
Siapa Zen sebenarnya....
Zen rumahnya ada di kota P.Zen adalah anak ke 2 dr 3 bersaudara.Semua saudaranya perempuan,jadi dia lah tumpuan orang tuanya nantinya.Dia sebenarnya bukan anak orang miskin yang kekurangan uang.Dia hanya tidak mau bergantung pada orangtuanya.Restoran mewah yang pernah dia kunjungi bersama Cinta, sebenarnya milik keluarganya yg dia kelola,sedangkan cafe tempat dia bekerja adalah miliknya sendiri dan sudah punya cabang di beberapa kota.Dia tidak menceritakan yang sebenarnya karena dia tidak mau ditolak oleh Cinta.Zen takut Cinta menjadi minder yang akhirnya tidak mau menjadi kekasihnya.Di umurnya yg masih 21 tahun dia sudah mau lulus pendidikan S2 nya.
Wajahnya yg sedikit tampan dan berkulit sawo matang bisa membuat perempuan terkagum-kagum padanya.Entah apa yang membuat dia menjatuhkan pilihan hatinya pada Cinta
*sudah tahu khan reader..siapa diri Zen
Pagi-pagi sekali Zen sudah bersiap siap untuk ke rumah Cinta*.
Zen berangkat dg memakai kemeja coklat dan celana yang berwarna sama,tak lupa dia memakai minyak rambut dan parfum untuk membuat penampilannya semakin maskulin.
Jam menunjukkan pukul 05.00.Zen bersiap siap berangkat dari kostnya menuju rumah Cinta.
Empat puluh lima menit kemudian,Zen sampai di rumah Cinta.
"Assalamualaikum....ucap Zen
"Waalaikumsalam...jawab Cinta
Zen segera masuk ke dalam rumah Cinta, Pak Hadi sudah menunggu Zen.Cinta sudah bercerita kalau Zen akan mengenalkan Cinta pada keluarganya.
"Duduk kak...ucap Cinta.Aku ke belakang dulu ya kak,mau buat teh dan ambil pisang goreng.
"Iya Cin..jawab Zen"
Zen duduk berhadapan dg Pak Hadi,dia mengutarakan maksudnya datang pagi pagi kesana,meskipun Zen yakin kalau Cinta sudah bercerita pada ayahnya.
"Ada apa kamu pagi pagi kesini Nak..
"Saya mau mengajak Cinta ke rumah saya pak,saya mau mengenalkan Cinta pada keluarga saya."
"Rencananya kapan mau berangkat"
"Rencana nanti siang Pak,agar pulang nya tidak terlalu malam.Apa Cinta menginap di rumah saya saja."jawab Zen
"Jangan... meskipun malam kalian harus pulang,tidak ada menginap menginap segala"
"Baik Pak.."ucap Zen
Cinta datang membawa nampan berisi kopi dan pisang goreng.
"Silahkan diminum kak.."Ucap Cinta
"Iya, terimakasih Cinta"
Pak Hadi menyuruh Cinta duduk berkumpul disitu juga.
"Cinta...apa kamu sudah siap bertemu dg keluarga Zen?"tanya Ayah
"Cinta siap Yah..."
"Kamu harus siap dengan segala resikonya ya Nak..."
Cinta hanya terdiam,karna tidak paham dengan apa yang Ayah maksudkan.Namun Cinta mengangguk saja menandakan dia siap dengan segala resikonya di kemudian hari.
"Nak Zen, Bapak berangkat kerja dulu,nanti hati hati berangkatnya.Bapak titip Cinta ya...!!!"
"iya Pak..."jawab Zen
Cinta mencium tangan Bapak,dan ibu mengantar bapak sampai ke gerbang depan rumah.
Ibu membiarkan mereka berdua berbincang.
"Cinta..."
"Iya kak..."
"Nanti kita berangkat jam 9 pagi ya.Agar tidak terlalu malam kembali ke sini."
"Iya kak.."
"Aku akan pulang dulu siap siap.Aku juga mau ambil mobil dulu"
"Loh..kita naik mobil ke rumah kakak.Mobilnya siapa Kak"tanya Cinta heran
"Mobilku Cin,aku baru membelinya kemarin"
"Kenapa kakak gak bilang bilang sama Cinta kalau beli mobil"
"Kakak ingin memberi kejutan untukmu.Kakak membeli mobil karena ingin mengajakmu ke rumah kakak,agar kamu tidak capek di jalan"
Cinta merasa senang mendengarnya.Sampai segitunya Zen memikirkan dirinya.
"Aku pulang dulu ya Cin,nanti aku jemput jam 9.Tolong panggilkan ibu,aku mau pamit"
Cinta menuju dapur untuk memanggil ibu.
"Bu...kak Zen mau pulang"
Ibu segera mematikan kompor dan menuju ruang tamu.
"Nak Zen sudah mau pulang,gak sarapan dulu disini"
"Terimakasih Bu,saya mau pulang dulu,ada urusan yg mau saya selesaikan,nanti jam 9 saya kesini untuk jemput Cinta"
"Ya sudah..Hati hati Nak"
"iya Bu..."Zen mencium tangan calon mertuanya itu
Cinta mengantar Zen sampai ke depan rumah.Ibu melanjutkan memasak nya yg belum selesai.
Cinta masuk ke rumah dan menuju dapur untuk membantu ibu.Pak Hadi tidak sempat sarapan tadi,tapi ibu membawakannya bekal.
Di dapur ibu bertanya pada Cinta
"Ndokkk..kamu siap ketemu sama calon mertuamu?Kita ini hanya orang kecil loh ndokkk...Disana harus bersikap baik dan santun.Gak usah macem macem"
"Iya Bu.. Cinta paham kok.."
Kemudian mereka sarapan bersama sama dengan kedua adek Cinta juga.
"Kakak...
"Iya Dekk..
"Kakak mau menikah ya..
"Kata siapa Dek...
__ADS_1
"Kata ibu...
Cinta tersedak mendengar ucapan adeknya.
"Belum kok Dek...masih belum tau mau nikah apa enggak"
"Kalau kakak menikah, jangan lupakan kita ya.Jangan seperti kakak kakak kita yang lainnya, yang gak pernah dateng nengokin kita.
"Gak mungkin lah Dek kakak lupa dg kalian,khn kalian keluarga kakak"
"Beneran ya kak...
" Bener Dek..swear(Cinta sambil mengacungkan 2 jarinya)
"Janji jari kelingking ya kak..."
"Okey adek kakak yg manis"
Dan mereka menautkan jari kelingking mereka satu sama lain.Ibu yang melihat itu hanya tersenyum.
"Cepat dihabiskan makannya,jangan ngomong terus"ucap Ibu.
Mereka melanjutkan makan sampai semua habis,dan Cinta membersihkan meja makannya.
Cinta mau mencuci piring di dapur tapi dilarang oleh ibu.
"Sudah sana siap siap Nak,gak usah bantuin ibu cuci piring,khn sebentar lagi kamu mau ke rumah Zen."
"Gak apa apa kok Bu,Cinta mau bantuin ibu dulu."
Ibu mendorong perlahan anak perempuan semata wayangnya untuk pergi ke kamarnya dan bersiap siap.
"Sudah..cepat mandi sana"
",Baiklah ibu,.."kata Cinta sambil memeluk ibu yang sangat menyayangi nya itu.
Cinta segera masuk kamar mandi dan membersihkan dirinya, smpai sampai dia memakai sabun mandi 2 kali agar kulitnya terlihat lebih bersih., meskipun dia tahu bahwa itu hal yg tidak mgkn terjadi.Beberapa menit kemudian Cinta keluar dari kamar mandi dengan wajah segar.Dia memilih baju terbaiknya dan melaksanakan sholat duha terlebih dahulu.
Setelah selesai dia melipat mukenah dan menaruhnya di tas yang akan dibawanya di perjalanan.
Cinta duduk di depan cermin dan berdandan.Dia mengoles bedak tipis dan lip glos.Dia berdiri dan memandangi dirinya di cermin.
"Sudah cantik"Ucap Cinta pada dirinya sendiri.
Rambutnya yang panjang hitam tergerai indah, biasanya Cinta hanya mengikat rambutnya ke atas.
Cinta memakai celana jeans hitam dan baju putih dg blazer hitam.Cinta memang menyukai warna warna gelap,karena membuat warna kulitnya tidak terlihat mencolok.Cinta keluar dari kamar dan memanggil ibu nya.
""Ibu.... bagaimana penampilanku"tanya Cinta sambil berputar putar.
"Anak ibu sangat cantikkk..."Jawab ibu
"Aku sudah pantas khan Bu bertemu calon mertuaku dg riasan seperti ini...tanya Cinta
"Sudah Nak...seperti itu saja, sederhana.
tok tok tok...
Terdengar suara pintu diketok.
"Cinta...coba buka pintunya"perintah ibu
"Iya Bu.."
"Assalamualaikum.."Ucap Edo
"Waalaikumsalam.."Jawab Cinta
"Cari siapa "..
Edo tidak menjawab pertanyaan Cinta,dia terkesiap melihat Cinta yg begitu Cantik meskipun penampilannya sederhana.
"Kakak mau cari siapa??"Cinta mengulang pertanyaannya
"Oh...maaf.Apa bener ini rumah Pak Hadi"
"Iya benar Kak..."jawab Cinta
Cinta memandang Edo sambil mengingat ingat, seperti nya aku pernah melihat orang ini,sambil manggut-manggut,tapi dimana ya..
Edo menggerak gerakkan tangannya di depan wajah Cinta dan berdehem
"Ehmmmm.."
"Iya kak...maaf.Benar kak,ini rumahnya Pak Hadi.Ada keperluan apa kak?
"Apa istri pak Hadi ada,?
"Ada kak, silahkan masuk dulu.Saya panggilkan ibu dulu ya.."
Cinta mempersilahkan Edo duduk,dan Cinta
memanggil ibunya.
"Ibu...ada tamu yg mencari Ibu.Tidak tahu siapa?
"Kamu kok gak tanya dia darimana"
" hihi...lupa Bu.Karna sepertinya Cinta pernah bertemu orang itu, tapi Cinta lupa ketemu dimana."Cinta berucap sambil menggaruk garuk kepalanya yang tidak gatal.
Ibu berjalan ke ruang tamu.
"Darimana Nak..."Tanya ibu
"Saya anak nya Pak Ronald Bu.."
"Oh .. anaknya Bu Ani ya.Yang rumahnya besar itu khan.
"Iya Bu.."jawab Edo sambil mencuri-curi pandang pada Cinta yang mengeluarkan teh dan kue.
"Ada perlu apa Nak...
"Saya mau memesan nasi tumpeng untuk acara pembukaan kantor cabang baru saya Bu....apa bisa"
"untuk kapan Nak...
"Hari senin besok Bu"
"Mau pesan berapa Nak"
__ADS_1
"Pesan 3 ya Bu,dg harga 250rb satu tumpeng nya.Menunya terserah ibu sudah.Ibu tidak perlu mengantar,saya yang akan mengambilnya kesini."
"Iya Nak... Silahkan diminum dulu teh nya"
"Terimakasih Bu.Teh itu terasa nikmat di tenggorokan Edo karena Cinta yang membuatnya.
Di luar rumah Cinta,Zen sudah datang.Dia bingung karena ada mobil mewah terparkir di depan rumah Cinta.
Mobil mewah siapa ini terparkir disini.
Zen mengetuk pintu dan mengucapkan salam.
"Assalamualaikum...
"Waalaikumsalam..jawab ibu.
Masuk Nak Zen,duduk dulu, saya panggilkan Cinta dulu di kamar.
"Iya Bu"
Zen duduk di sebelah Edo,Zen bertanya tanya,Siapa laki laki ini, ucap nya dalam hati.
Mereka saling melirik satu sama lain dengan tatapan sinis.
Ibu mengetuk pintu kamar Cinta.
"Cinta....Nak Zen datang..
"Iya Bu... Cinta ambil tas dulu"
Ibu menuju ruang tamu lagi untuk menemui mereka berdua.Edo berpamitan pada Bu Hadi karena dia akan pergi ke kntor.
"Bu... saya pergi dulu,ini uang nya ya Bu"
"Iya Nak .. terimakasih"ucap Bu Hadi
Cinta keluar dr kamar.
"Cinta sudah siap berangkat.."Ucap Zen
"Iya kak..Cinta siap"jawab Cinta.
Tak lupa mereka berdua berpamitan pada Bu Hadi.
"Bu.. Cinta saya bawa dulu ya..."kata Zen
"Iya Nak...hati hati di jalan,dan jangan pulang terlalu malam"
"Iya Buu"
Mereka mencium tangan ibu,dan bergegas pergi.
Zen membuka kan pintu mobil untuk Cinta,di pintu depan.Cinta masuk ke mobil dg tersipu karena perlakuan Zen pada nya.Setelah Cinta masuk ke mobil,Zen berputar dan masuk ke pintu sebelah.
Di dalam mobil Zen mendekati Cinta,dan Cinta memejamkan mata karena mengira Zen akan menciumnya, tapi ternyata Zen hanya memasang sabuk pengaman Cinta.
"Kenapa memejamkan mata Cinta..."Tanya Zen
"Tidak apa apa kak..jawab Cinta malu.
kukira dia mau mencium ku, ternyata aku saja yang ke ge er an,kata hati Cinta.
Sebenarnya Zen tahu apa alasan Cinta memejamkan matanya,hanya dia tidak mau melakukannya, karena dia ingin menjaga Cinta sampai halal.Dalam kenyataan sebenarnya, Zen juga tidak kuat kalau dekat dekat dengan Cinta, dadanya selalu berdebar dan ingin segera memilikinya seutuhnya,tapi dia masih bisa mengontrol keinginan nya itu.
"Kita berangkat Cinta .."
"Iya kak...
Cinta melambaikan tangan pada Ibunya ketika berangkat
"Cinta berangkat Buu.."
"Semoga selamat sampai tujuan Nak...hati hati di jalan,doa ibu selalu bersama kalian."
Setelah mereka menghilang dari pandangan,ibu masuk ke rumah kembali.
Mereka berangkat ke kota P, tempat tinggal Zen bersama orangtuanya.Selama perjalanan Cinta memandang keluar jendela.
"Emangnya pemandangan di luar lebih indah daripada yg di dalam ya..."sindir Zen
*eh ..enggak kok kak"jawab Cinta terbata bata
Cinta hanya kagum saja,Cinta memang tidak pernah pergi jauh kemana mana,yang dia tahu hanya jalan menuju sekolah nya.Cinta gadis rumahan yang tak pernah keluyuran kemana mana, Paling jauh ya ke cafe tempat Zen bekerja.Itu pun karena sejalan dengan rumah nya.
"hadap Sini dong Cinta...jangan menghadap ke jalan terus,masak yang ganteng ini kalah sama jalan"ucap Zen
Wkwkwkkw...Cinta tertawa.
"Iya kak....Cinta hanya akan memandang mu selama perjalanan."ucap Cinta
Setelah menempuh 4 jam perjalanan, mereka sampai juga di rumah milik Zen.Selama perjalanan Zen selalu memegang erat tangan Cinta, hanya sesekali saja dia melepasnya.
"Cinta....ayo turun"Ucap Zen sambil membukakan pintu dan mengulurkan tangan untuk kekasihnya.
"Sudah sampai kak..."ucap Cinta
"Sudah..."
Cinta takjub melihat rumah Zen, rumahnya hampir sama dg rumah pak Ronald,bahkan lebih besar.
Cinta menelan ludahnya.
"Ini benar rumah kak Zen"tanya Cinta
"Iya.....ayo masuk.."
Cinta seakan tak percaya, kekasihnya yg sederhana bisa mempunyai rumah sebesar dan semewah itu.
Mereka berdua berjalan beriringan,Zen menggenggam erat tangan Cinta yang sedikit gugup.
"Cinta...ucap Zen
"Iya kak..
"Gak usah gugup ya...kakak bersamamu.
Cinta bingung, darimana Zen tahu kalau dirinya gugup.
semua orang yang lihat aja tahu kalau Cinta gugup, tangan nya bergetar hebat, tapi dia gak merasa saja.
__ADS_1
Cinta menarik nafas dalam dalam, kemudian dengan yakin berjalan bersama Zen.
To be Continue.....