
Cinta berjalan ke mobil sambil membawa bungkusan yang dibelinya.
"Apa itu sayang..."ucap Zen
"Ini khusus perempuan sayang.. laki laki tak boleh tahu", ucap Cinta.
"Memangnya apa yang dibelinya"Zen penasaran dalam hatinya.
"Ayo jalan Robert"ucap Cinta
"Siap nyonya cantik"jawab Robert.
"Hei...hanya aku yang boleh menyebutnya cantik, orang lain tidak boleh"ucap Zen memukul lengan Robert.
"Issh....apaan sih boss!Iya boss,aku gak akan mengulanginya lagi.Dasar boss keterlaluan"ucap Robert berbisik.
Robert melajukan mobilnya ke apartemen Zen.Sedangkan Cinta tertidur di pelukan suaminya.
"Kamu cantik bagiku istriku, aku suka kulit sawo matang,matamu, bibirmu dan semua yang ada padamu.Aku tak peduli jika orang lain bilang kau tak cantik.Banyak kolegaku yang menyayangkan karena aku menikahimu.Mereka menawarkan anak anak mereka padaku, tapi entahlah..hatiku sudah terpaut padamu sejak pertama melihat dirimu"Zen membelai istrinya.
Cinta sayup sayup mendengar ucapan suaminya,dia belum sepenuhnya tertidur pulas.
"Ternyata suamiku ini laki laki yang banyak diperebutkan orang ya,sungguh beruntung wanita yang mendapatkanmu"ucap Cinta
Zen terkejut mendengar ucapan Cinta.
"Jadi kamu belum tidur ya..."ucap Zen sambil memegang dagu istrinya.
"Sebenarnya aku tidur, tapi tadi aku mendengar orang berpuisi,jadi aku terbangun"
Zen yang gemas dengan ucapan istrinya,memeluk tubuh istrinya.
Dia mencium bibir istrinya.
"Dasar suami mesum"
"Suruh siapa ngerjain suami?"
"Gak ada yang nyuruh..hehe''
Zen mencium kembali bibir istrinya,dia tak pernah bosan menikmati bagian wajah istrinya yang satu ini.Baginya bibir begitu seksi dan menggoda.
Sedangkan Robert yang ada di depan memasang wajah kesal"
"Hadeh... mulai lagi deh.Kapan saja...dimana saja."Robert mengucapkan kalimat itu seperti orang yang menawarkan dagangannya.
Zen menghentikan kegiatannya bersama Cinta.Dia menoleh pada Robert.
"Berisik aja sih jomblo satu ini.Makanya segera cari pasangan,agar cepat merasakan nikmatnya menikah"ejek Zen.
"Tapi jangan gitu gitu amat boss, mataku ini selalu ternodai oleh ulahmu"
"Ahhahahahh...biar saja.Biar kamu semakin panas"ejek Zen.
Robert melajukan mobilnya dengan cepat.Dia ingin segera terbebas dari ejekan boss nya.
Beberapa menit kemudian mereka sudah sampai di apartemen Zen.
Cinta dan Zen segera turun dari mobil.Cinta memegang belanjaan yang dibeli sendiri tadi di mall
Barang barang yang lain Robert yang membawanya.
__ADS_1
Zen semakin penasaran dengan apa yang dipegang Cinta.
"Apaan sih itu, kenapa aku tidak diberi tahu oleh istriku"ucap Zen dalam hati.
Cinta berjalan dengan santainya.
Mereka masuk ke dalam lift.
Tring.....lift terbuka.Zen memencet angka nomer lantai apartemennya.Zen memeluk posesif istrinya itu.
Tring....lift terbuka.
Mereka berjalan menuju apartemen Zen.
Ceklek....pintu apartemen terbuka.
Mereka masuk ke apartemen dan Zen menutupnya.
Tiba tiba Zen menyerang istrinya.
"Sayang ..aku mau"ucap Zen.
Cinta sudah paham dengan maksud suaminya.
Mereka melemparkan semua yang ada pada tubuhnya.Mereka masuk ke dalam kamar.Pergumulan panas pun dimulai.Beberapa jam kemudian mereka selesai dengan kegiatannya itu.
Robert mulai tadi sudah ada di dalam apartemen.Baju yang tercecer di dalam apartemen sudah biasa dia lihat.Dia tak kaget dengan itu semua.Pagi,siang,malam, Robert sering melihat pemandangan itu.Entah kenapa dia tak langsung keluar dari apartemen,dia malah mendengarkan suara suara sumbang dari dalam kamar itu.
"Aku ngapain diam di sini ya"ucap Robert dalam hati.
Mungkin dia ingin mendengar live music si boss nya.
Sementara di kamar Zen.
"Terima kasih sayang,aku mencintaimu"ucap Zen sambil mencium istrinya
", Kenapa kau tak pernah menolakku sayang"
"Melayani suami adalah kewajiban,aku tidak mau berdosa jika menolaknya.Aku juga tidak mau kalau hasrat suamiku sampai tertahan."
Zen sangat senang mendengar itu.
"Aku mencintaimu sayang...."Zen mencium bibir Cinta lagi.
"Aku juga mencintaimu Zen Andrian"ucap Cinta memeluk dada suaminya.Mereka tertidur di bawah satu selimut.Mungkin mereka lelah setelah pergumulan panasnya.Mereka merasa dunia milik berdua.
Maghrib menjelang, Cinta terbangun.Dia teringat belanjaannya tadi.
"Waduh,aku taruh di mana tadi ya belanjaanku"ucap Cinta.
Cinta mengingat ingat kejadian ketika dia pulang dari mall tadi.
"Mungkin ada di ruang depan"ucap Cinta.
Dia bangun dari tidurnya pelan pelan,dia tidak mau suaminya terbangun.Dia mencari belanjaannya.
"Kulempar kemana tadi barangnya ya"Cinta mengaruk garuk kepalanya.
Dia mencari di bawah sofa, mencari di bawah kolong meja tamu juga tidak ada.
"Dimana ya..."
__ADS_1
Dia mencari sambil memunguti baju yang berserakan.Dia membawa baju itu ke ruang laundry untuk dicuci.Dia melewati ruang makan.
"Sepertinya itu barang yang aku cari"ucap Cinta
Ternyata yang di carinya ada di kolong meja makan.
"Kenapa bisa terlempar jauh kesini"Cinta tertawa sendiri memungut barang itu.
Dia berjalan ke ruang laundry dan mencuci baju.
"Aku akan membangunkan suamiku dan mandi"
Dia berjalan menuju kamar dan mencium bibir suaminya.
"Sayang...bangun"ucap Cinta berbisik di telinga suaminya.
Zen yang mendengar itu tidak mau bangun.
Cinta mencium bibir suaminya lagi dan Zen membalas ciuman itu dengan *******.
"ehmmm... ternyata kamu sudah bangun sayang.Dasar kamu"Cinta melempar handuk pada suaminya.
"Hahaha..aku.ingin selalu menikmati bibirmu yang seksi itu"ucap Zen menggoda istrinya.
"Sayang...aku mandi dulu.Lalu kita sholat berjamaah"ucap Cinta.
Cinta ke kamar mandi dan segera membersihkan dirinya.
Zen segera menyusul Cinta ke kamar mandi.
"Sayang... buka pintunya dong"
"Sebentar sayang,aku kan masih baru masuk"
"Ayo buka pintunya"pinta Zen lagi.
"Tidak, nanti gak jadi mandi"
"Enggak sayang, beneran aku janji gak ngapa-ngapain kok"
"Bener ya"
"Bener sayang"
Cinta membuka pintu kamar mandi dan Zen masuk ke dalamnya.Zen benar benar menepati janjinya.Mereka hanya mandi saja tanpa melakukan apa apa.
Cinta memakai handuk kimononya dan Zen hanya melilitkan handuk di pinggangnya.
Cinta duduk di depan meja riasnya.Dia mengeringkan rambutnya yang hampir setiap hari basah dan tak pernah kering.
"Sayang.. sini aku bantu mengeringkan rambutmu"ucap Zen.
"Ini semua karena ulahmu, sampai aku.keramas seperti minum obat saja,tiga kali sehari, bahkan bisa lebih"kata Cinta
"Hahaha...maaf sayang, habis nya kamu enak sih"
To Be Continue....
Jangan lupa vote, like,and koment ya..
❤️❤️❤️🌹🌹🌹I love U All🌹🌹🌹❤️❤️❤️
__ADS_1