Menantu Yang Tak Diinginkan

Menantu Yang Tak Diinginkan
# Bab 88


__ADS_3

" Kamu bohong Den ! Kalau kamu tidak melakukan apapun padaku, kenapa kita bisa berada dalam satu kamar dalam keadaan seperti ini.Kamu jahat Den"


" Kak...percaya padaku.Aku tidak tahu apa-apa kak.Mereka membiusku,dan tiba-tiba aku terbangun dalam keadaan seperti ini bersamamu kak" ucap Deni sambil memeluk Cinta.


" Pergi kamu dariku, jangan mendekatiku"


Deni tetap memeluk Cinta meskipun Cinta sudah tidak mau.


Bruak..... tiba-tiba pintu terbuka.


" Mas..." ucap Cinta senang melihat suaminya.


Cinta menjauhkan Deni dan mendekati Zen dengan memakai selimut yang dipakainya tadi.


Zen yang melihat keadaan mereka berdua terkejut.


" Deni ?? Kenapa kamu bisa ada di sini bersama istriku ? Jelaskan Den" tanya Zen


" Kak,ini semua tidak seperti yang kau lihat.Aku tidak pernah menyentuh istrimu kak.Aku juga korban di sini kak" jawab Deni


" Jangan-jangan kau yang merencanakan ini semua karena kau ingin memiliki istriku" ucap Zen sambil memukul Deni.


" Sumpah kak,aku juga diculik kemarin.Aku juga tidak sadar kak.Tiba-tiba aku terbangun di sini bersama kak Cinta dalam satu ranjang dan satu selimut."


" Banyak omong kamu,aku tidak percaya padamu" ucap Zen sambil memukul Deni sampai mulut Deni berdarah.


Deni hanya diam saja tak melawan.Bukannya dia tidak mau melawan, hanya saja dia tidak mau memperkeruh masalah.


" Sudah mas, sudah...! Ayo pulang...aku ingin pergi dari sini mas" ucap Cinta menangis melihat Zen yang memukuli Deni.


Zen berhenti memukul Deni dan berpaling ke Cinta.


" Maafkan aku sayang,aku emosi melihatnya " ucap Zen


Zen segera mengangkat Cinta ke mobilnya dan membiarkan Deni sendirian di sana.


" Maafkan aku kak Cinta,aku benar-benar tidak tahu apa-apa tentang semua ini " Deni bicara pada dirinya sendiri.


Deni segera beranjak dari sana dan segera mencari bajunya.


" Sebaiknya aku pergi dari sini secepatnya sebelum para penjahat itu datang lagi" ucap Deni sambil memakai bajunya yang sudah dia temukan.


Dia segera pergi dan memesan ojek online dari sana.


Rumah itu tidak terkunci,jadi dia bisa keluar.


Sementara di perjalanan pulang Zen...


Cinta hanya diam tak bicara apapun.


" Sayang...." Zen memegang Cinta


Tapi Cinta malah menghindar.


" Sayang.." Zen membelai rambut istrinya.

__ADS_1


Cinta hanya diam tak bereaksi.


Zen yang melihat itu hanya diam.


"Mungkin dia masih bingung" ucap Zen dalam hati.


Dia hanya membiarkan istrinya dan semakin mempercepat laju kendaraannya.Yang Zen pikirkan sekarang, bagaimana dia bisa lebih cepat sampai ke rumah.


Satu jam kemudian,Zen sudah sampai di rumahnya.


Dia memarkirkan mobilnya dan menggendong istrinya yang sedang terlelap.


Zen masuk dan memanggil mbok Ijah


" Mbok...mbok...buatkan makanan untuk nyonya ya,tapi sekarang dia masih tertidur"


Mbok Ijah keluar dengan tergopoh-gopoh


" Alhamdulillah...tuan sudah menemukan nyonya.Baik tuan,saya akan memasak" ucap mbok Ijah sambil berucap syukur dan kembali ke dapur.


Zen berjalan menuju kamar sambil menggendong Cinta yang terlelap di dadanya.


"Maafkan aku sayang,aku terlambat datang.Semoga kau tidak apa-apa setelah kejadian ini " ucap Zen sambil menidurkan istrinya di ranjang mereka.


Zen membelai kepala istrinya yang sedang tertidur.


" Jika terjadi sesuatu padamu,aku tidak akan memaafkan diriku sayang, apapun yang terjadi padamu,aku tetap akan menerimamu.Meskipun kau sudah disentuh oleh Deni,aku tetap akan mencintaimu" ucap Zen.


Cinta yang merasa ada yang menyentuhnya langsung terbangun dan membuka matanya.


" Jangan sentuh aku... jangan sentuh aku..." ucap Cinta.


Zen bukannya menjauh,namun semakin mendekat.


" Sayang...apa yang kau katakan.Aku suamimu " ucap Zen


" Aku sudah kotor mas,aku tidak pantas untukmu.Aku sudah bukan wanita bersih.Aku sudah ditiduri oleh orang lain.Aku kotor mas..." ucap Cinta sambil menutup wajahnya.


" Sayang....aku tidak peduli dengan itu.Kau tetap Istriku.Aku tetap mencintaimu.Bagaimanapun keadaanmu,aku tetap mencintaimu."


" Aku kotor mas ...aku tak pantas untukmu " ucap Cinta lagi.


Zen mendekatinya dan memeluk erat-erat istrinya.


" Sayang...aku tetap mencintaimu.Kau tetap istriku.Tolong jangan seperti ini.Kau melakukannya bukan karena keinginanmu,tp karena kau diculik oleh mereka.Kau tidak kotor, bagiku kau tetap istriku yang kucintai.Kau tetap Cinta istriku yang sebelumnya " ucap Zen


Cinta semakin menangis mendengar ucapan suaminya.


Cinta memeluk erat-erat suaminya itu.


" Terima kasih mas,kau begitu baik padaku.Padahal aku sudah disentuh orang lain,tapi kau tetap menerimaku mas" ucap Cinta sambil menangis keras.


" Sudah sayang, berhentilah menangis! Lebih baik sekarang membersihkan diri dulu,agar Istriku ini kelihatan lebih segar" ucap Zen


Cinta akhirnya berhenti menangis.Zen mengusap air mata istrinya dan mencium keningnya.

__ADS_1


" Kamu harus segera baik ya sayang,maafkan aku yang tak bisa menjagamu,hingga kau bisa seperti ini.Aku mencintaimu sayang"


" Aku juga mencintaimu mas " ucap Cinta.


" Mas, darimana mas tahu kalau aku ada di sana" tanya Cinta.


" Waktu itu tiba-tiba ada yang memberi tahu aku lewat pesan singkatnya.Aku juga tidak tahu siapa dia.Ketika aku sudah putus asa untuk mencarimu, tiba-tiba ada pesan singkat yang memberitahukan tempatmu berada" cerita Zen


" Darimana orang itu tahu nomer ponselmu mas"


" Iya juga ya,aku tak berpikir sejauh itu.Yang aku pikirkan hanya bisa menemukanmu waktu itu.Sepertinya nomer yang memberitahuku,itu nomer sekali pakai.Aku telfon nomer itu sudah tidak aktif.Sudahlah sayang, tidak usah pedulikan itu semua.Yang penting sekarang kamu sudah ada di sini bersamaku" ucap Zen


" Terima kasih atas semuanya mas " ucap Cinta sambil memeluk suaminya.


" Sekarang kamu mandi dulu dan kita makan.Pasti kamu belum makan sejak kemarin" ucap Zen


" Iya mas " ucap Cinta.


Cinta segera turun dari ranjang dan berjalan ke kamar mandi.


Ponsel Zen bergetar..


" Hallo...ada apa Robert ?" tanya Zen


" Urusan sudah beres tuan.Tuan Satria sudah datang,dia sudah minta maaf,dan akan mengirim lagi materialnya.Dia akan mengganti rugi keterlambatan ini" jelas Robert


" Baiklah kalau sudah selesai"


" Bagaimana nyonya,tuan.?"


" Aku sudah menemukannya Robert.Entah siapa yang telah menculiknya.Bilang pada Bram untuk tetap menyelidiki ini semua."


"Baik boss,saya akan menyampaikannya pada Bram" ucap Robert


" Segera selesaikan ini semua Robert,aku akan membalas siapapun yang sudah menculik istriku" ancam Zen


" Siap boss " ucap Robert sambil menutup sambungan telfonnya.


Zen terdiam memikirkan masalah proyeknya yang bisa selesai semudah itu.


"Kenapa semudah ini masalahnya terselesaikan ya ? Bahkan Satria mau mengganti kerugian yang disebabkan olehnya.Dan masalah proyek ini bersamaan dengan kejadian istriku yang diculik.Ada apa di balik ini semua" Zen termenung memikirkan semua ini.


To Be Continue


Terima kasih banyak untuk para pembaca yang sampai saat ini masih setia dengan ceritaku.


Maaf kalau othor gak bisa up tiap hari 🙏🙏🙏


Terima kasih yang sudah ngasih jempol dan komentnya


Semoga kalian semua banyak rejekinya.


Salam manis buat kalian semua


😘😘😘🥰🥰🥰😍😍

__ADS_1


__ADS_2