
Cinta sudah selesai mandi dan keluar dengan mengenakan handuk kimononya.
Cinta duduk di depan meja riasnya.
" Kamu begitu cantik sayang" ucap Zen yang tiba-tiba datang memeluk Cinta dari belakang dan mencium tengkuknya.
" Sayang...aku lapar" ucap Cinta
Zen paham dengan yang dimaksud istrinya.Zen melepas pelukannya dan hanya duduk di dekatnya.
" Mbok Ijah sudah memasak untuk kita, ayo kita segera makan kalau memang istriku ini sudah lapar" ucap Zen sambil memandangi istrinya.
" Iya mas"
Cinta segera berganti baju tanpa mempedulikan di sana ada suaminya.
"Kamu mau memancing harimau lapar ya sayang" ucap Zen
" UPS..maaf mas,aku lupa kalau ada kamu hehe..ayo kita turun dan makan" ucap Cinta dengan segera memakai bajunya.
Zen menggendong istrinya ke bawah.
" Sayang... turunkan aku " ucap Cinta
" Aku ingin menggendongmu saat ini.Biarkan saja seperti ini.Aku rindu padamu sayang " ucap Zen
Mbok Ijah yang melihat tingkah tuan dan nyonya nya hanya tersenyum saja.
" Memang pasangan muda yang serasi,dan semoga langgeng sampai akhir hayat tuan Zen dan nyonya Cinta " ucap mbok Ijah
" Mbok...apa semua makanan sudah siap?" tanya Zen
" Sudah tuan,saya sudah menata semuanya di meja makan " jawab mbok Ijah
Zen segera menurunkan istrinya di kursi meja makan.
" Sayang,ayo makan yang banyak " Zen mengambilkan makanan untuk Cinta
" Mas,biar aku mengambilnya sendiri " ucap Cinta
" Hari ini aku yang akan melayanimu di meja makan,istriku tercinta "
" Kamu bisa saja mas" Cinta tersipu dengan perlakuan Zen padanya.
Mereka berdua makan dengan lahapnya.
" Sayang,apa kita pindah rumah saja" ucap Zen
" Kenapa mau pindah rumah mas?" tanya Cinta
" Aku tidak mau kejadian kemarin terulang lagi,aku akan mencari perumahan yang ketat penjagaannya."
" Tidak usah mas,lebih baik kita perketat penjagaan di sini saja" ucap Cinta
"Apa kamu tidak apa-apa sayang?"
"Aku tidak apa-apa mas,ada kamu yang selalu membuatku baik-baik saja.Terima kasih atas semua cinta yang kau berikan untukku" ucap Cinta
" Aku akan memperketat penjagaan di rumah ini.Kamu juga tidak boleh keluar sendirian.Harus ada orang yang menjagamu" ucap Zen
" Terserah padamu mas,aku akan mengikuti semua keinginanmu" ucap Cinta
Ponsel Zen berdering...
" Siapa mas.?" tanya Cinta
" Ayah sayang.." jawab Zen
Zen menjawab panggilan di ponselnya
" Hallo ayah,ada apa?"
" Jemput aku sekarang di bandara !"
__ADS_1
" Baik ayah" ucap Zen
Ayah menutup telponnya.
"Kenapa mas"
"Ayah datang dari luar negeri, sekarang ada di bandara"
" Ayah minta jemput kah mas ?"
" Iya sayang,kamu ikut ya.."
" Iya mas" jawab Cinta.
Mereka segera menyelesaikan makannya dan berpamitan pada mbok Ijah.
"Mbok, kami sudah selesai makan.Kami akan menjemput ayah di bandara" ucap Zen
"Iya tuan" jawab mbok Ijah
" Mas, sebentar.Aku mengambil jaket dulu" ucap Cinta.
Zen menghidupkan mesin mobilnya.Cinta sudah datang dengan penampilan kasualnya.
" Ayo berangkat mas" ucap Cinta
Mereka segera berangkat ke bandara.Ayah sudah cukup lama menunggu mereka.
" Ayah....." panggil Cinta yang melihat ayahnya duduk menikmati kopi di cafe bandara.
" Menantuku..." ayah memeluk menantu kesayangannya itu.
" Lepaskan ayah ! dia istriku" ucap suara yang sudah familiar di dengar pak Wijaya
"Hahaha...dasar kamu ya..." pak Wijaya menjitak kepala anaknya yang sedang cemburu.
" Ayo kita pulang Zen" ucap ayah sambil beranjak dari duduknya
Zen membawa koper ayahnya menuju mobil.
Zen yang menyetir mobilnya.Cinta duduk di sebelah Zen,dan ayah duduk di belakang.
" Ayah langsung pulang atau masih mau mampir kemana dulu" tanya Zen.
" Langsung pulang saja Zen,ayah sudah kangen rumah" jawab ayah
" Siap pak Wijaya" canda Zen pada ayahnya.
" Mau minta jitak lagi kamu Zen?"
" Tidak ayah hehe.." ucap Zen
Zen segera melajukan mobilnya menuju rumah ibunya.
Selama perjalanan mereka tak saling bicara.
" Ayah...sudah sampai,ayo kita turun." ucap Zen pada ayahnya yang tertidur pulas.
" Ayah... bangun...kita sudah sampai di rumah" ucap Cinta lembut.
" Hoah...." ayah menggeliat bangun
"Giliran menantunya yang bangunin,eh mau bangun" ucap Zen
" Hahaha...masak sama bapak sendiri cemburu.Gak jelas kamu " ucap ayah sambil turun.
Mereka bertiga masuk ke dalam rumah ayah.
Mereka bertiga masuk dengan tertawa -tawa.
Ayah melihat di ruang tamunya ada pengacara keluarga.
" Hei... Santo !! Ada urusan apa kau kesini" sapa ayah.
__ADS_1
" Ayah....kenapa datang tak memberi kabar" ucap ibu sambil mendekat pada ayah.
Ibu memandang sinis pada ayah.
" Sebaiknya ayah istirahat dulu" ucap ibu
" Tidak usah bu, aku akan duduk di sini.Pertanyaanku masih belum dijawab oleh Santo" ucap ayah.
Ibu dan Fitri hanya diam dan saling melirik.
" Katakan ada apa? " bentak ayah
" Emh...maaf tuan.Saya di sini dipanggil nyonya besar.Ada yang perlu mereka urus katanya tuan" ucap Santo.
" Ada apa ini Fitri? Ada apa ini bu? Kenapa kalian berdua tidak menjawab pertanyaanku.Kenapa kalian hanya diam saja" bentak ayah.
" Emmm...aku mau bercerai ayah" jawab Fitri
" Apa???" jawab ayah dan Zen bersamaan.
" Apa maksudmu Fit?" tanya ayah
" Aku mau bercerai dari suamiku,ayah?" jawab Fitri
" Kenapa?Ada masalah apa ini?" tanya ayah lagi.
" Tanya saja pada menantumu yang miskin itu" ucap ibu
" Siapa maksudmu?"
" Istri Zen..Si Cinta" jelas ibu
" Jangan bertele-tele,aku mau jawaban yang jelas"
bentak ayah tak sabar.
" Deni berselingkuh dengan Cinta" jelas ibu
" Jangan memfitnahku bu,itu semua bohong ayah
Aku tak pernah berselingkuh dengan Deni." sanggah Cinta.
" Kau masih mengelak wanita miskin ! Aku punya buktinya" ucap ibu
Ibu mengeluarkan ponselnya dan memperlihatkan pada ayah foto Deni dan Cinta yang ada dalam satu ranjang.
"Benarkah ini kamu Cinta?" tanya ayah.
Zen melihat foto itu.Di sana terlihat hal yang lebih vulgar dari foto yang ada di ponsel Zen.
Di foto itu terlihat mereka berdua sedang telanjang dan bibir mereka saling berciuman dengan mata mereka yang terpejam.
Zen membelalakkan mata tak percaya.Zen mengambil foto itu,dan memperlihatkan pada Cinta.
" Sayang,ini benar kamu" ucap Zen.
Cinta ikut melihat foto itu,Dan hatinya berdebar kencang melihat foto itu.
" Tidak mungkin... tidak mungkin aku melakukan ini semua dengan Deni.Foto ini hanya rekayasa.Foto ini pasti dibuat oleh para penjahat yang menculikku.Kenapa mereka jahat sekali.Apa yang mereka inginkan dariku. Jangan-jangan ini rencana ibu untuk menghancurkan rumah tanggaku dengan Zen.Bukankah ibu bahagia kalau aku pergi dari kehidupan Zen.Benar kan Bu, yang aku ucapkan" ucap Cinta
Plak...plak....
Ibu menampar Cinta.
" Dasar menantu kurang ajar kamu ya, menuduhku sembarangan tanpa ada bukti-bukti" bentak ibu.
" Cukup ibu, jangan pernah menampar istriku,atau aku juga akan menampar ibu" ucap Zen
" Kamu sudah buta oleh cintamu pada istrimu Zen.Dia sudah berselingkuh darimu, namun kau tetap mau bersamanya.Untuk apa kau mempertahankan wanita miskin dan ****** seperti dia.Lebih baik kau ceraikan juga istrimu itu.Seperti Fitri yang akan menceraikan suaminya" ucap ibu
Terima kasih banyak masih di sini.
Jangan lupa like dan komen nya kakak
__ADS_1
Salam sehat semua
🌹🌹🌹🥰🥰🥰😘😘😘😍😍🥰🥰🥰🌹🌹🌹