
Sejam kemudian para penjahat sudah sampai di tempat yang mereka tuju.
Salah satu penjahat membopong Cinta ke suatu kamar yang sudah mereka siapkan.
" Dia cantik sekali ya bro...Jadi ingin mencicipinya" ucap salah satu penjahat
" Jangan cari masalah dengan boss,tugas kita hanya membawanya ke sini" ucap temannya
" Iya bro...paham aku" jawab penjahat itu.
Dia merebahkan Cinta di atas kasur king size di dalam kamar itu. Mereka mengikatnya di ranjang.
Cinta masih belum tersadar dari pingsannya sehingga mereka dengan mudah mengikatnya.
" Ayo kita biarkan dia di sini,tugas kita sudah selesai.Ayo kita pergi dari sini.Tinggal tunggu perintah selanjutnya" ucap pemimpin mereka.
Di kamar lain ada seorang laki-laki yang juga diculik oleh mereka.
" Siapa yang telah berani menculikku.Apa yang mereka rencanakan" tanya Deni.
Deni duduk termenung sendiri di kamar kosong dalam rumah itu.
Ada seseorang yang datang ke rumah itu.
" Bagaimana pekerjaan kalian.?"
" Sudah beres bos, mereka berdua sudah ada di sini.". jawab kepala penjahat
" Bagus,bagus... tidak rugi aku menyewa kalian" ucapnya.
" Kalau begitu kami pergi dulu boss"
" Tunggu dulu,masih ada satu lagi tugas untuk kalian"
" Kan kontraknya hanya sampai di sini boss pekerjaannya"
" Aku paham maksud kalian. Aku akan menambah uangnya.Nanti akan ku transfer ke kalian"
" Anda memang paham apa yang kami inginkan boss.Sekarang kami harus bagaimana? " tanya kepala penjahat
" Bius laki-laki itu, kemudian telanjangi dia,dan bawa ke kamar perempuan itu.Buat mereka seolah olah selesai bercinta "
" Baik boss,itu kerja mudah untuk kami " ucap mereka bertiga.
" Ayo kita ke kamar laki-laki itu" ucap kepala penjahat
" Ayo..." jawab temannya
Mereka segera masuk ke kamar Deni.
'' Apa mau kalian " kata Deni yang sedang terikat
" Diam saja kau, tidak usah memberontak ! "
Dua orang memegang Deni dan yang satunya membius Deni.
Beberapa menit kemudian dia sudah tidak sadarkan diri.
" Ayo kita lapor pada boss "
Mereka berjalan keluar dari kamar.
" Boss,dia sudah pingsan "
" Sekarang kalian lihat perempuan itu,dia sudah sadar apa belum.Kalau sudah sadar, segera kau bius lagi." ucap boss mereka.
" Baik boss " ucap mereka.
Mereka pergi melihat Cinta, ternyata Cinta sudah sadar dan sedang berusaha melepas ikatannya.
__ADS_1
" Hei, nyonya cantik... sudah bangun ya....?" ucap penjahat itu yang tiba-tiba muncul membuka pintu.
Cinta terkejut melihatnya.
" Siapa kalian,apa tujuan kalian menculikku ?" tanya Cinta bertubi-tubi.
Penjahat itu mendekati Cinta.
" Sabar nyonya, jangan terburu-buru! Nanti anda akan tahu maksud dari semua ini..hahaha...." ucap penjahat itu tertawa sambil membius Cinta kembali.
" Kalian...." Cinta semakin hilang kesadarannya dan pingsan kembali.
" Buka ikatannya..." kata yang menyuruh mereka.
" Siap boss !" ucap mereka.
" Setelah ini, angkat laki-laki yang berada di kamar lain itu kesini "
" Baik boss, laksanakan" ucap mereka sambil membuka tali milik Cinta.
Mereka beranjak pergi dan membawa Deni ke tempat Cinta.
" Berat banget nih orang,kita seret saja"
" Ayo kita angkat bertiga saja "
Mereka mengangkat Deni dan menidurkannya di sebelah Cinta.
" Terima kasih,kerja kalian cukup sampai sini.Selebihnya biar aku yang mengerjakannya"
" Baik nyonya" ucap mereka sambil pergi dari rumah itu.
" Kalian berdua akan hancur,hahahaha" Wanita ini tertawa girang.
Datang dua orang lagi untuk membantu si boss itu.
" Kalian sudah datang ?"
" Ayo segera kita eksekusi mereka berdua"
Mereka membuka baju Deni sampai Deni telanjang dada.
Mereka meletakkan kepala Cinta di lengan Deni dengan posisi tangan Cinta memeluk Deni.
" Segeralah foto mereka.." ucap salah seorang dari mereka.
Cekrek.... cekrek.... cekrek...
Terdengar dia memotret mereka berdua.
" Sudah selesai, sebaiknya kita pergi saja meninggalkan mereka"
" Bagaimana selanjutnya..." ucap Fitri
" Tunggu saja selanjutnya, sekarang kita tinggalkan saja mereka di sini dulu ahhahahahh.."
Dia berlalu meninggalkan mereka.
Dalam hati kecil Fitri, sebenarnya dia tidak rela jika suaminya bersentuhan dengan perempuan lain.Namun demi kesenangan ibunya,dia akhirnya mengikuti rencana ibunya.
" Maafkan aku mas, semoga setelah ini kau bisa bahagia dengan perempuan pilihanmu.Semoga kamu bahagia mas" Fitri pergi dengan hati yang tersayat.Meskipun dia sudah berselingkuh dari suaminya.Ternyata dia tidak rela melihat suaminya seranjang dengan perempuan lain.
" Ayo kita pergi Fit.." ucap Satria.
" Iya Sat ..." Fitri mengikuti Satria keluar dari kamar.
Satria kemudian mengunci pintu kamar itu.
Mereka berjalan keluar dari rumah itu.
__ADS_1
" Hei... jangan lupa kau beri mereka makan ya.Dua hari ini mereka akan tinggal di sini" ucap Satria.
" Baik tuan " ucap pak Samin penjaga rumah itu.
Fitri dan Satria pergi dari rumah itu.
" Fit, apa kau menyesali semua ini?" tanya Satria yang melihat Fitri murung.
" Eh.. tidak Sat.Aku melakukan semua ini dengan senang hati " ucap Fitri
Meskipun Fitri berucap senang, namun raut wajahnya tidak berkata seperti itu.
Satria tidak bertanya lagi.Dia tahu, meskipun dia sudah memiliki tubuh Fitri,namun Satria tidak bisa memiliki hati Fitri sepenuhnya.
" Aku akan mengantarmu pulang dulu,aku ada urusan yang harus aku selesaikan di luar kota " ucap Satria.
" Iya Sat.." ucap Fitri datar.
Satria melajukan kendaraannya dengan cepat menuju rumah Fitri.
Tidak ada percakapan selama perjalanan.
Satria menghentikan mobilnya.
" Fit,sudah sampai" ucap Satria
" Terima kasih Sat.." ucap Fitri sambil keluar dari dalam mobil tanpa menoleh pada Satria.
Fitri berlalu begitu saja masuk dalam rumah.
Satria segera pergi setelah yakin Fitri sudah masuk dalam rumahnya.
" Aku tahu Fit,kamu masih mencintai suamimu.Kau bahkan rela mengorbankan keperawananmu hanya untuk mendapatkannya.Tidak mungkin cintamu pudar begitu saja.Aku hanya bisa memiliki tubuhmu, tapi tidak dengan hatimu.Hatimu hanya milik Deni
Aku tahu itu." ucap Satria bicara sendiri.
Sedangkan di tempat Zen
Zen merasa gelisah.Robert yang melihat itu segera menyapa bossnya.
"Boss,tenang saja,tuan Satria akan segera datang.Dia sedang dalam perjalanan kemari " ucap Robert
" Bukan itu yang aku khawatirkan Robert,aku tak khawatir masalah ini.Tapi aku tidak tahu apa yang sedang aku cemaskan.Hanya saja hatiku merasa gelisah." ucap Zen
" Apa yang tuan pikirkan?"
" Entahlah Robert ! Aku juga tidak tahu" jawab Zen.
" Coba telfon nyonya Cinta tuan, barangkali terjadi apa-apa padanya"
" Benar juga kau Robert, tapi aku baru saja menelfonnya " sahut Zen
" Siapa tau saja tuan, namanya juga mencoba "
" Baiklah, tidak ada salahnya mencoba " ucap Zen.
Zen menelfon Cinta berkali-kali,namun tidak ada jawaban.
" Kemana kamu sayang.." ucap Zen resah
" Kenapa tuan " ucap Robert.
" Telfonku tidak diangkat Robert " ucap Zen.
" Coba telfon orang rumah tuan "
" Benar juga.Aku akan menelfon mbok Ijah " ucap Zen
To Be Continue
__ADS_1
" Terima kasih saya ucapkan untuk para readers yang masih setia dengan cerita novelku.
Semoga kalian banyak rejekinya dan sehat selalu...😘😘😘😍😍😍