Menantu Yang Tak Diinginkan

Menantu Yang Tak Diinginkan
# Bab 92


__ADS_3

Setelah sampai ke rumah.Mereka segera masuk dan beristirahat.


" Sayang, kamu tidak apa-apa kan" tanya Zen


" Memangnya aku kenapa? " tanya Cinta


" Apa kita akan melaporkannya ke polisi?" tanya Zen


" Kita tidak punya bukti kuat mas, biarkan saja sudah.Suatu saat pasti mereka akan mendapatkan balasannya" ujar Cinta


" Kamu terlalu baik sayang..." ucap Zen sambil mencium kening istrinya.


" Ayo kita tidur mas,aku capek "


" Sayang,aku ada janji dengan ayah, kamu tidurlah dulu." ucap Zen


" Tapi mas jangan pergi sebelum aku tertidur ya..." pinta Cinta.


" Iya sayang... tumben istriku manja banget.."


Cinta memeluk suami tercintanya.


" Tidurlah sayang...." Zen membelai kepala istrinya.


Cinta semakin terlelap.


" Kenapa istriku manja begini ya* tanya Zen dalam hatinya.


Zen memandang wajah istrinya.


" Kamu terlihat semakin cantik sayang " Zen memandang istrinya yang mulai terlelap.


Tak berapa lama Cinta sudah tertidur lelap. Ponsel Zen berdering.Ternyata ayah yang menghubunginya.


" Zen,ada dimana?" tanya ayah.


" Aku di rumahku ,ayah?" jawab Zen


" Aku ke rumahmu saja kalau begitu" ucap pak Wijaya


" Baik, terserah ayah" ucap Zen.


Zen menutup telfonnya dan menaruh handphone di atas nakas.


Zen melihat istrinya sudah tertidur pulas di pelukannya.Dia meletakkan kepala istrinya pelan-pelan ke atas bantal.


Zen turun dari ranjang secara perlahan-lahan agar Cinta tidak terbangun.


" Aku ke bawah dulu sayang, tidurlah yang nyenyak" ucap Zen sambil meninggalkan istrinya.


Zen turun ke bawah menuggu pak Wijaya.


Ketika Zen berjalan di tangga,ternyata ayahnya sudah ada di ruang tamunya.


" Ayah kok sudah ada di sini" ucap Zen


" Sebenarnya ayah tadi sudah ada di dekat rumahmu waktu menelfonmu"


" Oh ..."


Zen dan ayah duduk berhadapan.


" Zen , bagaimana ceritanya istrimu bisa bersama Deni" ucap ayah

__ADS_1


" Sepertinya ini semua sudah direncanakan ayah ?"


" Di rencanakan bagaimana maksudmu"


" Ketika hari Cinta di culik,aku sedang berada di luar kota.Proyekku pas sedang ada masalah.Namun orang yang akan aku temui seakan-akan mengulur-ulur waktu"


" Apa kira-kira dia ikut dalam rencana itu Zen?'


" Entahlah Ayah,aku juga tidak tahu.Aku hanya tau satu orang yang ikut dalam rencana itu"


" Siapa Zen ?"


" Riska ayah.Ternyata dia yang menculik istriku dulu,dan membuat aku harus kehilangan bayiku" Zen sedih mengingat itu semua.


" Sudahlah nak,sabarlah."


" Ayah, sepertinya ibu ikut terlibat dalam masalah ini?"


" Benarkah Zen?"


" Akhir-akhir ini aku sering melihat ibu bersama Riska,aku khawatir mereka kerja sama."


" Kita lihat saja ke depannya Zen.Lalu sekarang kamu akan tetap bersama istrimu"


" Iya ayah,aku percaya padanya.Cinta bukan perempuan yang mudah memberikan tubuhnya pada semua laki-laki.Itu semua pasti rekayasa.Deni saja bingung ketika aku menemukan mereka.Deni bilang bahwa dia tidak merasa menyentuh Cinta sama sekali,Deni terbangun dengan posisi Cinta sudah ada di sebelahnya,makanya aku yakin kalau semua ini rekayasa"


" Kalau kau yakin ini semua rekayasa,kenapa adikmu tetap akan menceraikan suaminya?" tanya ayah


" Entahlah ayah, sepertinya di sini juga ada campur tangan ibu.Bukankah ibu juga tidak suka pada Deni, seperti dia juga tidak menyukai istriku ayah.Pasti semua ini rekayasa ibu juga." jelas Zen


" Maafkan ibumu Zen,jika memang ibumu ikut campur tangan dalam masalah ini,maka aku sendiri yang akan menghukumnya" ucap ayah


" Jangan terburu-buru ayah,kita masih tidak ada bukti "


" Terima kasih ayah "


" Ayah pergi dulu ya Zen, baik-baik dengan istrimu.Aku akan menyelesaikan masalah Fitri juga"


" Iya ayah" jawab Zen


Pak Wijaya pergi meninggalkan rumah Zen dan kembali ke rumahnya.


" Pak,kita kembali ke rumah" tanya sopir pribadi pak Wijaya


" Kita pulang pak,ada urusan" jawab pak Wijaya


Tak lama berselang, mereka sudah sampai ke rumah pak Wijaya.


" Fitri....Fitri...dimana kamu?"panggil ayah


Fitri yang sedang berada di kamar pergi ke arah suara yang memanggilnya.


" Iya ayah, Fitri datang" jawab Fitri berjalan mendekati ayahnya.


" Ada apa ayah?" tanya Fitri


" Duduklah"


Fitri duduk di depan ayahnya.


" Kamu sudah pikirkan keputusanmu untuk bercerai dengan suamimu ?"


" Emmm.. sudah ayah.Aku sudah memikirkannya" ucap Fitri menunduk

__ADS_1


" Fit !! Apa kau tidak ingin memikirkannya kembali" ayah bertanya lagi.


" Keputusanku sudah bulat ayah, aku akan berpisah dengan suamiku"


" Apa kau tidak merasa bahwa semua itu hanya rekayasa.?"


" Deni memang menyimpan perasaan pada kak Cinta ayah,aku yakin itu bukan rekayasa" Fitri berucap dengan perasaan yang tidak bisa diucapkannya, karena dia sebenarnya masih mencintai suaminya.


" Jadi kamu tetap akan berpisah dengan Deni meskipun kamu tahu ini hanya rekayasa"


Deg...Fitri bingung dengan pertanyaan ayahnya.


" Fitri memang punya rencana untuk bercerai dengan Deni,ayah.Bertambah dengan peristiwa ini,maka Fitri berkeputusan bulat untuk berpisah dari suami Fitri. "


" Jangan kau memaksa dia untuk kembali dengan suaminya,dia sudah tidak mau Wijaya " Ibu tiba-tiba datang dan nyeletuk.


" Kenapa kau ikut-ikutan dalam urusan rumah tangga anakmu bu,biarlah dia yang mengambil keputusannya sendiri"


" Fit, bagaimana keputusanmu" tanya ibu


" Aku mau bercerai dengan suamiku bu,aku sudah tidak bisa hidup bersamanya" jawab Fitri.


" Bukankah kau mendengar sendiri Wijaya,bukan aku yang memaksanya,namun dia sendiri yang berkeputusan seperti itu". ucap ibu


" Terserah padamu sudah Fit, kamu yang akan menjalani hidupmu sendiri.Kalau begitu panggil saja pak Santo kemari sesuai keinginanmu itu" ucap ayah sambil berlalu pergi ke kamar.


" Ayah..." Riska datang dari dapur menyapa pak Wijaya.


" Aku bukan ayahmu, sejak kapan aku menikah dengan ibumu.Jangan pernah memanggilku ayah." ucap pak Wijaya tegas sambil berlalu pergi.


Pak Wijaya tidak suka jika Riska ada di sana Dia tidak mau Riska merusak rumah tangga Zen.


" Dasar tua bangka,kau bisa menjadi penghalang aku dan Zen.Aku akan menyingkirkanmu suatu saat"


ucap Riska berbisik pada dirinya sendiri.


" Ada apa Ris?" tanya ibu


".Oh, tidak ada apa-apa bu!"


" Yang sabar ya Ris, suatu saat ayah pasti akan menerimamu" ucap ibu menenangkan Riska.


" Iya bu,Riska tidak akan menyerah"


" Tetap semangat ya"


" Pasti bu,aku akan tetap berusaha mendapatkan Zen bagaimanapun caranya"


" Nah, gitu dong.Ini baru calon menantu mama"


Riska tersenyum disebut calon menantu oleh ibu Zen.


" Ayo kita makan Ris, jangan kau pedulikan suamiku yang tak suka padamu itu." ajak ibu ke Riska.


" Ayo bu"


Mereka berdua menuju meja makan dan makan dengan tertawa-tawa penuh kemenangan dengan semua rencana mereka.


To Be Continue


Jangan lupa like koment dan vote ya readers


Maturnuwun.....

__ADS_1


😘😘😘😘😘


__ADS_2