Menantu Yang Tak Diinginkan

Menantu Yang Tak Diinginkan
#Bab 47 : Kejutan Yang Tak Terkejut


__ADS_3

Aku duduk di sofa dan dia masih sibuk dengan pekerjaannya.


"Sayang... belum selesaikah pekerjaanmu itu.Aku membawa sesuatu untukmu"


"Masih belum selesai sayang"


Aku yang sudah tak sabar menunggunya.Aku membuka bekal makan siang yang aku bawa.Aku mendekat padanya,aku duduk di pangkuannya menghadap padanya dan menyuapinya.


"Ayo buka mulutnya sayang....ak..ak"aku juga ikut membuka mulutku.


"Sayang...jangan begini ah"ucap Zen


"Ayo buka dulu mulutnya sayang"ucapku.


Akhirnya dia menaruh pekerjaannya dan membuka mulutnya.Dia memakan makanan yang aku suapi.


"Sayang...jangan seperti ini.Ayo kita duduk di sofa sana saja."


"Kamu tidak suka aku duduk di sini bersamamu"


"Bukan begitu sayang,kalau kamu terus seperti ini,kamu akan membangunkan belut yang ada dalam sangkar"ucap dia.


"Emangnya belutnya dimana"Aku berdiri dari pangkuan suamiku dan mencari belut itu.


"Belutnya ada di depanmu sayang"


"Dimana?"Aku masih mencari cari belut itu sambil memegang bekal yang aku suapkan tadi.


"Kemarilah sayang.. letakkan dulu makananmu itu"ucap Zen.


Aku meletakkan makananku di mejanya.


Dia menarikku untuk duduk di pangkuannya lagi.Aku duduk menghadap Zen,dia mulai menciumiku,aku pun balas menciumnya.Ciuman kami semakin panas, tiba tiba aku merasa ada sesuatu yang menonjol dan mendesak di bawahku.


Zen menghentikan kegiatannya.


"Tuh kan, belutnya bangun"ucap Zen


"Jadi...si belut ini milikmu itu."aku terbengong.


"Hahaha...iya sayang.Si belut yang bikin kamu keenakan"ucap suamiku.


"Ada ada saja dirimu sayang Ayo kita makan,perutku sudah lapar"ucapku.


Aku pergi dari pangkuannya.


"Bagaimana dengan belutku yang sudah terbangun ini"


"Ya ditidurkan lagi sayang...aku masih haid.Aku juga lapar"ucap Cinta.l LM lll all l


Zen mengalah dan menidurkan miliknya.Dia segera beranjak dari tempat duduknya dan berjalan padaku.


"Aku mau di suapin ya"ucap Zen.


"Aku juga mau di suapin"ucapku.


"Kalau begitu kita suap suapan ya"ucap Zen.


Aku mengangguk.Zen melipat bajunya hingga lengan.Dia mulai menyuapiku dan aku juga menyuapinya.


"Kenapa kamu ke sini sayang.Apa kamu kangen padaku"ucap Zen.


"Aku hanya bosan di rumah.Jadi aku ke sini saja"


"Bosan atau kangen"goda suamiku.


"Kangen...."ucap ku sambil memeluknya.


"Aku juga sudah kangen padamu sayang"dia menciumku.

__ADS_1


"Sayang.. makan siangnya kan sudah selesai,aku pulang dulu ya.Nanti kita ketemu lagi di rumah.Jangan malam malam pulangnya ya sayang."ucapku.


"Kamu mau pulang dengan siapa,aku akan mengantarmu"


"Aku akan diantar Robert sayang"


"Baiklah,aku akan mengantarmu sampai bawah"ucap Zen.


Aku bergegas merapikan peralatan makan tadi.Zen menggandeng tanganku.Ketika membuka pintu,ternyata Robert sudah ada di sana.


"Sejak kapan kamu ada di sini Robert"ucap Cinta


"Sejak tadi nona"ucap Robert.


"Kalau aku jadi kamu aku gak akan mau nungguin di depan pintu"ucap Cinta


"Jangan jadi provokator untuk Robert ya sayang,nanti dia lama lama bisa ngelunjak."ucap Zen sambil mencubit pipiku.


"Robert,bawa tempat bekal ini"perintah Zen.


"Baik tuan"


"Sayang.. kasihan dong Robert,masak laki-laki suruh bawa rantang bekal"ucapku.


"Sudah, biarkan saja.Kamu kok membela dia terus sih.Sebenarnya suamimu itu dia atau aku"


"Ya kamu lah sayang...pria satu satunya yang kucintai"ucapku merayunya agar emosinya sedikit turun.


Dia berjalan memelukku, seakan tidak mau lepas dariku.Perlakuannya padaku membuat iri semua pegawai wanita di kantor itu.


Tak berapa lama kami sudah sampai di basement.


Robert menyusul di belakang kami.


Zen membuka pintu mobil.Aku masuk ke dalam mobil dan dia melepaskan pelukannya.


"Sayang..hati hati ya"ucap Zen.


"Aku juga mencintaimu sayang"ucap Zen padaku.


"Tuan...kami akan berangkat pulang"


"Hati hati Robert,awas kalau istriku sampai ada lecet"ucap Zen pada Robert.


"Tidak akan tuan"


"Segeralah berangkat"


"Baik tuan"


Robert segera meninggalkan basement kantor.Zen kembali ke ruangannya.


Ada banyak mata wanita yang memandangnya, tapi dia tak pernah menoleh sedikitpun pada para wanita itu.


"Dasar wanita mata duitan semua"ucapnya dalam hati.


Dia segera masuk ke kantornya dan melanjutkan pekerjaannya.


"Nona.. bagaimana perlakuan nyonya padamu"tanya Robert.


"Kenapa?"


"Apa dia memperlakukanmu dengan baik"


"Entahlah Robert, sejauh ini kupikir masih di ambang batas.Selama suamiku masih mau bersamaku,aku tak peduli bagaimana dia memperlakukan diriku"ucapku sambil menerawang ke luar jendela.


"Sabarlah nona, berhati-hatilah dengan nyonya.Dia wanita yang akan melakukan semua cara untuk mendapatkan apa yang dia inginkan"


"Terima kasih banyak Robert kamu sudah memberitahuku."ucapku

__ADS_1


"Sama-sama nona.Kalau ada apa-apa saya siap membantu nona"ucap Robert.


Tak lama kami sudah sampai di depan rumah.


"Nona,saya tidak turun.Saya kembali lagi ke kantor"


"Baiklah Robert,terima kasih sudah mau aku repotkan"


"Santai saja non"


Aku turun dari mobil,dan ibu sudah menyambutku di pintu gerbang.


"Dari mana?"tanya ibu dengan nada ketus.


"Dari kantor suamiku bu"


"Sejak kapan aku jadi ibumu, panggil saya Nyonya.Ayo segera masuk, pekerjaanmu sudah banyak menunggu"


Dia menyeretku ke dalam dengan menjambak rambutku.


Robert melihat itu dari mobilnya.Aku paham bahwa dia akan mengadu pada Zen.Aku menggelengkan kepala, melarang dia untuk mengatakan apa yang terjadi.


"Sakit bu"ucapku


"Jangan panggil ibu aku bilang,aku tak akan pernah setuju kamu jadi menantuku, kamu di sini hanya akan jadi pembantuku.Itu hal yang cocok untukmu wanita miskin"


Ibu menghempaskan aku ke lantai.


"Bruak..."Tak sengaja kepalaku terbentur meja


"Aw..."ucapku.


Ibu mendekat padaku dan dia menarik rambutku lagi.


"Awas kalau kamu mengadukan hal ini pada Zen,aku akan membuatmu semakin menderita"ucap ibu


"Iiii....iya bu"ucapku terbata- bata karena sakit


"Bagus"dia melepaskan tangannya dari rambutku.


"Sekarang bersihkan taman belakang,bersihkan rumput di sana"


"Kan ada pak Madi bagian taman bu"


"Dia lagi sakit,rumput di taman belakang sudah waktunya di bersihkan.Segeralah pergi ke belakang"


"Saya ganti baju dulu bu"


"Nyonya....bukan ibu.Kamu boleh panggil ibu jika di depan Zen,kalau dia tidak ada, panggil nyonya besar"


"Baik nyonya besar"ucap Cinta.


Dia segera pergi ke kamar dan berganti baju dengan celana training dan kaos pendek.Aku segera turun dari kamar.


"Ya Allah.. jika memang ini takdir dari Mu,aku akan menjalaninya dengan ikhlas.Semoga saja aku kuat menghadapi ini semua."ucapku dalam hati sambil berjalan menuruni tangga.


"Cinta.... jangan lama-lama kalau jalan.Lelet kamu itu"ucap ibu.


"Iya bu"


"Nyonya besar "ibu berbicara sambil menjitak kepalaku.


"Iya nyonya besar"ucapku.


"Segera kerjakan pekerjaanmu"


Aku berjalan menuju taman belakang untuk membersihkan rumput di hari yang panas ini.


To Be Continue

__ADS_1


"


Aku turun dari mobil


__ADS_2