Menantu Yang Tak Diinginkan

Menantu Yang Tak Diinginkan
#Bab 34 : Kemana Setelah Menikah


__ADS_3

Jam 12.00


Cinta terbangun dari tidurnya dan melihat suaminya tidak ada di sampingnya.


"Kemana suamiku.Apa dia sudah bangun tidur kah"


Tiba tiba pintu kamar mandi terbuka dan terlihat Zen hanya memakai handuk yang melilit dengan bertelanjang dada


Melihat pemandangan itu, Cinta menelan salivanya.Meskipun dia sudah melihat tubuh suaminya berkali kali, namun dia tetap merasakan ada sesuatu yang membuat dia bergairah ketika memandang tubuh suaminya.


"Kenapa sayang...kamu mau lagi ya"ucap suaminya pada Cinta.


"Enggak.."jawab Cinta malu malu.


Zen yang melihat ekspresi Cinta yang malu tapi mau segera mendekati istrinya yang masih telanjang bulat di bawah selimut.


Dia langsung melahap istrinya lagi.


"Sayang...ini sudah waktunya sholat duhur"ucap Cinta yang sudah ada di bawah kungkungan suaminya.


"Kamu yang membuatku jadi seperti ini sayang, pandangan matamu tadi menarik perhatianku untuk bergumul bersama mu lagi"


"Memangnya aku ngapain sayang.."


"Pandanganmu membuat sesuatu dalam diriku terbangun"


"Kalau dipandang saja kamu seperti ini padaku, bagaimana kalau aku mendekat padamu"


"Aku akan selalu menghabiskanmu",ucap Zen sambil menikmati tubuh istrinya.


Zen tak bosan bosannya melalukan penyatuan dengan istrinya.Cinta selalu membuatnya menginginkan itu,lagi dan lagi tak ada hentinya.


Zen melakukannya lagi pada istrinya,dia selalu bisa membuat istrinya terangsang dan mau melayaninya lagi.


Sejam kemudian penyatuan mereka selesai.Zen merebahkan diri di sebelah istrinya.


"Terima kasih sayang,kamu selalu membuatku puas dan tidak pernah menolakku"ucap Zen sambil mencium bibir istrinya.


"Sama sama sayang...aku juga berterima kasih padamu kamu sudah memilihku yang miskin ini menjadi istrimu.Suamiku..ayo kita sholat duhur dulu"ajak Cinta pada suaminya.


"Sebentar lah sayang...aku masih belum puas memelukmu"


"Nanti dilanjutin lagi peluk pelukannya,aku juga sudah lapar sayang"ucap Cinta sambil bangun dari kasur tanpa busana.


"Kamu mau menggodaku ya dengan tanpa busana seperti itu"


"Aku lupa kalau aku tidak memakai baju"ucap Cinta dalam hati.Cinta segera mengambil selimut dan menutup tubuhnya.


"Aku hanya mau mandi suamiku,aku tidak berani menggodamu lagi,badanku rasanya sudah remuk semua"ucap Cinta sambil berjalan ke kamar mandi.


Zen menyadari,dia terlalu buas pada istrinya.


"Kamu seperti candu bagiku.Jika melihatmu rasanya aku selalu ingin menyatukan milikku padamu"ucap Zen di atas tempat tidurnya.


Cinta segera menyelesaikan ritual mandinya,dia keluar dari kamar mandi dan melihat suaminya sudah memangku laptopnya.


"Suamiku sayang,ayo segera mandi,kita sholat berjamaah"


"Sebentar sayang, tanggung ini"


"Kalau tidak segera bangun, laptopnya akan aku matikan"


"Baik-baik sayang,aku bangun"ucap Zen sambil menutup laptopnya.

__ADS_1


Zen segera bangun dari tempat tidurnya menuju kamar mandi.


"Sayang..jangan lama lama mandinya"ucap Cinta


"Iya sayang..apa kamu ingin segera *** *** lagi"


"Apa itu *** *** sayang"


"Kalau kau ingin tahu kemarilah"ucap Zen sambil membuka pintu kamar mandi nya.


Cinta sudah paham dengan maksud suaminya.


"Tidak suamiku, aku sudah tahu apa itu *** ***,"ucap Cinta sedikit tertawa.


"Hahahaha... istriku memang pandai"


Zen segera menyelesaikan ritual mandinya dan segera sholat berjamaah.


"Sayang..aku lapar"ucap Cinta dengan manja.


"Aku pesan makanan di ojek online saja ya, tapi nanti malam kamu memasak ya sayang"


"Siap suami gantengku"ucap Cinta sambil hormat pada suaminya.


"Ih ..kamu ini ya..."Zen menggelitiki istrinya.


"Geli sayang"Cinta melepaskan dirinya dari Zen dan berlari.menjauh.


Mereka berlarian di dalam kamar seperti anak kecil.


"Sudah sudah sayang...aku menyerah"ucap Cinta berbaring dengan nafas terengah-engah.


Zen ikut berbaring menghadap ke istrinya.


Itulah yang dia sukai dari Cinta istrinya,dia selalu bisa membuat Zen bahagia.


"Sudah pesan belum makanannya sayang"


"Belum sayang,jadi lupa karna keasyikan sama kamu"Zen menyentil hidung istrinya.


"Istriku mau makan apa?"


"Aku mau makan apa saja yang penting bukan racun"


"Hahaha..ada ada saja kamu sayang,gak mungkin lah kau kasih makan istri tercinta ku ini racun.Malah kamu yang sudah menabur racun padaku,racun cinta..."ucap Zen.


"Cepatlah sayang,aku sudah lapar.Pesanlah apa saja, pasti akan aku makan.Kita sejak pagi belum makan"rengek Cinta.


Zen segera memesan makanan ke ojek online.


Sembari menunggu makanan datang, mereka menonton TV di depan.


"Sayang... setelah ini kamu mau tinggal dimana"ucap Zen pada istrinya


"Aku terserah padamu suamiku,kemana pun aku akan ikut"


"Ke kolong jembatan masih mau ikut"


"Selama suamiku ada bersamaku aku akan mau dibawa pergi kemana saja, tapi apa kamu tega sayang membawaku hidup di kolong jembatan"


"Enggak lah sayang,aku gak mau melihat dirimu menderita"ucap Zen sambil mencium puncak kepala istrinya.


"Ayah menginginkan ku untuk mengelola perusahaan yang ada di kota tempat tinggalku,dan ayah menyuruhku untuk tinggal bersamanya karena kedua saudara ku pergi dari rumah itu untuk ikut suaminya"

__ADS_1


"Ikuti saja kemauan orang tuamu sayang,aku akan selalu mendukungmu"Cinta mencium pipi Zen


"Tapi kamu kan tau sendiri sayang, kalau ibuku tak setuju padamu"


"Bukankah aku pernah bilang,aku akan berjuang untuk mendapatkan restu dari ibu.Selama suamiku mau bersama untuk berjuang,aku akan tetap berjuang"


"Aku mencintaimu sayang,aku memang tak salah memilih istri"Zen memeluk istrinya.


"Kita akan pindah setelah kita bulan madu"


"Kita akan bulan madu kemana sayang"ucap Cinta senang.


"Kamu ingin kemana"


"Entahlah.... aku tak punya gambaran apapun hehe"


"Nanti kita cari cari di internet saja tempat yang bagus"


Tok tok tok....


"Itu makanan kita datang"Zen berdiri dari kursi dan membuka pintu.


"Terima kasih pak"Zen menyerahkan 5 lembar uang ratusan ribu pada ojek online itu.


"Ini terlalu banyak tuan"


"Tidak apa apa pak, ambil saja semua untuk anak dan istri anda"


"Terima kasih banyak tuan.Semoga anda banyak rejekinya"ucap ojek online itu dengan senangnya.


"Alhamdulillah...hari ini aku dapat rejeki bu.Besok kita bisa membayar buku anak kita"ucap ojek online dalam hatinya.


"Sayang ayo kita makan"


Cinta beranjak dari duduknya.Dia mengambil piring untuk alas makannya.


"Sini biar aku yang taruh di piring sayang.Bukankah seorang istri harus melayani suaminya"ucap Cinta


Zen membiarkan istrinya menata makanan itu.


"Sekarang tanpa suap suapan ya sayang,aku sangat lapar"ucap Cinta sambil memasukkan makanan ke dalam mulutnya.


"Iya sayang"


Mereka segera makan tanpa bersuara karena kelaparan.


"Alhamdulillah..."ucap Cinta


"Sudah kenyang sayang"ucap Zen


"Sudah sayang"


"Kalau begitu,ayo kita *** *** lagi"


"Suamiku ini memang mesum ya, pikirannya *** *** terus"ucap Cinta


"Habisnya kamu enak sih"ucap Zen


Cinta tersipu dengan ucapan suaminya.


To Be Continue..


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian disini..

__ADS_1


Thanks..


__ADS_2