
Sekuat apapun engkau mengejar sesuatu,jika itu bukan untukmu, dia akan semakin berlari jauh
...Tetapi jika dia memang untukmu ...dia akan datang sendiri padamu dengan cara yang tak bisa di duga.....
...**************...
Bruak....
Edo membuang semua berkas di meja kerjanya.Dia frustasi dengan kata kata Bu Safitri yang tidak ingin Edo mengganggu pernikahan anaknya.
Karyawan di kantor sampai menelfon Bram.
Kring.. kring..kring... Ponsel Bram berbunyi dan tertara nomer pak Danu
"Ada apa pak Danu" kata Bram
"Pak..segera datang ke kantor, pak Bram ngamuk-ngamuk di ruangannya"ucap Pak Danu
"Baik pak,saya segera meluncur kesana"ucap Bram
Pagi itu dia tak ke kantor karena ada sedikit urusan yang harus diselesaikan.Karena ditelfon pak Danu, terpaksa dia harus ke kantor.Bram melajukan mobilnya dengan cepat agar segera sampai ke kantor.
Lima belas menit kemudian,Bram sudah sampai ke kantor.Dia langsung berlari dan naik lift menuju kantor Edo.
kenapa lift ini lama sekali sich...ucap Bram dalam hati
(gimana gak lama, kantor Edo ada di lantai 50)
Lift terbuka dan Bram segera berlari ke ruangan Edo.
Ceklek...Bram membuka pintu.
Dia tak percaya apa yang terjadi pada boss nya.Ruangannya berserakan segala berkas kantor,dan dia melihat Edo terdiam duduk di lantai sambil memegangi lututnya seperti orang yang depresi berat.Bram menghampirinya.
"Boss....anda kenapa"ucap Bram
Edo kemudian memeluk Bram dan menangis.
"Edo...kamu kenapa"tanya Bram.Disini Bram memposisikan dirinya sebagai sahabat,bukan bawahannya.
Ditanya seperti itu,Edo semakin menangis.Edo seperti orang yang baru ditinggal menikah kekasihnya.
"Edo...sadarlah...sadar...!!!ucap Bram sambil menggoncang goncang tubuh Edo.
"Harapan ku sudah pupus Bram"ucap Edo
"Apa proyek besar itu gagal Do"tanya Bram
",Iya..proyek besar dalam hidup ku gagal Bramm.Dia akan menikah dan aku tidak boleh mengganggu Cinta oleh ibunya"ucap Edo
Bram berpikir sejenak mencerna cerita Edo.Akhirnya Bram paham, ternyata sahabatnya itu lagi patah hati.
__ADS_1
"Edo...apa kamu benar benar mencintai Cinta"tanya Bram
"Iya Bram.."jawab Edo.Mata Edo memerah karena dia masih menangis.
"Jika kamu mencintai nya,harusnya kamu bangkit,jangan terpuruk seperti ini.Bagaimana kamu akan melindunginya di masa depan, kalau kamu sendiri seperti ini"ucap Bram
Edo mendengarkan Bram dengan seksama.Dan berpikir sejenak.
", Benar kata Bram, kalau menghadapi seperti ini saja aku sudah depresi, bagaimana aku akan melindungi Cintaku di masa depan, karena aku yakin.Akan banyak cobaan menanti.Aku harus bangkit dan sabat menunggu nya"ucap Edo dalam hati
"Kamu benar Bram,Edo berkata sambil mengusap air matanya.Dia bangun dari lantai dan kembali duduk di kursi direkturnya.
"Segera bereskan kekacauan yang aku buat ini.aku harus segera menyelesaikan pekerjaan ku yang lain.
Bram menghela nafas panjang sambil membereskan kekacauan di ruangan itu.
Akhirnya aku juga dapat imbasnya..huft.
Bram sudah terbiasa dengan itu,Edo yang membuat kekacauan, Bram yang menyelesaikan.
"Boss..apa kau sudah baik baik saja"tanya Bram
"Aku sudah baik baik saja, aku hanya bingung,aku harus berbuat apa setelah ini"ucap Edo
"Boss,bekerjalah lebih giat.Simpan cintamu dalam hati dan belajar lah ikhlas.Jika dia memang jodohmu,suatu saat pasti akan ada jalan untukmu boss..."ucap Bram
"Seenaknya aja kamu ngomong,aku disuruh mengikhlaskan Cinta.Sampai kapanpun aku akan tetap.mencintainya Bram"kata Edo
"Kalau memang harus,itu akan aku lakukan Bram.Terimakasih idemu itu"ucap Edo
"Apah....kamu benar benar akan melakukan itu Edo..Jangan bodoh Edo...aku hanya bercanda dengan ucapanku, jangan ditanggapi serius."ucap Bram dg khawatir
"Aku akan benar benar menunggu nya menjanda Bram.Aku akan tetap memantau kehidupan nya bersama Zen.Kalau sampai Cinta tersakiti, aku akan merebutnya dari Zen"ucap Edo
", Terserah dirimu sudah boss.Aku tak bisa berkata kata lagi"ucap Bram
"Kalau begitu diam saja"ucap Edo
Bram yang sudah terbiasa dg sikap Edo menanggapi dg biasa saja.Memang begitu lah sifat Edo,mood nya naik turun.Padahal tadi dia baru saja menangis, skrg dia sudah bisa serius mengerjakan pekerjaannya.
...****************...
Sementara di rumah Zen,ibunya marah marah pada ayah Zen karena menyetujui pernikahan Zen dengan Cinta.
"Pokoknya aku tidak setuju dengan pernikahan mereka sampai kapanpun.Aku sudah punya calon sendiri untuk Zen.Dia lebih segala galanya dari Cinta"ucap ibu Zen
Ayah Zen menjawab dengan santai.
"Terserah padamu Bu,setuju atau tidak.Yang pasti aku merestui mereka dan akan memberi mereka pernikahan seperti pernikahan lainnya"ucap Ayah Zen
"Kenapa Ayah setuju jika Zen menikah dengan wanita miskin itu"tanya Ibu Zen
__ADS_1
"Jangan pernah melihat orang dari fisik dan harta Bu, tapi lihat dari sifatnya.Ayah yakin anak kita tidak akan salah pilih memilih pendamping "ucap Ayah
"Bukankah ayah tidak pernah bertemu Cinta"ucap ibu
"Ayah memang tidak pernah bertemu dengan Cinta Bu, tapi ayah percaya pada pilihan Zen.Siapapun dia,dan bagaimana pun dia,Ayah tetap setuju.Jika ibu tidak mau hadir di pernikahan mereka, tidak apa apa. Diam saja di rumah.Ayah dan saudara saudara ayah yang akan kesana"ucap Ayah
"Terserah Ayah sudah, yang pasti aku tidak mau punya menantu seperti dia.Ibu tidak menginginkan menantu seperti dia.Miskin,dekil, pendidikannya rendah,dan tidak ada yang bisa dibanggakan dari dia.Mukaku mau ditaruh mana Yah, kalau ibu ketemu dengan teman teman sosialita ibu"ucap ibu
"Ya tetap ditaruh depan lah Bu,masak muka nya mau di pindah ke belakang"kata Ayah Zen
Ibu Zen semakin geram mendengar ucapan Ayah.
Terserah padamu sudah Yah, sulit memang ngomong sama suamiku ini.Gak bisa diajak kompromi ucap Bu Bambang dalam hati.
Ayah menelfon adeknya Tante Ina yang kebetulan ada di kota J.
Kring.. kring kring...
"Assalamualaikum.."ucap Pak Bambang
"Waalaikumsalam salam kak"ucap Tante Ina
"In,3 minggu lagi Zen akan menikah,aku ingin kau dan keluarga mu ikut mengantar"Ucap Pak Bambang
"Alhamdulillah.. kalau ponakanku menikah.Dengan orang mana Kak"tanya Tante Ina
", Dekat kamu,masih satu kota dengan mu.Kota J."ucap pak Bambang
"Baiklah kak"ucap Tante Ina
"Oh iya,satu lagi Ina,aku minta bantuan mu untuk mempersiapkan apa yang nanti perlu dibawa ke rumah besan"ucap Pak Bambang
"Kok minta bantuan ku Kak,Khan ada kak Rima"tanya adeknya heran
"Sudahlah In,dia tidak setuju dengan pernikahan ini,Aku tidak mau ambil pusing dengan dia yang tidak setuju dg pilihan Zen"ucap Ayah
Tante Ina mengerti dengan keadaannya.
"Baiklah kak,aku akan membantumu menyiapkan semuanya"ucap Tante Ina
"Terimakasih In, jangan lupa untuk memberi kabar saudara yang lain ya..Assalamualaikum"ucap Ayah sambil menutup telfonnya.
To Be Continue
Tinggalkan jejak kalian disini...
agar Author lebih semangat update
Hari ini author beri bonus 3 episode loh
Thanks a lot yang masih setia dengan cerita ini
__ADS_1
Author sayang kalian..