Menantu Yang Tak Diinginkan

Menantu Yang Tak Diinginkan
# Bab 84


__ADS_3

Cinta sudah sampai di rumahnya.


Dia segera masuk ke kamarnya tanpa menunggu suaminya.Tiba-tiba dia benar-benar merasa badannya tidak enak.


Dia merebahkan diri di ranjang besarnya.


" Kenapa tiba-tiba aku merasa pusing ya" ucap Cinta.


Zen masuk ke kamar dan mendekati istrinya.


" Sayang...kamu kenapa?" tanya Zen.


" Aku tidak apa-apa mas ?" ucap Cinta


" Ayo makan dulu sayang...?" ajak Zen


Sebenarnya Cinta merasa pusing, tapi perutnya merasa lapar.Akhirnya dengan terpaksa dia bangun dari tidurnya dan duduk.


" Makan sebungkus berdua ya..Aku mau disuapin suami gantengku ini "


" Baik sayang..." ucap Zen


" Kenapa istriku jadi manja seperti ini ya.." pikir Zen.


Namun Zen tetap menyuapi istrinya.


" Enak sayang..." tanya Zen.


" Enak mas " jawab Cinta.


Zen hanya menyuapi Cinta,dia tidak ikut makan.


Akhirnya makanan pun habis tanpa terasa.


" Aku sudah kenyang mas " ucap Cinta


" Ini sudah habis sebungkus,ya pasti kenyang"


" Hehehe.." Mereka tertawa bersama.


" Istirahatlah sayang...aku akan melanjutkan pekerjaanku" ucap Zen.


" Aku mau sholat dulu mas"


" Kita jamaah saja ya sayang.." ucap Zen.


Mereka sholat berjamaah dan setelahnya Cinta kembali beristirahat.


Zen melanjutkan pekerjaannya.


Dia berkutat di depan laptopnya.


Tiba-tiba handphone nya berdering.


Tertera nama Robert pada layar ponselnya.

__ADS_1


" Hallo...ada apa Robert?"


" Boss...ada masalah ?" jawab Robert.


" Masalah apa Robert ?" tanya Zen.


" Sepertinya ada yang mau mencari gara-gara dengan kita boss.Pemasok bahan menghentikan pengirimannya."


" Kenapa bisa seperti itu,bukankah kita sudah membayar mereka"


" Entahlah boss, sepertinya kita harus kesana"


" Baiklah , besok kita berangkat kesana"


Zen menutup ponselnya.


"Siapa lagi yang mau cari gara-gara denganku" ucap Zen kesal.


Zen kembali melanjutkan pekerjaannya yang tertunda. Zen bekerja sampai larut malam.


Cinta terbangun melihat suaminya tidak ada di sampingnya.


Cinta mencari keberadaan suaminya.Dia melihat suaminya masih berkutat dengan laptopnya.


Cinta duduk dan turun dari ranjangnya.


Dia mendekati suaminya dan memeluknya dari belakang.


" Mas,kok belum tidur..." tanya Cinta.


" Kenapa kamu terbangun sayang..."Zen meletakkan laptopnya dan memutar badannya menghadap istrinya.


" Kangen ya..." Zen mencubit hidung istrinya.


" Hehehe.." Cinta tertawa kecil mendengar ucapan Zen.


" Kamu kembali ke ranjang dulu,aku akan menyelesaikan pekerjaanku yang tinggal sedikit lagi"


" Aku mau disini "


" Ayo lah sayang...biar aku cepat selesai"


" Nanti lama..!"


" Enggak sayang... bener.Lima belas menit lagi ya.."


Zen membelai pucuk kepala istrinya.


" Janji...lima belas menit lagi"


" Iya sayangku..."


"Kalau gak, aku nanti kesini lagi " ucap Cinta


" Iya sayang....aku janji " ucap Zen sambil mengangkat dua jarinya.

__ADS_1


Akhirnya Cinta mau kembali ke ranjangnya.


Dia mengambil ponselnya dan membaca novel online kesukaannya.


Tak lama Zen menutup laptopnya dan mendekati istrinya.


" Sayang...." Zen memeluk istrinya.


Cinta yang melihat suaminya datang kepadanya segera menaruh hand phonenya di atas nakas.


" Besok aku akan ke luar kota " kata Zen


" Aku boleh ikut kah..." ucap Cinta.


" Tidak usah sayang,aku hanya sehari saja.Aku berangkat pagi, malamnya aku langsung pulang "


ucap Zen sambil memeluk erat istrinya.


" Ada masalah apa mas?"


" Ada masalah di proyek sayang, pasti aku akan menyelesaikannya dalam sehari"


" Semoga saja masalahnya cepat selesai mas"


ucap Cinta.


" Aamiin" ucap mereka bersamaan


" Lebih baik kita istirahat, besok mas harus berangkat pagi bukan" ucap Cinta


" Iya sayang." Zen mencium pucuk kepala istrinya dan tidur.


Pagi pun tiba....


Cinta bangun dan tak melihat wajah suaminya.


" Apa mungkin dia sudah berangkat ?" ucap Cinta.


Terdengar suara gemericik air dari kamar mandi.


" Oh.. ternyata dia masih mandi"


Cinta bangun dan menyiapkan segala sesuatu yang diperlukan suaminya untuk berangkat ke luar kota.


Zen sudah keluar dari kamar mandi dengan wajah segarnya.


" Kamu sudah bangun sayang..." tanya Zen


" Iya mas,aku sudah bangun.Aku sudah menyiapkan segala keperluanmu untuk pergi" ucap Cinta.


" Zen mendekati istrinya dan memeluknya dengan handuk yang tetap melilit di pinggangnya.


Zen mencium tengkuk istrinya.Zen mencium leher Cinta dan tangannya mulai bergerilya.


" Mas..." Cinta sudah tau itu kode dari sang suami.

__ADS_1


" Aku menginginkannya sayang, sebelum aku berangkat ..." ucap Zen


To Be Continue


__ADS_2