Menantu Yang Tak Diinginkan

Menantu Yang Tak Diinginkan
#Bab 24 Fitting Baju


__ADS_3

Tak berapa lama Cinta sampai ke rumahnya sendiri.


"Assalamualaikum.."


"Waalaikumsalam"


"Ibu..Cinta mandi dulu ya,badan Cinta gerah"


", Jangan lama-lama mandinya nak, takut nak Zen datang"


"Siap ibu",jawab Cinta sambil memeluk ibunya.


"Cepet mandi sana,bau kamu"ibu berusaha melepaskan pelukan Cinta.


",Hahaha..maafkan Cinta yang bau ini"


Cinta bergegas pergi ke kamarnya dan membersihkan dirinya,tak lupa dia menunaikan sholat duha.


tok tok tok...


"Assalamualaikum.."Zen datang


"Waalaikumsalam.Masuk nak Zen,ibu akan memanggil Cinta"


Ibu memanggil Cinta yang berada dalam kamarnya.


"Cinta...ada calon suamimu"


"Iya Bu,Cinta akan segera keluar"


Cinta memoles wajahnya tipis tipis dan memakai lip gloss.Dia keluar dari kamar menuju ruang tamu


"Kak Zen,kita langsung berangkat"ucap Cinta


"Sebentar,aku ada perlu dengan ibu.Ibu...ini uang untuk acara pernikahan kami,jika masih ada kekurangan silahkan ibu minta lagi tidak apa-apa"


Zen mengeluarkan uang 100 juta dari sakunya.


"Ini sudah lebih dari cukup nak, terima kasih banyak"


"Saya dan Cinta berangkat dulu ya bu"


"Iya nak,, hati-hati di jalan"


Zen dan Cinta mencium tangan bu Hadi dan segera pergi.Zen membukakan pintu belakang untuk Cinta.Zen membawa Robert untuk jadi sopirnya.


Cinta masuk disusul oleh Zen.


"Ayo berangkat Robert"


Robert segera melajukan mobilnya, sedangkan di belakang Zen menggenggam erat tangan Cinta sambil memeluknya.


"Apa kamu bahagia sayang akan segera menikah denganku?"ucap Zen


"Aku bahagia sayang"sambil Cinta mencium pipi Zen


"Kamu tambah lama tambah genit ya"Zen mencium balik pipi Cinta sambil menggelitiki Cinta


Cinta merasa geli.


",Sudah kak.. sudah cukup, geli kak.Cinta gak kuat digelitiki seperti itu.Ntar kalau Cinta ngompol gimana"


",Wkwkkwk...ada ada saja kamu ini"


Mereka menghentikan candaannya.


"Sayang minta mahar apa"

__ADS_1


"Cinta tidak minta yang mewah kak, cukup seperangkat alat sholat saja"


"Hanya itu???Gak minta yang lain lagi??


"Itu sudah cukup kak"


"Kamu memang begitu sederhana Cinta,itu juga yang aku suka dari dirimu"


Tiba tiba Zen mencium kening Cinta.


"Ngagetin aja si kakak"


"Tapi kamu seneng kan"goda Zen


Cinta tersipu malu, pipinya merona merah.


"Ketiban rejeki si boss, nemu istri yang tidak banyak menuntut,sederhana, dan tidak aneh aneh tingkahnya"ucap Robert dalam hati.


Tidak terasa mereka sudah sampai di butik langganan Zen.Butik itu milik teman ayah Zen jadi dia sudah terbiasa kesana.Robert segera memarkirkan mobilnya.Zen keluar mobil dan membukakan pintu untuk Cinta.Dia mengulurkan tangannya dan sedikit membungkuk pada Cinta,dan Cinta pun menyambut uluran tangan Zen.Cinta diperlakukan bak ratu di negeri dongeng.


Mereka berdua berjalan bergandengan tangan, dengan Cinta yang melingkarkan tangannya di lengan Zen.


"Serasa dunia milik berdua kaleee..."kata Robert.


Zen dan Cinta hanya tersenyum kecil mendengarnya.Mereka berjalan masuk ke butik. Tante Vina menyambut mereka berdua.Sedangkan karyawannya saling berbisik bisik.


"Tampan sekali cowok ini, sayang nya dia sudah punya calon istri"


",Hei... inikah calon istrimu.Dia cantik, kamu pandai memilih istri ya "


"Siapa dulu yang milih...Zen gitu loh te..


Hehehe"


Mereka tertawa bersama, Cinta hanya tersenyum mendengar obrolan mereka.


"Ayo cantikk.. ikut tante.Siapa namamu?"


Zen mengekori mereka berdua.


"Rina....bawa Zen untuk mencoba setelan bajunya!!"


"Zen ikutlah Rina, jangan mengekori kami".


Zen akhirnya berpisah dari Cinta.Dia mencoba setelan bajunya sendiri.Cinta pun juga mencoba kebayanya.Baju Cinta sedikit terbuka di belahan dadanya.Cinta sebenarnya risih dengan baju itu.Tapi dia enggan menolaknya, karena merasa tidak enak dengan tante Vina.


Zen sudah memakai bajunya,dan tinggal menunggu Cinta keluar dengan gaunnya.


Tante Vina membawa Cinta pada Zen untuk mengetahui pendapatnya.Zen terpana melihat Cinta,belahan dadanya putih bersih.


"Ternyata kulit tubuhnya putih, tidak seperti kulit wajahnya"


Zen menelan salivanya.Dia langsung menutup mata Robert.


"Hei.. sana pergi,tunggu di ruang depan saja.Hanya aku yang boleh melihat istriku"


Robert masih tercengang melihat Cinta.


"Ternyata dia cantik juga"ucap Robert dalam hati


"Robert...."Zen menepukkan tangannya yang ke wajah Robert .


Robert baru tersadar.


"Kamu melihat apa,sana pergi"


"Iya boss,saya tau dia istri anda"

__ADS_1


Zen tidak setuju kalau Cinta memakai baju yang seperti itu.


"Tante..ada baju yang lain kah"


"Apa kamu tidak begitu suka dengan ini"


Zen mendekat pada Cinta.


"Aku tidak mau bagian dadanya terlalu terbuka,bagian belakang nya juga terlalu terbuka te,tak boleh ada orang lain yang melihat tubuhnya.Dia hanya milikku te"


"Oke oke..aku paham maksudmu"


Nyonya Vina membawa Cinta ke dalam untuk berganti baju yang sesuai dengan apa yang diinginkan Zen.


"Alhamdulillah...kak Zen tidak setuju aku pakai baju ini, aku pun juga tidak suka"ucap Cinta dalam hati.


Tante Vina mengganti bajunya dengan baju yang tertutup tapi tetap memperlihatkan lekuk tubuh Cinta yang bak gitar spanyol itu.


Tante Vina membawa Cinta kembali ke depan.Cinta melihat dirinya di depan kaca.


"Baju ini bagus sekali, bahannya halus desainnya tertutup, cocok dengan seleraku"dalam hati Cinta


Zen kembali tercengang melihat lekuk tubuh calon istrinya.Selama ini Cinta selalu memakai baju yang besar dan tidak pas body.Baru kali ini Zen melihat lekuk indah tubuh calon istrinya.


", Bagaimana Zen?"


"Cantik Tante..."jawab Zen terbata bata


"Coba kamu kesini, di sebelah calon istrimu"


Zen mendekat pada Cinta.Mereka berdua cocok, yang satu tampan, yang satu cantik.Zen terlihat lebih gagah dan lebih tampan dari biasanya.Cinta tak berkedip memandangnya.


"Kak Zen sangat tampan dan gagah"ucap Cinta dalam hati.


Zen melihat Cinta yang sedang memandangnya.


"Aku tampan dan gagah ya sayang"ucap Zen sambil merapikan rambutnya


"Kamu memang sangat tampan dan gagah sayang,aku tidak salah memilih calon suami"Cinta mengalungkan tangannya ke leher Zen


"Sayang...jangan manja gitu deh"


"Kan sama calon suami sendiri,masak tidak boleh"


"Bukan begitu sayang... tapi kamu nanti akan membangunkan sesuatu di yang ada di dalam sangkar.Manjanya nanti aja di kamar"


"Ih ..belum sah juga"


"Makanya aku sudah terburu buru ingin menjadikan kamu istriku sayang.Ayo segera lepaskan tanganmu .


Cinta segera melepaskan tangannya dari leher Zen.


",Ehm...bagaimana Zen,apa akan memakai ini saja untuk akad nikah"ucap tante Vina


Mereka berdua lupa kalau ada orang lain disana.


"Iya.ini saja tante"ucap Zen tenang.Sedangkan Cinta pipinya merona malu.


", Baiklah,kamu langsung bisa membawanya.Untuk resepsi nanti gaunnya masih belum selesai, mungkin baru besok bisa diambil.Kamu suruh asistenmu saja untuk mengambil kesini Zen".


"Sekalian besok saja tante bajunya aku bawa,aku masih mau jalan-jalan"


Cinta kembali ke dalam dan mengganti bajunya.Begitu juga Zen.


Selesai berganti baju,Zen mendekati Cinta dan menyuruh Cinta untuk menggandeng tangannya.


To be Continue

__ADS_1


silahkan koment ya kakak readers..


Agar Author semakin semangat update


__ADS_2