Menantu Yang Tak Diinginkan

Menantu Yang Tak Diinginkan
#Bab 20


__ADS_3

Sementara di rumah Cinta....


"Ayah...Cinta ingin bicara,"ucap Cinta sambil mendekati ayah yang sedang santai sambil minum kopi di pagi hari.


"Ada apa Nak"ucap ayah sambil menyeruput kopi pagi harinya.Hari ini Pak Hadi sedang libur kerja.


"Kak Zen mau memajukan hari pernikahan seminggu lagi",ucap Cinta


"Kalau ayah terserah padamu Nak,kalau kamu siap, Ayah juga akan siap.Tapi Zen suruh kesini,biar dia sendiri yang berbicara pada Ayah terkait dengan hal ini"ucap Ayah


"Baik ayah,Cinta akan menghubungi kak Zen"ucap Cinta sambil berjalan ke kamar


Cinta mengambil ponselnya dan menekan nomer calon suaminya itu.


Kring...kring.. kring...ponsel Zen berbunyi


Ternyata Zen dan Robert sedang dalam perjalanan ke rumah Zen di kota P.Rencananya,Zen akan mengajak Ayah nya untuk ke rumah orang tua Cinta.


Zen mengangkat ponselnya,


"Assalamualaikum... sayang ku"ucap Zen


"Waalaikumsalam...calon suamiku.."ucap Cinta


"Ada apa sayang... sudah kangen ya...baru ditinggal dua hari udah kangen aja sayangku*ucap Zen


"Siapa juga yang kangen!! sambil Cinta menjulurkan lidahnya.


"Kak,Aku tadi sudah bilang pada Ayahku, Beliau bilang ingin bertemu denganmu sayang...Dia ingin bicara langsung"ucap Cinta


"Baiklah sayang..nanti aku akan kesana bersama ayahku.Aku sedang dalam perjalanan pulang kok sekarang.Aku nanti mampir dulu ke rumahku,baru aku akan ke rumah calon istriku"ucap Zen


"Baiklah calon suamiku..aku akan menunggu mu.Bye bye Emmmuuacchhhh"ucap Cinta sambil menutup ponselnya


"Waalaikumsalam..."ucap Zen sambil menutup telfonnya juga.


Cinta memberitahukan pada ayahnya bahwa nanti Zen akan kerumahnya bersama sang Ayah.


*Sementara Zen dan Robert...


"Robert...jangan lambat lambat nyetirnya."ucap Zen


Padahal Robert sudah jalan di atas rata-rata.


"Gue sudah ngebut ini brooo"ucap Robert


Zen merasa waktu berjalan lambat.Dia lupa belum memberi tahu ayahnya bahwa dia akan mengajak Ayah nya ke rumah Cinta.Zen menghubungi Ayah nya, memastikan Ayah nya ada di rumah.


kring ..kring... kring...


Ponsel pak Bambang berdering


"Assalamualaikum..."jawab pak Bambang


"Waalaikumsalam,,,apa Ayah ada di rumah sekarang."ucap Zen


"Ada apa Nak??tanya Pak Bambang


",Aku mau mengajak Ayah ke rumah Cinta,ayahnya menyuruh ku kesana"ucap Zen

__ADS_1


"Ayah masih di kantor Nak, kamu sampai rumah jam berapa?"ucap Pak Bambang


"Setengah jam lagi Ayah"ucap Zen


"Baiklah kalau begitu,ayah akan pulang sekarang"ucap Pak Bambang


"Baiklah Ayah, Assalamualaikum"ucap Zen


"Waalaikumsalam..."ucap Ayah


Mereka sama sama menutup ponselnya.Pak Bambang segera memanggil sekretaris nya.


"iya pak..ada apa"ucap Yeni sekretaris nya


"Cancel semua jadwal ku hari ini,saya ada urusan penting"kata pak Bambang


"Baik pak.Apa ada lagi yang anda perlukan Pak?"tanya Yeni


"Sudah tidak ada, kamu boleh pergi"ucap pak Bambang


"Baik pak"ucap Yeni sambil menutup pintu ruang direktur nya


Pak Bambang segera membereskan berkas berkas di mejanya dan bergegas pulang ke rumah.Dia ke tempat parkir dan langsung masuk ke mobilnya


"Pak Sarif,agak cepat ya"ucap pak Bambang pada sopir nya


"Memangnya ada apa Pak??"tanya pak Sarif


"Anakku akan sampai ke rumah setengah jam lagi pak.Dia mengajakku ke rumah calon besanku."ucap Pak Bambang


"Wah...Den Zen akan menikah Pak"tanya Sarif


"Alhamdulillah iya Pak"ucap Pak Bambang


"Assalamualaikum..."ucap pak Bambang


"Waalaikumsalam.."jawab ibu


"Zen ada dimana Bu?"tanya Pak Bambang


"Zen di atas bersama Robert.Ada apa Pak??"tanya ibu


"Zen mengajakku ke rumah calon besan kita hari ini"ucap Pak Bambang


"What...no no no"ucap Ibu Zen


"Terserah kamu mau ikut atau tidak.Aku akan tetap berangkat bertemu calon besan dan calon menantuku."ucap Ayah sambil naik ke kamarnya untuk bersiap siap.


Beberapa menit kemudian..


Zen turun bersama Robert dengan pakaian yang sudah berganti.Ayahpun keluar juga dari kamarnya dengan baju rapi.


"Ayah sudah siap"ucap Zen sambil berjalan keluar menuju mobilnya


"Ayah sudah siap Nak..!!"ucap Ayah


"Apa apaan sih ini"ucap ibu


"Apa nya Buuu"ucap Ayah

__ADS_1


"Ya kalian ini,mau ngapain ke rumah si Cinta yang dekil itu!"ledek ibu


"Mau melamar nya,sekalian mau membicarakan pernikahan Zen yang kurang seminggu lagi"ucap ayah sambil berjalan menyusul Zen yang sudah sampai ke mobilnya.


"Whatt..????"ibu kaget dengan pernyataan suaminya.


"Seminggu lagi Zen akan menikah dengan si dekil itu.Tapi aku tidak akan menyerah.Meskipun mereka sudah menikah,aku tetap akan berusaha memisahkan mereka"


ibu Zen berbicara sendiri dalam hati.


Zen dan ayahnya sudah hampir sampai ke rumah Cinta,ayah meminta berhenti di toko oleh oleh dekat situ.Ayah membeli beberapa oleh oleh untuk calon besan dan calon menantunya.Setelah memilih beberapa oleh oleh,pak Bambang segera masuk ke dalam mobil dg membawa banyak bungkusan.


"Sudah Yah?"tanya Zen pada ayahnya


"Sudah.."kata Ayah


Robert melajukan kembali mobil mereka


"Kenapa begitu banyak Ayah"tanya Zen


"ini semua gara gara kamu"kata ayah


"Kok bisa Yah"tanya Zen


"kamu itu melamar anak orang tapi tidak bawa apa-apa.Ini saja sebenarnya masih kurang."kata Ayah


"Maafkan Zen Ayah"ucap Zen


Beberapa menit kemudian mereka sudah sampai ke Rumah Cinta.Robert dan Zen mengeluarkan barang barang yang di beli ayah tadi.Sedangkan Ayah seenaknya saja, berjalan tanpa membawa apapun ke dalam rumah Cinta.


"Dasar Ayah,aku dikerjain"ucap Zen dalam hati


Robert dan Zen membawa barang barang tadi ke rumah Cinta.


"Assalamualaikum..."ucap Pak Bambang


"Waalaikumsalam.."jawab ibu Cinta sambil berjalan ke depan untuk membukakan pintu tamunya.


"Cari siapa??"ucap Ibu Cinta


"Pak Hadi ada Bu"tanya pak Bambang


"Ada pak"jawab ibu Cinta


Ibu masih bingung, siapa orang ini.Ibu baru paham ketika melihat Zen di belakang dengan membawa bawaan yang banyak.


"mungkin dia paman Zen"pikir ibu


"Silahkan masuk pak.. silahkan duduk"ucap Ibu


Pak Bambang masuk ke rumah itu diikuti Zen.Meskipun rumah itu kecil dan sederhana, Pak Bambang merasa tenang duduk di dalamnya.


"Sebentar ya Pak,saya panggilkan suami saya dulu"ucap Ibu Cinta sambil berjalan ke belakang rumah.


"Pak...ada keluarga nya Zen"ucap Ibu


"Bersama siapa Bu"ucap pak Hadi


"Bertiga Pak!!Nak Zen dan temannya mungkin,dan seorang paruh baya seperti bapak"ucap ibu

__ADS_1


Pak Hadi segera mencuci tangannya yang penuh lumpur, karena dia sedang menanam cabe di belakang rumah..


To be Continue..


__ADS_2