Menantu Yang Tak Diinginkan

Menantu Yang Tak Diinginkan
#Bab 17


__ADS_3

Keluarga adalah harta yang paling berharga.


Apapun pasti akan kita perjuangkan demi keluarga.


Luangkan waktumu sejenak untuk keluargamu


karena waktu tak akan bisa terulang.


...****************...


Satu jam kemudian para karyawan sudah berkumpul di ruang depan.


Zen melangkah ke depan semua karyawan nya diiringi Robert.Zen mulai berbicara.


"Assalamualaikum warahmatullahi wa barokatuh"ucap Zen


"Waalaikumsalam warahmatullahi wa barokatuh"jawab semau karyawan nya.


Zen melanjutkan bicara nya.Dia mengambil nafas panjang sebelum nya.


"Teman teman semua, sebelumnya saya minta maaf yg sebesar besarnya pada kalian semua.Dengan berat hati saya menutup restoran ini, karena ada sesuatu hal yg tidak perlu saya sampaikan disini.Semua karyawan akan mendapatkan pesangon sesuai masa kerjanya.Terima kasih saya ucapkan kepada semua karyawan yang sudah mengabdi di sini.Dan semoga


kalian bisa.segera mendapatkan pekerjaan di tempat lain.Untuk pesangon akan saya bagikan dua jam lagi.Sekali lagi terima kasih saya ucapkan untuk semua karyawan.Dan untuk terakhir kali saya minta tolong untuk membersihkan semua restoran ya"Ucap Zen sambil meninggalkan tempat itu menuju ruangan nya.


Para karyawan berbisik bisik.


"Sebenarnya ada apa ya,kok tiba tiba ditutup, padahal seingatku restoran ini ramai."ucap seorang karyawan


"Sudahlah, sekarang kita harus berpikir untuk mencari pekerjaan lain.Yang penting boss kita sudah mau memberi pesangon pada kita.Semoga saja pesangonnya cukup sampai kita menemukan pekerjaan lain,"ucap karyawan lain.


Pak Deni yang mendengar itu merasa tidak nyaman.Dia tahu bahwa dialah yang menyebabkan semua peristiwa ini terjadi. Untung saja Pak Boss nya baik hati dan tidak melaporkan nya pada polisi.


Zen duduk sambil menghela nafas panjang.Dia minum untuk menenangkan pikirannya.


"Robert,ayo bantu aku membagi uang untuk pesangon karyawan ku,"ucap Zen


"Kamu jadi orang baik banget sih bro....udah bangkrut masih mau ngasih pesangon untuk karyawan mu"ucap Robert sambil memasukkan uang ke amplop amplop


"Mau gimana lagi bro...kasihan lah mereka kalau gak dikasih pesangon,mereka juga punya keluarga yang harus mereka beri makan sebelum mendapatkan pekerjaan baru."ucap Zen


Tak berapa lama mereka telah selesai mengisi semua amplopnya.


Zen menelfon pak Deni.


"Assalamualaikum..apa mereka semua sudah selesai bersih bersih pak Deni"tanya Zen


"Waalaikumsalam..masih kurang sedikit lagi Pak Zen.Kalau sudah selesai saya akan menghubungi anda."ucap pak Deni

__ADS_1


", Baiklah kalau begitu"ucap Zen


",Bro...gimana dengan pernikahan mu"tanya Robert


"Aku masih belum memikirkan nya, mungkin aku akan membuat pernikahan sederhana saja"ucap Zen


"Masak orang kaya pernikahan nya sederhana.Gak cocok tuch sama kekayaan mu yang se ambreg ambreg"ucap Robert


"Se ambreg ambreg kepala loe...itu harta bapak ku,bukan hartaku."ucap Zen sambil menjitak kepala Robert


"Mas kawin nya apa Bro"tanya Robert


"Oh iya, lupa aku tidak bertanya pada calon istriku.Terima kasih sudah mengingatkanku"ucap Zen


Zen menelfon Cinta yang sedang bobok siang di kamar nya.


Kring... kring.. kring...


Lama Zen menunggu,tapi tak ada jawaban.Zen mengulang lagi untuk menelfon Cinta.Tapi tetap tak diangkat.Zen mendengus kesal.Sudah sepuluh kali dia menelfon, tapi tidak ada jawaban.


Gimana bisa jawab,lah si Cinta lagi berlayar ke pulau kapuk hehe


Ponsel Zen berdering,dia langsung mengangkat nya tanpa melihat siapa yang menelfon.


"Assalamualaikum sayang..."ucap Zen


", Waalaikumsalam Pak Zen,saya Pak Deni"


Zen merasa malu dengan kelakuannya.Dia melihat ponselnya,dan benar saja,nama Pak Deni yang tertera disitu.


"Ada apa Pak,"tanya Zen


"semua karyawan sudah selesai membersihkan restoran pak, semua sudah rapi."ucap pak Deni


"Baiklah,aku akan menuju ke depan"ucap Zen


"Hahahaha... sayang.... Pak Deni kamu panggil sayang.wkwkwkwkkw.


Dasar bucin loe, makanya lihat lihat dulu kalau mau jawab telfon"Robert menertawakan Zen


Zen hanya ikut tertawa.Akhirnya mereka tertawa bersama.


"Tadi khn aku menelfon Cinta,kupikir itu dia,tp ternyata yg telfon Cinta yang lain,hahaha


Ayo Robert,kita menuju ke depan, para karyawan sudah menunggu"ucap Zen


Zen dan Robert keluar dari ruangan dan menuju ruang depan.

__ADS_1


Dia duduk menempati tempat yang sudah disiapkan oleh pak Deni.Tadi Zen menyuruh Pak Deni untuk mempersiapkan itu semua.


"Silahkan maju satu satu ya,saya mohon yang tertib.Saya mohon maaf jika saya ada kekurangan selama memimpin disini, sekali lagi terima kasih pada kalian semua."ucap Zen


Semua karyawan berjejer dengan teratur.Mereka mengambil pesangonnya masing masing.Hampir Maghrib semua sudah terselesaikan.Semua sudah menerima pesangon dan pulang ke rumah masing masing,hanya tinggal pak Deni sendiri


"Pak Deni,kenapa diam saja.Kemarilah!!!Ambil pesangonmu juga."Ucap Zen


"Saya malu Pak,saya tidak pantas mendapatkan itu semua, karena saya sudah membuat restoran ini bangkrut"ucap Pak Deni


"Sudahlah pak...kemarilah.Ambil hak mu ini,dan semoga bapak cepat mendapat pekerjaan baru"ucap Zen sambil menghampiri pak Deni dan memberi kan amplop pesangonnya.


Pak Deni menangis dan bersimpuh di depan Zen.


"Pak Deni apa apaan ini, ayo bangun, jangan seperti ini,aku sudah ikhlas dengan ini semua.Aku memang akan menutup restoran ini Pak.Jangan merasa bersalah.Yang penting sekarang Pak Deni harus mencari pekerjaan lain untuk menghidupi keluarga.Semoga pesangon ini bisa untuk menghidupi keluarga Bapak untuk satu bulan ke depan."Ucap Zen


Pak Deni tertunduk semakin merasa bersalah,karena boss nya begitu baik padanya.


"Sudah lah Pak... pulang lah ke rumah.Anak istri mu sudah menunggu di rumah."ucap Zen


"Terima kasih banyak Pak Zen, maafkan saya"ucap Pak Deni lagi


"Aku sudah memaafkan mu pak Deni, segeralah pulang"ucap Zen


Pak Deni minta diri ke Zen dan pulang ke rumahnya.Dia bersyukur boss nya begitu baik dan tidak melaporkan perbuatannya ke polisi.


Zen dan Robert kemudian ke ruangannya dan merapikan semua yang ada di situ.Dia memandangi seluruh ruangan, karena dia tidak akan kembali lagi ke situ.


"Ayo Zen,kita pergi dari sini.Aku sudah lelah ingin istirahat."Ucap Robert


"Sebentar lagi Robert,kamu turun duluan aja gak apa apa"Ucap Zen


"Tapi jangan lama lama ya boss"kata Robert.


Robert berjalan duluan ke bawah menuju mobilnya.


Tidak berapa lama Zen turun dari ruangan nya dan mengunci Restoran nya.Zen naik ke mobilnya bersama Robert sambil melihat restoran nya sampai tak terlihat.Mereka menuju hotel tempat mereka menginap.


To Be Continue


Episode ini segini aja ya..


Tinggalkan jejak kalian disini agar Author semakin semangat up nya


Jangan lupa like,koment and vote...


Terima kasih buat semua readers yang masih setia disini

__ADS_1


***I love U All Readers


__ADS_2