkas dan membacanya.
Cinta Andriana,umur 18tahun.Anak dari Hadi Siswoyo Seno dan Safitri Prihatiningsih.
Edo membaca berkas sampai selesai.
",Dia sudah mau menikah boss"Ucap Bram
"Dengan siapa"ucap Edo
"Zen Andrian Wijaya, anak dari Pak Bambang Wijaya teman ayah anda"ucap Bram
Edo mendengus kesal.
Kalah start aku,ucap Edo dalam hati sambil menjambak jambak rambutnya.
"Boss..apa anda baik baik saja"tanya Bram
Edo tertunduk lesu dan terdiam.
"Aku sudah kalah start Bram.."ucap Edo sambil tertunduk lesu.
Bram tidak pernah melihat boss nya seperti itu.
"Apa anda mencintainya"tanya Bram
"Aku mencintainya Bram,mulai dari pertama kali aku bertemu dengan nya"jawab Edo sambil senyum senyum sendiri.
"Boss..dia sudah jadi milik orang lain"kata Bram
"Belum Bram..dia masih belum menikah,bukankah mereka masih belum melaksanakan ijab Qobul.Bukankah..sebelum janur kuning melengkung dia masih milik umum"ucap Edo
Bram hanya menggeleng gelengkan kepalanya.
"Boss sudah gila"ucap Bram dalam hati
"Aku memang sudah gila Bram, aku tergila gila pada Cinta"ucap Edo
"Tiga Minggu lagi dia menikahn boss"ucap Bram
"Apa....tiga Minggu lagi"Edo kaget
"Iya boss,"Bram
"Pupus lah harapanku.."ucap Edo dalam hati.
"Jodoh,mati,rejeki itu rahasia Allah Bram,jika dia jodohku,suatu saat pasti akan bersatu"ucap Edo
Boss nya benar- benar sudah gila.Entah apa yang menarik dari Cinta Andriana itu,Dia juga gak cantik cantik amat, kaya juga enggak, pendidikan juga hanya SMA.Bram penasaran dengan Cinta.Apa yang membuat boss nya sampai tergila gila.Dia berniat menyelidiki Cinta diam- diam tanpa sepengetahuan boss nya nanti.
__ADS_1
Siapa sebenarnya si Bram????
Bram adalah sahabat Edo sejak SMA, sayang nya mereka berbeda nasib.Edo anak orang kaya.sedangkan Bram anak yang terlahir dari keluarga biasa biasa saja.Tapi Edo tak pernah membedakan bedakan teman dan tak pernah menyinggung latar belakang nya sama sekali.
Edo lah yang selalu membantu biaya dia sekolah sejak masuk SMA.Bram adalah anak yatim sejak dia berumur 8 tahun.Ibunya yang single parent harus membanting tulang untuk membiayai kehidupan mereka,dan ibu Bram tidak mau menikah lagi, karena baginya ayah Bram adalah cintainya sampai mati.Hingga akhirnya ketika Bram kelas 1 SMA semester akhir,ibunya terkena sakit jantung dan tiba tiba meninggal.Bram tidak punya keluarga dan kerabat lain.Edo mengajaknya tinggal di rumah nya dan membiayai sekolah Bram juga hingga mereka sama sama lulus kuliah.
Ketika Edo memegang perusahaan,Edo ingin dia jadi asistennya.Bram hanya mengikuti keinginan sahabat nya itu sebagai tanda terimakasih padanya yang sudah mau menanggung hidupnya.
udahan ya cerita si Bram nya..
Dengan penuh keyakinan Edo menghubungi Cinta, tentunya nomer itu didapat dr si Bram yg sdh mencari informasi.
"Assalamualaikum...!! ucap Cinta
Edo menutup ponselnya.Dia bingung harus bicara apa dengan Cinta.Jantungnya berdetak kencang mendengar suara Cinta.
Dia mencoba menelfon Cinta lagi.
Ini siapa sih kok telfon lagi, bukankah ini nomer yang tadi,ucap Cinta dalam hati.
Cinta ragu ragu untuk mengangkat nya, tapi akhirnya dia mengangkat ponselnya.
"Hallo.. Assalamualaikum.Ini siapa???"tanya Cinta
"Waalaikumsalam.. Bener ini nomernya Cinta"tanya Edo beralasan.
"Iya benar Kak..ini siapa ya..??ucap Cinta lagi.
"Aku Edo, Cinta...anak pak Ronald yang kamu pernah pesan kue ke kamu"ucap Edo
"Ronald suami Bu Ani kah,yang rumahnya di ujung jalan.Yang rumah nya paling besar Khan.!!.
""Benar Cinta..aku anaknya"jawab Edo
"Ada apa kak..."ucap Cinta
"anu Cin... mau pesen kue "kata Edo
"Mau pesan apa kak..??ucap Cinta
"Gak enak kalau ngomong lewat telfon,biar besok kakak ke rumahmu ya.. Boleh khan"ucap Edo
"Khan bisa lewat telfon kak pesennya"kata Cinta
"Tapi aku ingin langsung ke rumah mu Cin, biar bisa ketemu ibu dan lihat macem kue apa saja yang bisa ibu buat"ucap Edo
"Silahkan kalau memang maunya kakak begitu"ucap Cinta.
"Akhirnya...."ucap Edo
"Kenapa kak??"tanya Cinta
"Oh...enggak Cin.. akhirnya aku bisa menemukan tempat yang cocok dengan rasaku"ucap Edo
"Jadi kakak cocok dengan rasa kue buatan ibu ku yah kak"ucap Cinta
__ADS_1
"Emh...iya iya.Rasanya enak di lidah dan enak di jiwa"ucap Edo
"Ya sudah kalau begitu kak, besok Cinta tunggu.Assalammuaalilaikum"ucap Cinta sambil menutup telfonnya.Karena mulai tadi sepertinya ada panggilan masuk di ponsel Cinta dari Zen.Sedangkan Cinta merasa tak enak hati kalau tiba tiba memutuskan sambungan telfon Edo tadi
Di tempat lain,Zen merasa gelisah, karena telfon nya tak segera diangkat.Dan setiap Zen menelfon selalu jawabannya"maaf, telfon yg anda tuju sedang sibuk"
Sebenarnya kemana si Cinta,kenapa telfonku tidak di angkat angkat.Setelah berdiam beberapa lama akhirnya Cinta yang menelfon Zen.
Kriing... kringg... kring...
Ponsel Zen berbunyi dan tertera nama kekasihnya di layar ponselnya.Zen langsung meraih ponselnya dan menjawab nya
Hallo.. Assalamualaikum"ucap Zen
"Waalaikumsalam sayang ku,maaf ya mulai tadi ada telfon masuk mau pesan kue,jadi aku tidak bisa menerima telfon kekasihku yang sangat aku cintai ini"rayu Cinta.Dia menjelaskan dulu apa yang terjadi agar Zen tidak salah paham padanya.
"Iya sayang.."ucap Zen lega.Dia mengira Cinta sedang telfon dg laki laki lain.Dia begitu takut kehilangan calon istrinya itu.
"Sayang ada apa telfon"tanya Cinta
" Kok gitu amat sih...masak aku tidak boleh telfon calon istriku"ucap Zen
"Hehehe..ya boleh lah sayang..aku mencintaimu"ucap Cinta
"Aku juga mencintaimu sayang..Cin, sebenarnya aku mau berpamitan padamu.Aku akan pergi keluar kota untuk suatu urusan.Dan mungkin kita lama tidak bertemu Sampai hari pernikahan kita nanti.Apa kamu tidak apa apa???"ucap Zen
"Apa kita tidak fitting baju pengantin sayang"tanya Cinta
"Seminggu lagi nanti kita akan fitiing baju pengantinnya,nanti aku akan kembali kesini dan menjemputmu"ucap Zen
"Sebenarnya sayang ada urusan apa,hingga harus pergi ke luar kota"ucap Cinta sedih
"Jangan sedih ya sayang...entar cantiknya ilang lohhh!!!Aku ada urusan mendadak di luar kota sayang,setiap hari aku akan menelfonmu
Meskipun aku jauh darimu tapi rasa cintaku tak akan berkurang padamu.Sebenarnya aku juga tak bisa jauh jauh darimu sayang, tapi mau bagaimana lagi.Ini urusan mendesak"ucap Zen merasa bersalah pada Cinta karena harus meninggalkan nya ketika dekat di hari pernikahan
Cinta hanya terdiam dan tak berkata kata.
"Cinta sayang....jangan ngambek ya.. Besok sebelum berangkat kakak mampir dulu ke rumahmu."ucap Zen
Meskipun dengan berat hati,Cinta tetap harus membiarkan Zen pergi.
"Baiklah sayang, ku tunggu besok"ucap Cinta sambil menutup telfonnya.
*Sebenarnya apa urusan Zen?sampai dia mau meninggalkan Cinta.Ternyata ada masalah dengan usahanya.Orang yang dipercaya olehnya untuk mengelola usahanya di kota S, berkhianat dan pergi meninggalkan utang yang bertumpuk.
To Be Continue.
Terimakasih para readers yang masih setia dengan ceritaku
Tinggalkan like dan koment agar Author makin semangat update...
Jangan lupa vote juga..
Sekali lagi terimakasih banyak readers ku
__ADS_1
Hehehe*