Menantu Yang Tak Diinginkan

Menantu Yang Tak Diinginkan
#Bab 42 : Pagi Pertama di Rumah Mertua


__ADS_3

Aku terbangun jam 04.00.Aku sudah terbiasa bangun pagi.Aku mandi dan gosok gigi.


Aku duduk di depan meja rias, aku menyisir rambutku dan berhias.Aku membangunkan suamiku yang masih terlelap.


"Sayang.... ayo bangun"ucapku.Aku mencium bibirnya agar terbangun.


Dia hanya menggeliat dan tetap terlelap.


"Bagaimana agar suamiku terbangun ya"aku berpikir.


Aku mencium bibirnya lagi dan lagi,tiba tiba dia membalas ciumanku dan menarikku ke atas kasur.


"Kenapa kamu begitu wangi sayang..."ucap suamiku.


Aku terkejut.."Ternyata kamu sudah bangun ya"


"Hehehe...."dia memelukku.


"Ayo bangun sayang... Sholat subuh dulu.Aku akan membuatkan kopi untukmu"ucapku mau bangun dari tempat tidur.Suamiku semakin erat memelukku


"Tunggu sebentar lah sayang,aku masih kangen"


"Ketemu tiap hari juga masih kangen sih sayang... Tapi aku juga kangen padamu"aku membalikkan badanku dan kuciumi seluruh wajahnya.Banyak noda lipstik di wajah suamiku.


"Hahahaha..."aku tertawa melihat wajah suamiku.


"Kenapa kamu tertawa begitu keras sayang,apa yang terjadi"ucapnya sambil menarikku lagi ke pelukannya.


"Lepaskan pelukanmu sayang...bangunlah"


Dia melonggarkan pelukannya dan aku bangun dari tempat tidur.Aku menarik tangan suamiku menuju meja rias.


"Kemarilah sayang...duduk di depan cermin"aku sendiri menjauh dari sana.


Zen duduk sambil mengucek ngucek matanya.Dia melihat dirinya di cermin.Dia melotot melihat wajahnya yang jadi merah penuh dengan lipstik istrinya.


"Apa yang kamu perbuat dengan wajahku sayang...?"Dia membalikkan badan dan berlari padaku.


"Hahaha.. wajah mu semakin lucu kalau seperti itu sayang"


"Awas ya..aku akan balas kalau nanti kamu sudah selesai"dia menggesekkan wajahnya di dadaku.


"Hentikan sayang,bajuku jadi kotor"


"Senjata makan tuan sayang...hehe"


"Segeralah ke kamar mandi sayang...subuhnya keburu habis.Aku akan ke dapur dulu untuk membuat kopi untuk suamiku tercinta ini"aku cubit pipinya dan berlari keluar dari kamar.


"Awas kamu ya sayang....akan aku balas nanti"ucap suamiku.


Aku berjalan ke dapur dan kulihat ada bi Imah di situ.


"Non Cinta sudah bangun"


"Iya bik...aku sudah terbiasa bangun pagi kok"


"Mau membuat kopi untuk tuan muda ya non"


"Iya bi,aku ingin menyiapkan semua kebutuhan suamiku sendiri"


"Kalau di sini bibi yang membuatkan kopi untuk semua yang di sini"


"Bibi... sebentar lagi aku akan memasak ya bi, biarkan aku yang membuat masakan untuk seluruh keluarga ini.Aku ingin menjadi menantu yang baik untuk keluarga ini "


"Jangan non...biar bibi yang masak"


"Nanti bibi bantuin saya masak..oke"

__ADS_1


"Oke non"ucap bibi.


"Aku ke atas dulu mengantarkan kopi suamiku ya bi Imah."


"Iya non"


Aku naik ke kamar untuk mengantarkan kopi ke suamiku.


Ceklek...aku membuka pintu.


Aku berjalan masuk dan menaruh kopi di sofa kamar.


Aku mendekati suamiku.


"Sayang...aku mau memasak dulu ya"


"Siapkan dulu bajuku ya sayang"ucap Zen.


"Siap cintakuh....."aku berucap sambil hormat padanya.


"Kamu itu yah... selalu bisa membuatku tersenyum dengan tingkahku"ucap Zen.


Aku menyiapkan baju kerja suamiku beserta dasinya.


Aku memilih setelan dongker untuk hari pertama kerja suamiku.


"Sayang..aku akan memasak dulu ya.Bajumu sudah kusiapkan di atas kasur"ucapku sambil berlalu.Dia masih meneruskan membaca Al Qur'an.


Aku berjalan ke dapur untuk mulai memasak.


Bik Imah membuat kopi menunggu tuannya bangun.


"Bik... ada bahan apa saja di kulkas?"tanyaku.


"Semua lengkap di kulkas,non lihat saja.Kemarin bibi baru belanja bahan bahan dapur.


Aku membuka kulkas,aku mengambil daging,telur,lombok hijau.Aku berencana memasak rendang, telur dadar dan sambel hijau.


"Aku mau masak rendang,dadar telur dan sambel hijau bik"


"Saya juga doyan non sama masakan kyk gitu"


Ayah Zen sebenarnya turunan orang Padang,jadi Cinta ingin memberi kejutan untuk mertuanya.


"Ayo kita mulai masak bikk"


"Siap non"


Aku dan bik Imah mulai mengeksekusi bahan bahan tersebut.


Setengah jam kemudian terdengar langkah seseorang keluar dari kamar lantai 1.


"Bau harum apa ini"terdengar suara laki laki menuju dapur.


"Siapa wanita ini bi Imah"ucap Deni.


"Dia istriku Den!"ucap Zen sambil berjalan melaluinya.Dia memelukku dari belakang.


"Istriku tercinta ini lagi masak apa"ucap Zen.


Deni yang melihat itu segera pergi dari sana.


"Dasar tukang pamer"ucap Deni.


"Yang di pamerin khan istriku sendiri,kalau kamu kepingin seperti ini,ya sama istrimu sana"ucap Zen.


"Bik..buatkan aku kopi ya.Taruh saja di meja depan."ucap Deni pada bik Imah.

__ADS_1


"Iya tuan"jawab bi Imah.


Deni berjalan ke kamarnya,dia melihat istrinya masih tidur.


"Seandainya saja istriku seperti istri kak Zen"ucap Deni sambil berjalan menuju kamar mandi.


Fitri tidak pernah bangun pagi dan memasak untuk suaminya.Dia selalu mengandalkan pembantu.Semua keperluan suaminya di siapkan oleh pembantunya karena dia sibuk bekerja.


Sementara di dapur...


"Sayang... lepaskan pelukannya.Malu di lihat bi Imah"


"Tidak apa-apa kan bik aku di sini bersamanya"


"Tidak apa apa tuan"bi Imah tersenyum.


"Tuan Zen begitu cinta pada istrinya"ucap bi Imah dalam hati.


"Pergilah sayang...bersiap siaplah untuk kerja.Aku akan menyiapkan sarapan di meja makan"ucapku.


"Baiklah istriku tercinta,aku akan pergi dan bersiap dulu"dia mencium pipiku.


Akhirnya dia pergi ke kamar dan bersiap siap untuk berangkat kerja.


"Non.... tuan Zen sangat mencintaimu.Aku paham kenapa dia mencintai non.Non begitu baik dan santun dan non tidak pernah macem macem.Saya saja yang baru kenal dengan non, seneng banget"ucap bik Imah.


"Bik Imah bisa saja,aku cuma wanita biasa kok bi.Sama dengan wanita pada umumnya"


"Non juga rendah hati"ucap bik Imah


"Sudah sudah bik..ayo kita menyiapkan makanan di meja"ucapku.


Aku melepas celemekku, dan bik Imah membersihkan meja dan menata piring.


Bibi berjalan ke dapur.


"Sudah siap bi"


"Sudah non"


"Ayo kita mengangkat ini ke meja bik"ucap ku sambil membawa semua makanan.


Setelah semua selesai bik Imah memanggil semua anggota keluarga.


Aku memanggil suamiku.


"Sayang..ayo sarapan.Apa sayang ku sudah selesai memakai bajunya"


"Sudah sayang..."tiba tiba dia memelukku dari belakang pintu.


Aku membalikkan badan dan mengalungkan tanganku ke lehernya.


"Sayang ku tampan sekali"aku mengacak ngacak rambutnya.


"Kok diacak-acak sih rambutku sayang..."ucap dia.


"Habisnya aku gemes.. hehehe"


Aku mengambil sisir dan merapikan rambutnya kembali.


"Tara....suamiku sudah ganteng kembali"ucapku.


"Masih belum sayang... dasiku belum terpasang"


"Kemarilah suamiku tercinta..."ucapku.


Aku memasang dasi pada kemeja suamiku.

__ADS_1


"Sudah selesai.... Ayo kita turun sayang"ucap ku.


To Be Continue...


__ADS_2