
Robert dan Zen sampai di kamar rawatku.
"Ini buahnya nyonya Cinta"
"Terima kasih Robert.Sayang....kupaskan ya buahnya"
"Iya sayang"
Zen mengupas buah untukku dan menyuapkan padaku.
"Ak....ayo buka mulutnya sayang "
Aku membuka mulutku dan memakan buah yang dikupas Zen.
"Istriku, kamu tidak mau makan nasi kah"
"Sepertinya aku mual kalau makan nasi, tapi ketika aku makan buah ini aku tidak merasa mual"
"Kalau begitu makan buah saja ya sayang,nanti aku tanyakan dokter Nana,boleh apa tidak kalau kamu hanya makan buah"
"Iya sayang "
Zen menyuapiku sampai semua buah yang dikupas habis.
"Enak sayang..."
"Enak.."jawabku.
Tiba-tiba pintu terbuka, masuk seorang perawat cantik yang mendekatiku.
"Nyonya, periksa dulu ya "
"Tadi istriku sudah diperiksa dokter "
"Ini pemeriksaan harian kok pak,saya hanya memeriksa tensi dan memberikan obat yang dari dokter"
"Silahkan kalau begitu "Zen berdiri dari tempat duduknya dan memberi tempat untuk perawat itu.
"Tensi dulu ya bu"
"Iya mbak"
Perawat itu melakukan pemeriksaan padaku.Dia mengukur tensi dan suhu tubuhku.
"Bagaimana suster"tanyaku.
"Alhamdulillah..normal semua nyonya.Kalau sampai nanti anda tidak mengalami mual-mual, anda bisa pulang.Tunggu dokter nanti ke sini lagi"
"Baik suster, terima kasih"ucapku
"Tuan, pemeriksaannya sudah selesai.Saya mohon diri"
"Terima kasih suster"ucap Zen.
"Sama-sama" suster itu pergi meninggalkan kamarku.
"Suamiku,aku tidur dulu ya,aku merasa mengantuk"
"Istirahatlah sayang, aku akan di sini menemanimu"
"Kamu jangan kemana-mana,kamu harus tetap di sampingku sampai aku tertidur''
"Iya sayang... sebentar ya,aku mau mengambil laptopku dulu"
Zen mengambil laptop dan kembali duduk di sampingku.
"Robert,kamu kembalilah ke kantor,urusan kantor kuserahkan padamu"
"Baik tuan, saya pergi"pamit Robert.
Aku memiringkan badanku pada Zen.Aku memegang erat tangan suamiku.Aku tidak mau melepaskan tangannya.Aku jadikan tangan suamiku sebagai bantal.
Zen membuka laptopnya dan membuka pekerjaannya dengan tangan yang satunya.
Dia mengerjakan pekerjaan kantornya dari rumah sakit.
"Sayang.. kamu bisa tah mengerjakan pake satu tangan"
"Bisa sayang... tidurlah"
"I ❤️ U Zen"
"Aku juga mencintaimu sayang,tidurlah"Zen mengecup keningku.
Aku merasa mengantuk dan tak lama,aku sudah berlayar di pulau kapuk.
"Sepertinya istriku sudah terlelap"Zen menarik tangannya dari tanganku.
__ADS_1
Dia berpindah ke sofa bersama ayahnya.
"Zen, kapan kamu akan memberitahu ibumu tentang kabar ini"
"Aku tidak mau ibu tahu ayah,aku takut terjadi sesuatu nantinya"Zen berbicara dengan tetap mengerjakan pekerjaannya.
"Mungkin saja dia akan berubah kalau tahu kau akan punya anak"
"Aku tak percaya ayah, biarkan saja ibu tidak tahu tentang kehamilan istriku,agar hidup kami bisa lebih tenang "
"Kalau memang itu keputusanmu, ayah akan mendukungmu.Nanti ayah akan sering berkunjung ke rumahmu.Sekarang ayah mau pulang dulu Zen,salam buat Cinta "
"Iya yah, hati-hati di jalan.Ayah pulang naik apa"
"Ayah akan ke apartemen temen ayah untuk mengambil barang-barang ayah dulu "
"Aku akan menyuruh Robert untuk mengantar ayah "
"Tidak usah Zen,biar ayah naik taxi saja.Aku tidak mau merepotkan Robert,dia sudah seringkali direpotkan olehmu.Kasihan dia"
"Terserah ayah kalau begitu"
"Ayah pergi Zen"
"Iya ayah"
Zen berdiri dari duduknya untuk mengantar ayahnya ke pintu.
Zen melanjutkan pekerjaannya.
Sementara di sebuah kamar hotel di tengah kota.
"Ah ah...uh....ah... teruskan,aku mau keluar"
"Aku juga mau keluar sayang "
Lelaki itu mempercepat gerakan juniornya.
"Berbalik sayang"
Wanita itu segera membalikkan badannya.
Sang lelaki memajumundurkan juniornya yang juga akan memuntahkan laharnya.
"Aku mau keluar sayang"kata si lelaki
"Akh......"junior lelaki itu memuntahkan laharnya di dalam gua sambil meremas bukit kembar si wanita.
"Akh.. Satria.."
Mereka berdua lemas tak berdaya di atas kasur sebuah hotel bintang lima.
"Kamu puas sayang..."
"Aku puas dengan servismu Satria"
"Akhirnya kamu menghubungiku setelah sekian lama"
"Si Deni tidak seperti dirimu,dia loyo dan tidak bergairah"
"Hahaha... kenapa tiba- tiba kau ingat padaku"
"Bukankah kau yang menyuruhku untuk menghubungimu jika aku membutuhkanmu"
"Aku sudah lupa"
"Dasar loe... kenapa loe belum nikah Sat?"
"Aku menunggumu Fit"
"Untuk apa kau menungguku Sat,menikahlah"
"Tapi aku mencintaimu Fit,aku akan melakukan apapun untukmu"
"Benarkah"
"Benar sayangku"
"Suatu saat aku pasti akan membutuhkan bantuanmu"
Satria memainkan coco chip di tengah bukit.
"Jangan gitu dong Sat,nanti aku ingin lagi"
"Aku akan melayanimu dengan senang hati cintaku"
Satria semakin membuat Fitri menginginkanya lagi.
__ADS_1
Dia memainkan lidahnya di bukit kembar yang halus dan lembut itu.
Hanya terdengar de***** dari mulut Fitri.
"Sat...."
"Apa sayang..."
''Ayo main lagi"
"Beneran..."
"Heemm...."Fitri sudah tidak bisa menjawab.Satria membuatnya mabuk kepayang ke awang-awang.
Di siang hari yang panas mereka melakukan pergumulan panas untuk kedua kalinya.
Fitri sudah tak ingat dengan statusnya sebagai seorang istri.Dia hanya memikirkan nafsu birahinya.
Ternyata Fitri berselingkuh dengan Satria,teman sekolah dia dan Deni.
Sudah 3 bulan lamanya mereka sudah berhubungan,dan selama itu juga mereka sudah berhubungan badan.
Satria senang -senang saja melayani Fitri.Selain Satria mencintainya,dia juga tak perlu menikah untuk berhubungan badan dengan Fitri.
Ketika sampai di tengah permainan,ponsel Fitri berdering.
Kring... kring... kring...
Fitri melihat nama Deni tertera di layarnya.
"Sat,sebentar,aku mau angkat telfon dulu"
"Angkat saja Fit,aku tak akan menghentikan aktifitasku,kepalang tanggung nih"
Satria menghujam Fitri dari belakang, sementara Fitri mengangkat ponselnya.
"Hallo Den,ada apa"
"Kamu di mana"
"Aku masih ada meeting di luar Den"
"Kalau begitu aku pulang dulu ya"
"Iya Den"
Fitri meletakkan ponselnya.
"Akh....nikmat sekali...aku suka gaya seperti ini"
"Apa yang dikatakan Fitri"ucap Deni.
"Teruskan sayang.... teruskan...masukkan juniormu dalam-dalam"
"Hah... junior siapa yang dia maksud"
"Aku mau keluar sayang"
"Ayo keluar bersama sayang"ucap Satria
"Dia bersama laki-laki lain ternyata,jadi meetingnya pake begituan segala.Oke...aku akan mengikuti permainanmu Fit" Deni mematikan ponselnya.
Deni sebenarnya sudah tidak tahan dengan sikap Fitri yang tidak bisa menghormati dia sebagai suami.Dia ingin istri seperti kakak iparnya, istri yang begitu perhatian pada suami dan bisa menghormati suaminya.
"Tunggu tanggal mainnya Fit,jadi ini yang membuatmu tidak ingin punya anak ya.Biar kamu bisa bersenang-senang dengan laki-laki lain."
"Hei...ngelamun apa bro"
"Eh...Andre.Gak nglamunin apa-apa kok Ndre"
"Aku mendengar kamu ngomong sendiri"
"Anggap saja latihan drama Ndre..."
"Hahaha.. ada-ada saja dirimu"
To Be Continue
Yuk koment readers....
Deni enaknya dicariin perempuan lain atau gimana??
Akur tunggu komentarnya
Terima kasih
😘😘😘😘🌹🌹🌹🌹😘😘😘
__ADS_1