
Lelaki itu melemparkanku ke atas kasur.
"Brukkk"
"Apa yang mau kau lakukan padaku"ucapku.
Aku tak bisa melihat wajahnya, karena dia menutupi wajahnya dengan topeng.
"Aku hanya mau mencicipimu sayang...."dia sambil membuka kancing bajunya.
"Siapa kamu, tolong..... tolong....?"aku menjauh darinya.
"Berteriaklah sayang... tidak ada orang di sini,hahahaha"
Dia semakin mendekatiku dan memulai aksinya.
"Akh......"aku mencakar wajahnya.
"Dasar kurang ajar kamu ya"dia menamparku berkali-kali hingga aku pingsan.
"Halah... jadi pingsan kamu ya, tapi tidak apa-apa, yang penting aku bisa menikmati tubuhnya,hahaha"
Dia mulai bergerilya di atas tubuhku.
"Bruakkk..."tiba-tiba pintu terbuka.
Zen yang melihat ada seorang lelaki sedang berada di atas istrinya,langsung menghajar lelaki itu.
"Berani beraninya kamu mau memperkosa istriku"
"Brak..."
Dia memukul lelaki itu lagi, mereka saling pukul memukul hingga Zen tersungkur dan mulutnya Zen mengeluarkan laki-laki itu melarikan diri.
"Kurang ajar kau"dia mengusap darah segar di mulutnya dan bangkit lagi untuk menangkapnya.Dia berlari menuruni tangga.Di sana dia sudah melihat Robert bersama dengan laki-laki itu.
"Robert, ikat dia di kursi,hajar dia, aku akan melihat Cinta dulu"
"Baik tuan!"Robert segera mengikat laki-laki itu dan menghajarnya.
Zen berjalan ke kamarnya melihat Cinta.Istrinya duduk sambil memegang lututnya.Dia begitu ketakutan dengan kejadian ini.Zen mendekatinya dan mendekapnya.
"Sayang.... jangan takut.Ini aku suamimu."
"Jangan sentuh aku..... jangan sentuh aku .. pergi...pergi..."
"Aku suamimu sayang....Zen"dia memandang istrinya dengan wajah sendu.
Aku melihat wajahnya,dan kuraba.Aku memeluknya erat..
"Sayang.... jangan tinggalkan aku sendiri,aku takut"tubuhku masih bergetar ketakutan.
"Ayo kita naik ke tempat tidur sayang"
Zen memapahku ke atas tempat tidur.Dia merebahkanku.
"Tidurlah sayang,aku akan bersamamu di sini"
Zen mengelus elus kepalaku dengan penuh kasih sayang.Aku memeluknya erat-erat.Dia mencium pucuk kepalaku.Aku merasa tenang dia ada di sampingku.Tak lama aku pun tertidur dengan pulas.
Zen melepaskan pelukanku dengan perlahan-lahan.Dia turun dari tempat tidur dan berjalan sambil berjingkat agar aku tidak terbangun.Dia menutup pintu pelan pelan dan menguncinya.
Dia segera menuju ke laki-laki itu.Laki-laki itu sudah babak belur dihajar Robert.
"Kurang ajar kau,berani beraninya membuat ulah di rumahku"
Dug....bug....bug..
Zen menghajar lagi lelaki itu sampai dia puas melampiaskan amarahnya.
__ADS_1
"Buka topengnya Robert"ucap Zen.
Lelaki itu sudah tak kuat lagi.Wajahnya terkulai lemas dan lemah.
"Bret...."topeng lelaki itu terbuka.
Zen tidak mengenal laki-laki itu.
"Hei...siapa kamu?"ucap Zen.
Dia tak menjawab pertanyaan Zen.
Zen mencengkeram dagu lelaki itu dan bertanya lagi.
"Siapa kamu..hah...Apa ada orang yang menyuruhmu melakukan ini,katakan!Aku akan memberikan apapun yang kau mau jika kau mengatakan yang sebenarnya"bentak Zen yang mulai geram.
"Apa tuan mau menjamin saya dan keluarga saya kalau saya mengatakan yang sebenarnya"
Zen melepas cengkramannya agar laki-laki itu bisa berkata dengan jelas.
"Baik,aku akan menjaminmu dan seluruh keluargamu"
"Dan tolong jangan laporkan saya ke polisi"
"Baik,apa ada lagi syarat yang kau ajukan"ucap Zen
"Setelah ini saya ingin tinggal jauh dari sini tuan.Saya tidak ingin berhubungan dengan orang yang sudah menyuruh saya lagi"
"Baik,aku menyetujui semua syaratmu"
"Tuan,rekamlah pernyataan saya,agar tuan punya bukti nantinya.Karena yang menyuruh saya bukan orang lain, tapi anggota keluarga anda sendiri"
"Robert, segera kau rekam semua perkataannya."
Laki-laki itu menceritakan semuanya dari awal.Dia juga mengatakan terpaksa melakukan ini semua karena terlilit hutang.Dia juga menceritakan siapa orang yang menyuruhnya melakukan itu semua.
"Pantas saja semua sepi ketika aku masuk"ucap Zen.
"Apa ucapanmu ini bisa dipercaya"
"Saya bersumpah tuan,semua yang aku katakan benar.Saya tidak mau anak istri saya kenapa napa tuan"
"Sekarang katakan siapa yang menyuruhmu"
Lelaki itu menyebutkan nama orang yang menyuruhnya.
"Apa???? Benar dia yang menyuruhmu.Sungguh keterlaluan,aku sudah tak bisa membiarkan ini semua terjadi lagi"Zen mengepalkan tangannya penuh emosi.
"Maaf tuan,apa anda mengenalnya"
"Kau tidak perlu tahu,itu urusanku.Oh..iya.Siapa namamu?"
"Robi tuan"
"Baik Robi,awas kalau kamu berani mengganggu keluargaku lagi"
", Tidak akan tuan, tapi tolong tepati janji tuan padaku.
"Tenang saja,aku akan menepati janjiku"ucap Zen.
Robert melepas ikatannya.
"Antarkan dia pulang sampai ke rumahnya Robert, pastikan dia baik-baik saja.Urus juga semua keperluannya."
"Baik tuan"
Robert menarik kerah baju lelaki itu,dia tetap geram dengannya.Wajah lelaki itu sudah babak belur tak berbentuk.
Flash back on...
__ADS_1
Zen yang merasa pikirannya tak tenang, langsung diantar pulang ke rumahnya oleh Robert.Ketika masuk dia sudah merasa aneh.
"Kenapa pintu gerbang ini terbuka,dan kenapa sepi sekali"
Dia langsung berlari ke kamar istrinya.Dia takut terjadi apa-apa padanya.
Sementara Robert masih memarkirkan mobilnya.
Flash back off
...----------------...
Zen duduk di ruang tengah,dia tidak habis pikir.Begitu teganya orang itu menyuruh untuk memperkosa Cinta.
"Ini benar-benar keterlaluan.Aku tak bisa membiarkan semua ini.Aku akan memberi balasan yang setimpal untuknya."
Tak lama Deni dan Fitri datang.
"Kenapa di sini sepi sekali kak"ucap mereka serempak.
"Ada yang mau merampok rumah kita"
"Apa.....?"
Mereka melihat perabotan rumah masih tertata dengan rapi dan tidak ada yang hilang sama sekali.
"Apa yang dirampok kak?"ucap Deni.
Istriku yang dirampok"
"Apa kak!Kak Cinta diculik kah"
"Tidak!"
'Lalu apa yang dirampok?"
"Dia mau merampok tubuh istriku?"
"Maksud kakak?"
"Tadi ada orang masuk kemari dan dia mau memperkosa istriku"
"Satpam kita kemana kak?"
"Mereka tertidur semua.Perampok itu memberi obat tidur pada semua orang rumah,jadi tidak ada yang mendengar teriakan minta tolong Cinta"
"Sekarang dimana kak Cinta"
"Dia sudah tertidur, kasihan dia.Dia takut sekali, sampai-sampai tubuhnya bergetar hebat.Semoga saja dia baik-baik saja setelah bangun tidur"
"Semoga saja kak"
"Syukur deh ada yang mau memperkosanya, kalau sampai Cinta diperkosa,kakak kan tidak akan mau lagi dengannya,jadi mereka akhirnya bercerai"pikir Fitri sambil tersenyum.
"Kalau kak Cinta di kamar, kenapa kak Zen di sini.Harusnya kak Zen bersama kak Cinta dan menenangkannya"
"Cinta sudah tenang dan tertidur.Aku di sini sedang menunggu Robert datang"ucap Zen berbohong.
"Baiklah kak,kami pergi dulu ke kamar"
"Silahkan..."
To Be Continue..
Sabar ya kakak kakak readers.
Pelakunya ada di episode selanjutnya...
🤭🤭🤭🙏🙏🙏🙏
__ADS_1