Menantu Yang Tak Diinginkan

Menantu Yang Tak Diinginkan
# Bab 93


__ADS_3

Deni terbangun dari tidurnya di rumah mewahnya.


" Hoaemmm....aku harus bersih-bersih rumah dulu.Besok aku akan mulai mengembangkan usahaku sendiri" ucap Deni.


Deni turun dari ranjangnya dan pergi ke kamar mandi.


Deni berendam di bath up sambil melamunkan kejadian dengan Cinta.


" Kalau kak Cinta ada bersamaku di sana.Berarti orang itu juga menculik kak Cinta.Aku yakin pasti ada yang merencanakan ini semua.Akan ada yang diuntungkan dari kejadian ini.Kalau Fitri hanya mau minta cerai dariku, kenapa dia sampai repot-repot harus merencanakan hal seperti itu.Pasti ada pihak lain yang juga ikut terlibat dalam rencana ini,dan yang pasti mereka akan diuntungkan.Kira-kira siapa mereka.Apa ibu mertuaku ikut terlibat ya" ucap Deni.


Kring... kring.... kring....


Telfon Deni berdering..


Deni segera menyelesaikan ritual mandinya dan mengangkat telfonnya.


" Ada apa Bram?" tanya Deni


" Boss, ada yang mengganggu bisnis kita di luar negeri"


" Apa kau tidak bisa menyelesaikannya sendiri,hingga kau menelfonku"


" Aku bisa mengatasinya boss,aku hanya memberitahu saja"


" Kalau tidak penting, jangan pernah menelfonku " ucap Deni.


" Baik boss "


Deni menutup telfonnya.


" Sepertinya aku akan capek kalau membersihkan ini sendirian, lebih baik aku cari jasa bersih-bersih rumah " ucap Deni.


Deni menelfon jasa bersih-bersih rumah yang dia temukan di ponselnya.


" Hallo..ada yang perlu kami bantu" ucap suara di seberang telfon


" Saya butuh jasa bersih-bersih rumah mbak"


" Alamatnya dimana?"


" Di jalan xx no xx "


" Baik pak,kami akan mengirim petugas kami kesana "


" Terima kasih mbak " ucap Deni sambil menutup telfonnya.


Ponsel Deni berdering...


" Hallo, siapa ini"


" Saya pak Santo tuan Deni "


" Oh ..ada apa pak?" Deni sudah paham akan kemana arah pembicaraan mereka


" Nyonya Fitri minta saya untuk mengurus surat cerainya dengan anda."


" Lalu apa yang pak Santo butuhkan dari saya"


" Saya butuh tanda tangan anda tuan"


" Urus saja semua berkasnya pak,nanti kalau sudah selesai aku akan menandatanganinya.

__ADS_1


Oh iya pak,aku tidak akan datang ke pengadilan, silahkan anda yang mengurus semuanya."


" Baik tuan"


" Apa ada yang mau Fitri tuntut dariku"


" Tidak ada tuan.Nyonya Fitri tidak akan menuntut apapun,yang penting tuan mau tanda tangan"


" Baiklah ! Tapi aku akan tetap memberinya uang nafkah selama tiga bulan, karena itu sudah kewajiban saya sebagai suami"


" Baik tuan,saya akan menyampaikan pada nyonya"


" Aku harap semua segera selesai" ucap Deni


" Baik tuan"


Deni menutup telfonnya.


"Aku akan membuat ibu mertua dan Fitri terkejut dan menyesal telah membuangku...ha ha..ha.." Deni tertawa lebar sekali.


Sementara di kota Jakarta


" Bram.. bagaimana kabarnya Cinta sekarang" Edo bertanya sambil mengerjakan pekerjaannya.


" Dia masih tetap bertahan meskipun dia sudah diperlakukan seperti itu oleh mertuanya.Dia habis di culik bersama iparnya boss.Sepertinya ada yang mau menghancurkan rumah tangga Cinta dan iparnya itu."


" Benarkah?? Kasihan Cinta Bram "


" Mau bagaimana lagi boss,dia sendiri yang memilih jalan hidupnya "


" Tapi dia baik-baik saja kan Bram?"


" Iya boss,dia baik-baik saja"


" Siap boss" ucap Bram


" Kita ada acara kemana hari ini"


" Kebetulan kosong boss"


" Ya sudah kalau begitu, kamu pergi sana"


" Siap boss"


Edo meskipun jauh dari Cinta,dia tetap memantau kehidupan wanita yang dicintainya itu.


Setelah sekolah dari luar negeri,dia menjadi CEO perusahaan sesuai janjinya pada ayahnya.


Semua perusahaan dia yang mengelola.


" Ayah...." tiba-tiba seorang anak laki-laki kecil datang dan duduk di pangkuan Edo


" Hei...ada apa kok Raya ke sini"


" Aku ingin makan siang bersamamu" ucap Reta.


" Untuk apa kau kemari, bukankah aku pernah bilang, kalau kau jangan pernah kemari" ucap Edo


Edo menurunkan Raya yang berada di pangkuannya bertepatan dengan Bram yang masuk ke ruangannya.


" Nah tepat kamu datang Bram,bawa Raya keluar dari sini" ucap Edo

__ADS_1


" Raya ikut om Bram dulu ya jalan-jalan"


" Baik ayah" ucap anak lelaki kecil itu sambil turun dari pangkuan Edo.


" Bram,bawa dia pergi dari sini,ada yang harus kuselesaikan"


" Ayo Raya ikut om jalan-jalan" Bram sudah paham masalah yang akan diselesaikan oleh bossnya.


Bram dan Raya keluar dari ruangan Edo.


Edo duduk sambil menghela nafas panjang.


" Apa maksudmu kau bawa Raya kemari, bukankah aku sudah pernah bilang, jangan pernah menunjukkan dirimu di sini"


" Aku ini istrimu Edo"


" Kau hanya istri di atas kertas.Aku tak pernah mencintaimu.Bukankah dari awal sudah jelas kesepakatan kita dulu.Aku hanya menjadi ayah untuk Raya, tapi tidak menjadi suamimu.Bukankah semua kebutuhanmu sudah terpenuhi.Aku sudah memberi uang belanja yang selalu lebih untukmu"


" Tapi aku tidak hanya butuh uang Edo,aku juga butuh nafkah batin"


Brak..Edo menggebrak meja.


" Dari awal aku tidak pernah mencintaimu Reta,aku hanya menyelamatkanmu saja.Bukankah kau sudah tau siapa wanita yang ku cintai.Selamanya aku akan tetap mencintainya Reta, selamanya dia ada di hatiku"


" Tapi dia istri orang Edo,aku yang istri sahmu"


" Aku akan tetap menunggunya sampai kapanpun,aku membebaskan kau mau bersama siapa saja.Bukankah dari awal sudah jelas semuanua.Pernikahan ini hanya pernikahan di atas kertas."


" Tapi aku mencintaimu Edo"


" Itu urusanmu dengan dirimu.Kau sudah tau kalau aku tidak mencintaimu" ucap Edo tenang


" Huh....dasar keras kepala" ucap Reta sambil pergi dari ruangan Edo.


Edo menyandarkan diri di tempat duduknya sambil memijat keningnya.


" Kalau sampai kamu macam-macam, kamu akan tau sendiri akibatnya Ret.Kamu tidak akan bisa mengambil hatiku, cintaku hanya untuk Cinta seorang sampai kapanpun" ucap Edo


Flash back...


Dua tahun yang lalu sepulang Edo dari luar negeri.


Ayah Reta pak Tio berkunjung ke rumah pak Ronald.Dia sedang menceritakan anaknya yang tengah hamil tanpa ada pria yang mau bertanggung jawab.


Dia menangis bingung,dia bingung dengan apa yang akan dia lakukan.


Anaknya sudah hamil besar,pak Tio juga tidak mau menggugurkan kandungan itu,karena dia tahu itu dosa besar.


Akhirnya pak Ronald memaksa Edo untuk menikahi Reta dengan syarat.


Setelah melahirkan dia akan menceraikan Reta.


Pak Tio setuju dengan syarat itu.Yang pak Tio pikirkan hari itu,mencari cara untuk menutupi aib keluarganya.


Tapi takdir berkata lain.Sebelum melahirkan ternyata orang tua Reta meninggal karena kecelakaan dan Reta hanya tinggal sendiri.


Akhirnya atas permintaan pak Ronald, Reta tetap berada di sana,dan menganggap anak Reta adalah cucunya sendiri.


To Be Continue


Jangan lupa like, vote and koment ya readers

__ADS_1


I Love U All Readers


__ADS_2