Menantu Yang Tak Diinginkan

Menantu Yang Tak Diinginkan
#Bab 73 : Masih Teka Teki


__ADS_3

Ibu menenangkan Zen.


"Sudahlah nak, yang sabar.Sebaiknya kamu segera mencarinya.Kasihan istrimu,dia juga lagi hamil.Ibu takut terjadi apa-apa padanya"


"Iya bu, Zen akan segera mencarinya bersama Robert.Ayo berangkat Robert"


"Kemana tuan?"


"Kita ke kantor polisi dulu melaporkan kejadian ini.Jangan lupa hubungi teman-temanmu ya"


"Siap tuan"


Mereka keluar dari rumah Zen dan berangkat ke kantor polisi.


Di tengah jalan, Robert menelfon temannya.


"Hai Bram..."ucap Robert.


"Ada apa Robert, tumben menelfonku.Pasti kamu lagi mencari seseorang ya?"


"Kalau aku menelfonmu, berarti aku butuh bantuanmu Bram"


"Ada apa?"


"Istri boss ku diculik,dia dibawa ke kota sebelah tempat tinggalmu.Tolong kamu cari dia segera, nanti aku transfer uangnya"


"Oke .. aku senang berbisnis denganmu Robert.Kirim fotonya padaku,kami akan segera mencarinya"


"Oke..."


Robert meminta foto pada Zen dan mengirimkannya pada Bram.


"Tolong segera temukan, dia sedang hamil besar sekarang"


"Tenang saja, kami akan segera bertindak"


Kling... masuk notifikasi ke ponsel Bram.


"Terima kasih Robert"ucap Bram.


Masuk notifikasi transfer uang dari Robert.


"Aku tunggu secepatnya kabar darimu, kami akan menuju ke kotamu, kata boss ku istrinya dibawa ke sana"


"Oke..kamu tenang saja, aku akan segera mengabarimu"


Bram segera menyebarkan foto Cinta pada semua anak buahnya.


''Jika kalian melihat wanita yang di foto itu, segera hubungi aku ya"


"Siap Bram"ucap suara di seberang sana.


Sementara di sebuah rumah besar di tengah hutan.


Cinta tersadar dari pingsannya.Dia didudukan di sebuah kursi dengan tangan dan kaki yang terikat.di sebuah kamar besar.


"Dimana aku sekarang, kenapa aku ada di sini?"Cinta bingung,dia berusaha mengingat kembali kejadian yang dialaminya.


"Tadi ada seseorang yang membiusku di taman"Cinta sayup-sayup mendengar suara seseorang.


"Dia sudah di dalam boss"ucap seorang laki-laki.


"Kerja kalian bagus.Tutup matanya,aku ingin masuk ke dalam,aku tidak mau dia mengenaliku"


"Baik boss"


Terdengar pintu terbuka, Cinta segera pura-pura pingsan lagi.


Terlihat dua orang lelaki besar masuk ke dalam.


"Dia belum sadar,lebih baik kita tutup matanya sesuai keinginan boss"


'Ayo kita menutup matanya"


Dua lelaki itu mendekatiku dan menutup mataku.


Terdengar suara langkah seseorang.masuk kemari.


"Apa dia belum sadar"

__ADS_1


"Belum boss"


Aku mendengar suara seorang wanita.


"Sadarkan dia, cepat''


"Baik boss"ucap seorang laki-laki.


Mungkin laki-laki itu adalah anak buahnya dan si perempuan adalah bossnya.


Laki-laki ini menamparku pelan-pelan.


"Bangun kamu nona..."


"Dia sudah nyonya bukan nona.Kalau kamu bangunkannya seperti itu, kapan dia akan bangun"


Wanita itu menyiramku dengan air.


Aku terbangun dari pingsanku.


"Akhirnya kamu bangun juga"ucap wanita itu ketus


"Siapa kamu"ucap Cinta.


"Kamu tidak perlu tahu siapa aku, tapi aku tahu siapa suamimu"


"Apa maumu padaku"


"Aku hanya ingin memberimu peringatan saja, tinggalkan suamimu!kamu tidak pantas untuknya."dia memainkan pisau di wajahku.


"Aku akan merusak wajahmu,agar suamimu sudah tak ingat padamu,bahkan semua orang akan lupa padamu...hahahah"Wanita itu tertawa keras.


Dia mulai menusukkan mata pisau di wajahku.Darah segar mengalir dari wajahku.


"Hessttt......."Cinta meringis kesakitan


Gubrak... terdengar pintu ditendang.


"Sepertinya ada yang mengetahui kita di sini"


"Sebaiknya kita segera pergi dari sini"ucap temannya.


"Bawa dia juga"kata boss nya.


Boss mereka sudah pergi dulu,dua lelaki itu akan memindahkanku entah kemana.


"Ayo jalan... jangan lambat"


Mereka akan turun lewat tangga, tiba-tiba terdengar suara tembakan.


Duar....duar....duar....


Tembakan menghujani mereka berdua, namun luput.


"Lebih baik kita tinggalkan saja dia di sini, daripada kita mati"


"Benar juga katamu,ayo kita tinggalkan saja dia"


"Cinta....."terdengar suara Zen.


"Sayang....."ucapku dengan mata tetap tertutup.


Mereka yang sudah terkepung mendorongku ke tangga.


Mereka berlari menyelamatkan diri,dan aku terjatuh terguling-guling di tangga.


Mereka mendorongku dan aku terjatuh dengan posisi perutku membentur tangga.


"Aaaaa......"aku berteriak keras kesakitan.


Zen segera mendekatiku.Darah mengalir di kedua pahaku.


"Sayang... sayang...ayo bangun",ucap Zen.


"Boss...ada darah mengalir di kaki nyonya Cinta."ucap Robert.


Zen panik melihat darah yang mengalir dari paha Cinta, ditambah istrinya pingsan karena terjatuh dari tangga.


"Ayo kita segera ke rumah sakit terdekat,kalau sampai terjadi sesuatu pada anak dan istriku,aku tidak akan memaafkan kalian"ucap Zen geram.

__ADS_1


Zen menggendong Cinta ke mobil dan membawanya ke rumah sakit.


Sementara anak buah teman Robert mengejar pelakunya.


Zen memeluk erat tubuh istrinya.


"Bertahan sayang....maafkan aku.Aku tak bisa menjagamu dengan baik"ucap Zen menyesal.


'Sayang...."ucap Cinta dengan suara serak.


"Kamu sadar sayang...'ucap Cinta.


'Kita mau kemana sayang...?'


"Kita mau ke rumah sakit, ada darah keluar dari pahamu."


"Semoga bayi kita tidak apa-apa sayang..."ucap Cinta tegar.


*Sementara di rumah besar itu terjadi kejar-kejaran anak buah Bram dan penculik itu.


Duar*...


Laki-laki itu tertembak di kakinya.


'Aw.. dasar kurang ajar"


"Ayo segera masuk ke mobil"ucap temannya.


Penjahat itu segera masuk ke.mobil temannya.


"Kurang ajar, mereka lolos"ucap anak buah Bram.


Flashback....


Setelah Bram menyebarkan foto Cinta,tak lama dia mendapat telpon dari temannya.


"Boss,anak huahku tak sengaja melihat wanita itu ada di tengah hutan bersama orang laki-laki"


"Di mana itu?"


"Di villa tengah hutan, tempatnya agak jauh dari perkampungan.Rumah itu ada di desa XX."


"Oke.. terima kasih,aku akan memberi tahu Robert"


Ponsel Robert berdering, tertera nama Bram di layar ponselnya.


"Hallo..Bram.Sudah ada kabar?"


"Istri boss mu sedang ada di desa XX di sebuah villa tengah hutan."


"Oke, terima kasih Bram"


"Sama-sama Robert,aku akan mengirim anak buahku kesana untuk membantumu"


"Oke ,aku tunggu"Robert menutup panggilannya.


"Bagaimana Robert?"tanya Zen.


"Nyonya ada di villa tengah hutan di desa XX tuan, kita harus cepat, karena letaknya jauh,Bram juga mengirimkan anak buahnya untuk membantu"


"Apa kamu tahu tempat itu?"


"Tahu boss"


"Ayo segera Robert, sebelum terlambat"ucap Zen.


Robert memacu mobilnya dan tancap gas,dia tidak mau sampai terjadi apa-apa pada istri boss nya


Ternyata di sekitar villa, anak buah Bram sudah menunggu.


"Kita masuk ke dalam tunggu komando dari anda tuan"ucap mereka pada Zen


"Ayo kita segera masuk, semoga saja istriku tidak apa-apa" Doa Zen.


Mereka masuk bersama dan menendang pintu villa tersebut.


Zen melihat Cinta yang sedang berjalan dengan tangan terikat.


"Dasar kurang ajar" Zen mengambil senjata dari pinggangnya dan menembak pria itu.

__ADS_1


Pria yang merasa terancam keselamatannya segera mendorong Cinta ke tangga.Cinta yang matanya tertutup tidak bisa mencari pegangan, akhirnya dia terdorong ke tangga.


To Be Continue-


__ADS_2