
Ayah sudah sampai di rumahnya ketika sore hari.
"Bik...dimana semua orang"
"Tuan besar!!Sini kopernya saya bawakan"
"Tidak usah bi,biar saya bawa sendiri.Kemana istriku bi"
"Nyonya sedang ke mall tuan"
"Huft... dasar istriku,sukanya menghabiskan uang"
"Buatkan aku kopi ya bi, antarkan ke kamar"
'Baik tuan"
Pak Wijaya pergi ke kamarnya membawa barang bawaannya.
"Akhirnya aku bisa istirahat di rumah"ucap pak Wijaya
Dia menelfon istrinya,
Kringg.... kring... kring....
Ponsel ibu berdering dan tertera nomer pak Wijaya.
"Hallo..dimana bu"
"Di mall, memangnya kenapa pak"
"Aku ada di rumah bu, segeralah pulang.Sudah lama aku tidak bertemu denganmu"
"Gak usah sok romantis deh pak,malu sama yang muda"
"Segeralah pulang bu,aku menunggumu"
"Iya pak..aku segera pulang" ibu menutup telfonnya.
"Huft.. dasar Wijaya, ngapain juga dia pulang, bikin aku jadi gak bebas"ucap ibu kesal.
Ibu segera pulang ke rumah.
Di hotel tengah kota tempat Fitri dan Satria sedang memadu kasih.
"Satria..aku harus segera pulang,aku tidak mau Deni curiga" Fitri memunguti bajunya yang sudah berserakan kemana-mana dan masuk ke kamar mandi.
"Kenala kalau Deni curiga,bukankah kau sudah tidak mau dengannya"
"Aku masih mencintainya kok,"
"Tapi kenapa kau mau menemuiku"
"Entahlah,aku juga tidak tahu.Mungkin kamu lebih menantang di ranjang daripada dia"
"Memangnya aku gigolo,lihat saja nanti Fitri,aku akan membuat kamu berpisah dengan Deni, jangan bermain api denganku Fitri"ucap Satria berucap pada dirinya sendiri sambil mengepalkan tangan.
Fitri sudah selesai mandi,dia mengeringkan rambutnya.Di hotel itu juga ada fasilitas pengering rambut di setiap kamar.
"Sini aku bantu mengeringkan rambut sayang.."ucap Satria.
Satria mengambil pengering dari tangan Fitri.Dia membantu Fitri mengeringkan rambut.
"Sudah Sat, sudah cukup"Fitri menyisir rambutnya.
Satria meletakkan pengering rambutnya.
"Aku pulang duluan ya Sat, sampai jumpa lagi"
Fitri mengambil tasnya dan pergi dari kamar hotel itu sendirian.
Dia memakai masker dan kacamata agar tidak dikenal orang.
Dia memesan ojek online untuk pulang ke rumahnya.
Tak lama ojek online pesanannya datang.
Dia segera naik dan pulang ke rumahnya.
Sementara di rumah
Deni masuk ke rumah dan melihat bi Imah membawa secangkir kopi.
"Bik, kopi untuk siapa itu"tanya Deni
"Untuk pak Wijaya tuan"
"Ayah sudah datang kah bik"
"Iya den Deni,ayah baru datang "jawab bi Imah.
__ADS_1
Ayah keluar dari kamarnya.
"Den, kamu baru datang nak"
"Iya yah, Deni pergi ke kamar dulu"
"Iya Den.Bik Imah kopinya taruh di meja depan saja"
"Iya tuan"
Bik Imah meletakkan kopi di meja depan.Pak Wijaya duduk di sana.
"Bik, duduklah di sini,aku mau bertanya sesuatu padamu"
"Iya tuan, ada apa?"
"Bagaimana sikap ibu pada Cinta istri Zen"
"Emmmm....emmmm"
"Bik, ucapkan yang sebenarnya, tidak usah takut.Aku akan memegang rahasia kok"
"Emh ... begini tuan.Ibu tak pernah bersikap baik pada non Cinta.Dia selalu menyiksa non Cinta.Ibu menyuruh non Cinta untuk mengerjakan pekerjaan rumah yang biasa dikerjakan oleh pembantu"
"Kenapa Zen diam saja "
"Tuan Zen tidak tahu tuan, nyonya menyiksa non Cinta setelah tuan Zen berangkat.Tapi sepertinya tuan Zen tahu, tapi dia hanya diam tuan"
"Apa Cinta tidak mengadu pada Zen"
"Tidak tuan, non Cinta orangnya baik banget... sayangnya,mata nyonya besar sudah tertutup oleh kebenciannya pada non Cinta "
"Ya sudah bik, terima kasih.Kamu boleh ke belakang "
"Iya tuan "bik Imah pergi kembali ke dapur.
Terdengar suara langkah seseorang masuk dalam rumah.
"Ayah.... kapan datang?". Fitri memeluk ayahnya.
"Barusan kok nak, kamu baru datang kerja?Kenapa tidak pulang bersama suamimu"
"Tadi aku ada meeting di luar ayah, jadi aku tidak pulang bersama suamiku"
"Baiklah, segera istirahat sana"ayah menyeruput kopinya.
Fitri berjalan ke kamar.Dia tak gugup sama sekali melihat mobil suaminya yang sudah datang.
"Alhamdulillah deh, mungkin dia ada di kamar mandi"ucap Fitri sambil mengelus dadanya lega.
Tiba-tiba dari belakang Fitri,
"Darimana sayang.."Deni menggendong dan mengangkat Fitri ke kasur.
"Eh...aku dari meeting sayang"Deni semakin mendekati Fitri.
"Meeting dimana sayang?"
Deni naik ke atas Fitri.
"Di luar sayang..."ucap Fitri gugup.
"Aduh... tumben Deni jadi seperti ini, biasanya dia tidak seperti ini"ucap Fitri dalam hati.
Deni beranjak dari atas tubuh istrinya.
"Aku percaya padamu sayang,aku tahu kamu istri yang baik dan tak mungkin selingkuh."ucap Deni sambil pergi ke kamar mandi.
",Huft..aku kira dia mau minta jatah dariku.Untung saja tidak jadi"Fitri berucap lega.
"Bau parfum orang itu masih melekat di bajunya.Apa dia sengaja seperti itu.Kamu jahat Fit,aku pasti akan membalasnya"Deni menyiramkan air ke tubuhnya.Dia segera menyelesaikan ritual mandinya.
Deni keluar dari kamar mandi.
"Kamu tidak mandi sayang.."
"Iya,aku juga mau mandi"
"Padahal aku baru selesai mandi, tapi kalau aku tidak mandi,nanti suamiku bisa curiga"
Fitri mengambil handuk dan pergi ke kamar mandi.
Di ruang depan...
"Ayah...aku kangen"ibu datang dan memeluk ayah.
"Aku juga kangen, Zen dan istrinya kemana bu?Sejak tadi aku tidak melihat mereka?"
Ibu duduk di depan ayah .
__ADS_1
"Mereka tidak di sini pak, mereka pindah dari rumah ini.Mereka ingin mandiri katanya"
"Kamu tau rumahnya Bu"
"Rumah Zen yang baru kah ayah,?"
"Iya bu"
'Tahu lah ayah,masak ibunya tidak tahu tempat anaknya"
"Kapan-kapan aku di ajak kesana ya bu''
"I iya pak.,aku mau ganti baju dulu ya pak"
Silahkan nyonya besar"
Ibu berjalan masuk ke kamarnya.
"Ibu ibu... pandainya kamu menyembunyikan kesalahanmu"ayah menggeleng gelengkan kepalanya sambil menikmati kopi sorenya.
Di rumah sakit ..
Zen berkutat dengan laptopnya.
Nana masuk ke kamar Cinta.
"Cinta... bagaimana? Masih mual dan muntah kah"
"Sudah tidak lagi"
"Kamu sudah boleh pulang Cin, semua hasil pemeriksaan sudah baik.Jangan lupa minum susu dan vitaminnya."
"Iya Na"
"Nana, bolehkah kalau Istriku hanya makan buah, karena dia tidak mual dan muntah jika makan buah"
"Bawaan setiap bayi itu beda-beda, jika dia tidak merasa mual,berikan saja, daripada dia tidak mau makan"
"Jadi dia boleh makan buah saja"
" Boleh Zen, tapi jangan lupa minum susu hamil dan vitaminnya.Aku akan menuliskan resep untuk dibawa pulang"
"Terima kasih banyak Na"
" Sama-sama Zen,aku pergi dulu ya"
"Iya Na"
"Sayang..aku sudah boleh pulang"
"Alhamdulillah sayang.."Zen membelai rambutku mesra.
'Ayo kita siap-siap pulang sayang,aku sudah tidak betah di sini"
"Aku juga tidak betah di sini sayang, tidak bisa anu anu'
'Dasar suami mesum"
"Kan mesumnya sama istrinya"
"Iya deh... suamiku ini memang tak pernah salah"
"Hahahah"kami tertawa bersama.
"Sayang..aku akan membereskan semua yang di sini,aku juga akan menyuruh Robert ke sini untuk menjemput kita"
"Iya sayang..."
Zen menelpon Robert untuk menjemput mereka id RS.
Kring... kring....kring...
Tertera nama Zen di ponsel Robert.
"Ada apa lagi nih boss"
Robert mengangkat ponselnya.
"Hallo boss, ada apa?"
"Jemput kami di RS, istriku sudah boleh pulang"
"Baik tuan, saya akan segera meluncur"
'GPL Robert"
"Iya boss"
Robert menutup ponselnya dan segera pergi menjemput ke rumah sakit.
__ADS_1
To Be Continue