Menantu Yang Tak Diinginkan

Menantu Yang Tak Diinginkan
#Bab 31 Malam Pertama


__ADS_3

Resepsi sudah selesai.Semua tamu sudah pulang.Kaki Cinta terasa pegal karena banyaknya tamu yang datang.Dia memijat kakinya.Cinta bertanya tanya dalam hatinya.


"Siapa sebenarnya suamiku ini, kenapa tamunya sangat banyak"


"Sayang....kakimu pegal ya"ucap Zen


"Eh...iya sayang.."


Zen menggendong Cinta ala bridal style.


"Sayang...turunkan aku"


"Tidak mau,aku akan menggendongmu sampai ke kamar"


Cinta tidak berdebat lagi dengan Zen, karena percuma saja berdebat dengannya kalau sudah keinginannya dia akan keras kepala.


Cinta mengalungkan tangannya ke leher Zen dan menyembunyikan wajahnya di dada suaminya itu.Mereka semua memandang pengantin baru itu.Karena hotel memang tidak di sewa seluruhnya hanya separuh jadi masih ada orang lain di hotel itu.Zen masuk ke lift,dan menekan angka 60.Itu lantai tertinggi di hotel tersebut.


"Sayang... kamu gak capek gendong aku"


"Enggak dong,kan semua akan terbayarkan setelah ini"


Tring....lift terbuka


Suasana sangat sepi, karena memang jarang yang menyewa kamar di lantai hotel itu.


Zen membuka pintu dan menurunkan Cinta di atas tempat tidur presidential suite room.Kamarnya begitu luas, dilengkapi dengan kamar mandi dalam yang begitu mewah.Kasurnya dipenuhi bunga mawar dan ruangannya dipenuhi dengan lilin aromaterapi.


Zen mulai mencium bibir Cinta,mel*m*tanya dalam dan lebih dalam lagi.Cinta menikmati ciuman suaminya itu.Zen menggigit mulut Cinta agar sedikit terbuka.


"Aw..bibir ku sakit sayang"


"Makanya buka sedikit bibirnya"istriku ini suka menggoda,tapi dia polos


Zen kembali mencium bibir istrinya.Dia menelusuri setiap celah bibirnya,disesapnya dalam dalam.


"Emh...emh...emhh.."******* Cinta terdengar seksi di telinga Zen.


Tiba tiba Cinta melepas pagutannya.Dia ingat kalau belum melaksanakan sholat.


"Sayang...aku mau sholat dulu"Cinta menjauh kan Zen dari tubuhnya dan berlari ke kamar mandi.


"Shitt.... brengsek"ucap Zen.Hasratnya harus menunggu dan harus berhenti di tengah jalan.


"Sayang..bisa minta tolong buka kan resleting gaunku?Aku tidak bisa membukanya"


Zen yang masih duduk tercengang begitu senang dengan panggilan Cinta.


"Asyikkk..aku akan melihat tubuhnya"ucap Zen dalam hati.


"Sebentar sayang..aku berjalan ke sana"jawab Zen yang tiba tiba moodnya kembali membaik.


"Ini sayang..aku tidak bisa membukanya lagi, padahal tinggal separuh"


Gaun yang dipakai Cinta resletingnya ada di belakang.


Zen menelan salivanya melihat punggung Cinta yang begitu mulus.Dia menyergap Cinta dari belakang.

__ADS_1


"Begitu kenyal,pas di tanganku"ucap Zen dalam hati.


"Sayang..tolong buka resletingnya!Keburu habis waktu sholatnya.Ayo kita jamaah"ajak Cinta


Zen segera melepas tangannya dari tubuh istrinya.


"Iya sayang..maaf..habisnya tubuh mu begitu mulus, membuatku ingin menyergapnya terus"


"Aku mandi dulu ya sayang...aku gerah"


"Jangan lama lama sayang,aku sudah tidak tahan"


"Iya sayang..."


Cinta segera mandi.Begitupun Zen yang juga merasa gerah karena pergumulan yang sempat terhenti.


Mereka berdua sholat berjamaah.Cinta lah yang mengingatkan kembali tentang kewajibannya pada Tuhan.Dia sudah lama tidak melaksanakan sholat semenjak disibukkan dengan pekerjaan.


"Assalamualaikum warahmatullahi wa barokatuh, Assalamualaikum warohmatullahi wabarakatuh"Zen mengakhiri sholatnya.


Cinta mencium tangan suaminya.Rasanya begitu nyaman.Zen merasa tenang.Sudah lama dia tidak merasakan ketenangan seperti itu.


Cinta berdoa"Ya Allah semoga pernikahan kami sakinah mawadah warohmah,dan hanya maut yang akan memisahkan kami.Aamiiin"


"Ya Robbal Alamiin"Zen menimpali.Dia mencium kening istrinya.


Cinta membuka mukenahnya dan merapikannya.Zen membuka bajunya di depan Cinta.


"Tubuhnya indah sekali.Dadanya begitu bidang, perutnya kotak kotak seperti roti sobek"Cinta menelan salivanya.


Zen melihat Cinta yang sedang tertegun melihat tubuhnya.


"Ini milikmu sayang, semua ini hanya milikmu"


Cinta begitu tertegun.Zen mendekat pada Cinta dan mendorongnya ke tembok.


Dia mencium bibir istrinya dengan rakus.Dia mel***t bibir Cinta dan menyesapnya dalam dalam.


"Ahm..ahmm.." terdengar ******* Cinta.


Zen semakin gesit menyerang istrinya.Dia menciumi lehernya, sedangkan tangannya mulai bergerilya kemana mana.Zen sudah tak sabar untuk menyatukan miliknya dengan milik istrinya.


Dia mengangkat istrinya ke tempat tidur dan mulai melakukan penyatuan yang sudah diinginkannya sejak lama.


"Zen..."


",Cinta..."


Mereka mencapai puncak secara bersamaan.


"Ah.... capek sayang?"ujar Zen yang tidur di samping istrinya.


"Kamu bisa lihat sendiri sayang hehe.Kita sama sama mandi keringat"ucap Cinta.


Krucuk krucuk....perut Cinta berbunyi.


"Kamu lapar ya sayang"ucap Zen

__ADS_1


"Dari tadi pagi aku belum makan sayang"


"Aku pesan makanan dulu ya sayang,nanti kita lanjut lagi"


"Hah..lanjut lagi.Ini saja masih terasa perih"ucap Cinta dalam hati.


Zen turun dari kasur dan menelfon pihak hotel untuk memesan makanan.


Cinta turun dari kasur dengan tertatih tatih karena merasa perih di bagian sensitifnya.


Zen yang melihat itu segera mendekati istrinya dan menggendongnya.


"Mau ke kamar mandi ya sayang"ucap Zen.


"Turunkan aku sayang"


"Tidak mau,istriku ini pasti kesakitan karena ulahku tadi.Aku tidak mau membuatmu menderita sayang"


"So sweet banget suamiku ini"ucap Cinta dalam hati


Segera Zen menurunkan Cinta di dalam kamar mandi.


"Sayang... keluar dulu ya.Aku mau pipis"ucap Cinta


"Pipis saja sayang,aku akan berdiri di sini"


"Sayang keluar dulu ya,aku gak bisa pipis kalau ada orang lain di sini"


"Aku kan bukan orang lain,aku suamimu"


"Sayang.. please keluar dulu,nanti aku mengompol"


"Ngompol aja gak apa apa,kan di dalam kamar mandi"


Cinta sudah kehabisan akal untuk mengusir suaminya dari kamar mandi.


"Ini senjata terakhir agar dia keluar dari kamar mandi"ucap Cinta


"Sayang... keluar dulu ya,nanti nambah lagi dech gak apa apa"


Mendengar perkataan Cinta Zen menjadi semangat.


"Beneran boleh nambah lagi kalau sekarang aku pergi dari sini"


"Iya suamiku yang tampan..."ucap Cinta sambil mendorong Zen untuk keluar dan dia segera menutup pintu kamar mandi.Cinta segera menyelesaikan hasrat ke kamar mandinya.Karena di kamar mandi, akhirnya sekalian dia mandi besar.Dia lupa dengan janjinya pada suaminya tadi.Di hotel ada air panas dingin jadi meskipun mandi malam tidak masalah.


Ting tong..pintu kamar hotel berbunyi.


"Mungkin makanan yang aku pesan tadi sudah datang"ucap Zen.


Dia beranjak dari kasur dan.melihat dari celah pintu.


Benar dugaan Zen,itu makanan yang dia pesan lewat telfon hotel tadi...


To Be Continue


Jangan lupa like,vote,dan koment...

__ADS_1


❤️❤️❤️


__ADS_2