
Zen merebahkan diri di sebelah Cinta.
"Robert, kamu jangan kemana-mana.Istirahatlah di ruang bawah sana"
"Siap boss"jawab Robert.
Baru saja Robert mau melangkahkan kakinya,Zen sudah memanggil.
"Robert"
"Iya boss"Robert membalikkan badannya.
"Cinta sepertinya badannya demam, panggil Heru kemari?"
"Bukankah anda tau sendiri kalau Heru sedang bekerja boss"
"Aku tidak mau tahu, pokoknya dia harus ke sini, kalau dia tidak mau,aku akan memecatnya.Kalau perlu jemput saja dia agar lebih cepat sampai ke sini"
"Baik boss"
Robert pergi ke bawah dan duduk menelfon Heru.
Kringg..... Kringg..... Kringg....
Heru melihat panggilan di ponselnya.Tertera nama Robert di layar ponselnya.Dia mengangkat ponselnya.
"Hallo,ada apa Robert"
"Cepatlah ke rumah Zen, istrinya sedang sakit.Ke rumah barunya ya, jangan di rumah ibunya"
"Pasienku masih banyak Robert"
"Tinggalkan saja pasienmu itu jika kau tidak ingin rumah sakitmu tutup"
"Dasar gila si Zen"
"Aku saja juga dibuatnya hampir gila"
"Aku segera meluncur ke sana sebentar lagi"
"Jangan lama-lama,entar si boss bisa keluar tanduknya"
"Wkwkwkwk... kurang ajar kamu Robert,aku adukan nanti kau ke Zen"
"Jangan tertawa, segera berangkat kemari"
"Iya iya Bert"ucap Heru masih dengan sedikit tertawa.
"Dina..."Heru memanggil asistennya.
"Ada apa pak?"
"Cancel semua pasien hari ini"
"Tapi pak, kasihan mereka sudah menunggu lama"
"Aku ada urusan mendesak, jika mereka mau menunggu ya undur jamnya, tapi jika tidak mau, suruh mereka pulang"
"Tapi dokter"
"Tidak ada tapi-tapi.Apa kamu ingin rumah sakit ini ditutup hah...."
"Baik dokter,akan saya sampaikan pada pasien hari ini"
"Aku pergi dulu"
"Baik dokter"
Heru pergi dengan membawa peralatan dokternya ke rumah Zen.Dia melakukan mobilnya dengan cepat.Dia tahu perangai temannya itu.Dia tidak suka orang yang terlambat.
Sementara di rumah Zen...
Zen memegang dahi Cinta.
"Suhu badannya panas sekali"ucap Zen.
Dia membangun istrinya.
"Sayang... sayang.... bangun..."
"Emh...."
__ADS_1
'Badanmu panas sekali sayang...."
"Emm..."
"Sayang... buka matamu"
"Emmm.."
"Cinta...buka matamu...."ucap Zen sambil mengguncang-guncang tubuh istrinya pelan.
"Sayang...aku masih hidup,aku belum mati kok.Jangan mengguncang-guncang ku terlalu keras."
"Maaf sayang,bukalah matamu"
Aku membuka mataku agar Zen bisa lega, padahal aku masih ingin memejamkan mataku.
"Sayang..kamu panas sekali"
"Perutku juga sakit sayang"
"Hah.... perutmu sakit."Zen terbangun dan mengelus elus perutku.
"Yang mana yang sakit sayang?"
"Tanya Zen?"
"Sebelah sini"aku menunjuk pada perut bagian bawah "
"Sabar ya sayang....Heru akan segera ke sini"
"Kenapa aku baik -baik saja ya, padahal di kantor tadi aku mual dan muntah sampai lemas tak bertenaga.Sakit apa sebenarnya aku"
Tok tok tok...
"Masuk saja, tidak aku kunci "ucap Zen.
Heru dan Robert masuk ke dalam kamar.
"Her, badan istriku panas sekali, perutnya juga sakit,dia demam tinggi"
"Pergilah dulu,biar aku memeriksanya"Heru menyingkap sedikit bajuku.
Zen mendekati dan akan meninju Zen.
"Aku mau memeriksa perutnya,katamu perutnya sakit"
"Tapi ngapain kau buka bajunya"
"Aku hanya membukanya sedikit untuk memeriksa Zen, kalau kamu tidak mau istrimu diperiksa,lebih baik aku pulang saja"
"Boss,mengalahlah sedikit, daripada nyonya Cinta merasa sakit, kasihan dia"Robert menenangkan Zen.
"Tapi aku tidak terima istriku disentuh laki-laki lain"
"Tuan kan bisa tetap di sini untuk mengawasinya."
Robert akhirnya bisa menenangkan Zen untuk sementara waktu.
"Jangan lama-lama meriksanya Her,aku akan di sini mengawasimu"ucap Zen.
"Yeilah... emangnya istri loe mau gua apain, segitu amat"Heru mulai jutek dengan sikap Zen.
"Sabar Her, kamu seperti gak kenal dengan Zen saja"
Heru mengalah,dan mulai memeriksa denyut nadiku.
"Apa anda pusing nyonya?"
"Sedikit dok"
"Anda merasa mual"
"Tidak dok"
Heru menepuk -nepuk perut ku.
"Anda hanya demam biasa, sebaiknya anda menjalani pemeriksaan lebih lanjut, sebaiknya anda beristirahat,nanti saya akan tulis resep untuk anda "ucap dokter Heru.
"Terima kasih dokter "ucap ku.
Heru membereskan peralatannya.
__ADS_1
"Ada apa dengan istriku Her,dia sakit apa"cerocos Zen.
"Sebaiknya kamu membawa istrimu ke dokter obygin Zen"ucap Heru.
"Istriku sakit apa Her,hingga harus ke dokter obygin segala"
"Bawa saja dia ke dokter obygin Zen,nanti kamu akan tahu dia sakit apa.Tapi sebaiknya besok saja,tunggu keadaan istrimu lebih baik"ucap Heru.
"Kamu tidak punya kenalan dokter obygin kah, bukankah kau kepala rumah sakit, pasti di sana banyak dokter.Aku tidak mau ribet antri.Suruh saja anak buahmu ke sini besok memeriksa istriku"
"Dasar kau Zen,kayak sultan aja, semua mau yang serba praktis"kata Heru.
"Bukannya aku memang sultan Her,apa kau lupa kalau aku orang terkaya sedunia"
"Iya lah.. terserah padamu sudah.Besok aku akan mengirimkan dokter obygin ke sini"
"Kalau bisa perempuan, jangan yang laki-laki"pesan Zen.
"Iya bosss"ucap Heru sambil menjinjing tas kerjanya untuk kembali ke rumah sakit.
"Siapa besok yang akan kau kirim ke sini"
"Aku akan mengirim dokter Nana,dia dokter obygin terbaik di rumah sakitku."ucap dokter Heru.
"Iya lah terserah padamu, yang penting kirim yang terbaik kemari"ucap Zen dengan cuek.
"Aku pergi dulu Zen,jaga istrimu baik-baik.Apa yang dia inginkan turuti saja"ucap dokter Heru
Dokter Heru pergi dari kamar Zen dan dia kembali ke rumah sakit.Pasiennya sudah menunggunya.
"Robert, kalau dugaanku benar, kamu akan jadi paman sebentar lagi"ucap Heru sambil berlalu pergi.
"Hei....apa maksudmu"tanya Robert.
"Tunggu saja besok Robert,aku pergi"ucap Heru sambil tersenyum.
Sementara di kamar Zen
"Sayang...kamu sudah makan?"ucap Zen.
"Aku tidak enak makan,perutku rasanya tidak nyaman"
"Tapi kamu tidak merasa mual dan muntah"
"Tidak sayang, hanya saja aku merasa perutku kurang nyaman"ucapku.
"Kamu makan dulu lalu minum obat ya sayang, agar kamu tidak semakin sakit"
"Aku belum masak sayang..."
"Aku akan menyuruh Robert membeli makanan"
"Aku ingin ayam bakar di pojok jalan sana sayang"
"Baiklah,aku akan menyuruh Robert untuk membelinya.Kamu di sini dulu sayang, jangan turun dari tempat tidur"
Zen segera mencari Robert.
"Robert...."panggil Zen.
"Ada apa tuan?"
"Tolong belikan ayam bakar di pojok jalan sana ya"
"Di sana tidak ada restoran tuan"
"Memang bukan restoran, hanya warung biasa"
"Masak aku yang berpakaian rapi seperti ini, beli makan di warung pinggir jalan"ucap Robert dalam hati.
"Kalau kamu malu dengan pakaian rapi seperti itu, kamu boleh pinjam celana pendekku'
"Tidak tuan,aku tidak malu kok.Aku akan segera berangkat membelinya"ucap Robert.
"Darimana dia bisa tahu isi hatiku"ucap Robert dalam hatinya.
"Beli 3 bungkus Robert, untukmu juga"Zen bicara sambil berjalan kembali ke kamarnya.
Robert segera pergi membeli pesanan tuannya.
To Be Continue...
__ADS_1