Menantu Yang Tak Diinginkan

Menantu Yang Tak Diinginkan
#Bab 40 : Hari Pertama di Rumah Mertua


__ADS_3

Kami sampai di basement.


"Sayang...ayo naik"ucap suamiku.


Aku naik ke dalam mobil.Zen duduk di sebelahku.


"Ayo jalan Robert"ucap Zen.


Kami duduk dengan berpelukan.Kepalaku aku taruh di dadanya.


"Sayang...",ucap suamiku.


"Hemm"jawabku.


"Jangan pernah meninggalkanku apapun yang terjadi ya Apapun yang dibuat ibu nanti, tetaplah bertahan bersama ku"


"Aku tidak akan meninggalkanmu sayang,aku akan bertahan bersamamu jika kau masih mau bertahan bersamaku"


Mobil berhenti di depan rumahku.


"Sayang... kenapa berhenti di rumah ku"


"Kita akan berpamitan dengan orang tua mu dulu"Zen menggandengku untuk turun dari mobil.


Kami masuk ke rumahku.Di sana sudah ada ayah dan ibuku.


Aku berlari...


"Ibu....ayah"aku memeluk mereka.Aku kangen pada mereka.


"Ibu,ayah,"Zen mencium kedua tangan orang tua ku


"Ayo kita masuk dulu nak"ucap ayah pada Zen


Ternyata Zen sudah memberi tahu pada ayah bahwa kami akan pulang ke kota P.


"Kami mau berangkat ayah,ibu,doa kan kami selamat sampai rumah"ucap Zen .


"Kami selalu mendoakanmu,hati hati di jalan.Semoga kalian selalu bahagia.Cinta...apa kamu siap menghadapi segala sesuatu yang ada di depan mu"


", Insya Allah Cinta siap ayah.Selama suami Cinta masih mau menemani,Cinta akan terus berjuang"


Zen paham dengan maksud mereka.


"Aku akan selalu menemani Cinta dalam suka dan duka.Aku akan selalu menjaga dan mencintainya seumur hidupku ayah"Zen memelukku.


"Baiklah,aku percaya padamu.Jaga putri satu-satunya bapak, Zen.Jika kamu sudah tak mencintai nya,jangan sakiti dia, kembalikan dia padaku dengan utuh"ucap ayah Cinta.


"Segeralah berangkat agar segera sampai dan tidak terlalu malam."ucap ibu sambil mengantarkan kami ke depan.Kami mencium tangan ayah dan ibu.


Aku masuk ke mobil dan melambaikan tangan pada kedua orang tua ku.


"Sayang.. tidurlah di sini"ucap Zen sambil menepuk bahunya.


Aku menyandarkan kepalaku di bahunya,dia memelukku dengan penuh cinta.Tak lama aku tertidur di pangkuannya,suamiku membelai rambutku dengan lembut.Tak lama dia pun ikut tertidur.


"Dunia damai rasanya kalau mereka berdua tertidur Aku tak perlu mendengar dan melihat mereka bermesraan hahay..."ucap Robert.


Dia memasang headset dan mendengar lagu kesukaannya dari ponselnya.


Empat jam kemudian mereka sudah sampai di rumah Zen.Robert melepas headsetnya dan memanggil tuannya.


"Boss.. kita sudah sampai!"ucap Robert.Tapi tak ada gerakan.Robert menoleh dan melihat mereka berdua tertidur lelap.


"Habis ngapain aja mereka berdua ini,sampai tidur nyenyak sekali."ucap Robert.


Robert akhirnya turun dan membuka pintu tempat tuannya duduk.Dia menepuk bahu tuannya.


"Bos....boss...kita sudah sampai"ucap Robert.

__ADS_1


"Ada apa Robert,kau mengganggu tidur ku saja",ucap Zen sambil menggeliat.


"Kita sudah sampai boss"ucap Robert


"Sampai mana sih"Zen masih belum begitu sadar.


"Sampai di rumahmu boss"


Zen terkesiap,dia melihat pagar depan rumahnya.


"Eh..bener,ternyata sudah sampai"ucap Zen.


Zen membangunkan istrinya yang tertidur di pelukannya.


"Sayang...ayo bangun..!"ucap Zen sambil mencium bibir istrinya.


"Mulai deh mesra mesraannya"kata Robert dalam hati.


"Ayo bangun sayang..."Zen menepuk pipi Cinta.


"Hoaemmmmm... sudah sampai ya"aku mengucek ngucek mataku sambil bangun dari pelukan suamiku.


"Iya sayang.. kita sudah sampai"Zen memegang wajahku.


"Ayo kita turun"


Cinta masih mengumpulkan semua kesadarannya yang masih melayang layang.


"Baik sayang..!


Zen menggandeng tangan istri tercintanya itu.


"Kamu siap sayang masuk ke sana"


"Aku siap sayang.Apapun akan kulakukan demi kita"


"I love you Cinta Andriana"ucap Zen sambil yrtmengecup bibir istrinya.


"Assalamualaikum..."ucap Zen.


"Waalaikumsalam..."ucap ayah dan ibu mertuaku.


Aku melangkah tanpa rasa gugup.


Aku dan suamiku mencium punggung tangan ayah,kemudian ibu.Tapi kemudian ketika aku ke ibu,dia langsung menarik tangannya dan berucap,


"Jangan lupa,aku tak pernah setuju dengan pernikahan ini sampai kapanpun.Ingat itu!"


Aku yang diperlakukan seperti itu hanya diam saja.


Ayah yang melihat itu merasa tak enak hati.


"Zen .ajak istrimu ke kamar,aku yakin dia capek setelah perjalanan panjang tadi"ucap ayah mertuaku.


"Baik yah ."suamiku menggendong ku ke atas.


"Sayang..turunkan aku.Malu dilihat ayah dan ibu"Aku mengalungkan tanganku pada leher suamiku.


"Biarkan saja sayang, biar ibu ku semakin geram dengan kita"


Ibu yang melihat anaknya bucin dengan istrinya itu hanya bisa memandang sinis.


"Dasar manja, ngapain sampai di gendong seperti itu,memangnya gak bisa jalan.'ucap ibu bicara dengan suara lemah.


Suamiku cuek saja dengan ucapan ibunya.


Kami menaiki tangga dengan posisi suamiku tetap menggendongku.


Ceklek..... pintu terbuka.

__ADS_1


Terlihat sebuah kamar yang luas dan rapi.Kami masuk ke dalam.Dia merebahkan ku di atas kasur.


Dia menutup pintunya.


Kamar itu begitu luas dengan balkon yang menghadap ke taman,kamar mandi, juga ada televisi pribadi di sana.


"Kamu suka sayang...?"tanya Zen


"Aku suka sayang....'ucapku sambil mencium bibirnya.


"Jangan menggodaku sayang..."ucap Zen.


"Maaf,aku tidak bermaksud seperti itu"ucap ku.


"Bukalah lemari itu"


Aku membuka lemari yang besarnya seperti besarnya kamarku.Di dalamnya sudah banyak baju yang pas denganku.Dari baju tidur sampai baju pesta bahkan sampai celana dalampun sudah ada.


"Terus,baju yang aku bawa untuk apa"ucapku


"Ya ditaruh di situ lah sayang.Bukankah semua yang kau bawa itu baju kesukaanmu saja"


Suamiku tahu saja baju kesukaanku.


Aku menghampiri suamiku, aku memeluknya.


"Terima kasih banyak Zen Andrian Wijaya,aku mencintaimu"ucapku sambil menghujani wajahnya dengan ciumanku.


Tok tok tok... pintu di ketok.


"Siapa..",ucap Zen


"Saya den, mbok Inem


! Tuan besar menyuruh saya untuk memanggil tuan muda ke bawah untuk makan"


"Iy mbok, sebentar lagi kami akan turun.Kami akan turun setelah mandi mbok"ucap Zen


"Baik tuan"ucap mbok Inem sambil berjalan pergi.


Kami segera membersihkan diri dan berganti baju.


Aku duduk di meja rias dan menyisir rambutku.


"Sini sayang sisirnya...aku yang akan membantu menyisir rambutmu"…suamiku tiba tiba mengambil sisir yang aku pegang.


"Biar aku sisiran sendiri sayang.."ucapku.


"Sudahlah,duduk saja.Aku yang akan menyisir rambutmu"


Akhirnya aku mengalah dan membiarkan suamiku menyisir rambutku.


"Sudah sayang..ayo kita turun"ucap suamiku.


Dia menggandeng tanganku turun.


Kami duduk di meja makan bersama ayah dan ibu.


Aku mengambilkan makanan untuk suamiku setelahnya baru aku yang mengambil makanan.


"Enak ya .. datang langsung makan"ucap ibu padaku.


"Ibu..makan saja.Gak usah banyak bicara"ucap ayah.


Aku hanya terdiam.Aku anggap itu pemanasan


To Be Continue..


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya readers...

__ADS_1


Thanks you 😘😘😘


__ADS_2