
Mereka bertiga sampai di rumah sakit,Zen segera menggendong Cinta ke IGD.
", Dokter..dokter...tolong istri saya...."Zen berlari-lari ke ruang IGD rumah sakit.Cinta semakin banyak mengeluarkan darah.
Pihak rumah sakit segera menangani Cinta.
Robert mengurusi administrasi.
"Tolong tidurkan di sini pak"ucap perawat IGD.
Zen merebahkan Cinta di kasur IGD.
"Tolong selamatkan anak dan istri saya dokter"ucap Zen.
"Tolong anda keluar dulu, percayakan semua pada kami"
Cinta kembali pingsan karena banyak mengeluarkan darah.
Perawat memasang oksigen dan infus di tangan Cinta.
Denyut jantung Cinta tak beraturan.
"Coba dengarkan denyut jantung bayinya"ucap dokter.
Perawat menempelkan alat untuk mendengarkan dengan jantung si bayi.Alat itu berpindah-pindah di perut Cinta untuk mencari denyut jantung bayi "
"Saya tidak mendengar ada bunyi denyut jantung dok"
"Coba cari lagi "
Mereka mencari lagi denyut jantung bayi,tapi tetap tidak mendengar apa-apa.
Dia menggelengkan kepala.
"Tidak ada dok"
"Kita harus segera melakukan operasi, kalau tidak ibu dan anaknya tidak akan terselamatkan semua.Aku akan memberitahu suaminya"dokter keluar dari ruangan Cinta.
Zen menunggu di luar ruangan dengan jantung yang berdetak tak karuan.Zen menghampiri dokter yang keluar dari ruangan Cinta.
"Bagaimana anak dan istri saya dok?"tanya Zen
"Kami sudah berusaha keras tuan, tapi bayi anda tidak bisa terselamatkan.Kami harus melakukan operasi segera, kalau tidak"
"Kalau tidak apa dok"
"Nyawa keduanya tidak akan terselamatkan"
Zen terkulai lemas.Dia mengepalkan tangannya.
"Dasar kurang ajar kalian, lihat saja nanti, kalian sudah membunuh anakku"
"Tuan....tuan"panggil dokter
"Iya dok.."jawab Zen.
"Anda harus segera menandatangani berkas-berkas operasi tuan, kalau tidak,maka istri anda juga tidak akan terselamatkan"
"Baik dok... saya akan segera tanda tangan, tolong lakukan yang terbaik untuk menyelamatkan istri saya"
"Kami akan menyiapkan berkas dan ruang operasi"kata dokter.
Dokter berlalu pergi meninggalkan Zen yang duduk terkulai.
"Robert... segera kau cari siapa yang menculik istriku,aku akan memberi pelajaran bagi mereka"rahang Zen mengeras.
"Baik tuan,saya akan mencari mereka"
__ADS_1
Robert menelfon Bram,
"Hallo..Bram"
"Ada apa lagi Robert?"
"Bisa kau tangkap mereka"
"Mereka sudah kutangkap dan ku sekap di gudang milikku.Kapanpun kamu mau menghajarnya aku akan siap membantu "
"Okey...aku akan memberi kabar padamu "
Robert menutup sambungan telfonnya.
"Bram sudah menangkapnya boss,mereka sedang disekap di gudang"
"Jangan siksa mereka dulu, aku akan menghajarnya sendiri"Zen begitu geram.
"Keluarga nyonya Cinta*panggil perawat.
"Saya suster"ucap Zen sambil berdiri dari duduknya.
"Ini berkas yang harus anda tangani sebelum operasi "
"Baik suster"
Zen segera menandatangani berkas-berkas operasi Cinta.
"Sudah sus"
"Terima kasih pak Kami akan segera melakukan operasinya.
"Iya sus, tolong lakukan yang terbaik untuk istriku"
Mereka mempersiapkan Cinta untuk operasi.Mereka akan memindahkan Cinta ke ruang operasi.
Tak selang berapa lama, mereka memindahkan Cinta ke ruang operasi.Zen mengikuti mereka sambil mendorong brangkar istrinya.
"Pak, silahkan menunggu di ruang tunggu, anda tidak boleh ikut masuk"
Zen melapaskan pegangannya pada Cinta.
"Aku yakin kamu kuat sayang..."ucap Zen.
Zen duduk di ruang tunggu dengan wajah berurai air mata.
"Boss,bangunlah,kalau anda seperti ini, bagaimana nyonya Cinta nantinya."
"Aku sudah membunuh anakku sendiri Robert,aku yang menyebabkan semua ini.Aku sudah menyakiti hatinya ketika ibu datang ke rumah.Aku tidak mempercayai istriku Robert.Akhirnya dia pergi dan diculik.Akupun terlambat datang menolongnya, sehingga peristiwa ini terjadi.Aku suami yang bodoh Robert,aku juga ayah yang tidak becus menjaga calon anakku.Bagaimana nanti aku akan menjawab istriku jika dia bertanya anaknya"
Kondisi Zen benar-benar terpuruk.
Sudah satu jam berlalu,ada perawat yang keluar dari sana menggendong seorang bayi.
"Tuan,ini bayi nyonya Cinta.Dia sangat cantik seperti ibunya.Operasi nyonya Cinta belum selesai tuan,saya akan kembali ke dalam"
Zen berdiri dan mengambil putrinya dari gendongan perawat.
"Maafkan ayah nak...kamu cantik sekali seperti ibumu"ucap Zen sambil menangis tersedu.
Robert mengguncang-guncang Zen.
"Tuan...ayo bangun,bayi itu harus segera kita kubur."
"Tunggu sebentar Robert,aku masih ingin memeluk anakku"
Zen memeluk erat tubuh anaknya,
__ADS_1
"Zena Andriana Wijaya,itu namanya Robert.Kuburkan dia dengan baik,aku akan di sini bersama Cinta.Aku takut terjadi apa-apa padanya"
"Baik boss, aku akan menguburkannya dengan layak dan dengan baik"
Zen menyerahkan anaknya pada Robert.
"Sebentar Robert,aku ingin mengambil fotonya dulu"
Cekrek.... cekrek.....
Zen mengambil foto anaknya untuk yang pertama dan terakhir kalinya.
"Bawa dia Robert"ucap Zen
"Baik tuan.."
Robert membawa Zena ke tanah makam yang baru dibelinya untuk kuburan keluarga.
"Hati-hati di sini boss,nanti setelah aku memakamkan Zena,aku akan kembali ke sini"
"Terserah padamu Robert"
Sebenarnya Robert tidak tega meninggalkan boss nya sendirian di sana.Dia berinisiatif menelpon ayah Zen.
Kring....kriing....kring....
Telfon pak Wijaya berdering.
"Ada apa Robert menelfonku,tumben"ucap pak Wijaya.
Dia mengangkat ponselnya.
"Hallo Robert, ada apa"
", Tolong bapak segera datang ke rumah sakit XX di kota A,anak anda sedang membutuhkan anda saat ini, saya harap anda segera datang sebelum terjadi apa-apa pada anak anda"
"Ada apa Robert,katakan dengan jelas"
"Nanti saja di rumah sakit tuan,anda akan tahu sendiri, segeralah berangkat,anak anda sendirian di sini,dan tolong jangan beritahu istri anda."
"Baiklah,aku akan segera meluncur ke sana"pak Wijaya menutup telfonnya dan segera mengambil mobil.
"Mau kemana pak..."tanya istrinya.
"Ada urusan penting bu,dan mendesak,aku pergi "pamit pak Wijaya.
Pak Wijaya segera meluncur ke tempat yang diberi tahu oleh Robert.
Sudah 3 jam lamanya Cinta di ruang operasi, tapi dokter dan perawat tidak juga keluar dari sana.
Satu jam kemudian lampu ruang operasi mati.Tanda operasi sudah selesai.Para dokter dan perawat keluar dari sana.
Zen berdiri dari duduknya.
"Bagaimana dokter,apa saya tidak boleh masuk ke dalam untuk melihat istri saya "
"Maaf pak, tidak boleh."
"Bagaimana keadaan istri saya dokter "Zen bertanya lagi.
"Maafkan kami tuan,kami sudah berusaha memberikan yang terbaik untuk istri anda,kami sudah berusaha sekuat tenaga kami,namun takdir berkehendak lain.
Istri anda mengalami luka di kepala akibat benturan yang terlalu keras,di sekujur tubuhnya pun penuh luka akibat terjatuh terbentur berkali-kali, rahimnya pun ikut terluka"
"Lalu bagaimana dokter...."
To Be Continue
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan like, vote and koment.
Terima kasih banyak bestieππππ