
Roni segera mengurus administrasi rumah sakit Cinta. Sedangkan Rama di kamar berdua bersama Cinta.
" Maaf Cin, boleh aku bertanya padamu"
" Mau tanya apa Ram" ucap Cinta
" Apa kamu tidak tahu kalau kamu sedang hamil?"
" Iya Ram,aku tidak tahu kalau aku sedang hamil.Setelah sekian lama akhirnya yang kami tunggu datang juga"
" Kami??Maksudmu"
" Aku dan suamiku.Aku lupa kalau dia sudah mantan suamiku"
" Apa kamu tidak mau memberitahu suamimu Cin tentang kehamilanmu ini?"
" Dia tidak perlu tahu,dia sudah punya keluarga bahagia di rumahnya.Seorang istri yang masih muda dan seorang anak laki-laki.Bukankah itu sebuah keluarga yang sempurna." Cinta terlihat meneteskan air matanya
Rama melihat itu semua,dan rasa-rasanya Rama ingin memeluk Cinta untuk menenangkannya.Tapi Rama tahu,dia tidak mungkin melakukan itu semua.
" Cin...ayo kita pulang" Roni tiba-tiba masuk dan membuyarkan keadaan.
Cinta mengusap air matanya.
" Oh. iya Ron.Lagian aku sudah tidak betah tinggal di sini " ucap Cinta dengan tersenyum
Cinta turun dari tempat tidur dan berjalan di depan.Sedangkan Roni dan Rama berjalan di belakangnya seperti ajudan.
" Ram, Cinta kamu apakan sampai dia nangis kayak gitu" tanya Roni
" Gak aku apa-apain.Dia menangis mengingat suaminya'' jawab Rama
" Memangnya suaminya kenapa?"
" Gak tahu hahaha"
" Dasar kamu Ram,gak jelas" Roni menjitak kepala Rama
Cinta tidak peduli pada pembicaraan mereka berdua.Dia begitu bahagia dengan kehamilannya itu.Dunianya terasa berbeda dengan kehadiran makhluk kecil di dalam rahimnya.
" Ron,aku pulang sendiri saja ya.Nanti tagihan rumah sakitnya kirim ke aku ya" ucap Cinta
" Hei,apa yang kau bilang.Kita ini teman Cin.Tidak usah seperti itu.Rama yang menanggung semuanya.Kalau sampai kamu membayarnya, bisa-bisa aku dijitak sampek mati sama Rama"
" Ada-ada saja kamu Ron.Terima kasih ya atas semuanya "
" Berterima kasihlah pada Rama, jangan padaku.Kami akan mengantarmu sampai ke rumahmu" ucap Roni
" Terima kasih banyak Ram.Kamu baik sekali padaku"ucap Cinta pada Rama
"Dia baik hanya pada orang tertentu Cin " goda Roni pada Rama.
" Kurang ajar kamu Ron" Rama menyenggol Roni.
" Kan bener Ram"
" Terserah padamu " ucap Rama sedikit ketus
Roni hanya tertawa mendengar ucapan Rama
Tak terasa mereka bertiga sudah sampai di tempat parkir.
" Cin,kamu tunggu di sini dulu.Aku mau ambil mobilnya'' ucap Roni
" Iya Ron " jawab Cinta
Roni berjalan menuju mobilnya, sedangkan Cinta hanya berdua dengan Rama.
" Cin.. boleh pinjam ponselmu"
" Untuk apa Ram"
" Aku mau menelfon temanku, penting.Ponselku kehabisan baterai.Please"
__ADS_1
Dengan enggan, Cinta mengeluarkan ponselnya dari tas.
" Ini ponselku Ram" Cinta memberikan ponselnya
" Terima kasih Cin " ucap Rama
Rama mengambil ponsel dari tangan Cinta.
" Cin...."
" Apalagi Ram?"
" Ponselnya terkunci" ucap Rama
" Oh ..maaf Ram " Cinta segera membuka kunci ponselnya dan memberikan pada Rama
Rama menerima ponsel Cinta dan terlihat foto seorang laki-laki di layar ponsel Cinta.
" Mungkin ini foto suaminya.Ternyata dia masih menyimpan fotonya" ucap Rama dalam hati.
" Apa sudah Ram?" tanya Cinta
" Sebentar Cin"
Rama segera memasukkan nomernya sendiri ke ponsel Cinta dan menelfon ponselnya sendiri.
"Terima kasih Cin" ucap Rama
" Sama-sama Ram"
Roni sudah sampai ke depan mereka berdua.
"Ayo masuk tuan dan nyonya" ucap Roni
" Apaan si kamu Ram" ucap Cinta
Rama duduk di sebelah Roni dan Cinta duduk di belakang sendirian.
" Siap nyonya, hahaha" mereka bertiga sama-sama tertawa mendengar jawaban Roni.
*Ternyata Cinta wanita yang ceria sebenarnya" ucap Rama dalam hati
Sepanjang perjalanan Rama tak henti-hentinya mencuri pandang pada Cinta.
Namun Cinta tidak peduli padanya.Cinta asyik mengelus elus perutnya yang masih tidak terlihat sama sekali.
" Mama akan menjagamu nak,kamu sudah lama mama impikan.Maafkan mama yang egois, karena mama tidak akan pernah memberitahukan ayahmu tentangmu.Mama akan membesarkanmu sendirian.Kamu hanya anak mama dan tidak ada yang boleh mengambilnya, bahkan ayahmu pun tidak akan mama biarkan mengambilmu"
...Tiba-tiba Roni berhenti....
" Ada apa Ron, sudah sampai kah? Kenapa kamu berhenti di depan apotik?" tanya Rama
" Bukankah kamu akan menebus obat untuk Cinta' ucap Roni
" Hehe..iya.Aku lupa"
Rama segera turun dan berjalan menuju apotik.
" Ron, kenapa kamu ngrepotin Rama?"
" Sudahlah Cin,gak usah dipikirin.Itu kemauan dia sendiri.Rama itu kalau sudah maunya sendiri harus dituruti"
" Tapi aku merasa gak enak Ron.Masak baru kenal udah ngrepotin '
" Sudahlah Cin,biarkan saja.Ikuti saja kemauannya"
" Tapi Ron..aku takut mengecewakannya.Aku hanya wanita seperti ini"
" Sssttt..gak usah dipikirin " ucap Roni sambil menutup mulutnya sendiri dengan jari telunjuk.
Pembicaraan mereka berhenti karena Rama sudah keluar dari apotik.
" Cin,ini obatmu.Di situ sudah tertera aturan minumnya.Kalau habis nanti kamu bisa menelfonku lagi untuk membelikannya"
__ADS_1
" Terima kasih Ram,maaf merepotkanmu di awal pertemuan kita"
" Tidak apa-apa Cin" Rama menyerahkan obat itu pada Cinta.
Roni melajukan kembali ke rumah Cinta.
" Cin, rumahmu masih tetap yang dulu?"
" Iya Ron,rumahku gak pindah kok"
" Oke"
Roni segera menuju rumah Cinta.Tidak ada yang bicara selama perjalanan.
" Cin.. benar itu kan rumahmu?'
" Iya Ron"
Roni pelan-pelan melajukan kendaraannya.
" Sudah sampai nyonya, sesuai aplikasi ya" ucap Roni
" Hahahaha..." Cinta tertawa lepas
'' Kamu semakin cantik jika tertawa seperti itu Cinta" Rama berbisik dalam hatinya
Cinta turun dari mobil dan tak lupa mengucapkan terima kasih.
" Ron,gak mau mampir dulu?"
" Terima kasih Cin,lain kali saja.Barangkali Rama tuh yang mau mampir "
" Lah, terus kalau aku mampir sendirian,aku pulang naik apa?"
" Naik ojek online"
" Yang punya mobil kamu suruh naik ojek online "
" Hahahaha..maaf maaf tuan " goda Roni.
Cinta tersenyum mendengar celotehan mereka berdua.
" Kami pergi dulu Cin"
" Terima kasih bantuannya hari ini.Aku menunggu kabar baik darimu Ron"
" Siap nyonya "
" Dasar kamu" Cinta memukul pundak Roni
" Aku masuk dulu ya Ron,Ram"
" Iya.. hati-hati" jawab mereka bersamaan
Mereka pergi menunggu Cinta masuk dalam rumahnya.
" Ayo kita pergi Ron,dia sudah baik-baik saja "ucap Rama
Roni melajukan mobilnya ke kantor Rama.Roni sudah paham dengan Rama.
Rama tidak akan pergi sebelum memastikan wanita yang di cintainya baik-baik saja.
" Ram,kamu beneran mau mengejar Cinta"
" Entahlah Ron"
" Aku tak pernah melihatmu seperti ini Ram.Biasanya kamu tidak tertarik sama sekali pada perempuan, tapi aku melihatmu berbeda pada Cinta."
" Aku juga tidak tahu Ron.Aku hanya merasa kasihan padanya"
"Memangnya Cinta kenapa Ram?"
To Be Continue
__ADS_1