
" Kepada seluruh penumpang kereta api Wijaya Kusuma diharapkan segera naik, karena kereta akan segera berangkat" ada suara pemberitahuan dari stasiun
" Maaf ayah,keretaku akan segera berangkat.Semoga wanita itu bisa menggantikanku di keluarga Wijaya.Semoga Zen bahagia.Tolong sampaikan pada Zen,aku menunggu surat cerai darinya"
" Cinta.. pikirkanlah dahulu"
" Aku sudah memikirkannya ayah.Maaf,hatiku tak bisa di duakan ayah.Dan aku sangat benci dengan pengkhianatan.Semoga ayah selalu sehat dan panjang umur.Semoga Zen bahagia dengan istrinya.Selamat tinggal ayah.Terima kasih atas semua yang keluarga Wijaya berikan untukku "
Cinta memeluk pak Wijaya dan pergi menuju keretanya yang akan segera berangkat.
Cinta menangis tersedu-sedu sambil berjalan menuju tempat duduknya.
Kereta telah berangkat namun Cinta tetap tak bisa membendung air matanya.
" Ya Allah...jika ini memang jalan hidupku.Aku ikhlas ya Allah, berilah hamba mu yang lemah ini kesabaran dan ketabahan.Semoga keputusanku ini yang terbaik untukku " ucap Cinta dalam hati.
Tak lama Cinta terlelap di tempat duduknya.
Dua jam lamanya dia dalam perjalanan dan Cinta tiba di kota tercintanya.
Dia segera turun dan mencari taksi untuk segera pulang ke rumahnya.
Ponsel Cinta berdering.
" Hallo dek, kakak sudah sampai di stasiun.Ini perjalanan ke rumah"
"Baik kak,kami akan menunggu kakak" ucap Trio adek Cinta.
" Kakak segera sampai dek,kakak akan menyuruh taksinya untuk lebih cepat."
" Ayah dan ibu dimakamkan menunggu kakak kata orang-orang "
" Iya dek "
Tak lama Cinta sampai di rumah orang tuanya.
Dia membayar taksi online itu dan segera berlari ke jenazah ayah ibunya.
__ADS_1
" Ayah....ibu.... kenapa kalian meninggalkanku di saat aku benar-benar membutuhkan kalian " Cinta memeluk jenazah ayah dan ibunya.
" Yang sabar nak, semua sudah takdir " ucap Bu Sri tetangga Cinta
" Iya bu, tapi mengapa mereka pergi bersama...hiks hiks..."
" Yang sabar nak...ayah dan ibumu harus segera dimakamkan, kasihan mereka kalau terlalu lama"
" Iya bu...Cinta paham.Segera saja makamkan mereka bu " ucap Cinta
" Silahkan bapak-bapak semua, jenazah segera dikuburkan"
" Baik bu" jawab bapak-bapak kompak.
Cinta dan adek-adeknya berpelukan satu sama lain.
" Kalian ikut ke pemakaman apa tidak anak-anak " tanya salah satu tetangga
" Iya pak, kami ikut" ucap Cinta
" Para bapak-bapak dan ibu-ibu.Jenazah akan kami berangkatkan.Jika almarhum dan almarhumah punya kesalahan mohon di maafkan.Urusan hutang piutang silahkan diselesaikan dengan keluarga almarhum almarhumah." ucap pak RT sambil memberi aba-aba ke warga untuk berangkat.
Cinta dan adek-adeknya saling berpegangan tangan menguatkan hati mereka masing- masing.
Warga sampai ke pemakaman dan segera mengubur jenazah orang tua Cinta.
Prosesi pemakaman selesai dan satu persatu warga mulai pulang meninggalkan Cinta dan adek-adeknya di pemakaman.
Cinta memeluk pusara ibunya sambil menangis.
" Ibu.. kenapa kau pergi secepat ini.Aku masih belum bisa membahagiakanmu."
" Kak, sudahlah.Ayo kita pulang" ucap adiknya
" Sebentar dik,aku masih ingin di sini.Kalau kau mau pulang,pulanglah duluan"
" Ayo lah kak,kita pergi "
__ADS_1
" Cinta....." terdengar suara Zen
" Aku pulang dulu saja ya kak,itu ada kak Zen datang menemanimu"
" Iya dek , pulanglah dulu." ucap Cinta
Rizal pulang duluan dan berpapasan dengan Zen.
" Kak,jaga kak Cinta.Aku mau pulang dulu." ucap Rizal
" Iya Zal" jawab Zen
Cinta melihat Zen mendekatinya,namun dia tidak bergeming dan tetap memeluk pusara ibunya.
Dia tidak peduli dengan kedatangan suaminya itu.
" Cinta..." panggil Zen
" Untuk apa kau datang kesini mas, pergilah.Jangab pernah menemuiku lagi.Ada Desi dan anakmu di sana?" jawab Cinta tanpa menoleh sedikitpun
" Cinta... dengarkan penjelasanku." Zen memegang pundak istrinya
Cinta menepis tangan Zen.
" Pergilah mas,ada yg lebih berhak padamu daripada aku.Ada orang yang lebih membutuhkan perhatian darimu daripada aku "
Zen yang melihat istrinya tidak mau mendengarkan penjelasan darinya, segera menggendong Cinta dan membawanya pergi dari pusara orang tuanya.
Cinta memberontak dan memukuli dada Zen
" Turunkan aku mas,aku mau kau bawa kemana " ucap Cinta
Zen tetap berjalan tanpa menghiraukan pertanyaan Cinta.
To Be Continue
Terima kasih untuk semua readers yang masih setia menunggu kelanjutan cerita ini. Mulai hari ini othor usahakan bisa up date setiap hari lagi meskipun sedikit.
__ADS_1
😘😘😘❤️❤️❤️I love u all my readers ❤️❤️❤️😘😘😘😍😍