Menantu Yang Tak Diinginkan

Menantu Yang Tak Diinginkan
#Bab 98


__ADS_3

Cinta berjalan menuju rumahnya yang sudah penuh dengan orang yang datang yang datang untuk melayat dan berbela sungkawa.


" Kak,kenapa kak Zen tidak ikut masuk?" tanya Rizal


" Dia ada kepentingan bisnis yang tidak bisa ditinggalkan.Sudahlah, jangan kau pikirkan, lebih baik temui tamu-tamu kita." ucap Cinta pada adeknya.


Cinta mempersilahkan tamu-tamu yang datang untuk duduk di ruang depan.Cinta tidak menampakkan kesedihannya sama sekali.Cinta bertingkah laku seakan-akan tidak terjadi apa-apa pada dirinya.


" Aneh...mana mungkin suami meninggalkan istrinya yang sedang berduka" ucap Rizal dalam hati.


Namun Rizal hanya diam saja dan tak berani bertanya panjang lebar pada kakaknya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sementara di rumah Zen.......


" Assalamualaikum..." ucap Zen masuk ke dalam rumahnya.


" Ayah....." ucap anak kecil itu sambil berlari pada Zen.


Zen tidak menghiraukan anak kecil itu.Pikirannya kalut dan tak bergairah untuk hidup.


Orang yang dicintainya sudah tak mau hidup lagi bersama dengannya.


Dia hanya melewati Desi dan tidak menoleh.


" Mas ..kami keluargamu juga.Tolong pedulikan kami juga." ucap Desi


Namun Zen tetap tak bergeming.


" Mbok, sediakan kamar untuk Desi.Aku mau pergi istirahat dulu.Aku merasa lelah" ucap Zen pada mbok Ijah


Zen berjalan menuju kamarnya dengan langkah gontai.


Desi mengejar Zen dan memeluknya dari belakang.


" Aku istrimu mas,aku mencintaimu mas" ucap Desi

__ADS_1


Zen melepaskan pelukan Desi dan berkata


" Tolong jangan ganggu aku , hari ini aku hanya ingin sendiri" ucap Zen sambil pergi berlalu dari hadapan Desi.


" Aku tahu kau lebih mencintai istrimu itu, tapi aku akan membuatmu lebih mencintaiku.Aku tak akan menyerah! Kau harus jadi milikku,dan hanya milikku' ucap Desi.


Desi berjalan turun menuju ruang tamu.


" Nyonya, silahkan ikuti saya.Kamar anda sudah saya siapkan" ucap mbok Ijah pada Desi.


" Baik mbok" ucap Desi


Desi dan anaknya mengikuti mbok Ijah ke kamarnya.


" Silahkan masuk nyonya"


Desi melihat-lihat kamarnya yang tidak begitu besar,namun itu lebih besar dari rumahnya di kampung.


" Ini lebih besar dari rumahku di desa,pasti aku akan betah tinggal di sini" ucapnya dengan pelan.


" Tidak mbok,aku tidak berkata apa-apa kok"


" Kalau begitu saya pergi dulu nyonya.Saya akan melanjutkan pekerjaan saya " ucap mbok Ijah


" Iya mbok, silahkan "


Mbok Ijah pergi dari kamar Desi.


" Sepertinya ada niat tidak baik di diri mbak Desi itu.Semoga saja tuan Zen dilindungi dari niat jahat wanita itu" ucap mbok Ijah berbisik pada dirinya sendiri.


Di depan kamar Zen.....


Tok tok tok.....


(Ayah mengetuk pintu kamar Zen)


" Zen....buka pintunya" ucap Ayah

__ADS_1


" Aku mau istirahat ..." jawab Zen dari dalam kamarnya.


" Buka dulu pintunya Zen, ayah hanya sebentar kok"


Dengan malas Zen bangkit dari tempat tidurnya dan membuka pintu.


Kriet.......


Zen berbalik dan duduk di sofa kamarnya.


" Ada apa ayah ke sini"


" Bagaimana Cinta,Zen?"


" Dia sudah tidak mau bersamaku lagi ayah..." Zen menutup mukanya dan menjambak rambutnya.


" Bagaimana dengan wanita yang ada di bawah itu?Siapa dia? Jelaskan Zen" ayah bertanya dengan nada yang sangat tenang.Dia tidak ingin anaknya semakin tertekan.


" Dia bernama Desi,dia kesalahan yang tak kusengaja"


" Maksudnya?"


" Waktu aku keluar kota untuk bisnis,aku mabuk dan ketika terbangun,Desi sudah ada di sampingku dalam keadaan kami telanjang.Sebulan kemudian dia datang kepadaku dan mengaku kalau hamil anakku.Akhirnya aku menikahinya dengan terpaksa " ucap Zen penuh penyesalan.


"Tanpa kau menyelidikinya lebih dulu, kau langsung menikahinya?" tanya ayah


"Kenapa aku tidak terpikir sama sekali dengan hal itu ayah.Bodohnya aku!!?


"Lalu kau melepas istrimu begitu saja Zen"


"Aku sudah tak bisa berpikir lagi ayah.Dia sudah benar-benar tidak mau bersamaku lagi ayah.Sepertinya hatinya begitu sakit"


"Jadi kau sudah tidak mau memperjuangkan istrimu lagi"


"Untuk saat ini,aku tidak bisa berpikir ayah.Hari ini aku masih ingin istirahat dulu.Yang pasti aku tidak mau berpisah darinya " ucap Zen


" Kalau begitu ayah pulang dulu.Pesan ayah, jangan sampai kau menyakiti Cinta lagi,jika kau masih bisa kembali padanya" ucap ayah sambil berlalu pergi dari kamar Zen.

__ADS_1


__ADS_2