Menantu Yang Tak Diinginkan

Menantu Yang Tak Diinginkan
#Bab 36 : Belanja Bareng Pak Su part 2


__ADS_3

Tak lama mbak pelayan datang dengan se troli sepatu,selusin baju,selusin gaun dengan model yang dipilih oleh Zen.


"Apa apaan ini sayang"ucap Cinta.


"Bukankah kamu yang menyuruhku untuk belanja sayang ku...", ucap Zen sambil membelai pipi istrinya.


"Tapi gak gini juga kaleee"ucap Cinta.


"Apakah semua belanjaan ini cukup untukku"


"Semua pasti cukup untukmu,aku hafal kamu dari atas sampai bawah sayang, dari ukuran bajumu sampai ukuran sepatumu,bahkan ukuran celana dalammu aku tahu"Zen menunjuk badan istrinya dari atas sampai bawah dengan jari telunjuk.


Cinta merasa seperti tersengat listrik.


"Jangan begitu sayang, jangan menyentuh ku di tempat umum seperti ini"ucap Cinta sambil menahan sesuatu.


"Hahaha.. istriku ini memang lucu"Zen mencubit pipi istrinya.


"Mbak...bungkus semuanya"ucap Zen sambil menyerahkan blackcard pada pelayannya.


"Baik tuan"ucap mbak pelayan butik.


Melihat black card itu Cinta ingat kartu black card yang diberi Edo padanya.


"Sepertinya itu sama dengan yang diberi kak Edo padaku.Kak Edo dan suamiku berarti orang orang kaya "ucap Cinta dalam hati


"Sayang....!!"ucap Zen memanggil istrinya.


Tapi Cinta tak bergeming, dia ada di dunia lamunan.


"Hei..."Zen mengibaskan tangannya di depan istrinya.


"Iya sayang...ada apa"jawab Cinta terkejut.


"Hemmm...melamun apa sih sayang...sampai sampai tidak mendengar panggilanku"


"Aku hanya memikirkan, sekaya apa suamiku ini"ucap Cinta mengelak.


"Hahahaha..mau kamu beli mall dan isinya,aku tidak akan bangkrut sayang.Ayo kita belanja lagi sayang"ucap Zen dengan angkuhnya.


"Belanjaan kita bagaimana sayang...?"


"Tidak usah kau pikirkan,aku sudah menyuruh Robert untuk mengambilnya nanti"


"Baiklah sayang"


Krucuk krucuk... perut Cinta berbunyi.


"Kamu lapar ya sayang...??"ucap Zen


"Hehehe.. iya sayang"ucap Cinta dengan malu.


"Ayo kita cari makan"Zen memeluk istrinya dengan mesra.


Mereka berjalan ke food court, sedangkan Robert mengambil belanjaan dan mengantarkan ke apartemen Zen.


"Sayang mau makan apa?"ucap Zen menyodorkan menu pada Cinta.


Dia membolak balikkan buku menu itu.


"Aku makan yang sama denganmu saja suamiku"ucap Cinta


"Ya sudah kalau begitu.Mbak saya pesan bistik dan kentang goreng, minumnya jus apel saja,2 porsi ya mbak"ucap Zen


"Kenapa pesannya gak ada nasinya.Semoga saja aku bisa kenyang"ucap Cinta dalam hati.


"Sayang... setelah makan kita belanja lagi ya.Aku masih ingin membeli sesuatu"ucap Zen.


"Aku juga masih ingin beli sesuatu sayang,dan aku juga ingin memberi oleh oleh untuk ibu mertuaku"ucap Cinta.


"Kamu ingin belikan ibuku apa sayang"


"Ibu pasti suka perhiasan.Aku akan membelikannya satu set perhiasan."ucap Cinta.


"Nanti kita beli di mall ini juga, ada toko perhiasan terbaik di sini"


"Suamiku... sebenarnya ada yang ingin aku tanyakan padamu"ucap Cinta.


"Mau tanya apalagi istriku tercinta"


"Sebenarnya aku mau bertanya ketika pas di hari kita menikah,tapi kamu selalu menyerangku hingga aku lupa bertanya"Cinta cemberut.

__ADS_1


"Hahahaha.... tapi kamu kan suka jika aku menyerangmu"goda Zen.


"Aku tidak suka"


"Masak sih .. orang enak kok,Masak gak suka"ucap Zen serius.


"Aku gak suka kalau kamu hanya menyerangku sekali,aku suka bangettt jika kamu menyerangku berkali kali"Cinta tertawa.


Cetak....Zen menjitak kepala istrinya.


"Sakit sayang...."ucap Cinta


"Salah sendiri kamu ngerjain suamimu sendiri"


"Emangnya kalau mau ngerjain suami orang lain boleh ya"goda Cinta


"Jangan sampai kamu coba coba menggoda suami orang lain,akan kubunuh dia"


"Serem amat sih suamiku ini"Cinta mencubit pipi suaminya yang sudah sedikit emosi.


"Jangan pernah kamu mengucapkan seperti itu lagi di depanku"


"Iya sayangku...cintaku ..suamiku seumur hidup"rayu Cinta pada suaminya.


Cup cup cup..Cinta mencium pipi Zen untuk meredam emosinya.


"Ih... sudah berani menggodaku ya.."ucap Zen.


"Tapi suamiku seneng kan.."


Zen memeluk istrinya yang semakin lama semakin menggemaskan.


Pelayan yang datang membawa makanan sampai iri melihat kemesraan mereka.Dia menata pesanan Zen di meja.


"Silahkan dinikmati mas..mbak"kata si pelayan meninggalkan mereka.


"Ini makanya gimana sayang,kok gak ada sendoknya"ucap Cinta yang bingung mau makan bistiknya.


Dia tidak terbiasa makan dengan pisau dan garpu.


"Begini sayang... pegang garpunya di tangan kiri pisaunya di sebelah kanan, tahan dagingnya dengan garpu dan potong dengan pisau.Kalau sudah terpotong garpu nya pindah ke tangan kanan lalu dimakan dagingnya."Zen mengajari Cinta dengan telaten.


"Huh....mau makan aja ribet banget"ucap Cinta.


"Ternyata meskipun tanpa nasi bisa kenyang ya"ucap Cinta.


Dia sudah menghabiskan bistik dan kentang gorengnya.


"Masih laper apa beneran sudah kenyang?Ini kentangku masih ada!"


"Aku sudah kenyang"ucap Cinta sambil mengelus perutnya.


"Ya sudah kalau begitu"Zen segera menghabiskan makanannya.


Zen membayar makanannya dan segera pergi dari sana untuk melanjutkan belanjanya.


"Sayang...ayo beli perhiasan dulu"ucap Cinta.


Zen menggandeng tangan Cinta menuju toko perhiasan.


"Mbak..berikan saya dua set perhiasan yang terbaru, tapi dengan model berbeda ya mbak"ucap Zen.


"Baik tuan,akan saya ambilkan"


Cinta melihat lihat aneka perhiasan di sana.


"Masya Allah.. bagus sekali semua perhiasan ini.Harganya pun mahal mahal"ucap Cinta yang berjalan jalan melihat semua perhiasan yang dipajang.


"Apa kamu akan membeli semuanya"


"Kalau aku beli semuanya,entar toko nya jualan apa.Masak mau jual seblak"


"Apa itu seblak"tanya Zen


"Aku gak mau menjelaskan,yang pasti itu nama makanan favorit cewek cewek,kapan kapan aku akan mengajak suamiku yang tampan sejagat raya ini untuk makan seblak"


"Apa itu seblak"Zen menggaruk kepalanya.


Dia mengirim chat pada Robert.


"Tolong nanti belikan seblak"

__ADS_1


"Apa itu seblak boss"jawab Robert.


"Aku tidak tahu, pokok cari saja.Aku pulang makanan itu sudah harus ada"


"Aneh aneh si boss"ucap Robert.


"Tuan,ini perhiasan yang tuan minta"ucap pelayan menyodorkan perhiasan.


"Sayang.. kemarilah"ucap Zen.


Cinta mendekati suaminya.


"Masya Allah.. bagus banget sayang..."ucap Cinta sambil memegang perhiasan itu.


"Pilihlah satu sayang.Itu untuk ibu dan kamu"


"Suamiku memang yang terbaik.Terima kasih sayang.."Cinta memeluk suaminya dan menciuminya.


Pelayan hanya geleng-geleng melihat kelakuan pasangan itu.


Cinta melepas pelukannya dan memilih perhiasannya.


"Aku memilih yang warna silver,dia kelihatan mewah sekali.Ibu aku beri warna merah saja,biar seperti batu ruby"pilih Cinta.


Padahal perhiasan yang merah memang terbuat dari batu ruby.


"Nona tolong dibungkus terpisah ya"ucap Zen sambil mengeluarkan blackcard nya.


"Sayang..biar aku yang membayar milik ibu.Aku ingin membayar dengan uangku.Kan aku punya uang banyak yang diberi olehmu waktu akad nikah"Cinta ingat kalau akan bertanya masalah itu tadi pada suaminya.


"Sayang... biarkan aku yang membayarnya"


"Tapi kau ingin membelikan ibu mertuaku barang bagus"


"Anggap saja kamu yang membayar perhiasan milik ibu,kamu akan membayarnya dengan tubuhmu nanti malam"


"Dasar suami mesum"


"Tapi istriku yang cantik ini suka kan"timpal Zen.


Cinta tersenyum simpul.


Pelayan memberikan 2 set perhiasan pada Cinta.


"Ini nyonya barangnya dan ini kartunya tuan"


"Terima kasih mbak"ucap Cinta.


"Sayang...kita sholat dulu ya.Sudah ashar."ucap Cinta pada Zen.


"Baiklah sayang"


Mereka mencari mushola dan sholat berjamaah.Setelah selesai mereka berjalan menuju basement.Cinta membalikkan badannya dan membuat Zen terkejut.


"Sayang..aku masih ingin beli sesuatu sebentar.Kamu tunggu aku di basement ya.."


"Aku ikut"


"Jangan sayang.. aku cuma sebentar kok.Swear"Cinta menaikkan 2 jarinya.


"Baiklah, jangan lama-lama.Pakai kartu ini sayang!"


"Apa sebenarnya yang mau dibeli oleh Cinta"ucap Zen penasaran.


"Baik sayangku"ucap Cinta sambil berlalu meninggalkan suaminya.


Cinta melangkah ke sebuah toko.Ternyata dia ingin memberi kejutan untuk suaminya.


"Mbak...saya beli yang itu dan itu ya "tunjuk Cinta pada pelayan.


"Yang ini ya mbak"ucap si pelayan.


"Iya mbak.Bungkus ya mbak!"Cinta menyerahkan blackcard yang diberi oleh suaminya.


Pelayan toko menggesek kartu yang diberikan Cinta.


"Ini mbak, sesuai pesanan.Saya bungkus pakai plastik hitam"pelayan menyerahkan barang yang dibeli Cinta.


"Terimakasih mbak"


"Sama sama mbak"

__ADS_1


To Be Continue...


__ADS_2